cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 1,124 Documents
PERANCANGAN PUSAT REHABILITASI BAGI PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK DI JAKARTA SELATAN  MELALUI PENDEKATAN MULTISENSORI Callista Trianto
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 02 (2026): PERIODE 162 E (JULI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia terus meningkat dan pada tahun 2024 mencapai 17,8 juta jiwa berdasarkan data BPS. Di DKI Jakarta, jumlah penyandang disabilitas meningkat sekitar 18% dalam dua tahun terakhir, dengan konsentrasi penyandang disabilitas sensorik tertinggi berada di Jakarta Selatan. Namun, wilayah tersebut belum memiliki fasilitas rehabilitasi sensorik yang memadai, sehingga terjadi kesenjangan antara kebutuhan layanan dan ketersediaan fasilitas. Penyandang disabilitas sensorik memerlukan lingkungan binaan yang mampu mengoptimalkan fungsi indera lainnya untuk mendukung proses rehabilitasi. Oleh karena itu, pendekatan arsitektur multisensori diterapkan melalui pengolahan elemen ruang seperti material, tekstur, cahaya, suara, dan aroma agar ruang dapat mendukung rehabilitasi, membangun memori spasial, serta meningkatkan kemandirian pengguna. Perencanaan dilakukan melalui studi literatur, pengumpulan data, dan studi banding fasilitas sejenis. Hasil perancangan mencakup program ruang yang sesuai bagi tunanetra, tunarungu, dan tunawicara, pendekatan fungsional dan arsitektur, serta pemilihan tapak yang aksesibel sesuai RDTR DKI Jakarta. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana rehabilitasi sekaligus lingkungan inklusif yang mendukung kemandirian penyandang disabilitas sensorik.
HOTEL DAN APARTEMEN WISATA DI KOTA MAGELANG DENGAN PENDEKATAN CRITICAL REGIONALISM Muhammad Rafi Fadhlurrahman
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 02 (2026): PERIODE 162 E (JULI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Magelang menghadapi paradoks strategis: posisi PKW (Pusat Kegiatan Wilayah) dengan fungsi pariwisata regional yang signifikan, namun lahan terbatas (18,54 km²) dan kepadatan penduduk tinggi (±8.000 jiwa/km²). Sebagai kawasan penyangga KSPN Borobudur, kota ini menerima aliran wisatawan berkelanjutan namun kekurangan fasilitas akomodasi berkualitas—mengakibatkan kota terdegradasikan menjadi "transit point" daripada destinasi tunggal. Paralel dengan itu, defisit hunian vertikal mencapai 2.979 unit pada 2045, mendesak implementasi strategi pemanfaatan lahan yang intensif. Perancangan ini merespons dual crisis tersebut melalui tipologi mixed-use yang mengintegrasikan 228 kamar hotel resort bintang 4 dan 175 unit apartemen wisata (serviced apartment) pada tapak 41.506 m² di Jl. Beringin VI, Tidar Selatan. Pendekatan Critical Regionalism (Frampton, 1983) menjadi generator desain utama: elemen-elemen spesifik tapak—topografi berundak, panorama Bukit Tidar dan deretan Pegunungan Kedu, warisan militer AKMIL, iklim dataran tinggi 22–28°C—ditransformasikan (bukan direplikasi) ke dalam keputusan arsitektural yang mengintegrasikan kualitas kultural, lingkungan, dan teknis secara kohesif. Konfigurasi spasial mengadopsi sistem dual tower di atas podium resort luas: Tower A (hotel, 10–12 lantai) dan Tower B (apartemen, 12–15 lantai) masing-masing dengan dedicated elevator core dan lobi terpisah, memastikan privasi dan fungsi operasional yang otonom. Resort grounds ±30% lahan (12.300 m²) menjadi diferensiasi utama—kolam infinity, taman tematik, jalur wellness—menghadirkan experiential value yang tidak dapat direplikasi hotel kota. Strategi hemat energi terintegrasi organik dengan CR: balkon mandatory sebagai horizontal shading device alami menurunkan OTTV fasad; lobi semi-terbuka memanfaatkan iklim sejuk tanpa AC; material lokal andesit dan bata merah meningkatkan thermal mass; target OTTV ≤38 W/m² (SNI 6389:2020) dicapai melalui passive design first. Program ruang total mencapai 56.209 m² GFA (termasuk sirkulasi), menghasilkan KLB aktual 1,37—jauh di bawah KLB maksimum 3,0 regulasi, memungkinkan pengembangan fase kedua. Dengan komposisi kamar standard:deluxe:suite = 55:30:15, rasio gross 45 m²/kamar (sesuai standar internasional preseden), dan komposisi unit apartemen studio:1BR:2BR:3BR = 15:45:30:10, rasio gross 81 m²/unit, perancangan ini memverifikasi viabilitas tipologi mixed-use resort-residensial pada skala tapak dan pasar Kota Magelang, sekaligus memodelkan bagaimana arsitektur kontemporer dapat berakar pada konteks lokal tanpa kehilangan relevansi global.
Perancangan Panti Asuhan Dan Kindergaten Farming Di Semarang Dengan Pendekatan Playful Architecture Nicholas Arron Sahata Marudut Tambunan
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 02 (2026): PERIODE 162 E (JULI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia memiliki pertumbuhan penduduk yang cukup pesat sehingga memunculkan berbagai permasalahan sosial, salah satunya peningkatan kebutuhan fasilitas pengasuhan anak dan pendidikan usia dini. Panti asuhan pada umumnya masih didominasi oleh konsep ruang yang monoton, formal, dan kurang mampu mendukung perkembangan psikologis serta kreativitas anak. Di sisi lain, pendidikan berbasis alam seperti farming kindergarten mulai berkembang sebagai media pembelajaran yang mampu meningkatkan interaksi sosial, kemandirian, serta kepedulian anak terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan suatu perancangan fasilitas yang mampu mengintegrasikan fungsi pengasuhan dan pendidikan dalam lingkungan yang menyenangkan, aman, edukatif, dan ramah anak. Perancangan ini bertujuan untuk merancang panti asuhan dan kindergarten farming di Semarang dengan pendekatan playful architecture sebagai upaya menciptakan ruang yang mampu mendukung perkembangan emosional, sosial, dan kreativitas anak melalui pengalaman ruang yang interaktif dan menyenangkan. Metode yang digunakan dalam perancangan meliputi studi literatur, studi preseden, observasi lapangan, analisis tapak, serta analisis kebutuhan ruang dan perilaku pengguna. Hasil perancangan menghasilkan kawasan terpadu yang mengombinasikan fungsi hunian anak, area pendidikan, ruang bermain, serta area pertanian edukatif dalam satu kesatuan ruang yang harmonis. Pendekatan playful architecture diterapkan melalui penggunaan bentuk yang dinamis, warna yang atraktif, ruang interaktif, serta hubungan ruang dalam dan luar yang fleksibel guna menciptakan suasana yang mendukung aktivitas anak secara optimal. Selain itu, konsep farming diterapkan sebagai sarana edukasi berbasis lingkungan yang mendukung pembelajaran aktif, pembentukan karakter, dan kedekatan anak dengan alam. Dengan adanya perancangan ini diharapkan dapat tercipta fasilitas sosial dan pendidikan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar anak, tetapi juga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal melalui lingkungan arsitektur yang edukatif, rekreatif, dan humanis
ECO-RESORT BERKELANJUTAN DI KARIMUNJAWA Maravia Putri Aulia
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 02 (2026): PERIODE 162 E (JULI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karimunjawa merupakan kawasan Taman Nasional dengan tingkat kepekaan ekologis yang sangat tinggi, khususnya Pulau Kemujan yang memiliki ekosistem terumbu karang yang kaya di pesisir utaranya. Pertumbuhan kunjungan wisatawan yang signifikan dari 59.203 orang pada tahun 2022 menjadi 77.770 orang pada tahun 2023, menuntut adanya fasilitas akomodasi yang berkualitas namun tetap berorientasi pada kelestarian lingkungan. Namun, praktik pembangunan yang ada masih banyak mengabaikan kondisi ekologis sekitar, sementara potensi terumbu karang sebagai daya tarik utama belum dioptimalkan secara terintegrasi. Tugas Akhir berjudul “Eco-Resort Berkelanjutan di Karimunjawa: Integrasi Konservasi Terumbu Karang dan Kekayaan Lokal dalam Pengalaman Wisata Alam” sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Pendekatan desain yang digunakan adalah Ecological-Responsive Coastal Architecture, yang mengutamakan keselarasan antara struktur bangunan, lanskap pantai, dan ekosistem laut. Perancangan dilakukan dengan metode deskriptif, dokumentatif, dan komparatif terhadap proyek sejenis. Hasil perancangan ini diharapkan menjadi model eco-resort berkelanjutan yang mampu menjadikan terumbu karang sebagai identitas utama pengalaman wisata, sekaligus menjadi preseden pembangunan bertanggung jawab di kawasan konservasi Taman Nasional Karimunjawa. Kata Kunci: Eco-Resort, Arsitektur Berkelanjutan, Karimunjawa, Terumbu Karang, Pengalaman Wisata Alam.
Perancangan Pusat Industri Pengolahan Kopi Berbasis Edukasi di Kabupaten Magelang Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis Vania Nabila
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 02 (2026): PERIODE 162 E (JULI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Magelang merupakan daerah dataran tinggi dengan potensi besar di sektor pertanian khususnya dalam komoditas perkebunan kopi yang tersebar di 14 kecamatan. Namun, banyak petani masih terbatas dalam pengetahuan panen dan pasca-panen, akses pasar, serta branding produk, sehingga bijihasil panen kopi kerap dijual ke kabupaten lain dalam bentuk cherry atau green bean dan diolah dengan label daerah lain. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dirancang Pusat Industri Pengolahan Kopi Berbasis Edukasi di Kabupaten Magelang dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi, yang berfungsi sebagai sentra pengolahan sekaligus wadah edukasi bagi petani, pelaku UMKM, dan peminat kopi. Pendekatan arsitektur ekologis diterapkan melalui desain yang memanfaatkan pencahayaan alami, ventilasi silang, material lokal dan daur ulang, serta pengelolaan limbah yang efisien, sekaligus mendukung alur produksi yang optimal. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk kopi, memperkuat identitas dan branding kopi Magelang, serta mendorong pengembangan pariwisata edukatif yang berkelanjutan.
Perancangan Kebun Binatang dengan Pendakatan Konservasi di Ungaran Safina Fairuz
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 02 (2026): PERIODE 162 E (JULI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan Gunung Ungaran merupakan kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi yang mengalami penurunan luas hutan dan fragmentasi habitat, sehingga mengancam kelestarian satwa endemik di dalamnya. Kondisi tersebut mendorong perlunya fasilitas konservasi yang berfungsi tidak hanya sebagai fasilitas rekreasi, tetapi juga menawarkan fungsi edukasi, penelitian, dan penyelamatan satwa. Perancangan Kebun Binatang dengan Pendekatan Konservasi di Ungaran ini bertujuan untuk merancang sebuah kebun binatang yang mampu mengakomodasi kebutuhan satwa, pengunjung, serta pengelola secara seimbang, dengan mengutamakan kesejahteraan hewan serta keterkaitan dengan kondisi ekologis kawasan Hutan Gunung Ungaran. Metode yang digunakan dalam penyusunan LP3A ini meliputi data primer yang dikumpul melalui metode wawancara dan data sekunder melalui studi literatur, studi regulasi, serta studi preseden. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kebun binatang dirancang dengan pendekatan semi in-situ yang mengintegrasikan fungsi konservasi, edukasi, dan rekreasi melalui zonasi ruang yang terarah, penyediaan fasilitas kesehatan satwa, fasilitas penelitian, serta pengolahan massa dan lanskap yang menyesuaikan habitat alami satwa. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi sarana konservasi satwa endemik Hutan Gunung Ungaran. Kata Kunci: Kebun Binatang, Kesejahteraan Hewan, Konservasi, Hutan Gunung Ungaran
PERANCANGAN HUNIAN LANSIA DEMENSIA DENGAN PENDEKATAN ISYARAT ORIENTASI LINGKUNGAN DI KOTA SEMARANG Audy Rafa Bramandita
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 02 (2026): PERIODE 162 E (JULI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Hunian Lansia Demensia dengan Pendekatan Isyarat Orientasi Lingkungan di Kota Semarang merupakan proyek Tugas Akhir arsitektur yang dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah lansia yang diikuti dengan bertambahnya kasus demensia, yang berdampak pada penurunan kemampuan kognitif, khususnya dalam orientasi dan navigasi ruang. Di Kota Semarang, fasilitas hunian yang secara khusus dirancang untuk lansia dengan demensia masih terbatas dan umumnya belum mempertimbangkan aspek orientasi lingkungan sebagai bagian dari strategi desain. Kondisi ini menyebabkan lingkungan hunian seringkali kurang mendukung kemandirian dan kenyamanan penghuni. Pendekatan isyarat orientasi lingkungan yang menekankan pada peran elemen fisik sebagai penunjuk arah dan pembentuk persepsi ruang menjadi dasar dalam perancangan hunian ini. Arsitektur diposisikan sebagai media yang mampu membantu penghuni dalam mengenali, mengingat, dan memahami lingkungan melalui pengolahan elemen seperti tata massa, zoning, sirkulasi, penggunaan warna, pencahayaan, serta elemen penanda (landmark) yang terintegrasi dalam desain. Dengan pendekatan ini, hunian tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai lingkungan yang mendukung fungsi kognitif penggunanya. Fasilitas yang dirancang meliputi zona hunian, zona pelayanan kesehatan pendukung, zona aktivitas sosial, serta ruang terbuka sebagai area stimulasi dan interaksi. Perancangan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan mudah dipahami oleh lansia dengan demensia, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup, rasa aman, serta kemandirian penghuni dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kata Kunci : Lansia Demensia, Hunian, Isyarat Orientasi Lingkungan, Kota Semarang
Healing Through Nature: Perancangan Wellness Resort Berbasis Nature-Based Healing melalui Pemanfaatan Air Panas Alami dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik Al Aliya Amorita Anjali
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 02 (2026): PERIODE 162 E (JULI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kehidupan urban yang semakin cepat dan padat memicu meningkatnya tingkat stres serta penurunan kesehatan fisik dan mental masyarakat. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya tren wellness tourism pasca pandemi COVID-19 sebagai bentuk wisata berbasis kesehatan, self care, dan kebutuhan akan ruang pemulihan (healing environment). Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyusun Rencana Aksi Nasional Wellness Tourism 2022-2026 sebagai upaya pengembangan wisata kebugaran berbasis potensi lokal dan alam Indonesia. Pada International Wellness Tourism Conference and Festival 2022, salah satu fokus pengembangan wellness tourism yakni penguatan pariwisata lokal berbasis alam, budaya, herbal, spa, serta pengalaman restoratif berbasis lingkungan alami. Kawasan Dataran Tinggi Dieng sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) memiliki potensi alam berupa lanskap pegunungan, iklim sejuk, serta manifestasi air panas alami yang mendukung pengembangan wisata berbasis wellness dan nature-based healing. Pengembangan kawasan Dieng juga mengacu pada konsep Triple A, yaitu Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas, dimana peningkatan fasilitas dan amenitas wisata menjadi salah satu aspek yang masih perlu dikembangkan secara optimal. Potensi air panas alami di kawasan Dieng masih belum dimanfaatkan secara optimal menjadi peluang dalam menghadirkan fasilitas wisata berbasis kesehatan dan pemulihan yang kontekstual terhadap lingkungan alam kawasan. Proposal Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang "Healing Through Nature: Perancangan Wellness Resort Berbasis Nature-Based Healing melalui Pemanfaatan Air Panas Alami dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik" sebagai jawaban akan potensi dan kebutuhan tersebut. Pendekatan desain yang digunakan adalah pendekatan biofilik, yang diterapkan dengan penghadiran elemen alam kedalam lingkungan binaan, utamanya yakni penghadiran elemen air berupa manifestasi air panas alami. Hasil perancangan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan wellness tourism nasional serta memperkuat potensi Dieng sebagai destinasi wisata kesehatan berbasis alam.
HUMAN CENTERED INNOVATIVE CENTER BASED EXPERIMENTAL INDUSTRY - CONTEXTUAL REGIONAL IDENTITY: JEPARA AS A STABLE CARVING CITY WITH SOCIAL ARCHITECTURE APPROACH Muhammad Nabil Dhiaulhaq
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 02 (2026): PERIODE 162 E (JULI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sektor industri fi daerah Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama didaerah Jepara yang memiliki sektor industri furniture dan kerajinan meubel. Bentuk media promosi telah berajalan selama 4 tahun terakhir sebagai penjembatan ke dunia international, tetapi fasilitas yang mampu mengintegrasikan aktivitas produksi, promosi, edukasi, dan interaksi publik masih terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan kurang optimalnya pengembangan inovasi dan kolaborasi antar pelaku industri kreatif. Tugas akhir ini mengusulkan perancangan Human Centered Innovative Center Based Experimental Industry di kawasan pesisir Bandengan, Jepara sebagai wadah pengembangan industri kreatif berbasis kolaborasi dan pengalaman ruang. Fasilitas ini mencakup showroom, promotion center, warehouse, culinary center, dan supporting facility yang bersifat inklusif dalam satu kawasan. Pendekatan desain menerapkan konsep Human Centered Design berbasis arsitektur sosial dan adaptive sustainable industrial design yang menekankan kenyamanan, fleksibilitas, dan interaksi pengguna dengan lingkungan pesisir yang berbasis industry. Melalui metode deskriptif, dokumentatif, dan komparatif, perancangan ini diharapkan mampu menghadirkan pusat inovasi kreatif yang mewadahi secara kontekstual, serta memperkuat identitas dan potensi ekonomi kreatif pada sektor industri furniture kawasan pesisir Jepara. Kata Kunci: Human-Centered Design, Innovative Center, Experimental Industry, Industri Kreatif, Arsitektur sosial, Jepara
Perancangan Taman Bermain Anak Berbasis Pendekatan Sensory Design di Kota Semarang Rifda Karina Putri
Jurnal Poster Pirata Syandana Vol 7, No 02 (2026): PERIODE 162 E (JULI 2026)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa kanak-kanak, khususnya usia 2–7 tahun, adalah periode paling kritis dalam perkembangan manusia. Pada fase ini, anak belajar bukan melalui abstraksi, melainkan melalui pengalaman tubuh yang melibatkan seluruh indera. Lingkungan bermain, karenanya, bukan sekadar fasilitas rekreasi, melainkan medium tumbuh kembang itu sendiri. Kenyataan di Kota Semarang justru berbanding terbalik: dari sekitar 64 taman aktif, hanya 3 yang bersertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), sementara RTH publik kota hanya mencapai 3,97%—jauh di bawah kewajiban 20% menurut UU No. 26/2007—di tengah populasi anak yang mencapai lebih dari 352.000 jiwa. Sebagian besar taman yang ada masih didominasi perangkat permainan pabrikan tanpa variasi tekstur, elemen alam, maupun stimulasi indrawi yang bermakna. Perancangan ini mengusulkan Taman Bermain Anak di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, berbasis pendekatan Sensory Design—strategi perancangan yang menempatkan stimulasi visual, taktil, auditori, olfaktori, dan kinestetik sebagai prinsip utama pembentukan ruang. Menggunakan metode deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, studi literatur, dan studi preseden, penelitian ini menghasilkan program ruang terpadu yang mengintegrasikan zona bermain sensorik—area pasir dan air, topografi beragam, elemen vegetasi, instalasi bunyi, serta pengolahan cahaya—dalam satu tapak publik yang dapat diakses secara gratis dan merata. Karya ini hadir sebagai respons terhadap defisit ruang bermain berkualitas di Semarang, sekaligus sebagai pernyataan bahwa arsitektur dapat menjadi wujud nyata penghargaan terhadap cara anak-anak memahami dunianya.