cover
Contact Name
Muhammad Nelza Mulki Iqbal
Contact Email
nelzamiqbal@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6285755479000
Journal Mail Official
jurnal_arsitektur_pengilon@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
2nd Floor, Department of Architecture, Institut Teknologi Nasional Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Arsitektur
ISSN : 15011410     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Pengilon is an academic journal written by bachelor student of architecture department, Institut Teknologi Nasional Malang. Pengilon covers wide variety topics in the context of built environment, architecture, and urbanism.
Articles 446 Documents
GEDUNG KONVENSI & UMKM TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Dwi Kevin Ramadhana; Adhi Widyarthara; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan asing terus meningkat, pada Maret 2014 tercatat 726.300 ribu kunjungan. Kemudian selanjutnya pada Maret 2015 meningkat 3,24% menjadi 749.900 ribu kunjungan, kemudian meningkat secara drastis sebesar 48,01% pada Desember 2016 menjadi 1,11 juta. Kemudian pada saat itu meningkat lagi sebesar 3,03% pada Desember 2017 menjadi 1,15 juta kunjungan dan pada Agustus 2018 naik 31,3% menjadi 1,51 juta kunjungan. Pada kategori Wisatawan Nusantara (WINUS) di tahun 2016 terjadi peningkatan sebesar 21,1% dengan jumlah kunjungan sebesar 3.987.074 juta kunjungan, dibandingkan dengan kunjungan WINUS pada tahun 2015 sebanyak 3.290.067 kunjungan. Kemudian pada tahun 2017 meningkat sebesar 25,4% menjadi 5 juta kunjungan. Kemudian pada tahun 2018 mengalami peningkatan pesat hingga setengahnya menjadi 7,5 juta kunjungan WINUS. Dengan pertimbangan jumlah kunjungan wisatawan terbilang besar dan bertujuan untuk menaikkan angka kunjungan, durasi kunjungan dan konsumsi wisatawan, saya menggabungkan kegiatan pameran dengan kegiatan perdagangan serta memajukan produk UMKM di Kota Malang. Kota Malang juga memiliki 1.161 UMKM yang dirangkai menjadi 7 bidang usaha. Dengan peningkatan yang sangat besar dan kuantitas kunjungan wisatawan ke Kota Malang untuk melakukan MICE kegiatan industri travel dan sekaligus membantu dan menaikan nilai produk UMKM Kota Malang. Maka dari itu, Gedung Konvensi & UMKM diharapkan menjadi solusi yang dapat menjawab permasalahan tersebut.
TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN KAPAL FERRY SOFIFI DI - HALMAHERA DENGAN TEMA GREEN ARCHITECTURE Takdir Jabir; Breeze Maringka; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan merupakan salah satu simpul jaringan transportasi Disitulah transportasi laut bertemu dengan transportasi darat Pelabuhan mutlak diperlukan untuk sebuah provinsi kepulauan. Salah satu pelabuhan yang ada di pulau Halmahera adalah Pelabuhan Penumpang Ferry. Pelabuhan ini berfungsi sebagai tempat berlabuhnya transportasi laut antara Pulau Halmahera dengan pulau-pulau lain di Maluku Utara. Pelabuhan Sofifi merupakan gate/gerbang untuk memasuki 2 pulau yang ada di Maluku Utara. Alhasil desain pelabuhan penyeberangan bertujuan untuk menghubungkan aktivitas transportasi masyarakat. Rekayasa hijau adalah cara untuk menangani pekerjaan dengan konsekuensi merugikan yang tidak signifikan bagi kesejahteraan manusia dan iklim. dengan memanfaatkan bahan dan metode bangunan yang ramah lingkungan dalam upaya menjaga bumi, air, dan udara. Memanfaatkan energi dan sumber daya alam, menanggapi kondisi tapak bangunan, memperhatikan pengguna bangunan, dan meminimalkan penggunaan sumber daya baru adalah bagian dari konteks Arsitektur Hijau dalam sebuah desain. Hasil dari perancangan terminal penumpang pelabuhan kapal ferry Sofifi adalah menyediakan fasilitas terminal yang layak dan nyaman sesuai standar perancangan terminal, lingkungan masyarakat, lingkungan budaya dan lingkungan alam. Penggunaan tema green architecture mampu menyelesaikan masalah pemanasan global dan ramah terhadap lingkungan.
PUSAT KARANTINA PASIEN COVID-19 DI KOTA MALANG TEMA: GREEN ARCHITECTURE Wahyu Dwi Putranto Satrio Wicaksono; Daim Triwahyono; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan daerah dengan kasus covid-19 yang relatif tinggi di Jawa Timur. Jumlah kasus covid-19 di Kota Malang bahkan menjadi yang tertinngi ke 8 di Indonesia apabila dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Dengan jumlah kasus yang tinggi, fasilitas karantina yang tersedia di Kota Malang sangat minim dan tidak mampu menampug jumlah pasien yang ada. Untuk mencukupi kebutuhan fasilitas karantina dan fasilitas perawatan perlu disediakan wadah khusus untuk menampung pasien dengan kriteria tertentu. Fasilitas ini nantinya juga akan menajdi pusat screening dan vaksinasi di kota malang. Pada pusat karantina ini nantinyahanya akan menampung pasien yang memiliki penyakit bawaan dan pasien lanjut usia. Dengan menerapkan tema green architecture, diharapkan bangunan ini akan menimbulkan kesan nyaman, aman dan tidak mencemari lingkungan sekitar bangunan. Pemilihan metode perancangan berdasar judul dan tema yang membutuhkan pendekatan fungsi ruang dalam dan luar dengan penyelesaian arsitektur.
CITY HOTEL DI KAWASAN KAYUTANGAN TEMA: ICONIC ARCHITECTURE Arif Ahmadi M.; Suryo Tri Harjanto; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kayutangan telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan warisan budaya. Kayutangan menawarkan wisata edukasi peninggalan peradaban masa lalu dilihat dari area perkantoran, pertokoan serta utilitas di kawasan kayutangan. Peminat wisata kayutangan terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, sehingga dibutuhkan fasilitas yang menunjang kegiatan menginap dan rekreasi serta ragam fasilitas yang mengupayakan pelestarian kawasan serta berdampak pada peningkatan daya jual ekonomi wisata di kawasan Kayutangan. Hal ini sesuai dengan aturan Perda RTRW Kota Malang yang berlaku. Pada upaya untuk mengimbangi peningkatan wisatawan dan mewadahi kegiatan ini maka diperlukan City Hotel yang sesuai dengan konteks Kayutangan. Metode yang digunakan dalam perancangan City Hotel adalah metode dengan pendekatan iconic architecture. Perancangan tersebut akan menjadi landmark kawasan kayutangan yang menampilkan sesuatu yang megah, atraktif, baru namun tetap menonjolkan hubungannya dengan kawasan kayutangan yang dapat mendukung fungsi perancangan sebagai akomodasi dan konvensi berupa hotel berstandar bintang empat. Perancangan ini diharapkan dapat menghasilkan perencanaan City Hotel yang akan menjadi ikon pada konteks kawasan kayutangan dan berguna sebagai peningkatan ekonomi wisata secara tepat.
GEDUNG REKTORAT KAMPUS ITN MALANG TEMA: GREEN ARCHITECTURE Bunga Syafirah S. A. N; Gaguk Sukowiyono; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Institut Teknologi Nasional Malang merupakan salah satu perguruan tinggi di Kota Malang yang berdiri sejak tahun 1969. Perancangan Gedung Rektorat ITN Malang bertujuan untuk mendukung adanya tuntutan pengembangan Kampus ITN Malang kedepannya dan pengembangan Kampus II khususnya. Rencana pengembangan kampus tersebut telah tercantum dalam Rencana Induk Pengembangan 2015-2035 ITN Malang. Perancangan Gedung Rektorat ITN Malang akan berfungsi sebagai pusat pelayanan dan pengelolaan administrasi kampus. Metode perancangan dengan pengumpulan data primer dan sekunder serta melakukan analisa hingga menghasilkan konsep dan hasil akhir berupa gambar rancangan. Perancangan menggunakan tema Green Architecture dengan memperhatikan citra dan identitas dari ITN Malang yang memilik tata ruang maupun sirkulasi yang efisien bagi pengguna. Pengaplikasian 6 prinsip dari Brenda dan Robert Vale (1991) dalam perancangan Gedung Rektorat ITN Malang ini akan menjadi pelengkap sarana dan prasarana penyeimbang suasana kegiatan akademik dan administrasi yang belum tersedia di Kampus II ITN Malang.
TEDUWISATA KERAJINAN BATIK DAN BAMBU DESA BATANGAN KABUPATEN BANGKALAN MADURA TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Osa Cevina Andaru; Gaguk Sukowiyono; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bangkalan merupakan tempat pengembangan pelestarian budaya dan menjadi salah satu warisan di Pulau Madura. Seiring berjalannya waktu, masyarakat kota menganggap kesenian tradisional mulai usang dan kurangnya fasilitas terhadap wisata di Madura. dari hal tersebut potensi seperti batik tanjung bumi dan olahan bambu di desa batangan yang belum terekspos dapat dimanfaatkan sebagai wisata edukasi. Lalu, karena wilayah ini cukup panas dan gersang dengan penerapan tema arsitektur tropis dapat mengantisipasi permasalahan tersebut terhadap fasade bangunan. Metode perancangan yang digunakan dengan cara observasi, wawancara, analisa data, dan dokumentasi.Untuk merancang sebuah obyek eduwisata kerajinan batik dan bambu dengan penerapan arsitektur tropis yaitu memberikan sebuah bukaan, secondary skin dan orientasi bangunan agar memberikan kenyamanan thermal bagi penghuninya dan fungsi obyek ini bermanfaat dalam memberikan fasilitas edukasi mengenai kerajinan batik dan bambu bagi wisatawan lokal maupun asing.
AGROWISATA GLAMPING GROUND TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Moh Rikzan Wagianto; Gaguk Sukowiyono; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Alas Rajah merupakan desa yang memiliki banyak potensi alam yang mendukung ekonomi desa diantaranya pertanian, perternakan, dan wisata. Desa Alas Rajah sudah memiliki wisata berupa penyewaan tempat dan alat berkemah namun tidak memiliki fasilitas yang memadai. berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkannya perancangan Agrowisata untuk mewadahi sektor pertanian, sedangkan Glamping Ground untuk memaksimalkan potensi desa wisata. Kondisi iklim pada tapak yaitu tropis kering, agar merespon kondisi iklim di desa tersebut perancangan ini menggunakan konsep Arsitektur Tropis. Metode perancangan yang digunakan yaitu melakukan survey secara langsung, wawancara, dokumentasi, serta didukung dengan menggunakan data dari internet, e-jurnal, e-book arsitektur dan makalah arsitektur. Fungsi dan fasilitas berupa Agrowisata Glamping Ground diharapkan mampu membuat daya tarik tersendiri bagi warga sekitar maupun wisatawan dari luar pulau Madura.
GALERI KARYA DISABILITAS TUNA DAKSA 2D DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Nadya Marissa Prameswari; Lalu Mulyadi; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun banyak yang menganggap penyandang disabilitas sebagai kelompok terpisah, sebenarnya sejumlah di antara mereka memiliki bakat seni yang luar biasa. Karya-karya seni mereka diharapkan dapat dipamerkan dan diperdagangkan di dalam dan luar negeri. Pendirian fasilitas ini bertujuan untuk menjadi wadah apresiasi permanen di Kota Malang, yang dapat menampung karya-karya seni yang dihasilkan oleh seniman penyandang disabilitas. Selain itu, upaya ini juga melibatkan relokasi acara Jogja International Disability Art Biennale yang diadakan dua tahun sekali di R.J. Galeri Katamsi, Yogyakarta. Semua langkah ini didukung oleh Pemerintah Kota Malang yang bertekad menjadikan kota lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas. Dalam metodologi desain, terdapat tiga tahap utama: Memahami, Menjelajahi, dan Mewujudkan. Konsep sirkulasi menjadi dasar dalam merencanakan tata letak ruangan guna memaksimalkan pergerakan, sambil memperhatikan kenyamanan pengunjung. Selain itu, pemilihan skema warna earth tone bertujuan menciptakan suasana yang tenang dan nyaman. Bangunan ini juga dilengkapi dengan fasilitas seperti blok guiding, rampa dengan kemiringan 6°, dan titik pendaratan setiap 9 meter, serta lift. Diharapkan bahwa fasilitas ini mampu memberikan solusi berkelanjutan terhadap berbagai tantangan yang ada.
WISATA EDUKASI PENGOLAHAN KOPI TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Yudha Prasetya Hukom; Debby Budi Susanti; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Baturetno adalah sebuah desa yang dikenal dengan penghasil kopi Dampit, hambatan yang terjadi pada Desa Baturetno tidak memiliki fasilitas pengolahan kopi. Oleh karena itu perlu adanya rancangan pengolahan kopi yang menjadikan kopi lebih komersil. Namun tidak hanya pengolahan, akan tetapi dapat menjadi pembelajaran proses pengolahan kopi. Perancangan ini bertujuan menciptakan wadah guna mengangkat potensi pengolahan kopi yang dapat menjadi pembelajaran sekaligus eksplorasi tempat bernuansa kebun kopi serta mengangkat beragam keaslian desa yang tidak kalah menarik. Metode perancangan ini menggunakan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular untuk mengangkat khas adat Jawa Timur khususnya rumah limasan. Pengumpulan data meliputi data primer studi lapangan dan sekunder meliputi hasil studi artikel dan jurnal. Hasil perancangan ini mewujudkan desain wisata edukasi yang dapat menunjang pembelajaran khususnya pengolahan kopi, serta mengangkat potensi ciri khas desa terutama kopi Dampit dan bangunan arsitektur.
GEDUNG AUDITORIUM PERTUNJUKAN MUSIK POP DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Valentino Umbu Taralandu; Lalu Mulyadi; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Malang, pertunjukan musik sering diadakan di tempat-tempat berkumpul seperti stadion, aula kampus, atau lokasi lain yang tidak boleh digunakan untuk kegiatan semacam ini. Akibatnya, suara yang dipantulkan di bawah standar atau bahkan terlalu keras untuk didengar. Oleh karena itu, penulis menyusun rencana untuk membangun Gedung Pertunjukan Musik Modern di Kota Malang karena Kota Malang membutuhkan lokasi yang secara khusus dapat menampung dan mewadahi kegiatan seperti pertunjukan musik ini. Lokasi yang penulis pilih agar mudah dijangkau dan sangat strategis yakni berada pada Jl. Dieng. Permasalahan dari perancangan ini, di sisi lain, selain menjadi Auditorium Pertunjukan Musik yang megah dengan bentuk yang tunggal, juga diharapkan mampu menyusun aransemen akustik yang baik untuk memberikan kenyamanan saat mendengarkan dan memberikan fasilitas yang dapat mendukung pertunjukan musik. Arsitektur Metafora berfungsi sebagai tema desain. Dari penjelasan tersebut, rancangan gedung pertunjukan musik ini berpotensi untuk menumbuhkan apresiasi dan pemahaman musik yang lebih besar, serta berfungsi sebagai tempat rekreasi dan pengajaran.