cover
Contact Name
Heriyadi
Contact Email
psikoborneo@fisip.unmul.ac.id
Phone
+625414121765
Journal Mail Official
psikoborneo@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat Fisipol Lantai 3, Jln. Tanah Grogot, Kampus Gn. Kelua Universitas Mulawarman - Samarinda 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 24772666     EISSN : 24772674     DOI : 10.3872/psikoborneo
PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi is a peer-reviewed journal which is published by Mulawarman University, East Kalimantan publishes biannually in March, June, September and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies. PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi published regularly quarterly in March, June, September, and December. The purpose of this journal is to disseminate ideas and results of research conducted by universities, particularly Psychology Studies, Faculty of Social and Political Sciences at Mulawarman University, which can be applied in society. PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi contains a variety of activities carried out both internally by the Social Sciences Mulawarman University or from externally in handling and overcoming various problems that occur in society by applying science and technology which can then be beneficial to improve the welfare of the society.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024" : 6 Documents clear
How is Sexual Education in the View of Islamic Psychology? Uyun, Muhamad; Salsabila, Alfida; Fitriani, Fitriani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i2.15398

Abstract

This article discussed sex education based on Islamic psychology, an essential aspect of healthy physical and psychological development. Islamic psychology emphasized that sex education included not only biological aspects but also spiritual and moral dimensions. Sex education in Islam aimed to cultivate responsible behavior, self-respect, respect for others, and the preservation of purity and honor. The article reviewed various scientific publications on sex education based on Islamic psychology, aiming to explore fundamental principles, appropriate teaching methods, the prevention of deviant sexual behavior, and the protection of individuals from the negative impacts of media and environments that contradicted Islamic values. The methods used in this article included literature searches on Google Scholar, Connected Papers, and Science Direct, focusing on topics such as sex education, the Islamic perspective on sex, and Islamic psychology's view on sexuality. The research results were expected to provide insights for developing a holistic sex education curriculum grounded in Islamic values. This article also served as a guide for parents, educators, and the community in educating the younger generation. The implications of this approach included the need for a comprehensive and integrative education curriculum, training for educators, and support from families and the community in implementing sex education according to Islamic principles. Sex education within the framework of Islamic psychology not only imparted knowledge but also shaped noble and responsible character.Artikel ini membahas pendidikan seksual berdasarkan psikologi Islam, aspek penting dalam perkembangan individu sehat secara fisik dan psikologis. Pandangan psikologi Islam menekankan bahwa pendidikan seksual tidak hanya mencakup aspek biologis, tetapi juga dimensi spiritual dan moral. Pendidikan seksual dalam Islam bertujuan membentuk perilaku bertanggung jawab, menghargai diri sendiri dan orang lain, serta menjaga kesucian dan kehormatan. Artikel ini mengkaji berbagai literatur ilmiah yang membahas pendidikan seksual berbasis psikologi Islam, dengan tujuan mengeksplorasi prinsip dasar, metode pengajaran yang sesuai, pencegahan perilaku seksual menyimpang, dan perlindungan individu dari dampak negatif media serta lingkungan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan dalam artikel ini meliputi penelusuran literatur dari Google Scholar, Connected Papers, dan Science Direct, dengan fokus pada topik pendidikan seksual, perspektif Islam terhadap seks, dan pandangan psikologi Islam terhadap seksualitas. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan bagi pengembangan kurikulum pendidikan seksual holistik yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Artikel ini juga menjadi panduan bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam mendidik generasi muda. Implikasi dari pendekatan ini mencakup perlunya kurikulum pendidikan yang komprehensif dan integratif, pelatihan bagi pendidik, serta dukungan keluarga dan masyarakat dalam menerapkan pendidikan seksual sesuai prinsip Islam. Pendidikan seksual dalam kerangka psikologi Islam tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter luhur dan bertanggung jawab.
The Pandemic and Parental Mental Health: A Conceptual Review of Parental Burnout Nurillah, Addiena Hafidza; Herdiana, Ike
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i2.14723

Abstract

Working from home and schooling from home activities are widely reported to have an impact on parental burnout in parents due to the burden of care that arises when implementing policies to carry out all activities from home during the COVID-19 pandemic. Even though work and school activities have now returned to institutional buildings, it does not rule out the possibility that a pandemic situation will reappear in the future. Hence parents need to learn how to anticipate it. This article aims to provide an overview of the concept of parental burnout which has become a research trend on the theme of families during the pandemic. A search was carried out on the electronic databases namely Web of Science, Google Scholar, and ScienceDirect with the keyword "parental burnout" and produced 10 articles in English that were specifically selected and used for further review. The results of the conceptual review show a framework for parental burnout with dimensions, determinant factors, and impacts.Kegiatan bekerja dari rumah dan bersekolah dari rumah banyak dilaporkan berdampak pada parental burnout pada orang tua karena beban pengasuhan yang muncul ketika penerapan kebijakan untuk melakukan segala kegiatan dari rumah selama pandemi Covid-19. Meskipun saat ini kegiatan bekerja dan bersekolah sudah kembali di lakukan di gedung institusi, namun tidak menutup kemungkinan bahwa situasi pandemi muncul kembali di masa depan sehingga orang tua perlu belajar cara mengantisipasi terjadinya parental burnout. Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk memberikan tinjauan mengenai konsep parental burnout yang menjadi tren penelitian pada tema keluarga di masa pandemi. Penelusuran dilakukan pada database elektronik Web of Science, Google Scholar, dan ScienceDirect dengan kata kunci “parental burnout” dan menghasilkan 10 artikel berbahasa Inggris yang dipilih secara spesifik dan digunakan untuk ditinjau lebih lanjut. Hasil dari tinjauan konsep menunjukkan karakteristik dari parental burnout yang dapat mengganggu kesejahteraan psikologis orang tua serta risiko dampak iring yang dapat terjadi pada anak dari orang tua yang mengalami parental burnout di masa pandemi. 
Cublak-cublak Suweng Game: Can it Improve the Socio-emotional Development of Alpha Generation Children? Hasni, Nazlah; Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh; Karmiyati, Diah
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i2.14413

Abstract

Games are a natural way for children to learn and develop physically, cognitively and socio-emotionally. Traditional games are a learning medium that has many benefits for children's development. This research aims to find out how the traditional game "Cublak-cublak Suweng" influences the socio-emotional development of Alpha generation children amidst the current dominance of digital technology. This research is a quantitative research with a one group pretest-posttest design. The research subjects were alpha generation children, who grew up with technological facilities, aged 7-10 years and lived in Malang City with a total of 12 children participating, using a purposive sampling technique. Data analysis used Wilcoxon statistical test analysis. The results showed that children who took part in the game "Cublak-cublak Suweng" showed significant improvements in socio-emotional skills such as empathy, cooperation, and emotional regulation compared to the control group. This research provides an understanding that traditional games are able to support the socio-emotional development of alpha generation children in the modern era. Thus, it is hoped that these findings can open the minds of educatorsand parents to consider traditional games as an approach in educating children.Permainan merupakan salah satu cara alami bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang baik secara fisik, kognitif, dan juga sosio-emosional. Permainan tradisional merupakan media belajar yang memiiki banyak manfaat untuk perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana permainan tradisional "Cublak-cublak Suweng" mempengaruhi perkembangan sosio-emosional anak-anak generasi Alpha ditengah dominasi teknologi digital saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-postest. Subjek penelitian adalah anak-anak generasi alpha, yang tumbuh bersama fasilitas teknologi, berusia 7-10 tahun dan berdomisili di Kota Malang dengan jumlah total partisipan 12 anak, dengan Teknik sampling purposive. Analisis Data menggunakan analisis uji statistik Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang ikut serta dalam permainan "Cublak-cublak Suweng" menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan sosio-emosional seperti empati, kerjasama, dan regulasi emosi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa permainan tradisional mampu mendukung perkembangan sosio-emosional anak generasi alpha di era modern. Dengan demikian, diharapkan temuan ini dapat membuka wawasan para pendidik dan orang tua untuk mempertimbangkan permainan tradisional sebagai salah satu pendekatan dalam mendidik anak.
Let's Become A Humanist Communicator! The Importance of Interpersonal Communication Skills to Improve Group Cohesion Artyanti Putri, Putu Riana; Winayanti, Ratna Devy; Artayasa, I Nyoman; Pramana, Ida Bagus Gde Yoga; Apsari, Ayu Rahmadita; Anggreni, Ni Wayan Yuli
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i2.15207

Abstract

The adolescent phase is a very critical development spear in life. Adolescents who have entered the age of high school students have experienced several significant changes that include emotional, cognitive, and social. School life not only revolves around understanding the material and working on tasks individually, but also includes good social interaction. In response to this, students are required to be able to blend in well to achieve social interaction with peers. It is important to have attachment between students to avoid prolonged conflicts between students and student groups. However, there are still many cases of conflict that occur due to low adhesion between students at school. The purpose of this study is to improve group cohesiveness by providing interpersonal communication training. The assumption of this interpersonal communication training is that by improving the interpersonal communication skills of participants, it will increase group cohesiveness in participants as well. This study is experimental research conducted on 14 students of class X IPS 1. There was a significant difference between the cohesiveness score of the group before and after the training with a sig value = 0.009 (p > 0.05), which showed that there was an increase in the cohesiveness score of the group of trainees. Based on the results of the research found, there was a change in behavior in class X IPS 1 student to become more blended and have more attachment to each other in class so that the classroom atmosphere became more synergistic and harmonious.Fase remaja menjadi tombak perkembangan yang sangat kritis di kehidupan. Remaja yang sudah memasuki usia peserta didik SMA telah mengalami sejumlah perubahan signifikan yang mencakup emosi, kognitif, dan sosial. Kehidupan sekolah tidak hanya berputar pada pemahaman materi dan pengerjaan tugas secara individu, tetapi juga mencakup interaksi sosial yang baik. Menanggapi hal tersebut, siswa diharuskan mampu untuk berbaur dengan baik guna mencapai interaksi sosial dengan teman sebaya. Penting memiliki kelekatan antar siswa untuk terhindar dari konflik berkepanjangan antar siswa maupun kelompok siswa. Akan tetapi, masih banyak sekali kasus konflik yang terjadi akibat rendahnya kelekatan antar siswa di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kohesivitas kelompok dengan memberikan pelatihan komunikasi interpersonal. Asumsi dari pelatihan komunikasi interpersonal ini adalah dengan meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal peserta maka akan meningkatkan kohesivitas kelompok pada peserta pula. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan terhadap 14 orang siswa kelas X IPS 1. Terdapat perbedaan yang yang signifikan antara skor kohesivitas kelompok sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan dengan nilai sig = 0,009 (p > 0,05), hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor kohesivitas kelompok peserta pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan, terjadi perubahan perilaku pada siswa-siswa kelas X IPS 1 menjadi lebih berbaur dan lebih memiliki kelekatan antar satu sama lain di kelas sehingga suasana kelas menjadi lebih bersinergi dan rukun.
Self-Efficacy and Anxiety in Facing School Exams Aini, Nur; Wahyuni, Nengsih Sri; Ardiansyah, Fuad
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i2.15142

Abstract

Researchers found a problem faced by junior high school students, namely feeling unable to face computer-based exams, which can trigger feelings of anxiety. This quantitative correlational research aims to determine the relationship between self-efficacy and anxiety in junior high students when facing school exams. In this study, researchers used a purposive sampling technique with a totalof 251 junior high school students who were taking school exams and came from sorong district. The research instrument used a self-efficacy scale and an anxiety scale. This research uses two scales, namely the self-efficacy scale and the anxiety scale. The research results showed that there was a correlation of r = -0.181 and a significance value of 0.004 (p<0.05), which means there is a relationship between self-efficacy and anxiety in the remaining junior high school students in facing school exams. The higher the self-efficacy, the lower the anxiety. Conversely, the lower self-efficacy, the higher the anxiety. The results of this research can serve as a reference and provide insight for students in facing school exams to increase their sel-efficacy to minimize the anxiety that junior high school students have in facing school exams.Peneliti menemukan suatu permasalahan yang di hadapi pada siswa SMP yaitu merasa ketidakmampuan dalam menghadapi ujian berbasis komputer sehingga dapat memicu timbulnny perasaan cemas. Penelitian kuanitatif korelasional ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan pada siswa SMP dalam menghadapi Ujian Sekolah. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan total partisipan sebanyak 251 siswa SMP yang sedang dalam menghadapi ujian sekolah dan berasal dari kabupaten sorong. Instrumen penelitian menggunakan skala efikasi diri dan skala kecemasan. Penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala efikasi diri dan skala kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi sebesar r = -0.181 dan nilai signifikansi sebesar 0,004 (p<0,05) yang berarti ada hubungan efikasi diri dengan kecemasan pada siswa SMP dalam menghadapi ujian sekolah. Makin tinggi efikasi diri maka semakin rendah kecemasannya. Sebaliknya semakin rendah efikasi diri maka semakin tinggi kecemasannya. Hasil dari penelitian ini bisa menjadi acuan dan memberikan wawasan untuk para siswa dalam menghadapi ujian sekolah agar dapat meningkatkan efikasi diri nya sehingga dapat meminimalisir kecemasan yang dimiliki siswa SMP dalam menghadapi ujian sekolah.
Dynamics of Employee Engagement in Psychology Bureau Companies istiqomah, Istiqomah; Hardew, Ayatullah Kutub
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i2.15441

Abstract

Employee engagement is the commitment of employees to perform corporate tasks to achieve their goals, this commitment is in the form of employee involvement in work duties involving work roles, physical, cognitive and emotional conditions. Employees with corporate engagement are usually tied to companies that are in government agencies, large companies that are still in government agencies. Meanwhile, many private companies have unique work systems such as the X psychology bureau, which operates in the field of service providers for psychological services, especially in the field of organizational industry. The X psychology bureau requires a high employee commitment to the company's performance system referring to the project as agreed with the client, so employees will have a flexible work system following the client's demands. This research aims to find out the dynamics of employee engagement in X's psychology bureau which makes employees willing to work for the company. This study used a qualitative method of phenomenology type, with three main subjects in depth and one significant tothers, data analysis in this study using the Interpretative Phenomenologic Analysis (IPA) method. The results of this study show employees have engagement in the company due to support, facilities provided by companies such as a positive working environment, development of employees' self-potential by providing projects according to employees' working styles and being able to prepare employees for career. This study was able to provide implications for subsequent research to be able to develop and explore the theme of engagement at a company's psychology bureau that has a unique work system referring to a project based on an agreement with the client.Employee engagement merupakan komitmen karyawan dalam menjalankan tugas perusahaan untuk mencapai tujuannya, komitmen karyawan ini berupa keterlibatan karyawan dalam menjalankan tugas kerja yang melibatkan peran kerja, kondisi fisik, kognitif dan emosi. Karyawan yang memiliki engagement pada perusahaan biasanya terikat dengan perusahaan yang berada diinstansi pemerintah, perusahaan besar yang masih berada di instansi pemerintahan. Sementara itu banyak perusahaan swasta yang memiliki sistem kerja yang unik seperti pada biro psikologi X yang bergerak pada bidang penyedia jasa untuk layanan psikologi khususnya dalam bidang indutri organisasai. Biro psikologi X memerlukan komitmen karyawan yang tinggi untuk sistem kinerja perusahaan yang mengacu pada projek sesuai kesepakatan dengan klien, sehingga karyawan akan memiliki sistem kerja yang fleksibel mengikuti permintaan klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika employee engagement pada perusahaan biro psikologi X yang membuat karyawan bersedia bekerja diperusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis fenomenologi, dengan tiga subjek utama secara mendalam dan satu significant others, analisis data pada penelitian ini menggunakan metode Interpretative Phenomenologic Analysis (IPA). Hasil dari penelitian ini menunjukan karyawan memiliki engagement pada perusahaan karena terdapat dukungan, fasilitas yang diberikan oleh perusahaan seperti lingkungan kerja yang positif, pengembangan potensi diri karyawan dengan memberikan projek sesuai dengan gaya bekerja karyawan serta mampu mempersiapkan karyawan untuk ke jenjang karier. Penelitian ini mampu memberikan implikasi kepada penelitian selanjutnya untuk mampu mengembangkan dan menggali tema engagement pada perusahaan biro psikologi yang memiliki sistem kerja yang unik mengacu pada projek berdasarkan kesepakatan dengan klien.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 4 (2025): Volume 13, Issue 4, Desember 2025 Vol 13, No 3 (2025): Volume 13, Issue 3, September 2025 Vol 13, No 2 (2025): Volume 13, Issue 2, Juni 2025 Vol 13, No 1 (2025): Volume 13, Issue 1, Maret 2025 Vol 13, No 4 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 3 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 2 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 1 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 4 (2024): Volume 12, Issue 4, Desember 2024 Vol 12, No 3 (2024): Volume 12, Issue 3, September 2024 Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024 Vol 12, No 1 (2024): Volume 12, Issue 1, Maret 2024 Vol 12, No 4 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 3 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 1 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 4 (2023): Volume 11, Issue 4, Desember 2023 Vol 11, No 3 (2023): Volume 11, Issue 3, September 2023 Vol 11, No 2 (2023): Volume 11, Issue 2, Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): Volume 11, Issue 1, Maret 2023 Vol 11, No 4 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 2 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 1 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Volume 10, Issue 4, Desember 2022 Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022 Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022 Vol 10, No 1 (2022): Volume 10, Issue 1, Maret 2022 Vol 10, No 4 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 1 (2022): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 4 (2021): Volume 9, Issue 4, Desember 2021 Vol 9, No 3 (2021): Volume 9, Issue 3, September 2021 Vol 9, No 2 (2021): Volume 9, Issue 2, Juni 2021 Vol 9, No 1 (2021): Volume 9, Issue 1, Maret 2021 Vol 9, No 4 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 3 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 2 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 1 (2021): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 8, No 4 (2020): Volume 8, Issue 4, December 2020 Vol 8, No 3 (2020): Volume 8, Issue 3, September 2020 Vol 8, No 2 (2020): Volume 8, Issue 2, June 2020 Vol 8, No 1 (2020): Volume 8, Issue 1, March 2020 Vol 8, No 4 (2020): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 8, No 3 (2020): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 8, No 2 (2020): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 8, No 1 (2020): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7, No 4 (2019): Volume 7, Issue 4, December 2019 Vol 7, No 3 (2019): Volume 7, Issue 3, September 2019 Vol 7, No 2 (2019): Volume 7, Issue 2, June 2019 Vol 7, No 1 (2019): Volume 7, Issue 1, March 2019 Vol 7, No 4 (2019): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7, No 3 (2019): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7, No 2 (2019): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2019): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 6, No 4 (2018): Volume 6, Issue 4, December 2018 Vol 6, No 3 (2018): Volume 6, Issue 3, September 2018 Vol 6, No 2 (2018): Volume 6, Issue 2, June 2018 Vol 6, No 1 (2018): Volume 6, Issue 1, March 2018 Vol 6, No 4 (2018): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 6, No 3 (2018): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 6, No 2 (2018): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 6, No 1 (2018): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 5, No 4 (2017): Volume 5, Issue 4, Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): Volume 5, Issue 3, September 2017 Vol 5, No 2 (2017): Volume 5, Issue 2, June 2017 Vol 5, No 1 (2017): Volume 5, Issue 1, Maret 2017 Vol 5, No 4 (2017): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 5, No 3 (2017): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 5, No 2 (2017): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 5, No 1 (2017): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 4, No 4 (2016): Volume 4, Issue 4, Desember 2016 Vol 4, No 3 (2016): Volume 4, Issue 3, September 2016 Vol 4, No 2 (2016): Volume 4, Issue 2, Juni 2016 Vol 4, No 1 (2016): Volume 4, Issue 1, Maret 2016 Vol 4, No 4 (2016): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 4, No 3 (2016): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 4, No 2 (2016): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 4, No 1 (2016): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 3, No 4 (2015): Volume 3, Issue 4, Oktober 2015 Vol 3, No 3 (2015): Volume 3, Issue 3, Juli 2015 Vol 3, No 2 (2015): Volume 3, Issue 2, April 2015 Vol 3, No 1 (2015): Volume 3, Issue 1, Januari 2015 Vol 3, No 4 (2015): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 3, No 3 (2015): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 3, No 2 (2015): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 3, No 1 (2015): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 2, No 4 (2014): Volume 2, Issue 4, Oktober 2014 Vol 2, No 3 (2014): Volume 2, Issue 3, Juli 2014 Vol 2, No 2 (2014): Volume 2, Issue 2, April 2014 Vol 2, No 1 (2014): Volume 2, Issue 1, Januari 2014 Vol 2, No 4 (2014): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 2, No 3 (2014): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 2, No 2 (2014): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 2, No 1 (2014): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 4 (2013): Volume 1, Issue 4, October 2013 Vol 1, No 3 (2013): Volume 1, Issue 3, Juli 2013 Vol 1, No 2 (2013): Volume 1, Issue 2, April 2013 Vol 1, No 1 (2013): Volume 1, Issue 1, Januari 2013 Vol 1, No 4 (2013): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 3 (2013): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 2 (2013): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 1 (2013): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi More Issue