cover
Contact Name
Annisa Rengganis
Contact Email
annisa.rengganis@umc.ac.id
Phone
+6285726083803
Journal Mail Official
sosfilkom@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Cirebon Kecamatan Watubelah, Kabupaten Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi
ISSN : 20850182     EISSN : 26860368     DOI : https://doi.org/10.32534/jsfk.v14i02
Core Subject : Social,
Jurnal Sosfilkom: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi has been enlisted with ISSN online 2686-0368 and ISSN Printed 2085-0182 and published per semester on January-June and July-December by Faculty of Social Scince and Political Science of UniversitasMuhammadiyah Cirebon. Jurnal Sosfilkom: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi focuses on social issues, philosophy issues, and communication issues.
Articles 120 Documents
Analisis Nilai Filsafat Stoa dan Filosofi Gaya Hidup Minimalis Sebagai Respon Fenomena Konsumerisme Nurhikmah Muhammad
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 No 01 Januari-juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v17i01.3938

Abstract

Kajian tentang filsafat stoa dan gaya hidup minimalis secara beriringan masih sangat jarang dijadikan sebagai topik pembahasan dalam penelitian. Filsafat stoa sebagai jalan hidup beririsan dengan filosofi gaya hidup minimalis. Filsafat stoa dapat pula menjadi pijakan untuk mengaplikasikan gaya hidup minimalis. Sehingga tujuan dari artikel ini, hendak meninjau signifikansi keterkaitan antara filsafat stoa dan filosofi gaya hidup minimalis secara konsep yang berimplikasi pada persepsi individu sekaligus sebagai respon terhadap fenomena konsumerisme. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif menggunakan studi literatur. Penelitian ini turut membahas mengenai prinsip fundamental filsafat stoa, konsep hidup stoisisme, munculnya gaya hidup minimalis, dasar berpikir hidup minimalis, dan prinsip hidup minimalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa nilai moral dari filsafat stoa dan filosofi gaya hidup minimalis dalam merespon fenomena konsumerisme yaitu kebebasan dan penyederhanaan, memahami kendali, dan melatih persepsi.
PERAN PEMERINTAHAN DESA DALAM PENANGGULANGAN DAN PEMULIHAN PASCA BENCANA BANJIR DI DESA GEBANG ILIR KECAMATAN GEBANG KABUPATEN CIREBON Muhammad Aqiel Baehaqie; Agus Irfan; Sastra Abijaya; Eka Wildanu
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 No 01 Januari-juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v17i01.3951

Abstract

Pada dasarnya pengurangan bencana didasarkan pada suatu strategi pengkajian yang kuat dan risiko terus menerus akan ada dan perlu melibatkan aktor yang banyak. Semua itu berasal dari instansi pemerintahan, hingga komunitas lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dari pemerintah desa peran berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi pelaksanaan oleh lembaga pemerintah desa gebang ilir dalam melakukan penanggulangan dan pemulihan pasca terjadinya bencana banjir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi(gabungan) observasi,wawancara, dokumentasi hingga analisis data bersifat kualitatif, dan hasil. Kesimpulan dari penelitian ini menilai bahwa dalam penanggulangan bencana kebijakan desa harus memiliki nilai kemaslahatan serta dituangkan dalam bentuk supportifitas, bahkan komunikasi sebelum terjadi bencana banjir ataupun saat terjadi bencana banjir maupun pasca bencana banjir menjadi hal yang penting dalam melakukan mitigasi bencana. Dan komunikasi dalam konteks penanganan bencana merupakan hal yang memiliki urgensi tersendiri. Pemerintah desa juga sudah mengeluarkan kebijakan secara anggaran untuk penanggulangan bencana banjir, maka diperlukannya sebuah edukasi ataupun sosialisasi kepada masyarakat mengenai pedoman penanggulangan bencana banjir untuk mengurangi ataupun meminimalisir terjadinya kerusakan-kerusakan dan hal-hal yang tidak diinginkan sangat terbatas.
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK TERHADAP KUALITAS SDM DALAM SEGI PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN Ayudia Rostiara Masyudi; Mirna Nur Alia Abdullah
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 No 01 Januari-juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v17i01.3954

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk tertinggi ke empat di dunia, namun persebaran penduduknya masih belum merata disetiap daerah, seperti pada kecamatan sukajadi yang jumlah penduduknya mencapai 100 ribu penduduk dan kecamatan Bandung Wetan yang jumlah penduduknya hanya sekitar 37 ribu orang saja. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi literatur dan wawancara ke beberapa orang yang bersangkutan. Tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk mengetahui apakah banyaknya atau sedikitnya penduduk akan mempengaruhi kualitas sumberdaya manusianya apabila dilihat dari segi pendidikan dan pekerjaannya. Hasil yang didapatkan adalah bahwa penduduk kecamatan sukajadi hanya 10,2% yang mengikuti wajib belajar minimal 9 tahun, serta jumlah pensiunan lebih banyak dibandingkan dengan penduduk kecamatan Bandung Wetan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa banyaknya penduduk atau tingginya angka kelahiran tidak dapat menentukan kualitas sumberdaya manusianya, seperti pada kecamatan sukajadi yang jumlah penduduknya banyak namun apabila dilihat kualitas sdmnya dari segi pendidikan dan pekerjaan masih lebih unggul kecamatan bandung wetan yang penduduknya lebih sedikit.
SUNDA AND CIREBON LANGUAGE INTERCULTURAL COMMUNICATION PROCESS IN EARLY CHILDREN'S ENVIRONMENT: STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF DI KELOMPOK BELAJAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI AN NUR DESA BEBER KECAMATAN BEBER KABUPATEN CIREBON Uun - Machsunah
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 No 01 Januari-juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v17i01.3996

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine how the intercultural communication process in the Early Childhood Education (PAUD) Learning Group (KB) environment, as well as knowing what are the factors that hinder it. The location of this research in Beber Village, Beber District, Cirebon Regency, is a place that borders Kuningan Regency with different cultural backgrounds. Descriptive qualitative. The aim is to describe the facts that have been found systematically, actually and factually, which views that only researchers are truly free and different outside the target research environment, and produce objective conclusions. This research focuses on how the communication process and what are the factors of communication barriers that exist in the PAUD environment. The results of the research in the intercultural communication process that occurs in the An Nur Early Childhood Education Learning Group (KB PAUD) environment are: Communication is usually done through the adaptation stage first. If communication is blocked or deadlocked due to language differences, they use Indonesian as a 'unifying' bridge so that communication can be more effective and the message conveyed as desired. Students of KB PAUD An Nur in their interactions with peers use a mixed language of Sundanese and Cirebon. Teachers who teach at KB PAUD An Nur when teaching in class use Indonesian as the language of instruction. But when interacting informally follow the language style of their students, Sundanese and Cirebon language. 4.Communication that occurs in the environment of KB PAUD An Nur, as well as in general in Beber Village, Beber Sub-district experienced a mixture (acculturation) of Javanese culture Cirebon and Sunda Kuningan so that the use of language is unique. 5.The mingling of language and culture in the educational environment makes one of the riches in the cultural repertoire in Indonesia, especially in the development of Islamic education-based communities. Keywords: Intercultural Communication Process, Language Differences, Communication Barriers, Indonesian Language
New Public Management : Perkembangan dan Aplikasi dalam Mereformasi Organisasi Publik Subhan Subhan; Agus Rianto
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 No 01 Januari-juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v17i01.4167

Abstract

At the conceptual level, New Public Management (NPM) is an effort to respond to the challenges of changes in the environment of public organizations as a result of dramatic changes in the external environment both due to globalization, democratization, scientific advances and the increasing demands of society on government. Therefore, public organizations must be adaptive to the changes that occur, this effort is carried out by reforming themselves by adopting the private sector in carrying out their management. The adoption of private sector management in the public sector is known as the New Public Management (NPM) concept. NPM has been implemented in various countries and is the leading and dominant model in carrying out reforms in the public sector
INTERPRETASI MORAL KEAGAMAAN DALAM FILM INDONESIA MIRACLE IN CELL NO 7 (ANALISA SEMANALISIS-INTERTEKTUALITAS JULIA KRISTEVA) iriani, endah iriani
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 17 No. 2 (2023): Volume 17 No.2 Juli- Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v17i2.3600

Abstract

Indonesia dijuluki negeri paling religius sekaligus tidak bermoral karena tidak sopan di internet. Hal tersebut membuktikan bahwa minimnya perilaku moral di masyarakat. Telah banyak kajian yang menunjukkan bahwa didalam film terdapat nilai positif dan pesan moral. Film merupakan proses menggabungkan suatu upaya untuk menyampaikan pesan menggunakan video, teknologi kamera, warna dan suara. Salah satu film yang menarik yaitu film yang berjudul Miracle in Cell no. 7. Tujuan penelitian ini yaitu menemukan nilai moral keagamaan dari dialog maupun alur cerita yang disajikan dengan menggunakan analisa semanalisis sampai intertektualitas Julia Kristeva dalam penerapannya terhadap pemaknaan teks dan historis dalam dialog maupun alur cerita. Hasil penelitian menunjukkan terdapat nilai moral dalam film Miracle in Cell no. 7 yaitu toleransi, bekerja sama, tolong-menolong, bekerja sama, keadilan, balas budi, dan bekerja keras.
BRANDING PARTAI GERINDRA DI PLATFROM TWITTER DALAM MENGHADAPI PEMILU 2024 SEBAGAI SARANA PERUBAHAN POLITIK KONTEMPORER DI INDONESIA Nurazizah, Nofuja; Hamid, Rizal Al
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 17 No. 2 (2023): Volume 17 No.2 Juli- Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v17i2.4045

Abstract

Changes in the world's political climate began to be felt as going hand in hand with the rapid growth of technological advancements. Communication as a means in lives as initial capital is included in political life in the contemporary era. The emergence of various platforms of social media is pointed as a sign of technological success in this contemporary era. Political discourses started to shift from what was then from mouth-to-mouth, now seem to turn into discourses from one account to another. Thereby changed the political strategy from face-to-face meeting, which also made the branding of political parties nowadays be done with more flexible manner via online network that is able to gain access across various social media platforms. However, a topic of discussion that currently has the most frequent critical approach in such a critical manner, while also political issues, can be found with utmost ease and gain public responses critically throughout one of the most popularly accessed, reaching more than billions of interaction in daily use, the social media platfrom with the name Twitter.
PEMIKIRAN CONFUCIUS DALAM KODE ETIK INDIVIDU SEBAGAI JALAN TENGAH DARI KRISIS IDENTITAS Chaerani Putri Budiman, Raihan
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 18 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v18i1.4242

Abstract

Identity crisis is a problem that often occurs today. The issue of identity crisis occurs because humans do not understand their existence and lack self-confidence; besides that, identity crises occur based on several problems, namely academic, family and romance. The method used in this study is to use qualitative research methods with data obtained from library research. Confucius wrote many works. Confucian philosophy is a philosophy that has had a significant influence in China. The teachings of Confucius emphasize how to live a harmonious life by prioritizing morality or virtue and leading to the ideals of human beings as individuals and in society. The Individual Code of Ethics is the thought of the Chinese philosopher, namely Confucius. The Individual Code of Ethics is the characteristic that must be possessed, namely the concept of the ideal human being. In it, there are several characteristics that humans must have, namely Jen (humanity), Hao (respect for parents), Chun-tzu (gentlemen), and Li (etiquette), and what underlies these traits is that they must have the nature of Chih (Wisdom). Educating about the personal code of ethics and applying it to humans can be a middle way to overcoming an identity crisis because individuals can know themselves more deeply and know that there are values ??in themselves so that the identity crisis can be overcome.
A KAJIAN SEMIOTIKA DALAM TRADISI TIBAN DARI MASYARAKAT TULUNGAGUNG DAN SEKITARNYA Rahayu, Anita; Wahyu Setyawan, Bagus
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 18 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v18i1.4268

Abstract

Tradisi Tiban merupakan Tradisi yang banyak ditemukan di daerah Tulungagug dan sekitarnya. Tujuan dari dilakukannya Tradisi ini untuk meminta hujan turun setelah lama kemarau dan kekerigan air. Peserta Tiban yaitu para laki-laki akan saling bertarung mencambuk satu sama lainnya, walaupun tercambuk peserta Tiban tidak merasa terluka karena memeliki ilmu atau pegangan yang kuat. Sebelum melakukan Tiban harus meminta izin pada tokoh sekitar dan melakukan upacara sesajen dengan nasi Tumpeng, ayam Ingkung (ayam panggang) dan tidak lupa melakukan sholat Istiqa sebagai bukti tanda bahwa nantinya hujan yang turun berasal dari Allah SWT. Selama Tiban berlangsung akan diiringi oleh musik gamelan agar lebih sakral. Tubuh peserta Tiban yang tercambuk akan mengeluarkan darah, banyak orang menyakini jika darah yang mengalir akan menurunkan hujan. Generasi mudah harus tetap melestarikan Tradisi Tiban, karena terdapat banyak nilai-nilai luhur yang bisa diterapkan untuk kehidupan bermasyarakat menjadi lebih baik. Masyarakat Jawa juga terkenal mencintai tradisi yang sudah diwariskan oleh leluhur dan berjalan lama, karena merupakan warisan budaya yang bernilai mahal baik secara budaya, material, norma, maupun agama.
JEJARING SOSIAL: TRANSFORMASI KOMUNIKASI DALAM ERA DIGITAL Alfiansyah, Ithomas; Anshori, Isa
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 18 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v18i1.4333

Abstract

Social networks have grown rapidly in the digital age and can significantly change the way we communicate and interact. This transformation has affected the way humans interact, share information, and form social relationships. This research examines the changes in social network communication in the digital era. This research seeks relevant sources such as books, scientific journals, and articles related to social networking and communication changes in the digital era. The results of this study provide an overview of changes in communication patterns, language use, digital identity, and the social and cultural effects that accompany changes in communication in social networks. Through an in-depth understanding of the phenomenon, the research shows that social networks have changed the traditional communication paradigm, enabling the creation of new spaces for the direct exchange of information, opinions, and experiences. Social networks also influence the way we construct and perform online identities, shaping the unique dynamics of social interaction. The implications of this research can provide individuals, societies, communities, and organizations with insights into changes in social network communication and highlight the importance of further research in this area.

Page 10 of 12 | Total Record : 120