cover
Contact Name
R Adi Deswijaya
Contact Email
adides2016@gmail.com
Phone
+6281215802433
Journal Mail Official
adides2016@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjend. S. Humardani No. 1 Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Kawruh : Journal of Language Education, Literature and Local Culture
ISSN : 2657134X     EISSN : 26571625     DOI : https://doi.org/10.32585/kawruh.v2i1.652
Core Subject : Education,
Kawruh Journal publishes all articles related to ideas or ideas, and research results in the fields of language education, literature and local culture.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024" : 6 Documents clear
Kajian Folklor Tradisi Bersih Desa Di Desa Loano Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Istikomah; Aris Aryanto; Eko Santosa
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v6i1.4519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk pelaksanaan, makna simbol ubarampe dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi bersih desa di desa Loano, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer orang yang mengetahui secara mendalam pada tradisi bersih desa di Loano. Sumber data sekunder berupa video pelaksanaan, dokumentasi, rekaman wawancara, website resmi desa Loano dan artikel. Teknik pengumpulan data dengan observasi non partisipan, wawancara tak terstruktur dan dokumentasi berwujud foto, video pelaksanaan dan rekaman hasil wawancara dengan narasumber. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data yang dianalisi secara analisis interaktif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil menjelaskan terdapat beberapa unsur pada pelaksanaannya seperti (1) musyawarah, (2) mencari sponsor, (3) persiapan awal, (4) umbul doa, (5) tandang pawiyatan, (6) pengajian akbar, (7) pagar desa, (8) grebeg Loano, (9) musyawarah desa istimewa maupun sesaji ubarampe yang memiliki makna simbolik tersendiri. Selain itu, mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman hidup dan relevan dengan gaya hidup masyarakat desa Loano.KATA KUNCI: Tradisi bersih desa, Folklor, Loano
Initiation Of Pancasila Student Profile In Upper Class Cultural Diversity Of Elementary School Students Suswandari, M. Pd, Dr. Meidawati; Dwi Anggraeni Siwi; Kevin William Andri Siahaan; Froilan Mobo; Harsono; Ahmad Rosyid
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v6i1.4710

Abstract

The purpose of this study was to find out and describe the profile initiation of Pancasila students in the cultural diversity of the upper grades of elementary schools at SD N Demakan 01 Sukoharjo. This research is a qualitative research. This research was conducted at SD N Demakan 01. The determination of informants in this study used a purposive sampling technique. Informants in this study were class IV teachers at SD N Demakan 01 Mojolaban. Data collection techniques in this study are through interviews and documentation. Test its validity using source triangulation technique. Researchers present data using narrative text in the form of interactive data analysis. The results of the study show that the value of diversity or diversity is taught to participants at SD N Demakan 01 Sukoharjo, namely to get used to living in Indonesian society which has a diversity of ethnicities and cultures. Learning activities that can foster a global diversity character at SD N Demakan 01 Sukoharjo include not being picky with friends at school, associating with anyone regardless of religion, ethnicity and race, implementing tolerance, namely teachers and students during group discussions do not blame each other and justifying but respecting differences of opinion when discussing in class, respecting friends at school who are practicing prayer and fasting, studying and preserving cultures from other regions, and efforts to strengthen the climate of diversity in schools through storytelling.
Tradisi Munjung dan Relevansinya pada Kehidupan Masyarakat Era Kini Erwin
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v6i1.5041

Abstract

Setiap menjelang lebaran atau hari raya Idul Fitri, masyarakat Desa Bendo Donoyudan Kalijambe Sragen Jawa Tengah melakukan tradisi munjung. Tradisi biasanya dilakukan sepekan menjelang hari raya namun ada pula yang sudah memulai ketika Ramadhan telah melewati pertengahan bulan atau mulai mendekati akhir. Anak-anak atau orang yang lebih muda berkunjung ke rumah orang tua, kerabat, atau orang yang dianggap dituakan dan dihormati. Dalam berkunjung, warga biasanya membawa buah tangan tertentu yang akan dibalas dengan buah tangan lainnya oleh warga yang dikunjungi. Tradisi munjung merupakan bentuk pendidikan orang Jawa dari generasi ke generasi sebagai upaya menjaga kerukunan keluarga dan bermasyarakat melalui pembentukan sikap hormat, saling menghargai, welas asih, tolong menolong dan atau gotong royong. Tradisi munjung perlu dilestarikan sebagai bentuk kearifan lokal dalam upaya menjaga harmonisasi dan integrasi bangsa di tengah sikap hidup masyarakat yang makin egois dan individualis
MOTIF BATIK AMBARAWA (KAJIAN SEMIOTIKA): Bentuk dan Makna pada Motif Batik Ambarawa dalam kajian Semiotika Ar-Rasyid, Muhammad Harun Sayyid; Lestari, Prembayun Miji
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v6i1.5046

Abstract

Batik Ambarawa merupakan wujud budaya di Kabupaten Semarang yang telah dikaji dan diproduksi oleh Komunitas Batik Ambarawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna yang ada pada motif batik Ambarawa menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika pada teori yang dikembangkan oleh Ferdinand De Saussure. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan urutan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif batik Ambarawa diantaranya Tambal Kanoman yang terbentuk dari beberapa motif batik klasik yang memiliki makna menambal atau memperbaiki hal-hal yang rusak dalam kehidupan. Motif Ceplok yang terbentuk dari penggambaran bunga teratai yang memiliki makna kepercayaan kepada tuhan dan keseimbangan hidup. Motif Lokcan yang terbentuk dari gambaran burung Hong atau Phoenix yang memiliki makna berpegang teguh dengan prinsip kebaikan. Motif Semen yang tergambar dengan bentuk binatang dan tumbuhan yang memiliki makna keseimbangan hidup. Motif Baru Klinting yang berbentuk ular naga yang memiliki makna menjadi seorang insan yang berani dalam kebenaran, berbudi pekerti baik serta bertanggung jawab. Motif Wayang yang terbentuk dari tokoh Pandhawa yang bermakna kebaikan dalam kehidupan. Penelitian ini sebagai sarana pemahaman semiotika antara bentuk dan makna pada batik serta sebagai sarana pendidikan dan pelestarian budaya.
Refleksi Simbolis Keangkaramurkaan dan Keutamaan dalam Lakon Begawan Lomana Mertobat Fakih Tri Sera Fil Ardhi; Darmoko, Darmoko
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v6i1.5070

Abstract

Isu yang menjadi fokus penelitian adalah bagaimana wayang kulit purwa digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan sosial dan kritik terhadap masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memahami peran penting wayang kulit purwa dalam komunikasi sosial di masyarakat Jawa, khususnya melalui analisis lakon BLM. Penelitian ini menggunakan rekaman pertunjukan wayang kulit purwa dari YouTube Ki Warseno Slank (https://www.youtube.com/watch?v=xDOmr37W1Dw&t=679s). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam lakon tersebut digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan sosial dan kritik terhadap masyarakat. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan mengacu pada teori simbol sebagai manifestasi eksternal BLM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran tokoh Begawan Lomana dalam lakon BLM menjadi simbol pemberontakan yang mengganggu tatanan sosial. Namun, melalui etika “Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti” yang dijalankan oleh Kyai Semar, sifat asli dan niat buruk tokoh Begawan Lomana terbongkar. Pendekatan sosiologi sastra dan teori simbol digunakan untuk menganalisis penelitian ini, keseluruhan penelitian dapat disimpulkan bahwa lakon BLM secara efektif mengkomunikasikan kritik sosial melalui pementasan wayang kulit purwa. Melalui pemahaman terhadap konsep ini, kita dapat lebih memahami cara unik dan kompleks wayang kulit purwa digunakan sebagai media komunikasi dalam budaya Jawa.
Menjembatani Bahasa dan Budaya: Memanfaatkan 'Manjing Ajur Ajer' Sebagai Alat Pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah Atas Indonesia Efendi, Agus; Tri Widiatmi; R. Adi Deswijaya; Bambang Ikhwanto
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v6i1.5182

Abstract

This paper examines the representation of the proverbmanjing ajur ajer as used in a number of articles using the proverbmanjing ajur ajer. The aim is to explore the relevance of the values in the proverbs as a means of achieving educational goals. Using a qualitative approach themanjing ajur ajer proverbs selected from written and oral sources were studied. Although used in different contexts the use of these proverbs can largely be interpreted as character education values in positive attitude and behavior. It is also argued thatmanjing ajur ajer proverbs are represented positively, such representation is seen as a virtue. This research contributes practically to the achievement of students' affective competence.

Page 1 of 1 | Total Record : 6