Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi
Jurnal Sosfilkom: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi has been enlisted with ISSN online 2686-0368 and ISSN Printed 2085-0182 and published per semester on January-June and July-December by Faculty of Social Scince and Political Science of UniversitasMuhammadiyah Cirebon. Jurnal Sosfilkom: Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi focuses on social issues, philosophy issues, and communication issues.
Articles
120 Documents
DETERMINAN HAMBATAN KARIR BIROKRASI PEREMPUAN DI PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON
Rochmat Hidayat
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 02 (2017): Volume 11 Nomor 02 Juli-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jsfk.v11i02.1441
Gender merupakan salah satu isu menarik yang dapat dikaji secara ilmiah. Permasalah gender yang sering mengemuka adalah keadilan dan kesetaraan gender. Permasalahan keadilan dan kesetaraan gender diantaranya adalah karir perempuan pada birokrasi. Perumusan masalah penelitian ini adalah apa yang menjadi determinan hambatan karir perempuan di birokrasi. Pisau analisis untuk membedah permasalahan adalah inter role conflict, fear success dan glass ceiling. Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui postur sumberdaya manusia PNS yang tersegmen pada jabatan eselon III dan menelusuri motivasi perempuan berkarir di pemerintahan Kabupaten Cirebon. Tujuan khusus penelitian untuk melihat determinan atas hambatan karir birokrasi di pemerintahan Kabupaten Cirebon. Keluaran penelitian ini adalah sebagai pengembangan khasanah karir birokrasi dan gender. Lebih jauhnya lagi penelitian ini bisa dijadikan rujukan bagi pemerintahan Kabupaten Cirebon untuk menyelenggarakan roda organisasi yang berasas keadilan dan kesetaraan gender. Tentunya keluaran lainnya adalah publikasi dipublikasikan melalui jurnal terakreditasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran. Dalam hal ini kombinasi antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif disandingkan sebagai metode untuk meneliti.
STRATEGI KOMUNIKASI KAOS GALGIL SEBAGAI KAOSNYA WARGA TEGAL
Teddy Dyatmika
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 02 (2017): Volume 11 Nomor 02 Juli-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jsfk.v11i02.1442
Kaos Galgil adalah kaosnya orang Tegal sebagai identitas orang Tegal. Kaos Galgil adalah kaos dengan banyak tulisan joke khas Tegalan yang tentu saja dengan menggunakan Bahasa Tegal yang unik dan menarik. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi yang digunakan Kaos Galgil sehingga masih tetap bertahan sampai saat ini. Segmentasi, target pasar dan positioning yang tepat membuat Kaos Galgil tetap bertahan meskipun sebagai pendatang baru di dunia fashion. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah difusi inovatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengambilan data melalui dua cara yaitu pengambilan data primer dengan metode wawancara mendalam kepada pemilik kaos Galgil dan yang kedua adalah menggunakan data sekunder yang diperoleh dari blog dan media sosial yang membahas tentang kaos Galgil. Hasil dari penelitian adalah kaos Galgil sebagai kaos yang mengkomunikasikan kekhasan Tegal menggunakan strategi pemasaran yang efektif dan komunikatif. Galgil membuat segmentasi, target dan positioning terhadap konsumennya. Sehingga yang telah dilakukan oleh Galgil untuk menggaet konsumen efektif. Komunikatif karena dari segi pemasaran melalui media online membuat penjualan kaos Galgil dengan konsumen paling banyak anak muda membuat konsumen terterpa dengan maksimal. Desain kaos yang komunikatif dengan menjual kekhasan Tegal mulai dari kuliner, tempat wisata dan lelucan khas Tegal membuat kaos Galgil banyak diminati dan dapat bertahan sampai sekarang ini.
MAHASISWA SEBAGAI PRESSURE GROUP : FENOMENA SILENT MAJORITY DI ERA REFORMASI
Aip Syarifudin
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 02 (2017): Volume 11 Nomor 02 Juli-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jsfk.v11i02.1443
Dalam sejarah perkembangannya, Negara Republik Indonesia tidak luput dari peran serta mahasiswa sebagai salah satu bagian masyarakat yang dianggap memiliki kemampuan lebih dalam mengawal terselenggaranya pemerintahan. Mahasiswa dengan fungsinya sebagai agent of change dan agent of social control harus mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi pemerintahan. Namun ada fenomena yang menarik saat ini, kebanyakan mahasiswa sudah tidak mampu lagi berada pada posisi pemerhati dan pengaplikasi pembangunan masyarakat. Mahasiswa dengan dengan berbagai macam kesibukannya seperti sengaja memposisikan diri atau diposisikan sebagai penonton saja tanpa memberikan masukan dan kritik yang membangun. Situasi semacam ini bukanlah hal yang serta merta terjadi, tentu ada upaya yang mengarahkan agar mahasiswa tidak terlalu kritis dalam menyikapi roda pemerinntahan. Secara internal kemahasiswaan itu sendiri saat ini mahasiswa terlalu banyak disibukan dengan aktifitas lain yang tidak menopang pengembangan dirinya sebagai mahasiswa yang produktif, sehingga disebutlah sebagai silent majority serta tidak mampu menjadi pressure group.
PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP PEMBANGUNAN KESEHATAN DI DESA DOMPYONGWETAN KECAMATAN GEBANG KABUPATEN CIREBON
Agus Rianto
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 11 No 02 (2017): Volume 11 Nomor 02 Juli-Desember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jsfk.v11i02.1444
Penelitian ini berangkat dari perrtanyan: dapatkah pembangunan kesehatan dilakukan tanpa disertai pendidikan? Jika dapat bagaimana hasilnya? Dan apakah pembangunan kesehatan yang disertai dengan pendidikan itu dapat memberikan hasil yang lebih baik? Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pendidikan di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang? 2) Bagaimana pembangunan kesehatan di Desa Dompyongwetan kecamatan Gebang? 3) Berapa besar pengaruh pendidikan terhadap pembangunan kesehatan Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang? Sedangkan tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui bagaimana pendidikan masyarakat di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang. 2) Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembangunan kesehatan di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang. 3) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendidikan terhadap partisipasi pembangunan kesehatan Desa Dompyongwetan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-survey explanatory dengan cara menguji hipotesis melalui pengolahan dan pengujian data secara statistik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner, pengamatan dan studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon yang berusia 15-55 tahun (usia produktif) Mengingat keterbatasana peneliti, maka peneliti mengambil sampel secara acak sederhana/ random sampling dan diperoleh sampel dari penelitian ini adalah sebanyak 98 orang responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan analisis data dengan uji statistik menujukkan bahwa hubungan antara pendidikan dan pembangunan kesehatan sebesar 0,187 yang berarti bahwa ada pengaruh yang positif antara Tingkat Pendidikan terhadap Pembangunan Kesehatan di Desa Dompyongwetan Kabupaten Cirebon. Dengan kata lain apabila variabel pendidikan semakin tinggi maka akan semakin tinggi pula partisipasi masyarakat dalam pembangunan kseahatan. Besarnya pengaruh Variabel Pendidikan Terhadap Pembangunan Kesehatan di Desa Dompyongwetan Kabupaten Cirebon adalah sebesar 3,50% selebihnya 96,50% ditentukan oleh faktor-faktor lainnya. Berdasarkan hasil- hasil yang telah dikemukakan di atas maka hipotesa yang dikemukakan dalam penelitian ini dapat diterima yaitu ada pengaruh antara Pendidikan Terhadap Pembangunan Kesehatan Desa Dompyongwetan.
RITUALISASI NADRAN SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI ANTARA BUDAYA DAN AGAMA
Dikhorir Afnan
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 12 No 01 (2018): Volume 12 Nomor 01 Januari-Juni 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jsfk.v12i01.1445
Ritual merupakan ekspresi dari sistem upacara keagamaan yang merefleksikan adanya hubungan manusia dengan alam spiritual. Bagi pelakunya, ritual memiliki fungsi sosial yang sangat penting, yaitu mengintegrasikan individu-individu dalam masyarakat dan menjadi instrumen untuk menyalurkan energi negatif (Ismail, 2012:1). Dalam konteks upacara Nadran, ritualisasi yang dilakukan masyarakat pesisir ini secara implisit mempunyai nilai-nilai filosofi yang kuat. Solidaritas, etis, kultural, dan religius adalah bentuk refleksi yang tercipta dari simbol-simbol pada upacara pesta laut yang diselenggarakan setiap setahun sekali ini. Jika sebelum kedatangan Islam prosesi Nadran lebih menonjolkan pada kulturalisasi Hinduisme, maka pasca-Islam hadir di bumi pertiwi, tradisi Nadran tidak lagi dimaknai sebagai persembahan kepada Sanghyang Jagat Batara (penguasa alam semesta). Mantra-mantra yang dibacakan dalam prosesi Nadran juga dikonversi menjadi kumpulan doa-doa bernuansa islami yang dipimpin oleh tokoh muslim. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sugiyono (2011:8) menjelaskan, metode penelitian kualitatif sering disebut juga metode penelitian naturalistik, karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting); disebut juga sebagai metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya; disebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa ritualisasi Nadran memiliki dimensi yang sangat universal meskipun masih sebatas dimensi kultural. Tradisi Nadran merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat pesisir sekaligus sebagai manifestasi upaya manusia untuk mendapatkan ketenangan rohaniah. Tradisi Nadran mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat sekaligus sebagai sarana untuk mempertahankan dan melestarikan budaya lokal.
POSITIONING RADIO NUANSA CIREBON SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DI ERA DIGITALISASI
Teddy Dyatmika
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 12 No 01 (2018): Volume 12 Nomor 01 Januari-Juni 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jsfk.v12i01.1446
Radio Nuansa Cirebon adalah radio yang masih tetap bertahan di era digitalisasi. Saat ini orang sudah beralih dalam menggunakan media komunikasi massa. Akan tetapi Radio Nuansa Cirebon tetap eksis sampai sekarang ini karena positioning yang tepat dalam melakukan program siarannya salahsatunya memutar siaran khusus untuk anak muda usia 15-35 tahun. Selain itu Radio Nuansa Cirebon memanfaatkan sosial media dalam mempromosikan siarannya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap manajemen di Radio Nuansa Cirebon. Hasil penlitian menunjukkan bahwa Radio Nuansa Cirebon dapat bertahan sampai sekarang ini dikarenakan kejelian dalam melakukan segmentasi, pemilihan target pasar dan melakukan positioning.
KEMISKINAN DI INDONESIA (FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DAN SOLUSINYA)
Emiraldo Win
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 12 No 01 (2018): Volume 12 Nomor 01 Januari-Juni 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jsfk.v12i01.1447
Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk melihat fenomena kemiskinan yang terjadi di Indonesia yang secara notabene juga melanda beberapa negara di wilayah Asia dan juga Afrika. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui analisis dokumen. Dari hasil analisis dapat dikonfirmasikan bahwa ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab kemiskinan di Indonesia diantaranya: pertama, dari aspek produktivitas masyarakat yang dilihat dari rendahnya kualitas SDM sehingga tidak berdaya saing. Kedua, dari aspek faktor budaya, terlihat dari perilaku masyarakat yang tidak mau berusaha dan cenderung pasrah serta malas. Ketiga, dari aspek ketidakmerataan pembangunan, dimana pembangunan cenderung terkonsentrasi di wilayah Jawa sehingga berimbas pada ketertinggalan di wilayah luar Jawa. Adapun mengenasi solusi untuk kemiskinan ini diantaranya adalah pertama, yakni menciptakan iklim berusaha yang kondusif. Kedua, mewujudkan pemberdayaan masyarakat sehingga mampu berdaya saing. Ketiga, melakukan pemberantasan korupsi. Keempat, melakukan pemerataan pembangunan untuk mewujudkan keadilan sosial dan ekonomi.
PENGARUH KREDIBILITAS KOMUNIKASI CUSTOMER SERVICE TERHADAP CITRA PT. TELEKOMUNIKASI SELULER, TBK
Hilda Yulitasari;
Uun Machsunah
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 12 No 01 (2018): Volume 12 Nomor 01 Januari-Juni 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jsfk.v12i01.1449
Komunikasi sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Kehadiran handphone dan kartu seluler semakin memuaskan masyarakat untuk berkomunikasi dari jarak jauh. Sehingga perusahaan Telekomunikasi semakin bersaing ketat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Seperti PT. Telekomunikasi Seluler Tbk khususnya di GrapariKios Telkomsel Sumber Cirebon, yang berusaha memenuhi kepuasan pelanggan dengan memberi pelayanan terbaik melalui customer service. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan kredibilitas komunikasi customer service dengan citra PT. Telkomsel, Tbk dan mengetahui seberapa besar pengaruhnya. Teori yang digunakan adalah teori yang dianggap relevan, dalam penelitian ini adalah Komunikasi Antarpribadi, Efektivitas Komunikasi Antarpribadi, Customer Service, dan Citra Perusahaan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional yang berguna untuk menganalisis hubungan antar variabel dengan menggunakan angka. Sedangkan untuk menunjang penelitian ini diperoleh melalui dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling sistematis.Hasil dari penelitian ini bahwa terdapat korelasi/hubungan antara kredibilitas komunikasi customer service dengan citra PT. Telkomsel sebesar 0,73, yang memiliki makna keeratan sangat kuat. Nilai didapat melalui uji korelasi rank Spearman dengan aplikasi SPSS 14.0. Sedangkan pengaruh variabel X terhadap variabel Y sebesar 53,29% yang dihitung dengan rumus koefisien determinasi. Artinya citra PT. Telkomsel Tbk, dipengaruhi secara signifikan oleh kredibilitas komunikasi customer service sebesar 53,29%, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa kredibilitas komunikasi customer service dan citra PT. Telkomsel pada GrapariKios Telkomsel Sumber Cirebon sudah baik dan memenuhi kepuasan pelanggan, namun hal ini perlu ada peningkatan agar pelanggan menjadi loyal dan menarik pelanggan baru. Serta mempertahankan kualitas produk dan pelayanan yang sudah berjalan.
MENIMBANG STRATEGI PEMILIHAN KEPALA DESA: STRATEGI SOSIALISASI POLITIK KEPALA DESA TERPILIH DESA BOJONG KULON KABUPATEN CIREBON
Rochmat Hidayat
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 12 No 01 (2018): Volume 12 Nomor 01 Januari-Juni 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jsfk.v12i01.1450
Desa di bawah regulasi formal Negara mengikuti aturan main Negara, tetapi di sisi lainnya Desa memiliki kearifan lokal desa.Salah satu bentuk perkawinan dua wajah ini di desa dapat diamati saat suksesi Pemilihan Kepala Desa.Pengamatan ini menarik, karena suksesi pemilihan Kepala Desa ini diatur regulasi Negara, tetapi praktik sosialnya hadir dalam institusi sosial desa.Praktik pemilihan kepala desa di Desa Bojong Kulon Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon ini diamati dengan melihat pola sosialisasi politik para aktor yang berkontestasi di arena pemilihan Kepala Desa.Hasil amatan menunjukan bahwa aktor Kepala Desa terpilih menggunakan strategi politikofensif (menyerang), dan strategi defensive(bertahan) yang efektif sehingga mampu mencapai tujuan pemenangan.Strategi menyerang mengupayakan kemampuan sosialisasi politik aktor untuk mempengaruhi persepsi pemilih dan memobilisasi dukungan langsung kepada calon, sedangkan strategi bertahan mengupayakan agar basis pemilih loyal dan potensial aktor calon Kepala Desa dapat dipertahankan.
DAMPAK RELOKASI PEMUKIMAN AKIBAT PEMBANGUNAN WADUK JATI GEDE DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL
Agus Rianto
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 12 No 01 (2018): Volume 12 Nomor 01 Januari-Juni 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32534/jsfk.v12i01.1451
Tujuan mengadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak tentang relokasi pemukiman dari persepsi masyarakat terhadap pembangunan Waduk Jatigede dalam perspektif perubahan sosial pada di Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. serta faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi timbulnya persepsi yang muncul di benak masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana penelitian kualitatif bertujuan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah serta mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum, dan Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dampak pembangunan waduk jatigede di desa sukamenak secara umum persepsi tentang relokasi pemukiman warga terhadap arah perubahan sosial masyarakat desa sudah cukup sesuai dengan kriteria faktor penerimaan dalam teori persepsi. Umumnya konsep diri yang dimiliki oleh warga yang berada di daerah relokasi di desa sukamenak sangat baik dan positif. Begitu pula dengan nilai dan sikap, nilai dan sikap yang dimiliki warga desa sukamenak sangat menerima dan terbuka terhadap perubahan. Namun harapan dari warga masyarakat yang terkena dampak pembangunan waduk jatigede ini sangat tinggi, mereka sangat berharap agar pemerintah dapat memenuhi harapa dari warga masyarakat yang tinggal di daerah relokasi di desa sukamenak. Karena secara perbandingan, tempat tinggal mereka yang sekarang tidak lebih baik jika dibandingkan dengan tempat tinggal warga yang terkena dampak pembangunan waduk jatigede sebelumnya. Sadangkan variabel lain yaitu arah perubahan sosial lebih ke arah perubahan sosial yang kurang begitu baik (regresif), karena dari segi lokasi, daerah relokasi menjadi sulit terjangakau. Selain itu belum memadainya faktor akses pendukung seperti sarana prasarana maupun akses transportasi yang belum sepenuhnya sesuai harapan menjadi penilaiannya bahwa arah perubahan sosial lebih condong ke regresif bukan progresif. Berdasarkan kesimpulan studi, maka meningkatkan sarana maupun prasarana perlu dilakukan di daerah relokasi dengan program- program peningkatan dan pemberdayaan ekonomi namun pelaksanaannya tetap dikoordinatori oleh pemerintah.