cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 246 Documents
ANALISIS KELAYAKAN USAHA MESIN PERONTOK PADI(THRESHER) DI DUSUN KONANGKA (STUDI PADA DESA BLIMBING, KECAMATAN KLABANG, KABUPATEN BONDOWOSO) Muhlis Sodiq Fadilla; Martono Achmar
AGRIBIOS Vol 18 No 1 (2020): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i1.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan penerimaan penyedia usaha mesin perontok padi Thresher, dengan dilihat dari Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan menjadikan alat-alat dan mesin pertanian juga mengalami perkembangan dan pembaharuan. Dengan tersedianya usaha mesin perontok padi di Dusun Konangka ini perlu di keahui juga sebuah analisis kelayakan usaha yang sedang di jalankan. Penelitian ini dilakukan pada Dusun Konangka, Desa Belimbing, Kecamatan Kelabang, Kabupaten Bondowoso. Dimulai dari bulan juni hingga agustus. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yakni studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif dengan sampel Nonprobability Sampling. Analisis yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis ratio penerimaan atas biaya (R/C Ratio) untuk mengetahui perbandingan antara penerimaan dan biaya yang dikeluarkan. Untuk Analisis yang kedua dalam penelitian ini digunakan analisis kelayakan usaha yakni (B/C Ratio) dengan menghitung jumlah pendapatan dibagi dengan total biaya produksi. Dengan hasil penelitian menunjjukkan kedua mesin tersebut dikategorikan layak untuk diteruskan karena alat tersebut saling memberikan kontribusi terhadap petani maupun penyedia jasa baik dari segi efisiensi dan keuntungan.
ANALISIS PENDEKATAN KINERJA EKSPOR DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI EKSPOR TEMBAKAU DI KABUPATEN JEMBER Kamarudin Kamarudin
AGRIBIOS Vol 13 No 2 (2015): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ekonomi secara menyeluruh merupakan tujuan pokok suatu perekonomian. salah satu faktor yang diperhatikan dalam pola pembangunan perekonomian adalah perdaganga. Perdagangan internasional timbul karena masing – masing negara yang perdagangan melihat adanya tambahan yang dapat diperoleh untuk pembangunan ekonomi. Perdagangan internasional dibagi menjadi dua, yaitu ekspor dan impor, dimana kegiatan perdagangan yang dapat lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional adalah ekspor. Kegiatan ekspor yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia adalah ekspor non migas dan tembakau merupakan salah satu komoditi ekspor non migas yang berperan penting bagi perekonomian Indonesia, Khususnya Kabupaten Jember karena sebagai penghasil devisa dan cukai. Oleh karena itu, diteliti perkembangan kinerja ekspor tembakau Kabupaten Jember serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai ekspor tembakau di Kabupaten Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Mengetahui perkembangan kinerja ekspor tembakau di Kabupaten Jember, (2) pengaruh nilai tukar, inflasi dan volume ekspor terhadap nilai ekspor tembakau di Kabupaten Jember. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan referensi bagi peneliti-peneliti selanjutnya terutama yang mempunyai obyek penelitian yang sama dan sebagai bahan informasi dan pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan ekonomi terutama yang berkaitan dengan kebijakan tentang ekspor tembakau. Penelitian ini menggukan metode Explanatory dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan berupa data time series yang diperoleh dari studi literatur Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, balai Pengujuan Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau Jember serta pencarian di berbagai situs internet. Terdapat dua analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu: (1) analisis pendekatan kinerja ekspor dengan menggunakan menggunakan Indeks Revealed Comparative Advantage (IRCA) untuk mengetahui perkembangan kinerja ekspor tembakau di Kabupaten Jember, (2) analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh nilai tukar, inflasi dan volume ekspor terhadap nilai ekspor di Kabupaten Jember. Hasil analisis data dengan menggunakan IRCA selama kurun waktu lima tahun dalam periodesasi kuartal menunjukkan bahwa kinerja ekspor tembakau di Kabupaten Jember terus menunjukkan hasil yang berfluktuatif. Hasil analisis data dengan menggunkan regresi linier berganda menunjukkan bahwa nilai tukar berpengaruh positif signifikan terhadap nilai ekspor tembakau di Kabupaten Jember dan volume ekspor berpengaruh positif signifikan terhadap nilai ekspor tembakau di Kabupaten Jember.
Pengelolaan Hutan Mangrove dalam Perspektif Hukum Yasmini Suryaningsih
AGRIBIOS Vol 14 No 1 (2016): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sumber daya mangrove sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya alam merupakan urusan pemerintah yang ditangani secara bersama-sama (concurrent) antara pemerintah dan pemerintah daerah yang penjabarannya diatur oleh Undang-undang dan Peraturan Pemerintah, tetapi dalam pelaksanaannya masih belum sepenuhnya efektif dijalankan oleh pemerintah maupun masyarakat. hal ini dipengaruhi oleh aparat penegak hukum yang sejauh ini kurang memberikan kontribusi pengawasan dan pengendalian terhadap pengelolaan kawasan hutan mangrove di pesisir serta tingkat kepatuhan masyarakat terhadap Undang-Undang yang berlaku sangatlah kurang.
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA CABAI RAWIT DI PASAR BESUKI (STUDI KASUS DI DESA BESUKI KECAMATAN BESUKI KABUPATEN SITUBONDO) Zainur Rahmad Himawan; Puryantoro Puryantoro
AGRIBIOS Vol 17 No 1 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v17i1.880

Abstract

Petani cabai rawit selalu dihadapkan dengan risiko harga produk. Risiko harga produk diindikasikan oleh volatilitas dari harga. Tujuan penelitian ini adalah : 1) menilai risiko harga produk cabai rawit dan 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi risiko harga produk cabai rawit. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder mengenai harga dan suplai produk harian cabai rawit periode Januari tahun 2018 sampai Mei 2018. Analisis data dengan menggunakan koefisien variasi serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko harga cabai rawit di pasar Besuki cenderung rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko harga cabai rawit periode hari ini yaitu harga periode sehari sebelumnya, pasokan cabai rawit periode hari ini dan sebelumnya.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI DURIAN DI DESA PAKISAN KECAMATAN TLOGOSARI ( Study Kasus Di Desa Pakisan Kec. Tlogosari Kab. Bondowoso ) Adhitya Yazi Adam; Martono Achmar
AGRIBIOS Vol 13 No 1 (2015): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was determined the durian farm income each of year in the village of Pakisan District of Tlogosari Regency of Bondowoso, knowing how feasibility durian farm in the village of Pakisan District of Tlogosari Regency of Bondowoso. Statistical analysis used is descriptive method. Descriptive method is a method used to depict or describe the data in a systematic, factual, and accurate about the facts - facts and relationships between phenomena that are looking for. The sampling technique by means of a simple random and each respondent has an equal chance of being sampled. Durian farmers overall population (productive and non-productive) harvest season in 2014 in the village of Pakisan there are 123 farmers. But durian farmers productive population by 30 farmers so that sampling techniques into census technique which makes all the productive population durian farmers into a sample of 30 farmers. The results showed that the durian farm income during the first year by the farmers in the village of Pakisan District of Tlogosari Regency of Bondowoso profitable, where durian farm income earned average - average in the period of 1 year to reach Rp. 18.9569 million, and durian farm in the village of Pakisan District of Tlogosari the regency of Bondowoso feasible to try, prospects of this farm has a good chance to be developed further. Where the average per year for the feasibility of a durian farm in the village of Pakisan which was analyzed by B / C ratio is 13.47 and for the calculation of B / C Ratio durian farm on average reaches 1.15 per month. Suggestions of researchers is In durian farming activities in the village of Pakisan District of Tlogosari, farmers must be active and diligent in working in the field of durian cultivation and if necessary can be improved by adopting a more modern agricultural technologies in order to produce agricultural products such as durian high quality and good quality that can increase the income of farmers themselves
PERAN KELEMBAGAAN LOKAL TERHADAP AKTIVITAS EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DI KABUPATEN JEMBER Syamsul Hadi
AGRIBIOS Vol 11 No 1 (2013): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meliputi : 1) Mengetahui peran kelembagaan lokal bagi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Jember; dan Mengiventarisir hambatan yang dialami oleh kelembagaan lokal selama ini dalam bekerjasama dengan masyarakat pesisir guna menggerakkan perekonomian masyarakat. Adapun tipe penelitian ini adalah penelitian penjajakan dan metode yang digunakan adalah metode survei. Jenis dan sumber data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh melalui teknik wawancara dan data sekunder yang bersumber dari instansi terkait. Guna menjawab tujuan pertama dan kedua, digunakan analisis secara kualitatif dengan memusatkan pada aspek peran kelembagaan lokal, jejaring sosial dan hambatan-hambatan dalam melaksanakan fungsinya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Pertama, Kelembagaan lokal memiliki peranan dan arti penting guna menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir yang telah dikembangkan cukup luas dalam fungsinya untuk mengakomodasi berbagai masalah dan kebutuhan masyarakat pesisir. Diantaranya meliputi kegiatan bidang ekonomi (simpan pinjam, pinjaman modal, penyediaan sarana produksi, pelatihan keterampilan dan penyuluhan), dan bidang kesejahteraan sosial (santunan bagi fakir miskin, yatim, kegiatan kesenian, olah raga, kebersihan lingkungan, kerukunan kematian dan lain-lain). Kedua, Hambatan yang dialami oleh kelembagaan lokal dalam menjalankan tugas dan fungsinya meliputi hambatan teknis dan non teknis. Sebagian besar hambatan teknis meliputi keterbatasan modal usaha dan sistem kerja yang kurang efektif dan efisien selain kurangnya komitmen investor kelembagaan lokal dalam hal pembinaan dan bimbingan teknis usaha ekonomi produktif kepada para nasabah termasuk kesulitan dalam keberadaan tenaga ahli perkoperasian. Adapun hambatan non teknis antara lain karakter masyarakat pesisir yang tempramental, keras dan sering memberikan data identitas diri yang fiktif dengan tujuan menghilangkan jejak agar terhindar dari tagihan pengembalian pinjaman.
Hubungan Peran Anggota Kelompok Tani Dengan Tingkat Pendapatan Usahatani Tembakau (Studi Kasus Di Desa Pategalan Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo) Abdul Jalil; Gema IA Yekti
AGRIBIOS Vol 16 No 2 (2018): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran anggota kelompok tani dalam usahatani tembakau pada kelompok tani Bunga Desa di Desa Pategalan, mengetahui besarnya pendapatan usahatani tembakau pada kelompok tani Bunga Desa di Desa Pategalan, mengetahui hubungan antara peran anggota kelompok tani dengan pendapatan usahatani tembakau pada kelompok tani Bunga Desa di Desa Pategalan Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo. Populasi anggota kelompok tani Bunga Desa yang melakukan usahatani tembakau di Desa Pategalan Kecamatan Jatibanteng berjumlah 49 petani, sehingga semua populasi dijadikan sampel dalam penelitian ini karena dilihat jumlah populasi cukup sedikit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran anggota kelompok tani Bunga Desa di Desa Pategalan Kecamatan Jatibanteng memiliki interval 35–42 dengan frekuensi responden terbanyak, yakni sejumlah 32 responden dengan persentase sebesar 65,31 %, sehingga peran anggota kelompok tani Bunga Desa berada pada kategori tinggi. Pendapatan usahatani tembakau di Desa Pategalan Kecamatan Jatibanteng selama satu musim menguntungkan, dimana hasil penghitungan jumlah pendapatan rata-rata sebesar Rp. 26.044.546,-. Hal ini dikarena jumlah penerimaan rata-rata sebesar Rp. 44.854.041,- dan jumlah biaya rata-rata sebesar Rp. 18.811.352,-. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perolehan nilai sig lebih besar dari 0,05. Nilai sig > 0,05 (0,220 > 0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Maka koefisien korelasi peran anggota kelompok tani dengan pendapatan petani tembakau sebesar 0,179 berarti sangat lemah. Ho berbunyi: tidak ada hubungan positif dan signifikan antara minat peran anggota kelompok tani dengan pendapatan petani tembakau di Desa Pategalan Kecamatan Jatibanteng. Saran dari peneliti adalah sebaiknya petani tembakau lebih antusias untuk mengikuti kegiatan penyuluhan pertanian, membentuk koperasi petani tembakau, melakukan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pengembangan usahatani tembakau.
PEMETAAN POTENSI KOMODITAS UNGGULAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN SITUBONDO Dwi Hana Pujiningtyas; Yohanes Nangameka
AGRIBIOS Vol 16 No 01 (2018): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Situbondo yang sebagian besar didominasi oleh sektor pertanian khususnya pada subsektor tanaman pangan, maka harus dilakukan pengembangan pada masing-masing komoditas tanaman pangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik potensi tanaman pangan di Kabupaten Situbondo berdasarkan aspek luas lahan, produksi dan produktivitas dari tahun 2011-2015, untuk mengetahui basis produksi tanaman pangan pada tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Situbondo dan untuk mengetahui komoditas tanaman pangan yang dapat diprioritaskan untuk dikembangkan pada tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Situbondo. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif, analisa Location Quotient (LQ) dan analisa statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Situbondo merupakan basis produksi untuk semua komoditas tanaman pangan yang terdapat di Kabupaten Situbondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik potensi tanaman pangan di Kabupaten Situbondo dari tahun 2011-2015 selalu mengalami fluktuatif. Basis produksi tanaman pangan pada setiap kecamatan di Kabupaten Situbondo berdeda-beda sesuai dengan usahatani yang dijalankan oleh para petani di setiap kecamatan. Komoditas tanaman pangan dapat dikatakan basis apabila nilai LQ dari hasil produksi lebih dari satu. Semua komoditas tanaman pangan yang terdapat di Kabupaten Situbondo memang dapat di prioritaskan. Namun tidak semua komoditas tanaman pangan dapat diprioritaskan pada tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Situbondo. Komoditas tanaman pangan dapat diprioritaskan untuk dikembangkan sesuai dengan jenis dan kondisi lahan pada tiap-tiap kecamatan di KabupatenSitubondo.
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI LABU KUNING ANTARA PETANI YANG BERMITRA DAN NON MITRA DI KABUPATEN SITUBONDO Kinsai Kinsai; Yohanes Nangameka
AGRIBIOS Vol 18 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i2.894

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah ingin menganalisis perbedaan produksi dan perbedaan pendapatan serta efisiensi usahatani labu kuning antara petani yang bermitra dan non mitra di Kabupaten Situbondo. Penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling yang dipilih berdasarkan tujuan tertentu yang dipandang sesuai dengan tujuan penelitian. Metode Slovin dalam penelitian digunakan untuk menentukan jumlah sampel. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 sampel terdiri dari 18 usahatani labu kuning sistem kemitraan dan 25 usahatani sistem non kemitraan. Hasil dari penelitian ini adalah : total produksi usahatani labu kuning sistem kemitraan adalah sebanyak 270.720 kg per periode tanam sedangkan sistem non kemitraan adalah sebanyak 11.600 kg per periode tanam dan total pendapatan usahatani labu kuning sistem kemitraan sebesar Rp. 514.053.839 dan non kemitraan sebesar Rp. 27.187.000 dan efisiensi sistem kemitraan sebesar 3,42 dan non kemitraan sebesar 3,94. Hasil uji beda tingkat produksi diperoleh t hitung > t tabel dan tingkat pendapatan diperoleh t hitung > t tabel serta tingkat efisiensi diperoleh t hitung < t tabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan produksi dan perbedaan pendapatan serta perbedaan efisiensi usahatani labu kuning antara sistem kemitraan dan non kemitraan.
ALBUMIN IKAN GABUS (Snakeheads fish) DAN KESEHATAN Sumarno Sumarno
AGRIBIOS Vol 10 No 1 (2012): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Albumin merupakan protein terbanyak dalam plasma darah mencapai kadar 60%, dan bermanfaat untuk membantu jaringan sel baru. Dalam ilmu kedokteran, albumin ini digunakan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah/rusak. Albumin juga berperan mengikat obat-obatan serta logam berat yang tidak mudah larut dalam darah. Kadar albumin di darah manusia direkomendasikan normal oleh paramedis bila kandungannya antara 3,5-5,5 g/dl. Kadar albumin di bawah normal sering terjadi pada anak yang mengalami gizi buruk, ibu hamil dan manula. Kadar albumin yang berasal dari ikan gabus dan kerang kece berdasarkan uji laboratorium kandungannya tinggi. Produk albumin siap saji yang diproses tanpa pemanasan atau melalui bioproses mengandung kadar albumin jauh lebih tinggi dari produk lainnya. Bagi sebagian orang dimana ikan gabus tak masuk hitungan lauk favorit, namun ditangan paramedic dan ahli gizi ternyata memiliki kadar albumin tinggi. Ikan yang kurang disukai karena baunya amis, bila diolah menjadi suplemen makanan dan minuman kesehatan berfungsi menjaga metabolism tubuh, menaikkan kadar albumin dan mempercepat pemulihan kesehatan

Page 8 of 25 | Total Record : 246