cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 246 Documents
PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KERUPUK SUKUN (STUDI KASUS DI DESA JAMBUIR KECAMATAN GAYAM KABUPATEN SUMENEP) Wiwik Sri Untari; Mohammad Jakfar Syadik
AGRIBIOS Vol 18 No 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i2.893

Abstract

Makanan adalah kebutuhan dasar bagi setiap individu. Makanan adalah hasil kerja keras banyak orang dalam suatu sistem yang mencakup kegiatan input, produksi, pengolahan, dan pemasaran bahan makanan (faktor output). Agro-processing produk pertanian adalah bagian dari agroindustri, yang mengolah bahan baku yang bersumber dari tanaman, hewan, dan ikan. Pemrosesan meliputi proses transformasi dan pelestarian melalui perubahan fisik atau kimia, penyimpanan, pengemasan, dan distribusi. Dari definisi ini, dapat dilihat bahwa pelaku agroindustri pengolahan agroindustri adalah petani yang berproduksi bersama konsumen atau pengguna produk agroindustri. Dengan demikian, agroindustri pengolahan pertanian memiliki karakteristik sebagai berikut: (a) meningkatkan nilai tambah, (b) menghasilkan produk yang dapat dipasarkan atau digunakan atau dimakan, (c) meningkatkan daya saing, dan (d) meningkatkan pendapatan dan keuntungan bagi produsen. Kecamatan Gayam adalah salah satu sentra produksi sukun. Berdasarkan statistik Sumenep, pada tahun 2015 produksi sukun di Kecamatan Gayam adalah 3.492. Sukun adalah tanaman komoditas yang dipasarkan keluar dari Sepudi dan juga diolah menjadi makanan khas pulau Sepudi, yaitu kerupuk sukun. Beberapa warga Desa Jambuir, Kecamatan Gayam, mengolah sukun menjadi kerupuk sukun. Bisnis industri kerupuk sukun yang berkembang di masyarakat adalah industri rumah tangga dan industri kecil. Mengolah sukun menjadi kerupuk sukun bertujuan untuk meningkatkan daya tahan buah sukun sehingga cocok untuk dikonsumsi dan mendapatkan nilai jual tinggi di pasaran. Kegiatan bisnis pengolahan sukun menjadi kerupuk sukun mengubah bentuk sukun dari produk primer menjadi produk baru dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
PROSPEK PENGEMBANGAN DAN STRATEGI PEMASARAN KOMODITAS KOPI ROBUSTA RAKYAT DI KABUPATEN JEMBER Dimas Bastara; Martono Achmar
AGRIBIOS Vol 10 No 1 (2012): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jember is the only area that has a research center of coffee and cocoa, therefore coffee products in Jember regency have the opportunity to develop. Coffee-producing area in Jember regency is also quite a lot, so that the coffee in Jember is fairly easy to dotain. Based on the data from the Department of Plantation East Java, Jember is known as the second largest people’s Robusta coffee cultivation after the regency of Malang in East Java. The marketing of Robusta coffee in Jember is confined to the area of ​​production only, though most production is marketed outside the region but in fact it is not maximized. This study aims at determining: (1) Prospect of Robusta coffee in Jember regency, (2) The Robusta coffee marketing strategy in Jember. This study uses primary data. The location of this research is determined intentionally (Purposive Method). The sampling method used in this study is Area Sampling or sample area. The sample measure’s are used Slovin’s formulation and then the samples are choiced by simple random sampling. The analysis tools used are the SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) and the descriptive methods.
ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PENGEMBANGAN DAYA SAING KOPI ARABIKA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN KALISAT-JAMPIT Dinar Rizqi Amaliyah
AGRIBIOS Vol 14 No 1 (2016): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang memiliki kontribusi cukup besar dalam perekonomian Indonesia, antara lain sebagai penghasil devisa, sumber pendapatan petani, penghasil bahan baku industri, penciptaan lapangan kerja dan pengembangan wilayah. Mengingat bahwa kopi merupakan bahan perdagangan yang sangat penting dan menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia dalam perdagangan dunia, maka perlu dilakukan penelitian mengenai analisis daya saing. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak kebijakan pemerintah yang mempengaruhi output dan input yang digunakan pada pengolahan kopi arabika ekspor dan lokal di PTPN XII Kebun Kalisat-Jampit. Kebijakan pemerintah terhadap output maupun faktor produksi yang digunakan pada pengolahan kopi arabika ekspor memberikan keuntungan kepada PTPN XII Kebun Kalisat-Jampit. Hal ini ditandai dengan nilai NT (92.559.775), SRP (0,00186), NPCO (1,003), PC (1,0037), dan EPC (1,005). Sedangkan kebijakan pemerintah terhadap output maupun faktor produksi yang digunakan pada pengolahan kopi arabika pasar lokal mengurangi keuntungan produsen. Hal ini ditandai dengan nilai NT (-590.611.795), SRP (-0,231), NPCO (0,814), PC (0,687), dan EPC (0,814).
ANALISIS POLA KEMITRAAN PEMBENIHAN JAGUNG PT BISI INTERNATIONAL Tbk DENGAN PETANI TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN SITUBONDO Achmad Hafid; Yohanes Nangameka
AGRIBIOS Vol 17 No 1 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v17i1.884

Abstract

Peluang untuk meningkatkan produksi jagung dapat dilakukan melalui perluasan area budidaya dan peningkatan produktivitas. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah kebutuhan untuk meningkatkan atau meningkatkan varietas unggul. Peningkatan vaarietas tanaman jagung dapat dicapai melalui program pemuliaan tanaman yang bertujuan untuk membentuk kultivar unggul, baik kultivar bebas dan hibrida. Varietas jagung hibrida telah terbukti memberikan hasil yang lebih baik dari varietas jagung jarak bebas. Secara umum, varietas hibrida lebih seragam dan mampu menghasilkan hasil 15-20% lebih tinggi dari varietas bebas. Pembenihan jagung hibrida adalah salah satu solusi dalam meningkatkan produktivitas jagung. Benih jagung hibrida berpotensi memiliki hasil tinggi, umumnya lebih tahan terhadap penyakit, lebih responsif terhadap pemupukan, tanam dan tongkol lebih seragam. Sistem kemitraan yang dijalankan antara PT Bisi International Tbk dan petani jagung hibrida adalah sistem kemitraan dengan pola inti-plasma. Kemitraan ini berfokus pada prinsip saling membutuhkan, saling memperkuat dan saling menguntungkan dengan tujuan meningkatkan pendapatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan mitra bisnis jagung PT Bisi International Tbk di Kabupaten Situbondo adalah variabel biaya produksi, umur petani, pendidikan petani, luas lahan, dan pengalaman bermitra
ANALISIS USAHATANI BLEWAH DI DESA DEMUNG KECAMATAN BESUKI ( Study Kasus Di Desa Demung Kec. Besuki Kab. Situbondo ) Ifan DP Putra; Yohanes Nangameka
AGRIBIOS Vol 13 No 2 (2015): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was determine the cantaloupe farm production, farm income cantaloupe, and cantaloupe farming efficiency in the Village of Demung District of Besuki. The hypothesis of this study is the production of a cantaloupe farm in the village of Demung high, cantaloupe farmer’s income in the village of Demung profitable, cantaloupe farm in the village of Demung efficient. The method used is descriptive method and survey. Descriptive method that is a picture or painting in a systematic, factual and accurate about the facts–facts as well as the relationship between the phenomena investigated. Survey method is to sampel determine the existing field and gave questionnaire to abtain information needed. The Population in this study there are 43 people who perform farm cantaloupe. And the sample is 20 cantaloupe farmers who farm in the village of Demung District of Besuki. The result showed that higher farm production, where the farm production cantaloupe reach averages 9.730 kg.. Cantaloupe farm income benefit, where in the farm income cantaloupe reach avareges Rp. 5.533.973. Cantaloupe farm in the Village of Demung efficient so deserves to be continued farming, where the averages level cantaloupe farming efficiency is 2,84. Based on the result of research conducted by researchers is the suggestion of farmers to continue farming with more developed because farming cantaloupe has a high prospect and try to cooperate with government agencies in order to provide new innovations, and the government should better supervise the issue price fluctuations cantaloupe so farmers can be assured in obtaining results from farming.
FAKTOR SOSIAL EKONOMI PENYEBAB TURUNNYA TINGKAT KEUNTUNGAN USAHA TERNAK LELE DUMBO (Clarias gariepinus) KOLAM TERPAL DI DESA CANGKRING JENGGAWAH JEMBER Syamsul Hadi; R. A. Ediyanto
AGRIBIOS Vol 11 No 2 (2013): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meliputi : Menganalisis faktor sosial ekonomi yang menjadi penyebab turunnya tingkat keuntungan usahatani ternak lele dumbo kolam terpal di daerah penelitian; Mengetahui tingkat keuntungan usaha ternak lele dumbo melalui media kolam terpal di daerah penelitian; dan Menganalisis tingkat efisiensi usahatani ikan lele dumbo kolam terpal di daerah penelitian baik efisiensi alokatif, teknis dan ekonomis. Selanjutnya untuk mencapai ketiga tujuan dimaksud, maka digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Populasi dalam penelitian ini adalah petani ikan lele dumbo kolam terpal yang ada di Desa Cangkring Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember yang selama ini usahanya mengalami tingkat keuntungan yang semakin menurun. Adapun teknik analisa data yang digunakan adalah analisa fungsi keuntungan Cobb-Douglass, fungsi produksi frontier dan analisa keuntungan (profit). Hasil penelitian ini menyimpulkan : 1) Seluruh faktor sosial ekonomi yang diduga berpengaruh terhadap turunnya keuntungan usaha ternak ikan lele dumbo kolam terpal di lokasi penelitian berjalan secara signifikan pada taraf nyata α 5% dengan tingkat determinasi sebesar 0.618; 2) Rata-rata tingkat keuntungan peternak lele di lokasi penelitian adalah sebanyak Rp 1.255.000,85 per skala usaha atau sebanyak Rp 484,556.31 per 1000 ekor benih dengan memiliki profitabilitas sebesar 42,38%; dan 3) Rata-rata penggunaan seluruh input produksi pada usaha ternak lele dumbo kolam terpal memiliki efisiensi teknis sebesar 2.11, efesiensi alokatif sebesar 6.36, dan tingkat efisiensi ekonomi sebesar 13. 43.
Potensi Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Kabupaten Situbondo Yasmini Suryaningsih; Mohammad Nuril Hudha
AGRIBIOS Vol 16 No 2 (2018): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui potensi ekologi ekosistem mangrove di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisa vegetasi dan valuasi ekonomi di ekosistem mangrove pada dua kecamatan yang memiliki hutan mangrove dengan kondisi baik yang masih luas daripada kecamatan lainnya serta berada dekat pemukiman penduduk. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 jenis tegakan yang tumbuh di ekosistem mangrove pada Kecamatan Kendit dan Suboh yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Sonneratia caseolaris, Avicennia mariana, Avicennia alba, Excoecaria agallocha, Hibiscus tilliaceus dan Barringtonia asiatica. Mangrove di lokasi penelitian secara umum di dominasi oleh Rhizophora apiculata dengan kriteria rusak. Nilai ekonomi total (economic total value) ekosistem mangrove di kecamatan kendit dan suboh yaitu sebesar Rp. 36.871.887.856,25 / tahun (36 Milyar Rupiah/tahun) atau Rp. 81.375.285,69 /Ha/tahun
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP MINAT BELI PRODUK BUNGA MELATI(STUDI KASUS DESA TALKANDANG, KECAMATAN SITUBONDO, KABUPATEN SITUBONDO) Fahris Abdurrahman Wahid; Puryantoro Puryantoro
AGRIBIOS Vol 17 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v17i2.618

Abstract

Era globalisasi memunculkan banyak masalah dari segi persaingan bisinis yang semakin kompetitif termasuk di dalamnya sektor pertanian. Pemasaran produk pertanian sangat berbeda dengan berbagai produk lain sebab mudah rusak dan tidak tahan lama, karenanya para pelaku dibidang ini harus mempertimbangkan berbagai hal di dalam pemasaran yang berimbas pada kepuasan konsumen, dimana hal tersebut sangat menentukan minat beli konsumen. Bunga melati merupakan salah satu komoditas tanaman hias (folrikultura) berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Tanaman ini merupakan salahsatu tanaman yang dibudidayakan secrara intensif oleh sebagian petani di Desa Talkandang Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo lebih dari 50 tahun lalu. Kepuasan konsumen merupakan faktor utama yang mempengaruhi timbulnya minat beli konsumen, karenaya variabel-variabel dalam kepuasan konsumen berupa kualitas produk, kualitas pelayanan, harga, inovasi produk, ketersediaan produk dan hubungan emosional merupakan aspek yang dikaji guna melihat pengaruhnya terhadap minat beli konsumen akan produk bunga melati di Desa Talkandang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel-variabel dalam kepuasan berupa berupa kualitas produk, kualitas pelayanan, harga, inovasi produk, ketersediaan produk dan hubungan emosional berpengaruh terhadap minat beli hanya secara simultan atau bersama-sama. Keenam variabel bebas tersebut mempengaruhi minat beli hanya secara simultan sebesar 35,3%, sedangkan sisanya sebesar 64,7 % dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini.
ANALISA BUDIDAYA SIRSAT DALAM RANGKA MENINGKATKAN EKONOMI DAN KESEHATAN MASYARAKAT BOJONEGORO SUGIYANTO SUGIYANTO
AGRIBIOS Vol 10 No 2 (2012): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sirsak merupakan tanaman yang sudah populer di kalangan masyarakat, termasuk di daerah Bojonegoro. Khususnya di daerah pedesaan tanaman ini mudah dijumpai. Karena memang karakter tanaman ini sangat cocok dengan tanah dan iklim daerah setempat. Banyak dijumpai, ia tumbuh liar di hutan-hutan, tegalan, pinggir sungai, dan pekarangan penduduk. Disamping itu pula, dari hasil penelitian medical (kesehatan) ternyata tumbuhan sirsak termasuk jenis tumbuhan yang mempunyai banyak khasiat dan manfaat untuk obat-obatan. Hal itu telah dijelaskan sebagaimana dalam pembahasan awal. Berangkat dari hal-hal yang telah disebutkan di atas maka dapat dikatakan bahwa tanaman sirsak mempunyai prospek dan daya tawar yang baik untuk menjadi semacam bidang usaha yang bernilai komersial. Maka dengan melihat sisi ekonomisnya, perlulah upaya untuk meningkatkan produktifitasnya melalui budidaya. Dalam hal ini yang lebih baik dengan cara budidaya organik, agar tanaman bisa terbebas dari factor kimia, sehingga dapat menghasilkan sirsak yang mempunyai manfaat dan khasiat obat secara maksimal. Untuk selanjutnya, budi daya mengkudu bisa dikembangkan menjadi tanaman komoditas, melalui penemuan dan penciptaan kretifitas sehingga dari mengkudu dapat dikembangkan menjadi barang-barang produksi yang praktis, efektif dan efesien. Seperti pembuatan jus sirsak, sirup, dan lain-lain.
PENGARUH APLIKASI PUPUK ORGANIK DENGAN CAMPURAN BAKTERI Pseudomonas fluorescens TERHADAP SERANGAN PATOGEN Xanthomonas axanopodis PADA TANAMAN KEDELAI Sasmita Sari
AGRIBIOS Vol 14 No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit pustule dari daun kedelai adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari patogen Xanthomonasaxonopodis pv. Glycines. Penyebab dari penyakit pustule adalah bibit bome patogen. Penyakit ini mempengaruhi kualitas biji, sehingga kualitas dan kuantitas biji menurun. Alternatif kontrol menggunakan applikasi kontrol biologi Pseudomonas fluorescens dalam bentuk formulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keefektifan Pseudomonas fluorescens dalam mengontrol serangan Xanthomonas axonopodis pv. Glycine yang menyebabkan penyakit pustule. Hasil menunjukkan bahwa campuran apling baik adalah kompos Pf pada tanah dan humus+ kaolin+talk Pf pada daun (P1).

Page 7 of 25 | Total Record : 246