cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 246 Documents
MADU IKAN KUTUK “ PRODUK BIOPROSES” Sumarno Sumarno
AGRIBIOS Vol 10 No 2 (2012): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul Madu Ikan Kutuk “ Produk Bioproses ” adalah suatu aktivitas rutin dalam rangka mengisi kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi di kampus UNARS Situbondo. Sejak dahulu ikan kutuk atau ikan gabus ( Snakeheads fish ) dipecaya paramedis mengandung kadar albumin tinggi yang dapat mempercepat penyembuhan pasca operasi dan pasien melahirkan. Ikan Kutuk yang berkadar albumin tinggi ini tak disukai pasien baunya amis. Produk madu ikan kutuk diproses dengan sistem bioproses, pada satu sisi menjadi produk albumin yang disukai pasien, dari sisi lain agar protein albumin ikan kutuk masih tetap tinggi. Penelitian dilakukan di desa Kebonsari Jember. Aktivitas penelitian ini diawali pada maret s/d Juni 2012. Alat yang digunakan tabung fermentasi volume 5 liter yang dirancang secara terkendali. Hal yang diamati berupa indicator keluaran gas CO2 umur fermentasi 5 hari, 15 hari, 60 hari dan 90 hari. Selain itu tingkatan pengurangan bau amis juga diamati berdasar umur fermentasi diatas. Data hasil penelitian ini diolah secara statistic diskriptif dengan landasan teori gizi dan medis yang akurat. Madu ikan kutuk hasil fermentasi umur 90 hari, siap untuk dikonsumsi dan tidak amis, dan produk ini besar manfaatnya bagi kesehatan/berkadar albumin bagus.
TANAMAN OBAT MERUPAKAN KOMODITY INDONESIA MASA DEPAN Sumarno Sumarno; Andina Mayangsari
AGRIBIOS Vol 14 No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan berjudul “ Tanaman Obat Merupakan Komodity Indonesia Masa Depan “ adalah sebuah tulisan hasil study pustaka merupakan aktivitas rutin dalam rangka mengisi Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penggunaan tanaman obat dapat dikatakan telah sama tuanya dengan umur peradapan manusia itu sendiri. Hal ini terjadi tidak hanya di Indonesia namun juga di Negara lain di Dunia. Obat-obatan yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan merupakan bentuk obat-obatan yang paling tua dan paling alami. Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) memperkirakan sebanyak 4 miliar ( sekitar 80% ) penduduk dunia saat ini menggunakan herbal untuk beberapa aspek dalam perawatan kesehatan. Keanekaragaman hayati Indonesia menduduki peringkat kelima dunia, pada tiap 10.000 lahan dijawa, terdapat 2000-3000 spesies tumbuhan, tiap 10.000 lahan di Kalimantan dan Papua terdapat lebih dari 5000 spesies tumbuhan. Potensi keragaman kekayaan hayati Indonesia lebih dari mencukupi untuk menjadi sumber makanan dan bahan obat penduduk negeri sendiri, bahkan dapat memasok kebutuhan negara lain di dunia.Kandungan kimia tanaman obat mampu menyembuhkan suatu penyakit dan memiliki efek samping yang kecil, dan dari informasi yang berkembang herbal mulai diminati masyarakat di Indonesia maupun Internasional. UU No. 36 pasal 101, menyatakan “ Sumber obat tradisional yang sudah terbukti berkhasiat dan aman digunakan dalam pengobatan , perawatan , atau pemeliharaan kesehatan tetap dijaga kelestarianya atau dikembangkan risetnya dan dilindungi negara”. Indonesia sebagai lumbung keanekaragaman hayati dunia merupakan sumber tanaman obat yang jika di upayakan akan mendatangkan nilai jual yang bagus.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI KONSUMEN TEMPE (STUDI KASUS PADA UD. YUZAK KECAMATAN PANJI KABUPATEN SITUBONDO) Syarif Rahmad Hidayat; Yasmini Suryaningsih
AGRIBIOS Vol 18 No 1 (2020): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v18i1.888

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat beli konsumen dan faktor yang mempengaruhinya terhadap pembelian tempe pada UD. Yuzak di Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat beli konsumen akan produk tempe yang dijual oleh UD. Yuzak berada pada ketegori sangat tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen tempe pada UD. Yuzak adalah pelayanan dan psikologis, sedangkan harga dan kualitas tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut yaitu : a). Tidak terdapat pengaruh harga terhadap minat beli konsumen produk tempe dengan t-hitung sebesar 1,033 dan t-tabel sebesar 1,986 (t-hitung < t-tabel). b). Tidak terdapat pengaruh kualitas terhadap minat beli konsumen produk tempe dengan t-hitung sebesar 0,710 dan t- tabel sebesar 1,986 (t-hitung < t-tabel). c). Terdapat pengaruh pelayanan terhadap minat beli konsumen produk tempe dengan t-hitung sebesar 2,248 dan t- tabel sebesar 1,986 (t-hitung > t-tabel). d). Terdapat pengaruh psikologis terhadap minat beli konsumen produk tempe dengan t-hitung sebesar 2,039 dan t- tabel sebesar 1,986 (t-hitung > t-tabel)
IPTEK BAGI MASYARAKAT UNTUK PERBAIKAN TEKNOLOGI PASCA PANEN PADI DENGAN DESAIN ALAT PENGAYAK BERAS SEDERHANA Endang Suhesti; Ali Uraidy
AGRIBIOS Vol 13 No 2 (2015): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rice production needed high cost and difficult process. Harvesting lost was about 20 , 5 %, but the quality of rice production was 15 % with low quality, bad taste and color. There were many machines have been produced for post-harvest handling. It helped the farmer for streamline in rice milling results so the price of rice suited the market needs. The purpose of IbM was increasing the farmers' knowledge on rice post-harvest handling, especially in determining the harvest time. The Agriculture officers have showed the different rice quality from different post- harvest handling. The result of IbM was rice sieving machine which was introduced to the partners so they could use it in rice milling production to increase the quality of rice. It would increase the opportunity in marketing the rice to non - traditional market. The IbM activities for technological improvement of post-harvest rice with design tools sieving machines have been implemented by training and mentoring include: socialization, training, and assistance to the farmers Kapongan and Gebangan village, Kapongan sib District which resulted by rice packaging and branding . The high interest of the community service program partners was a positive impact for the implementation of the program Implementation of the program capable of resulting in outcomes expected by this community service program, in the form of better marketing techniques through efforts to penetrate non-traditional markets.
Aktivitas Sucrose Phosphate Synthase dan Kandungan Sukrosa pada Tanaman Tebu Trangenik Hasil Perbanyakan Secara Vegetatif Wiwik Sri Untari
AGRIBIOS Vol 11 No 2 (2013): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugar Cane (Saccharum officinarum L) is one of the estate commodity which developed because ability in sucrose synthesis and sucrose accumulation. Sucrose Phosphate Synthase (SPS) is a key enzym of sucrose biosynthesis in cytosol. SPS gene transformation was expected increase sucrose synthesis and accumulation in sugar cane. Genetic stability of transgenic sugar cane was studied on the several generation. The objective of the research investigated the existence of CaMV promoter, SPS activity and sucrose in transgenic sugar cane leaf after three periode of derived vegetative propagation.This research was divided into four phase, included DNA isolation, SPS activity, sucrose analysis in sugar cane leaf and yield analysis after 11 month of sugar cane. The result showed that the 25,47% of transgenic sugar cane expressed CaMV promoter by PCR analysis. SPS activity and sucrose content in transgenic sugar cane leaf were higher more than control (r = 0,364). transgenic sugar cane maturely was linger more than control.
ANALISIS BAURAN PEMASARAN TERHADAP MINAT BELI SAYUR HIDROPONIK DI POKDARWIS ( KELOMPOK SADAR WISATA) OLEAN Nurma Novia Oky Chandra; Yasmini Suryaningsih
AGRIBIOS Vol 17 No 1 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v17i1.879

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh produk, harga, promosi, dan lokasi terhadap minat beli sayur hidroponik di POKDARWIS Olean serta untuk mengetahui variabel yang paling dominan terhadap minat beli sayur hidroponik di POKDARWIS Olean. Daerah penelitian ditentukan menggunakan metode purposive dengan pertimbangan karena POKDARWIS Olean adalah salah satu objek wisata edukasi hidroponik di Kabuaten Situbondo serta memiliki lingkup pasar yang relatif luas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan kuantitatif, sedangkan data yang di peroleh dari lapangan akan di analisa dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian aspek bauran pemasaran yang terdiri dari produk dan harga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli sedangkan aspek bauran pemasaran lainnya yang terdiri dari promosi dan lokasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli. Selain itu, dari penelitian ini di peroleh hasil yang menunjukkan bahwa variabel produk merupakan variabel yang paling dominan terhadap minat beli sayur hidroponik di POKDARWIS Olean dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,480.
ANALISIS PENDAPATAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITI SIWALAN (Borassus Flabellifer) DI TINJAU DARI SEGI USAHA PEDAGANG NIRA ( Study Kasus Di Desa Kali Anget Kec. Banyuglugur Kab. Situbondo ) Imam Nawawi; Sumarno Sumarno
AGRIBIOS Vol 13 No 1 (2015): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose ofthe study is to know the income merchant businesses sap, and commodity prospect siwalan under reviewin terms of merchant businesses sap in the Kalianget village. Hypothesis in this study is the income of trader sap in the Kalianget village favorable and Commodity Development strategies palm in Terms of merchant businesses sap a good to be developed. The method used is descriptive method and survey. Descriptive method is a picture or painting in a systematic, factual, and accurate information on the facts and the relationship between the phenomena investigated. Survey method is to determine the sample that is the field and also write a questionnaire to obtain information needed. Population in this study there are 23 heads of families who do business sales sap, population because there is only 23 traders then all respondens in the sample made in this study that took 23 heads of families who do business in the Kalianget village district Banyuglugur regency of Situbondo. The result showed that the income traders sap in the Kalianget village favorable with the averages income in a month Rp. 403.300,- on weekdays and in the month of ramadhan revenue of Rp 1.854.200,-. Development strategy of business trader sap in the Kalianget village district Banyuglugur regency of Situbondo basad mapping SWOT matrix is in quadrant 1, means the situation is favorable because the strategy to be developed to have good opportunities and strengths, so that the strength that be can take advantage of the opportunities open. Advice is pay attention to the management of research efforts that needs to be improved further sap from the simple to the more modern direction to get better added value.
ANALISA PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR Ratih Putri Sari; Endang Suhesti
AGRIBIOS Vol 11 No 1 (2013): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan usaha peternakan ayam ras petelur dan untuk mengetahui apakah usaha peternakan ayam petelur efisien. Penelitian ini dilakukan pada Desa Paowan Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Waktu pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan November 2012. Peneliti ini menggunakan metode wawancara kepada peternakan ayam ras petelur Desa Paowan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisa data yang pertama menggunakan Rumus TC = TFC + TVC kemudian dilanjut dengan Rumus ke dua TR = Q . P dan Rumus yang ke tiga I = TR � TC.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil yang diperoleh maka pendapatan rata � rata pada usaha peternakan UD.Bumi Unggas sebesar Rp. 45,616.750, dan pendapatan rata � rata pada usaha peternakan Enjoy Fram sebesar Rp. 17,859.416. selain itu tingkat efisiensi usaha peternakan UD.Bumi Unggas secara R/C ratio sebesar 2.04 %, dan efisiensi usaha peternakan Enjoy Fram secara R/C ratio sebesar 1.33 %.Saran dari penelitian adalah peternakan ayam ras petelur dipedesaan disarankan untuk meningkatkan produksi dengan menambah kapasitas karena perusahaan memiliki lahan kosong dan untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut
Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Petani Dalam Pemanfaatan Sistem Resi Gudang Di Kabupaten Situbondo Fitriyaningsih Fitriyaningsih; Sulistyaningsih Sulistyaningsih
AGRIBIOS Vol 16 No 2 (2018): NOPEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui seberapa besar respon petani terhadap pemanfaatan SRG yang ada, mengetahui apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi petani dalam pemanfaatan SRG di Kabupaten Situbondo. Analisis statistik yang digunakan adalah Analisis Deskriptif. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan snowball sampling, yaitu suatu cara pengambilan sampel dengan cara menelusuri siapa saja petani padi yang mempunyai luas kepimilikan lahan ≥ 1 Ha di Kabupaten Situbondo, berdasarkan informasi dari petani sampai pada petani berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon petani terhadap Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten situbondo sangat rendah, hal ini dapat dilihat dari uji proporsi yang didapat kurang dari 50 %. Rendahnya respon petani tersebut disebabkan oleh beberapa hal seperti: Ketidaktahuan mengenai inovasi baru seperti Sistem Resi Gudang, ketidakpahaman terhadap pemanfaatan Sistem Resi Gudang, kurangnya sosialisasi kepada petani kecil mengenai Sistem Resi Gudang, sebab ada dari salah satu responden yang mengikuti sosialisasi SRG tetapi tidak tahu bahkan tidak paham sama sekali, maka dari itu kedepan perlu adanya sosialisasi yang lebih menarik minat dan ketertarikan terhadap para petani akan Sistem Resi Gudang yang ada di Kabupaten Situbondo. Sedangkan untuk faktor – faktor yang mempengaruhi petani dalam pemanfaatan (SRG) dari kesebelas faktor tersebut, ada 3 faktor yang dominan mempengaruhi yakni faktor pendidikan, kepemilikan lahan, dan keikutsertaan dalam sosialisasi mengenai Sistem Resi Gudang. Hal ini karena pada umumnya petani responden yang sudah terbiasa dengan kebiasaan mereka dalam panen raya, langsung menjual hasil tanpa melalui penundaan jual seperti pada Sistem Resi Gudang, terkait dari biaya operasional, perawatan pengangkutan dan lain-lain sehingga petani responden tentu lebih memilih inovasi yang mudah untuk diterima dan tidak sulit untuk mereka adopsi kedepannya.
ANALISA HARGA POKOK PRODUKSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PEMBIBITAN TANAMAN HORTIKULTURA PADA UD. MURTA JAYA Rika Fitria Wulandari; Endang Suhesti
AGRIBIOS Vol 16 No 01 (2018): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menentukan harga jual produk dan meningkatkan usaha pembibitan tanaman hortikultura di UD. Murta Jaya, maka perlu dilakukan perhitungan harga pokok produksi dan strategi pengembangan agar mampu bertahandalamsuatu persainganbisnis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penentuan harga pokok produksi sebagai penetapan harga jual per bibit yang dilakukan usaha pembibitan tanaman hortikultura di UD. Murta Jaya dan untuk mengetahui strategi pengembangan yang dilakukan usaha pembibitan tanaman hortikultura di UD. Murta Jaya. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa full costing, analisa SWOT dan analisadeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaharga jual bibit cabai sebesar Rp. 178 per bibit. Dengan demikian, perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan UD. Murta Jaya sesuai dengan perhitungan metode full costing karena harga jual bibit cabai di UD. Murta Jaya sebesar Rp. 200 per bibit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa UD. Murta Jaya berada pada posisi white area (kuat berpeluang) yang artinya UD. Murta Jaya memiliki peluang yang prospektif dan memiliki kompetensi untuk melanjutkan usaha pembibitan yang dijalankan.

Page 6 of 25 | Total Record : 246