cover
Contact Name
Hermawati Hamalding
Contact Email
emmahermawati2001@gmail.com
Phone
+6282196136208
Journal Mail Official
jkkmuit@gmail.com
Editorial Address
Jl. Abdul Kadir No 70 Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26852624     EISSN : 2685192X     DOI : https://doi.org/10.36090/jkkm.v2i2
Core Subject : Health,
JKKM; Journal Komunitas Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Community) : Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal published twice a year, in july and december.
Articles 61 Documents
Factors Influencing Family Decision Making To Use Immunization Service Facilities at Teppo Health Center Rahma Sri Susanti; Hanafi A Kadir; Ardiansyah Hasin
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i1.1096

Abstract

Berdasarkan pada data Puskesmas Teppo dari Januari-April dari 8 Desa/Kelurahan cakupan imunisasi dari sasaran bayi sebanyak 476 dibagi dalam beberapa jenis imunisasi dasar yaitu HB 0-7 hari sebanyak 63 bayi dengan persentase 13 % , BCG sebanyak 128 Bayi dengan persentase 27 %, DPT/HB-HB1 sebanyak 125 bayi dengan persentase 26 % , DPT/HB-HB3 sebanyak 123 bayi dengan persentase 26 %, Polio 4 sebanyak 86 bayi dengan persentase 18% Campak sebanyak 151 bayi dengan persentase 32 % dan imunisasi lengkap sebanyak 151 dengan persentase 32 %. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu, status bekerja & jarak ke tempat pelayanan imunisasi dalam memanfaatkan sarana pelayanan imunisasi di Puskesmas Teppo Kecamatan Patampanua. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan Cross Sectional study. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, sampel sebanyak 72. Hasil analisis Chi square dengan Confident Interval (CI)=95% menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dalam Memanfaatkan sarana pelayanan imunisasi dengan nilai p= 0,001, Status bekerja berhubungan dalam Memanfaatkan sarana pelayanan imunisasi dengan nilai p= 0,001, jarak ketempat pelayanan berhubungan dalam Memanfaatkan sarana pelayanan imunisasi dengan nilai p= 0,000 Kesimpulan bahwa dari 72 bayi terdapat hubungan antara pengetahuan, status bekerja dan jarak ketempat pelayanan dalam Memanfaatkan sarana pelayanan imunisasi, saran dalam hal ini Pelatihan rutin bagi kader dalam rangka untuk Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader agar bisa memberikan penyuluhan kepada ibu setiap kegiatan posyandu,Perlunya dilakukan advokasi dan sosialisasi lintas sektor terkait untuk pembangunan infrastruktur yang mendukung dalam mengakses pelayanan kesehatan
Comparison Of Consumption Patterns Of Moringa Leaf With Haemoglobin Levels Of Pregnant Women In Rumbia District Jeneponto Riswan Riswan; Ismawati Ismawati; Rosmiati Rosmiati
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i1.1097

Abstract

Daun kelor merupakan salah satu jenis pangan yang banyak tumbuh di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Jeneponto. Kelor mengandung zat gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Berbagai hasil penelitian menunjukkan khasiat dari daun kelor diantaranya sebagai hepatoprotektor (pelindung hati), antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus bagi penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, cocok untuk mengatasi penyakit dengan energi panas atau kelebihan energi seperti radang atau kanker. Cara mengkonsumsi kelor sebaiknya selagi hangat, sebab efek antioksidan masih kuat dalam keadaan hangat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi daun kelor dengan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rumbia, dan manfaatnya adalah 1) Sebagai sumber informasi bagi pihak Puskesmas Rumbia dalam upaya penanggulangan masalah anemia gizi. 2) Sebagai sumber informasi bagi ibu hamil agar lebih memperbaiki pola konsumsi pangan selama masa kehamilan.3) Bagi peneliti merupakan pengalaman dalam mengaplikasikan ilmu dan praktik berkaitan dengan metode penelitian dan masalah gizi ibu hamil. Kandungan hemoglobin yang rendah dengan demikian mengindikasikan anemia. Bergantung pada metode yang digunakan, nilai hemoglobin menjadi akurat sampai 2-3%. Gejala awal anemia berupa badan lemah, kurang nafsu makan, kurang energi, konsentrasi menurun, sakit kepala, mudah terinfeksi penyakit, mata berkunang-kunang, selain itu kelopak mata, bibir, dan kuku tampak pucat. Penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan cara pemberian tablet besi serta peningkatan kualitas makanan sehari-hari. Ibu hamil biasanya tidak hanya mendapatkan preparat besi tetapi juga asam folat. Daun kelor merupakan salah satu jenis pangan yang banyak tumbuh di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Jeneponto. Kelor mengandung zat gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Berbagai hasil penelitian menunjukkan khasiat dari daun kelor diantaranya sebagai hepatoprotektor (pelindung hati), antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus bagi penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, cocok untuk mengatasi penyakit dengan energi panas atau kelebihan energi seperti radang atau kanker. Cara mengkonsumsi kelor sebaiknya selagi hangat, sebab efek antioksidan masih kuat dalam keadaan hangat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi daun kelor dengan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rumbia, dan manfaatnya adalah 1) Sebagai sumber informasi bagi pihak Puskesmas Rumbia dalam upaya penanggulangan masalah anemia gizi. 2) Sebagai sumber informasi bagi ibu hamil agar lebih memperbaiki pola konsumsi pangan selama masa kehamilan.3) Bagi peneliti merupakan pengalaman dalam mengaplikasikan ilmu dan praktik berkaitan dengan metode penelitian dan masalah gizi ibu hamil. Kandungan hemoglobin yang rendah dengan demikian mengindikasikan anemia. Bergantung pada metode yang digunakan, nilai hemoglobin menjadi akurat sampai 2-3%. Gejala awal anemia berupa badan lemah, kurang nafsu makan, kurang energi, konsentrasi menurun, sakit kepala, mudah terinfeksi penyakit, mata berkunang-kunang, selain itu kelopak mata, bibir, dan kuku tampak pucat. Penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan cara pemberian tablet besi serta peningkatan kualitas makanan sehari-hari. Ibu hamil biasanya tidak hanya mendapatkan preparat besi tetapi juga asam folat.
The Relationship Of Knowledge About The Right Breastfeeding With Breastfeeding Behavior In Tolala Kolaka Utara Regency Andi Tenri Angka; Sumiaty Karatte; Riswan Riswan; Ora Hasmiruddin
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i1.1098

Abstract

Air Susu Ibu merupakan jenis makanan unggulan bagi bayi yang mencakup seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. Keunggulan ASI perlu ditunjang dengan cara pemberian ASI yang benar. Penelitian ini betujuan Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang cara menyusui yang benar dengan perilaku menyusui di Puskesmas Tolala Kabupaten Kolaka Utara. Jenis penelitian menggunakan observasi analitik dengan desain Cross Sectional. Sampel adalah ibu menyusui yang berada diwilayah kerja Puskesmas Tolala yang diambil dengan cara acidental sampling. Instrumen yang digunakan Data yang digunakan adalah data primer diperoleh dari pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian diperoleh dari 52 ibu menyusui terdapat 23 (44,2%) dengan pengetahuan pada kategori tahu. Namun, terdapat sebanyak 17 (32,7%) yang mempunyai perilaku positif dan 6 (11,5%) perilaku negatif. Sedangkan pada kategori tidak tahu sebanyak 29 (55, 8%) dimana 11 (21,2%) mempunyai perilaku positif dan 18 (34,6%) yang mempunyai perilaku negative. Uji statistik dengan chi-squaret test diperoleh nilai p=0.010 < ɑ = 0.05, yang menunjukkan Ha diterima artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang cara menyusui yang benar dengan perilaku menyusui di Puskesmas Tolala Kabupaten Kolaka Utara. Seseorang dengan pengetahuan tentang teknik menyusui yang baik cenderung memiliki perilaku menyusui yang baik
The Relationship Between Lactation And Post Partum Depression In Post Partum Mothers In RSKD Pertiwi Makassar Ismawati Ismawati; Riswan Riswan; Fitriani Fitriani
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i1.1099

Abstract

Depresi postpartum merupakan salah satu gangguan adaptasi psikologi pada ibu postpartum yang dapat menyebabkan ibu tidak bisa merawat diri dan bayinya. Jenis penelitian ini adalah “cross sectional”, populasinya adalah seluruh ibu menyusui di RSKD Ibu dan Anak Pertiwi Makassar 119 orang, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling dengan sampel sebanyak 50 responden. Data primer dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner sedangkan data sekunder menggunakan data dari rekam medik untuk mengetahui jumlah responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji yang digunakan adalah Chi –Squere untuk mengetahui variabel hubungan.Hasil penelitian menunjukkan dari 30 ibu yang menyusui sesuai kreteria 28 diantaranya mengalami depresi, sedangkan dari 20 ibu yang tidak menyusui sesuai kreteria 13 diantaranya mengalami depresi. Jadi, antara laktasi dan depresi terdapat hubungan yang signifikan.
Keterkaitan Antara Konsumsi Minuman Berkafein dengan Pola Tidur Mahasiswa di Berbagai Universitas Indonesia AISYAH FITRI SABRINA
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i2.1119

Abstract

Caffeine is a typical substance that can be extracted from plants. Caffeine comes from ingredients commonly found in coffee beans, tea leaves and cocoa beans. In addition, caffeine can also be produced synthetically. Consuming caffeine has positive and negative effects which are determined based on the amount of caffeine consumed. Stimulant substances contained in caffeine can cause someone who consumes caffeine to experience sleep problems so that a person's sleep pattern becomes bad. The purpose behind the observations was to see if there was a correlation between caffeine use and sleep patterns among students at various universities in Indonesia. The research was conducted using the type of observation (research) through a cross sectional study approach. Respondents from this observation were 100 students from various universities in Indonesia. Information gathering strategy by using important information and direct perception by using a questionnaire in the form of Google form. The results of the study stated that there was a relationship between caffeine consumption and sleep patterns in students (p = 0.004). It is recommended that students consume caffeine in normal amounts and not consume it regularly.
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Kesehatan Mata Di Masa Pandemi Syifa Aulia Reynanda
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i2.1122

Abstract

Eyes are sensory organs in humans that have an important role to see and send visual information to the brain. Eyes can work well if they are taken care of properly too, maintain eye health not only by eating nutritious food and vegetables but also doing activities that are healthy. make the eyes feel calm like limiting the use of laptops / devices, too long to expose the screen can cause eye disease due to fatigue. The purpose of this study was to determine the relationship associated with learning subjects. The population and sample in this study were students from various universities in Indonesia, which had 137 people, of which they were students who experienced complaints during daring learning. The type of research used is by using a quantitative survey method which in this method uses a questionnaire to collect samples from a certain population as a tool to collect reference data through questionnaires. In this study, the data used are primary data. From the results of the study, it is stated that during a pandemic, learning greatly affects eye health. It is recommended to rest your eyes by looking at objects around you at a distance of 20 feet or 6 meters for 20 seconds.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Vaksinasi Pada Relawan PMI Kabupaten Gowa Nismawati Natsir; Marhtyni Natsir; Andi Auliyah Warsydah
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i2.1128

Abstract

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Gowa yang sering berinteraksi dengan masyarakat secara langsung juga merupakan kelompok yang beresiko tinggi menularkan dan tertular Covid-19 apalagi mereka yang ditugaskan dalam tanggap darurat bencana, misalnya pada saat terjadi bencana banjir mereka akan ditugaskan untuk mengevakuasi korban banjir, menyalurkan bantuan dan melakukan asessmen di lokasi bencana. Pada saat penanggulangan bencana, kedisiplinan protokol kesehatan sangat susah untuk dikendalikan sehingga resiko terpapar juga lebih tinggi mengingat hal tersebut maka penting dilakukan vaksinasi pada relawan PMI Kabupaten Gowa. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanan vaksinasi pada Relawan PMI Kabupaten Gowa. Metode penelitian yang digunakan yakni analitik observasional dengan rancangan cross sectional Penelitian dilaksankan pada bulan Oktober November 2021. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan Purposive sampling dengan membagikan instrumen penelitian dalam bentuk kuesioner pada 41 responden. Berdasarkan uji Squard masing-masing factor yang diteliti dengan vaksinasi Relawan PMI Kab. Gowa di peroleh nilai P Value background pendidikan (P = 0,076), pengetahuan (P = 0,000), sikap (P = 0,00), informasi lokasi pelaksana vaksinasi (P= 0,001) dan dukungan keluarga ( P = 0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara background pendidikan dengan vaksinasi Relawan PMI Kabupaten Gowa dan terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, ketersediaan informasi pelaksana vaksin dan dukungan keluarga terhadap vaksinasi Relawan PMI Kabupaten Gowa. Disarankan kepada seluruh Relawan PMI Kabupaten Gowa agar dapat melakukan Vaksinasi minimal 2 tahap sehingga dapat mengurangi resiko terpaapar dan menularkan Covid-19 pada saat penugasan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi di SMPN 1 Buntao Kabupaten Toraja Utara Rezky Yuliana Thaha; Riswan Riswan; Resty Yani
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i2.1129

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja mengacu pada keadaan sistem, fungsi, dan proses reproduksi remaja. Pengetahuan yang sehat tidak hanya berarti bebas dari penyakit atau kecacatan, tetapi juga sehat secara intelektual, sosial, dan budaya, yang semuanya terikat pada sistem dan fungsi serta prosesnya, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. Tujuan penelitian Untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi di SMPN 1 Buntao, Kabupaten Toraja Utara Tahun 2021.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan coss sectional study. Sampel adalah siswa siswi SMPN 1 Buntao Kabupaten Toraja Utara sebanyak 62 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada September 2021. Ada pengaruh yang signifikan antara Media Informasi (P value=0,002), pendidikan kesehatan (p=0.004) dan peran orang tua (p=0.003) Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi di SMPN 1 Buntao, Kab Toraja Utara Tahun 2021. Diharapkan pihak sekolah dapat lebih memperhatikan dan meningkatkan Program Kesehatan Reproduksi Remaja Sekolah yang diberikan kepada siswa
Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Kurang Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalate makassar Rosdiana Rosdiana; Nilam Fitriani Dai’; Maryono Dassi
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i2.1130

Abstract

Menurut data dari World Health Organization (WHO) tahun 2017 terdapat 178 juta anak didunia yang terlalu pendek berdasarkan usia dibandingkan dengan pertumbuhan standar WHO. Prevalensi anak gizi kurang di seluruh dunia adalah 28,5% dan di seluruh negara berkembang sebesar 31,2%. Prevalensianak gizi kurang dibenua Asia sebesar 30,6% dan di Asia Tenggara sebesar 29,4%. Penelitian ini mengunkan desain observasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study, untuk mengetahui hubungan variabel dependen (status gizi kurang) dan variabel independen (pengetahuan, persepsi, pola asuh, dan pendapatan keluarga) yang diteliti dalam periode waktu yang sama Hasil analisis dengan Dengan menggunakan uji Chi-Square. Ada hubungan pengetahuan dengan status gizi balita diperoleh nilai p=0,002 < dari α=0,05. Ada hubungan dengan persepsi dengan status gizi kurang pada balita uji Chi-Square diperoleh nilai p=0,006 < dari α=0,05. Ada hubungan dengan pola asuh dengan status gizi kurang pada balita uji Chi-Square diperoleh nilai p=0,002 < dari α=0,05, Ada hubungan dengan pendapatan dengan status gizi kurang pada balita uji Chi-Square diperoleh nilai p=0,004 < dari α=0,05 Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan secara signifikan terhadap variabel yang di gunakan. peneliti agar lebih mengembangkan penelitian yang lebh konprenship.
Hubungan Pengetahuan Dan Kemandirian Keluarga Terhadap Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Sabulakoa Kabupaten Konawe Selatan Andi Elis; Rohani Mustari; Badriani Badawi; Marlina Marlina; Cakrawati Cakrawati
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i2.1138

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Stunting merupakan kondisi serius yang terjadi saat seseorang tidak mendapatkan asupan bergizi dalam jumlah yang tepat dalam waktu yang lama (kronik). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Kemandirian Keluarga terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sabulakoa”. Desain penelitian ini menggunakan desain analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian berjumlah 298 adapun sampel pada penelitian ini sebanyak 74 orang dengan menggunakan teknik purpose sampling dengan menggunakan kuisioner. Variabel independent pada penelitian ini adalah pengetahuan dan kemandirian keluarga, variable dependen pada penelitian ini adalah kejadian stunting. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat (chi-square). Berdasarkan hasil penelitian dengan uji chi-square pada variabel pengetahuan diperoleh p value 0,000 < 0,05, menunjukkan ada hubungan pengetahuan terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sabulakoa Kabupaten Konawe Selatan, uji chi-square pada variabel kemandirian keluarga diperoleh p value 0,000 < 0,05 menunjukkan ada hubungan kemandirian keluarga terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sabulakoa Kabupaten Konawe Selatan dengan Kesimpulan Tingkat Pengetahuan keluarga memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting Kemandirian Keluarga memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting. Saran diharapkan kepada keluarga balita stunting untuk selalu memperhatikan tumbuh kembang anak dan aktif terhadap kegiatan - kegiatan pencegahan stunting yang dilakukan oleh Staf Puskesmas Sabulakoa maupun Pemerintah Kecamatan Sabulakoa.