cover
Contact Name
Annisa Rengganis
Contact Email
annisa.rengganis@umc.ac.id
Phone
+6285726083803
Journal Mail Official
sosfilkom@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Cirebon Kecamatan Watubelah, Kabupaten Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi
ISSN : 20850182     EISSN : 26860368     DOI : https://doi.org/10.32534/jsfk.v14i02
Core Subject : Social,
Jurnal Sosfilkom: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi has been enlisted with ISSN online 2686-0368 and ISSN Printed 2085-0182 and published per semester on January-June and July-December by Faculty of Social Scince and Political Science of UniversitasMuhammadiyah Cirebon. Jurnal Sosfilkom: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi focuses on social issues, philosophy issues, and communication issues.
Articles 120 Documents
AHA CENTRE: IMPLIKASI TERHADAP DISASTER MANAGEMENT (DM) DAN DISASTER RISK REDUCTION (DRR) DI INDONESIA Annisa Rengganis
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 01 (2017): Volume 11 Nomor 01 Januari-Juni 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v11i01.1431

Abstract

Dalam tahun-tahun terakhir telah terjadi perubahan besar dalam sikap dan perilaku orangorang dalam mengahadapi bencana alam. Mulanya, penekanan lebih diberikan pada respon kemanusiaan dan aktivitas tanggap darurat. Sementara, hanya ada sedikit perhatian pada strategistrategi pengurangan bencana yang justru mempunyai potensi untuk menyelamatkan ribuan nyawa bahkan hanya melalui dengan cara-cara yang sederhana. Gagasan untuk melakukan suatu tinjauan global terhadap inisiatif-inisiatif pengurangan bencana muncul dalam Dekade Internasional PBB untuk pengurangan Bencana Alam (United Nations International Decade for Natural Disaster Reduction) 1990-1999. Dalam sidang umum PBB tersebut mengusung tema “ Dekade Internasional untuk Pengurangan Bencana Alam” (International Decade for Natural Disaster Reduction/IDNDR) dimana melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan komitmen yang lebih luas terhadap semua aktivitas yang dapat mengurangi konsekuensi-konsekuensi yang ditimbulkan bencana alam. Berlanjut pada tahun 1994 saat konferensi Dunia tentang Pengurangan Bencana Alam (World Conference on Natural Disaster Reduction) di Yokohama yang menekankan bahwa setiap Negara memiliki tanggung jawab utama dan berdaulat untuk melindungi penduduk, infrastruktur, serta asset sosial dan ekonomi pada tingkat nasional dari dampak bencana alam. Sebagai penerus IDNDR, sidang umum PBB 2000 kemudian membentuk Strategi Internasional untuk Pengurangan Bencana (International Strategy for Disaster Reduction/ISDR). ISDR bertujuan untuk membangun komunitas yang berdaya tahan terhadap bencana dengan menggalakkan peningkatan kesadaran tentang pentingnya pengurangan bencana sebagai suatu komponen yang tak dapat dipisahkan dari pembangunan berkelanjutan. Strategi-strategi ISDR dilandaskan pada strategi Yokohama dan Mandat Jenewa tahun 1999.Melalui resolusi No. 54/219, Sidang Umum PBB menetapkan dua mekanisme untuk pelaksanaan ISDR, yaitu secretariat Antar Lembaga (Inter-Agency Secretariat) dan Gugus Tugas Antar Lembga untuk Pengurangan Bencana (Inter-Agency Task Force on Disaster Reduction). Ini ditegaskan kembali melalui resolusi No. 56/195 pada bulan Desember 2001. Sidang Umum tersebut menghimbau para pemerintah untuk membentuk platform atau focal point pada tingkat nasional untuk pengurangan bencana, dan untuk memperkuatnya jika memang sudah ada, melalui pendekatan multi-sektoral dan antardisiplin. Upaya-upaya ini kemudian menyebar ke beberapa Negara di dunia, tidak terkecuali Negara kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. ForumRegional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF) sebagai salah satu platform lain yang terdiri dari Negara-negara ASEAN dan 13 mitra dialog tambahan: Australia, Kanada, Cina, Uni Eropa, India, Jepang, Republik Korea, Mongolia, Selandia Baru, Papua Nugini, Federasi Rusia dan Amerika Serikat. Paling tidak, dibawah payung ARF sejumlah kelompok terbentuk untuk mendorong kerjasama di bidang-bidang khusus termasuk bencana dan penyelamatan. Sebelum kemudian di tahun 2011 terbentuk AHA Center yang menjadi ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management yang berpusat di Indonesia
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK TIM SUKSES DALAM PEMENANGAN PEMILU LEGISLATIF DI KABUPATEN KUNINGAN Dikhorir Afnan
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 01 (2017): Volume 11 Nomor 01 Januari-Juni 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v11i01.1432

Abstract

Strategi komunikasi politik sangat penting untuk dianalisis. Soalnya, strategi tersebut tidak hanya menentukan kemenangan politik pesaing, tetapi juga akan berpengaruh terhadap perolehan suara partai. Strategi memberikan beberapa manfaat melalui kegiatan taktiknya yang mampu membangun dan menciptakan kekuatan melalui kontinuitas serta konsistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi tim sukses dalam pemenangan pencalonan pemilu legislatif di Kabupaten Kuningan. Subjek dari penelitian ini adalah mantan anggota DPRD Kabupaten Kuningan periode 2004-2009 dan 2009-2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tradisi studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis melalui relawan mahasiswa Fisip UMC dengan cara wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian secara umum menunjukan bahwa zonasi konstituen sangat berperan terhadap elektablilitas seorang kandidat kepala daerah. Oleh karenanya peran tim sukses untuk menyukseskan calonnya agar menang dalam pemilu legislatif sangatlah penting.
DESENTRALISASI DAERAH DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DESA R Agus Abikusna
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 01 (2017): Volume 11 Nomor 01 Januari-Juni 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v11i01.1433

Abstract

Dimasa orde baru sampai sekarang, otonomi asli yakni hak dan kewenangan asalusul, sudah sirna dan sulit dikenali, kecuali hanya dalam bentuk otoritas desa mengelola tanah bengkok yang tidak seberapa maupun tanah ulayat yang nilai ekonomisnya tidak terlalu besar. Desa yang otonom tentu bukan sekedar unit pemerintahan yang berada pada subsistem kabupaten/kota, melainkan sebagai entitas daerah kecil yang diakui dan menjadi bagian dari Negara. Dalam implemenatsi penyelenggaraan pemerintahan daerah memperlihatkan bahwa pemerintah maupun masyarakat lokal mengalami kesulitan dalam menentukan kedudukan, otonomi dan format pemerintahan lokal.
LAGU TARLING DAN CAMPURSARI DUA BAHASA Muhammad Kamaluddin
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 01 (2017): Volume 11 Nomor 01 Januari-Juni 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v11i01.1434

Abstract

Komunikasi Lintas Budaya (KLB) dalam masyarakat dapat dilihat dalam beberapa perwujudan. Satu diantaranya melalui syair lagu dua bahasa yang dinyanyikan bersama iringan musik dengan berbagai jenis genrenya. Penelitian ini mengkaji syair lagu Tarling dan Campursari yang menampakkan hal tersebut. Syair lagu yang menunjukkan adanya KLB diuraikan dengan apa yang disebut sebagai linguistik puitis. Beberapa data berupa syair lagu tersebut didapatkan sekaligus diuraikan melaui pendekatan kualitatif deskriptif. Sedemikian sehingga diketahui bahwa KLB yang ada dalam kedua genre musik tersebut mengandung berbagai unsur linguistik puitis. Adapun misalnya yaitu rima, idiom, aliterasi, asonansi, repetisi dan onomatopea. Ihwal beberapa unsur itulah yang secara nyata melancarkan proses komunikasi diantara dua budaya yang berbeda. Selain itu, berbagai unsur tadi secara inderawi menampilkan keindahan ragam bahasa dalam pembawaannya.
PERSEPSI NASABAH TERHADAP IMPLEMENTASI KOMUNIKASI PELAYANAN FRONT LINER BNI CABANG PEMBANTU PEKALIPAN CIREBON Ahmad Yusron
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 01 (2017): Volume 11 Nomor 01 Januari-Juni 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v11i01.1435

Abstract

Dalam persaingan yang semakin ketat saat ini, pelayanan dalam bisnis jasa perbankan yang biasa-biasa saja saat ini sudah tidak dapat lagi diharapkan untuk mampu bersaing dalam kancah persaingan global. Diperlukan sebuah konsep pelayanan prima yang mana pelayanan frontliner adalah bagian penting dalam menciptakan persepsi nasabah terhadap perusahaan. Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai salah satu bank milik pemerintah yang memiliki reputasi sangat memperhatikan tenaga-tenaga frontliner dalam membangun persepsi positif nasabah. Rumusan pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana persepsi nasabah BNI cabang pekalipan terhadap kinerja pelayanan bagian front liner. Penelitian ini menggunakan pendekatan survey. Hasil penelitian menunjukkan secara umum persepsi nasabah terhadap implementasi komunikasi pelayanan adalah sangat baik dengan angka persepsi 4,65. Persepsi nasabah pada aspek komunikasi non verbal, adalah sangat baik dengan angka persepsi 4,52. Terkait hal ini tata rambut front liner merupakan indicator yang paling dipersepsi sangat baik dengan angka persepsi 4,60. Sedangkan tata busana diberi angka persepsi paling rendah yakni 4,39. Persepsi nasabah pada komunikasi verbal, adalah sangat baik dengan angka persepsi 4,76. Terkait hal ini proses komunikasi dan gaya bicara front liner merupakan indicator yang paling dipersepsi sangat baik dengan angka persepsi 4,90. Sedangkan penutupan komunikasi diberi angka persepsi paling rendah yakni 4,40.
EFEKTIFITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM INTERAKSI PERDAGANGAN BATIK DI OBJEK WISATA BELANJA BATIK TRUSMI Uun Machsunah
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 01 (2017): Volume 11 Nomor 01 Januari-Juni 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v11i01.1436

Abstract

Secara kodrati manusia hidup sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Tujuan dalam tulisan ini dalam kaitannya dengan interaksi antara pedagang dengan pembeli di OWBT. Proses perdagangan batik yang ada di Objek Wisata Belanja Batik Trusmi (OWBT) komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh penjual (pemilik showroom) atau pegawainya dengan pengunjung atau calon pembeli adalah lebih dominan menggunakan bahasa nasional (Indonesia). Hubungan interpersonal yang dilakukan oleh penjual di OWBT terhadap para pembelinya adalah perasaan dihargai (respect), kemampuan penjual menempatkan diri pada situasi (calon) pembeli (emphaty), penjual di OWBT juga berusaha mendengar keinginan dan berusaha mengerti kebutuhan (calon) pembeli (audible), memberikan informasi yang jelas (clarity), dan melayani dengan sikap rendah hati (humble).
REKAYASA KEPEMIMPINAN DESA : MENDULANG MODAL SOSIAL DENGAN PRAKTIK WACANA Rochmat Hidayat
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 01 (2017): Volume 11 Nomor 01 Januari-Juni 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v11i01.1437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hegemoni hadir melalui proses produksi dan kontestasi wacana yang menghadirkan pemaknaan sekaligus praktik sosial dalam kegiatan rereongan sarupi (gotong-royong pengumpulan uang seratus rupiah) di Desa Situ Udik Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor. Implementasi kegiatan ini khas karena dapat memperbaiki rumah tidak layak huni di wilayah desa dengan jumlah yang besar dari hasil akumulasi kegiatan gotong royong masyarakat yang kemudian menstimulus perhatian besar pemerintah untuk memberikan bantuan dalam jumlah yang lebih besar bagi Desa dan menempatkan citra keberhasilan bagi Kepala Desa dengan berbagai penghargaan. Memperbaiki rumah tidak layak huni adalah janji kampanye Kepala Desa yang direalisasikan saat menjadi Kepala Desa dengan memobilisasi keswadayaan dan sumberdaya masyarakat desa untuk menunjang agenda Kepala Desa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana. Subjek penelitian ini adalah aktor-aktor yang ada di Desa Situ Udik dengan menggunakan terminologi Hegemoni Gramsci untuk melihat peran aktor intelektual organikdan aktor intelektual tradisional desa dalam kontestasinya memaknai kegiatan rereongan sarupi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Aktor Kepala Desa memproduksi sekaligus menguatkan wacana rereongan sarupi di desa dengan menggunakan sumberdaya kekuasaan (ekonomi, budaya dan politik) dengan menggunakan simbol agama dan sarana komunikasi sosial yang masif melalui aktor intelktual organik yang bisa merepresentasikan nilai dan kepentingan aktor Kepala Desa. Intelektual organik mentransformasikan makna kegiatan rereongan sarupi secara kultural sehingga nilai tersebut menjadi bagian bagian dari masyarakat dan tercapai kesepakatan masyarakat atas kebaikan nilai tersebut. Lebih dalam, penelitian ini menunjukan pula hadirnya kontestasi makna sebagai konsekuensi hadirnya wacana tanding yang dikuatkan oleh aktor dengan sumberdaya dan sarananya di desa untuk meng-counter hegemoni nilai dan praktik sosial kegiatan rereongan sarupi. Wacana tanding berhasil merasionalkan nilai pragmatis masyarakat yang berakibat menghambat dan menurunkan partisipasi masyarakat desa dalam kegiatan rereongan sarupi melalui claim, isue dan concern yang menggugat efektivitas dan akuntabilitas kegiatan rereongan sarupi. Dalam telaah teoritis bagaimana dominasi dan hegemoni nilai yang dihadirkan oleh intelektual organik yang merepresentasikan nilai Kepala Desa beraliansi nilai dengan intelektual tradisional dan masyarakat secara umum. Tersingkap dalam penelitian ini bahwa tidak semua kesepakatan dan wacana dominan sebagai nilai dalam kegiatan rereongan sarupi diinternalisasi dalam nalar kesadaran masyarakat atas pengkondisian struktur sosialnya. Dalam kondisi tertentu individu berada dalam posisi independen dengan nilai rasionalitasnya. Nalar kesadaran individu mengidentifikasi praktik sosial kegiatan rereongan sarupi dengan pilihan rasional sesuai dengan kepentingan aktor.
PENGARUH INTENSITAS TERPAAN IKLAN BELANJA ONLINE TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PELAJAR Rizki Budhi Suhara
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 01 (2017): Volume 11 Nomor 01 Januari-Juni 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v11i01.1438

Abstract

Dalam mengakses belanja online sekarang sangat mudah bisa melalui Lazada.co.id, Bukalapak.com, dan media sosial facebook.com, untuk itu lebih memudahkan bagi remaja terutama pelajar atau siswa untuk mengakses dan melakukan belanja online. Sajian iklan belanja online yang atraktif dengan kreasi pesan yang menarik, mampu membujuk kaum remaja dengan sempurna. Dampak dari itu semua adalah munculnya perilaku konsumtif di kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online terhadap perilaku konsumtif, untuk mengtahui bagaimana perubahan perilaku konsumtif dalam belanja online dan seberapa besar pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online terhadap perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan metode survai, metode survai adalah metode riset yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan datanya, tujuannya untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dan observasi. Penelitian ini menggunakan teori CMC (computer mediated communication) Sebagai salah satu media komunikasi. Untuk mengidentifikasi khalayak penulis menggunakan konsep karakteristik individu merupakan faktor internal yang mempengaruhi perilaku yaitu motivasi, keterlibatan, sikap, kepribadian, dan gaya hidup dengan pengukuran menggunakan konsep individual differences. Adapun hipotesisnya adalah terdapat pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online terhadap perilaku konsumtif siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Gegesik Kabupaten Cirebon.Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online terdapat pengaruh positif terhadap perilaku konsumtif yang diakibatkan variabel motivasi, keterlibatan, sikap, kepribadian, dan gaya hidup sebesar 20,19 dan perubahan perilaku konsumtif saat intensitas terpaan iklan belanja online sebesar 65,45 serta pada pengujian uji koefisien determinasi menunjukan bahwa pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online berpengaruh sebesar 13,46 terhadap perilaku konsumtif, sedangkan sisanya 86,54 yang dipengaruhi oleh faktor external yaitu kelompok sosial, keluarga, kebudayaan, dan status sosial.
INTERNATIONAL CRIMINAL COURT DALAM HUMANITARIAN ACTION Annisa Rengganis
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 02 (2017): Volume 11 Nomor 02 Juli-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v11i02.1439

Abstract

The presence of the International Criminal Court (ICC) through its Roma1998 Statutes in 2002 at least provide fresh air for the law enforcement agencies for the international community. I rate, the presence of the ICC is a missing link after the formation of the International Court of Justice (ICJ) which only has authority over the country as its subject matter. Unlike the ICJ, ICC formation is motivated by the demand for justice for the many crimes incredible cruel (heinous crime), such as genocide (genocide), crimes against humanity (crimes against humanity), war crimes (war crimes) that has caused human casualties very large. As a case study this paper is a crime against humanity in Darfur are handled by ICC judiciary. In the present paper will see that so far, the international legal instruments are able to optimally ensnare the perpetrators of crimes against humanity. Thus, it is necessary that international criminal justice agencies have the authority to break the impunity and independent institution.
ANALISIS DETERMINASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN KOMUNIKASI KELUARGA PADA BURUH MIGRAN DESA MAJASARI KECAMATAN SLIYEG KABUPATEN INDRAMAYU Ahmad Yusron
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 02 (2017): Volume 11 Nomor 02 Juli-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v11i02.1440

Abstract

Kabupaten Indramayu merupakan kabupaten pengerah tenaga kerja ke luar negeri di Provinsi Jawa Barat. Saat ini tercatat 25.521 warga Kabupaten Indramayu bekerja di luar negeri. Dari sekian ribu jumlah warga Kabupaten Indramayu yang bekerja di luar negari 167 di antaranya adalah warga Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Atas hal ini menimbulkan konsekuensi adanya komunikasi jarak jauh antara buruh migran dan keluarganya. Pertanyaan penelitian adalah bagaimana determinasi teknologi komunikasi yang ada pada masyarakat Desa Majasari Indramayu dan bagaimana karakter komunikasi buruh migran Desa Majasari Indramayu. Metode peneltian yang digunakan adalah metode kulitatif. Hasil penelitian didapatkan pertama dalam komunikasi antara buruh migran dengan keluarganya telah menggunakan teknologi komunikasi yang terkini. Kedua, komunikasi buruh migran dan keluarganya diarahkan sebagai komunikasi keluarga yang bertujuan untuk mengurangi ketidak pastian dan mencegah konflik keluarga.

Page 2 of 12 | Total Record : 120