cover
Contact Name
A.Amirul Mu'minin
Contact Email
amirul.muminin@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257527797
Journal Mail Official
fisheries@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perikanan, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah Jl. AR Hakim No. 150, Sukolilo, Keputih, Surabaya 60111 No. Telp.031-5945864, Fax: 031-5946261
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : 26563746     EISSN : 26850664     DOI : http://dx.doi.org/10.30649/fisheries.v2i2
Aim : results of research or scientific articles from intellectuals, practitioners and students Scoope : social economy of fisheries, aquaculture, processing of fishery products, and utilization of fishery resources, and marine science
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2024): April" : 5 Documents clear
HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) PADA ALAT TANGKAP BUBU MENGGUNAKAN UMPAN UDANG (Penadeus monodon) DAN PIKNET BERBASIS GELOMBANG BUNYI DI PERAIRAN KENJERAN SURABAYA ridwan, Agus Mujib; Sofijanto, Mochamad Arief; Subagio, Hari
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i1.54

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan merupakan mata pencaharian bagi warga pesisir  Kenjeran, Saat ini perkembangan penggunaan maupun pembuatan alat bantu elektronik di bidang perikanan khusus-nya penangkapan semakin meningkat. Salah satu teknologi yang dikembangkan dalam aplikasi alat bantu penangkapan adalah dengan menggunakan gelombang bunyi sebagai sumber utama dalam menarik perhatian ikan agar mendekat ke alat tangkap. Bubu merupakan alat penangkap ikan yang tergolong ke dalam kelompok perangkap (traps). Tujuan dari penelitian ini adalah apakah pengoperasian alat tangkap bubu lipat dengan menggunakan umpan udang (Penaeus monodon) dan piknet berbasis gelombang bunyi berpengaruh terhadap perbedaan hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan jenis spesies dan genus ataupun pemikat rajungan yang berbeda, yaitu : A : udang (Penaeus monodon), B : udang (Penaeus monodon) dan piknet, C : piknet. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan operasi penangkapan sebanyak 8 kali sebagai ulangan. Berdasarkan hasil uji F diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,186. Dengan nilai signifikansi > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang berbeda pada pengoperasian bubu lipat tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) dalam satuan ekor. Berdasarkan hasil uji F diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,251. Dengan nilai signifikasi > 0,05, penggunaan pemikat rajungan yang berbeda pada pengoperasian bubu lipat tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus), dalam berat (kg).
A ARTIKEL REVIEW, PEMANFAATAN GELATIN KULIT IKAN SEBAGAI BAHAN PANGAN: Pendahuluan, Hasil dan Pembahasan, Pemanfaatan gelatin untuk pangan, Kesimpulan, Daftar Pustaka Junianto; Saputra, Andika David
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i1.77

Abstract

Gelatin merupakan produk alami yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen. Tujuan dari artikeli ini  adalah mereview  metode ekstraksi gelatin dari kulit ikan dan pemanfaatannya untuk pangan.  Metode yang digunakan adalah studi literatur..  Berdasarkan hasil review dapat dinyatakan bahwa tahapan ekstraksi gelatin kulit ikan adalah kulit ikan yang telah dicuci bersih direndam dalam air panas (60°C) selama 1-2 menit, Kemudian kulit ikan dipotong-potong dan selanjutnya dilakukan perendaman dalam larutan asam. Kulit hasil proses perendaman (demineralisasi) dicuci dengan air mengalir hingga pH netral. Kemudian hasil ekstraksi tersebut disaring dengan kain blacu dan dituangkan pada loyang dioven 60°C selama 48 jam hingga kering. Lembaran gelatin yang telah kering kemudian dihaluskan dengan  menggunakan blender.  Pemberian gelatin pada produk permen jelly bertujuan untuk memperoleh tekstur jelly yang kenyal dan penampilan yang jernih, Pembuatan permen jelly dari gelatin kulit ikan cucut perlakuan terbaik setelah ditambahkan konsentrasi gelatin sebesar 25% dari gelatin kulit ikan cucut yang diformulasi dengan karaginan. Kemudian pemberian gelatin pada produk marshmallow bertujuan sebagai pengental, penstabil, dan membentuk tekstur menentukan fungsionalitasnya. Pembuatan marshmallow gelatin kulit ikan nila terbaik adalah dengan konsentrasi 8%. Pemberian gelatin pada produk sari buah nanas bertujuan sebagai penstabil untuk mendapatkan kestabilan sari buah yang dianjurkan. Konsentrasi gelatin kulit ikan terbaik dalam pembuatan produk minuman sari buah nanas adalah 2,5%.
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN BUDIDAYA TIRAM MUTIARA (Pinctada maxima) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOK. TAHUN 2023 kassiuw, franssisco
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i1.80

Abstract

Praktek kerja lapangan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman terhadap usaha budidaya terutama pembesaran tiram mutiara (Pinctada maxima). Tiram mutira sendiri    mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi karena permintaan produk mutiara di dunia semakin meningkat. Untuk menghasilkan mutiara yang berkualitas harus melalui proses yang cukup panjang mulai dari pemilihan lokasi, persiapan konstuksi,  pemeliharaan induk, pemeliharaan larva,  serta insersi nuklues agar menghasilkan mutiara yang berkualitas. Insersi nukleus dilakukan apabila tiram tersebut sudah lemas dengan presentase kelemasan 50 % agar keberhasilan insesi tinggi. untuk menghasilakan presentase 50 % diperlukan waktu pemuasaan dengan lama  28 hari.
Itu PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR (CaCO3) PADA MEDIA PEMELIHARAAN DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN TOKOLAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii): PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR (CaCO3) PADA MEDIA PEMELIHARAAN DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN TOKOLAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) Niwashika, Nizar; Nuhman; Rosana, Nurul
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i1.81

Abstract

Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan salah satu spesies udang air tawar asli indonesia. Ukuran tubuhnya yang besar menjadikan udang galah memiliki nilai ekonomis yang tinggi, baik di pasar domestik maupun luar negeri. Salah satu kendala dalam budidaya udang galah yaitu faktor pertumbuhannya relatif lambat, yang dapat disebabkan karena faktor pakan dan keadaan lingkungan. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pemberian kapur (CaCO₃) pada media pemeliharaan udang galah, adapun penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketelitian dosis yang optimal terhadap penambahan kapur (CaCO₃) pada media pemeliharaan dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan tokolan udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 4 perlakuan dengan 6 ulangan. Penelitian ini meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, frekuensi molting udang galah, survival rate (SR), pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25 mengamati  hasil perkembangan pada udang galah, dengan melakukan uji normalitas, uji homogenitas, uji Anova. Kesimpulan hasil penelitian penambahan kapur CaCO3 dengan dosis yang berbeda pada media pemeliharaan terhadap pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, frekuensi moulting, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan Sintasan (SR) tidak berbeda nyata pada setiap perlakuan.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP JARING INSANG DASAR (Bottom Gillnet) DI DESA NAMBANGAN, SURABAYA Ari, Widyo Agus Ari Isprandono
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i1.82

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sekitar 17.491 pulau dan dibuktikan bahwa semua provinsi di Indonesia memiliki kawasan pantai. Perairan di Indonesia memiliki potensi besar terhadap kekayaan alam dengan tingkat keragaman hayati yang tinggi. Penggunaan alat tangkap ikan yang menggunakan jaring insang dasar perlu untuk diterapkan pada saat proses penangkapan ikan di desa Nambangan, Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei deskriptif. Data primer hasil tangkapan meliputi jumlah organisme laut yang tetangkap, panjang, berat, lebar, dan kualitas air meliputi suhu, pH, salinitas dan kecepatan arus. Data sekunder meliputi data alat tangkap ikan, data kapal, hasil tangkapan, dan data penelitian terdahulu. Kesimpulan dari hasil penelitian tentang komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar (bottom gillnet) di Desa Nambangan, Surabaya terdiri atas 9 jenis ikan yaitu nilai komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar (bottom gillnet) meliputi rajungan dengan jumlah rata-rata 34 ekor, ikan gulamah dengan jumlah 12 ekor, ikan kating dengan jumlah 2 ekor, ikan sebalah dengan jumla 2 ekor, ikan dorang dengan jumlah 1 ekor, ikan pari dengan jumlah 2,5 ekor, ikan baji-baji dengan jumlah 1 ekor, ikan kuro dengan jumlah 1 ekor, dan kepiting dengan jumlah 1 ekor. Hasil dari tangkapan jaring insang dasar yang paling dominan adalah rajungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5