cover
Contact Name
Annisa Rengganis
Contact Email
annisa.rengganis@umc.ac.id
Phone
+6285726083803
Journal Mail Official
sosfilkom@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Cirebon Kecamatan Watubelah, Kabupaten Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi
ISSN : 20850182     EISSN : 26860368     DOI : https://doi.org/10.32534/jsfk.v14i02
Core Subject : Social,
Jurnal Sosfilkom: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi has been enlisted with ISSN online 2686-0368 and ISSN Printed 2085-0182 and published per semester on January-June and July-December by Faculty of Social Scince and Political Science of UniversitasMuhammadiyah Cirebon. Jurnal Sosfilkom: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi focuses on social issues, philosophy issues, and communication issues.
Articles 120 Documents
SENGKETA INFORMASI PUBLIK: PENGAJUAN DAN PENYELESAIANNNYA Ahmad Yusron
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 12 No 01 (2018): Volume 12 Nomor 01 Januari-Juni 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v12i01.1452

Abstract

UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 45) Pasal 28F menyatakan: setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan dan mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Hal ini menunjukkan bahwa ihwal masyarakat bebas berkomunikasi merupakan bagian dari konstitusi. Turunan atas kebebasan dan keterbukaan berkomunikasi salah satunya adalah UU No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Rumusan karya ilmiah ini adalah membahas tentang hal ihwal UU No 14 Tahun 2008 dengan fokus pada pengajuan dan penyelesaian sengketa informasi publik. Adapun tujuan penulisan ini adalah memberikan informasi mengenai ihwal pengajuan dan penyelesaian sengketa. Metode dalam penulisan adalah menggunakan desk study yakni menggali data informasi dari referensi yang relevan dengan keterbukaan informasi publik. Informasi yang disajikan adalah beberapa beberapa gambaran mengenai alur pengajuan dan penyelesaian sengketa informasi publik.
KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH R Agus Abikusna
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 13 No 01 (2019): Volume 13 Nomor 01 Januari-Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v13i01.1453

Abstract

Kewenangan merupakan ruh dari pelaksanaan otonomi daerah, tanpa kewenangan yang diberikan oleh pemerintah pusat, otonomi daerah tidak ada artinya, tidak ada yang bias diperbuat. Namun kewenangan yang diberikan kepada daerah baik propinsi maupun kabupaten/kota dalam perjalanan pelakanaan otonomi daerah selalu berubah tidak semakin meningkat, tetapi mengalami degradasi pemberian kewenangan. Artikel ini dimaksudkan untuk mencoba mengungkap tentang kewenangan secara teoritis dibandingkan dengan kewenangan yang diatur oleh Undang-undang Nomor 23 Thun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Authority is the spirit of the implementation of regional autonomy, without the authority granted by the central government, regional autonomy has no meaning, nothing can be done. However, the authority given to regions, both provinces and districts / cities in the course of implementation of regional autonomy, is always changing, not increasing, but experiencing degradation in the granting of authority. This article is intended to try to uncover theoretical authority compared to the authority regulated by Law Number 23 Year 2014 concerning Regional Government.
INTEGRASI TEORI KONSEPTUAL DAN PENGALAMAN SOSIAL DARI SUDUT PANDANG PEMBELAJARAN ISLAM Syuaeb Kurdie
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 13 No 01 (2019): Volume 13 Nomor 01 Januari-Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v13i01.1454

Abstract

Kegiatan perkuliahan/pembelajaran keislaman yang dilaksanakan oleh mahasiswa dengan dosen sebagai pengampunya merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pendidikan dan pengajaran. Hal yang mutlak dikuasai oleh seorang dosen dalam perannya sebagai pengajar tentu saja penguasaan teori-teori konseptual mata kuliah keislaman beserta pengalaman-pengalaman sosial yang secara faktual dialaminya sendiri dalam kehidupan. Di sisi lain, baik dosen maupun mahasiswa dalam kesehariannya tentu saja memperoleh skemata-skemata kehidupan dari perannya sebagai umat muslim dan anggota masyarakat umum sekaligus akademisi. Secara bersamaan, mereka yang mendapati hal tersebut dalam peranan-peranan lainnya melampaui argumentasi teori konseptual dan sinerginya dengan pengalaman sosial itulah yang seyogyanya diharapkan memperoleh pemahaman agama yang paripurna. The lecture/Islamic learning activities carried out by students with lecturers as the driver are part of the Tri Dharma of Higher Education in the field of education and teaching. The absolute thing mastered by a lecturer in his role as a teacher is of course the mastery of conceptual theories of Islamic courses along with the social experiences that he has factually experienced in life. On the other hand, both lecturers and students in their daily lives naturally obtain life schemes from their roles as Muslims and members of the general public as well as academics. Simultaneously, those who find this in other roles go beyond conceptual theory and synergy with social experience that should be expected to obtain a complete religious understanding.
PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN DITINJAU DARI ASPEK SOSIOLOGIS Agus Rianto
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 13 No 01 (2019): Volume 13 Nomor 01 Januari-Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v13i01.1455

Abstract

Perkembangan masyarakat belakangan ini menuntut adanya pendampingan dan pembinaan peserta didik yang dilaksanakan secara seimbang antara nilai dan sikap, pengetahuan, kecerdasan dan keterampilan, serta kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat luas. Pembinaan secara berkesinambungan diharapakan dapat menumbuhkan kesadaran warga sekitar pesantren untuk melakukan suatu pekerjaan yang mampu menopang kebutuhan ekonomi masyarakat. Dalam kajian sosiologi, manusia adalah bahasan utama yang akan selalu disinggung. Manusia memiliki sifat yang sangat kompleks dan dinamis dengan beragam karakter dan permasalahannya dibutuhkan pemahaman secara sosiologis dengan pendidikan. Recent community development demands the assistance and guidance of students carried out in a balanced manner between values and attitudes, knowledge, intelligence and skills, and the ability to communicate with the wider community. Continuous coaching is expected to be able to foster awareness of the people around the pesantren to do a job that is able to support the economic needs of the community. In sociology studies, humans are the main topic that will always be touched upon. Humans have a very complex and dynamic nature with a variety of characters and the problem requires a sociological understanding of education.
GOVERNANCE: PERUBAHAN PARADIGMA PADA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Subhan Subhan
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 13 No 01 (2019): Volume 13 Nomor 01 Januari-Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v13i01.1456

Abstract

Penyelenggaran Negara dan pemerintah dewasa ini tidak dapat dilepaskan dari perubahan yang sangat cepat dan dramatis yang terjadi dalam skala gobal. Munculnya konsep “governance” merupakan salah satu jawaban perubahan tersebut. Dalam konsep “governance” ini terdapat pergeseran paradigma penyelenggaraan negara dan pemerintah dari “government” ke “governance”, sebagai konsekwensi dari perubahan ini adalah pemerintah tidak lagi memegang monopoli dalam penyelenggaraan Negara, tetapi harus berbagi peran baik dengan sektor swasta maupun dengan civil society (masyarakat). Perubahan ini juga berakibat pada pola hubungan antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat menjadi lebih sejajar dan demokratis. Current state and government delivery cannot be separated from the very rapid and dramatic changes that occur on a global scale. The emergence of the concept of "governance" is one of the answers to these changes. In the concept of "governance" there is a paradigm shift in the administration of the state and government from "government" to "governance", as a consequence of this change that the government no longer holds a monopoly in the administration of the State, but must share roles with both the private sector and civil society community). This change also resulted in a pattern of relations between the government, the private sector and society becoming more equal and democratic.
BEASISWA JEMPUT DUAFA BERPRESTASI: MENDULANG MODAL SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN DESA Rochmat Hidayat
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 13 No 01 (2019): Volume 13 Nomor 01 Januari-Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v13i01.1457

Abstract

Di tengah masyarakat desa, kearifan lokal (local wisdom) dibentuk oleh nilai-nilai sosial dan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Misalnya, gotong royong, kekeluargaan, musyawarah untuk mufakat, dan tepa selira (toleransi). Hadirnya kearifan lokal ini tak bisa dilepaskan dari nilai-nilai religi yang dianut masyarakat sehingga nilai- nilai kearifan lokal ini makin melekat pada diri mereka menjadi harmoni relasi anatar hubungan social, relasi dengan alam dan lingkungan dan dengan pencipta. In the midst of rural communities, local wisdom is formed by social values and has become a part of everyday life. For example, mutual cooperation, kinship, deliberation for consensus, and tolerance. The presence of this local wisdom cannot be separated from the religious values embraced by the community so that the values of local wisdom are increasingly attached to themselves into a harmony of relations between social relations, relations with nature and the environment and with the creator.
PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA PEMERINTAHAN DESA BERBASIS KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK Eka Wildanu
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 13 No 01 (2019): Volume 13 Nomor 01 Januari-Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v13i01.1458

Abstract

Manajemen sumber daya manusia berperan dalam mengembangkan teknik agar manusia dapat dengan efektif mengolaborasikan berbagai aktivitas organisasi dalam rangka mencapai tujuannya. Peran utama manajemen sumber daya manusia berkisar pada upaya mengelola unsur manusia dengan segala potensi yang dimiliki, sehingga dapat dipilih SDM yang berkualitasbagi organisasi. Pemerintah desa harus mampu menunjukkan keterbukaan informasi terhadap publik dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Pelaksanaan pembangunan, pembinaan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya keterbukaan informasi, desa dapat meningkatkan kemampuan, kemauan, inisiatif serta partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan desa. Human resource management plays a role in developing techniques so that humans can effectively collaborate on various organizational activities in order to achieve their goals. The main role of human resource management revolves around efforts to manage the human element with all its potential, so that qualified human resources can be chosen for the organization. The village government must be able to demonstrate information disclosure to the public in the administration of village governance. Implementation of development, community development, and community empowerment. With the disclosure of information, villages can improve their ability, willingness, initiative and community participation in supporting village development.
INDIKATOR SITUASI TELIK DALAM KALIMAT BAHASA INGGRIS DAN BAHASA JAWA Muhammad Kamaluddin
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 13 No 01 (2019): Volume 13 Nomor 01 Januari-Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v13i01.1459

Abstract

Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa adalah dua bahasa yang digunakan oleh banyak orang di dunia. Bahasa Inggris merupakan bahasa nasional di negara Inggris bahkan kini telah menjadi bahasa internasional yang digunakan oleh masyarakat dunia. Adapun bahasa Jawa adalah satu dari sekian banyak bahasa daerah di negara Indonesia. Tulisan ini mengkaji perbandingan bentuk sintaksis situasi telik dalam bahasa Inggris dan Jawa. Kedua bahasa ini menarik untuk dikaji indikator situasi telik dalam kalimat-kalimatnya. Indikator situasi telik adalah ciri yang terdapat dalam sebuah kalimat berupa ujaran yang menyarankan proses perbuatan dan ketercapaian targetnya. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif, pendekatan studi pustaka digunakan untuk mencermati ketelikan dalam kedua bahasa tersebut. English and Javanese are two languages used by many people in the world. English is anational language in the United Kingdom and even now has become an international language used by the world community. The Javanese language is one of the many regional languages in the country of Indonesia. This paper examines the comparison of the syntactic forms of telik situations in English and Javanese. These two languages are interesting to study indicators of situations in their sentences. Indicators of telik situations are traits contained in a sentence in the form of utterances that suggest the process of action and achievement of the target. Through descriptive qualitative research methods, the literature study approach is used to examine the nudity in both languages.
MEDIA SOSIAL: DRAMATURGI DALAM FACEBOOK Dikhorir Afnan
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 13 No 01 (2019): Volume 13 Nomor 01 Januari-Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v13i01.1460

Abstract

Bagi sebagian orang, Facebook memang kerap memberikan sensasi tersendiri, membuat adrenalin bergejolak, bahkan sering lupa diri. Sedemikian dahsyatnya, Facebook bahkan mampu membentuk peradaban baru di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya masyarakat modern namun juga bagi masyarakat tradisional. Dengan Facebook, pengguna dapat memperoleh berbagai informasi sekaligus sharing pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain melalui komunitasnya. Tidak hanya sebagai sumber informasi, Facebook juga seringkali dijadikan wadah untuk berbagi cerita, dan berbagai perasaan yang tidak dapat tersalurkan dalam dunia sosial yang nyata. Melalui jejaring sosial ini pula pengguna Facebook dapat membentuk komunitas sosial tertentu yang diinginkan, seperti membuat grup, baik yang bersifat terbuka maupun tertutup. Namun demikian, penggunaan Facebook yang berlebihan tidak berarti tanpa menimbulkan efek negatif. Sejumlah riset menemukan dampak negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan Facebook yang salah. For some people, Facebook often gives its own sensation, makes the adrenaline flare up, and often forget themselves. So powerful, Facebook is even able to form a new civilization in the midst of society, not only for modern society but also for traditional society. With Facebook, users can obtain various information while sharing knowledge and experience with others through their community. Not only as a source of information, Facebook is also often used as a place to share stories, and various feelings that cannot be channeled into the real social world. Through this social network Facebook users can form certain desired social communities, such as creating groups, both open and closed. However, excessive use of Facebook is meaningless without causing negative effects. A number of studies have found a negative impact caused by the wrong use of Facebook.
SOSIOLOGI PEMBANGUNAN: PENGEMBANGAN MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI PROGRAM CSR PT. KAI DAOP III CIREBON Agus Rianto
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 13 No 02 (2019): Volume 13 Nomor 02 Juli-Desember 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v13i02.1462

Abstract

Sosiologi pembangunan pada hakikatnya adalah ranah keilmuan yang amat kompleks dengan beragam fenomena sosial masyarakat yang menarik untuk terus dieksplorasi. Salah satu kajian sosiologi pembangunan yang tengah santer disosialisasikan baik oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun kota/kabupaten adalah pemberdayaan masyarakat melalui program inovasi desa bekerja sama dengan kegiatan corporate sosial responsibility (CSR). Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif ini tidak melakukan analisis angka-angka, melainkan kata-kata yang menyatakan alasan-alasan atau interpretasi atau makna-makna dan kejadian- kejadian serta perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh perorangan maupun kelompok sosial. Development sociology is essentially a very complex scientific realm with a variety of interesting social phenomena to be explored. One of the sociological studies of development that is being widely socialized by both the central, provincial and city / district governments is community empowerment through village innovation programs in collaboration with corporate social responsibility (CSR) activities. The method used in this study is a qualitative descriptive research method. This qualitative research does not analyze numbers, but words that state reasons or interpretations or meanings and events and actions performed by individuals or social groups.

Page 4 of 12 | Total Record : 120