cover
Contact Name
Muhammad Nelza Mulki Iqbal
Contact Email
nelzamiqbal@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6285755479000
Journal Mail Official
jurnal_arsitektur_pengilon@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
2nd Floor, Department of Architecture, Institut Teknologi Nasional Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Arsitektur
ISSN : 15011410     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Pengilon is an academic journal written by bachelor student of architecture department, Institut Teknologi Nasional Malang. Pengilon covers wide variety topics in the context of built environment, architecture, and urbanism.
Articles 446 Documents
EDUWISATA KERAJINAN KAYU KOPI DI DESA BATURETNO TEMA ARSITEKTUR ORGANIK Aprilia Hartini Rianingtyas; Debby Budi Susanti; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eduwisata Kerajinan Kayu Kopi di Desa Baturetno ini sebagai suatu manifestasi impian masyarakat lokal dengan tujuan sebagai wadah dalam menunjang sektor perekonomian dengan memanfaatkan potensi wisata desa dan menitikberatkan pada industri kerajinan kayu kopi. Berlimpahnya potensi, komoditas lokal dan permasalahan terkait menjadi pendorong bahwa pembangunan sektor wisata berbasis edukasi sebagai bentuk pengenalan desa sangat diperlukan. Pembangunan dengan tetap memperhatikan lingkungan sekitar tanpa merusak potensi lokal, menyuguhkan desain yang memiliki keterikatan antar bangunan dan tapak merupakan prinsip arsitektur organik yang diaplikasikan. Akumulasi data primer seperti observasi, wawancara dan dokumentasi hingga data sekunder pemanfaatan studi literatur dan preseden menjadi metode perancangan yang dipilih. Konsep yang diterapkan berupa kesatuan antar ruang dalam dan ruang luar, bentuk bangunan yang terinspirasi dari alam dan penggunaan material alami hingga struktur yang tidak merusak potensi lokal. Oleh karena itu, berdasar dari permasalahan yang diambil hingga konsep akhir yang diterapkan bisa menjadi promotor desain Eduwisata Kerajinan Kayu Kopi sesuai pengaplikasian dalam konteks arsitektur organik.
KAMPUNG NELAYAN DI KOTA JAYAPURA TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Putri Safira Nur Andini; Gaguk Sukowiyono; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Nelayan Hamadi Jayapura ialah sebuah perkampungan yang mayoritas penduduk suku Bugis yang bekerja sebagai nelayan dan pedagang. Kampung nelayan ini terletak di Kelurahan Hamadi, distrik Jayapura Selatan, Jayapura Papua yang merupakan pusat perdagangan ikan terbesar di Kota Jayapura. Tujuan perancangan adalah untuk mengetahui kriteria rancangan yang sesuai dengan kebutuhan, kesehatan, dan kesejahteraan di kampung nelayan Hamadi serta menerapkan rancangan tema arsitektur neo-vernakular kedalam bangunan hunian kampung nelayan Hamadi. Tema arsitektur neo-vernakular digunakan perancangan ini dengan menerapkan pola tipologi arsitektur Bugis dengan menerapkan bentuk, tatanan ruang, material, ornament yang di transformasikan dalam tampilan yang kontemporer. Hasil rancangannya berupa 3 type hunian berjumlah 50 unit dan fasilitas penunjang seperti masjid, balai warga, TPI, galangan perahu, tambak, dermaga, mercusuar dan ruang komunal. Untuk kondisi lahan di atas laut maka menerapkan struktur panggung yang mencirikan bentuk arsitektur tradisional Bugis yang menggunakan tiang kayu sebagai penopang dinding dan atap. Didapat kriteria rancangan yang dapat digunakan dan sesuai dengan kebutuhan dari kampung nelayan serta dihasilkan rancangan arsitektur neo-vernakular mengikuti khas penduduk masyarakat Bugis pada bangunan hunian kampung nelayan Hamadi.
TERMINAL TERPADU DI PELABUHAN MARINA LABUAN BAJO TEMA: NEO-VERNAKULAR Firmus S. Mbeok; Breeze Maringka; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Terpadu di Pelabuhan Marina Labuan Bajo merupakan terminal yang menyediakan sarana transportasi yang melayani kedatangan/keberangkatan penumpang maupun pengunjung local maupun yang datang dari luar pulau, Terminal Terpadu yang dimaksud adalah menggabungkan beberapa jenis moda transportasi kedalam satu terminal seperti angkutan dalam kota Labuan Bajo, transportasi yang melayani kedatangan ataupun keberangkatan para wisatawan/penumpang dari bandara maupun yang baru keluar dari pelabuhan menuju tempat tujuan mereka. Tujuan dari desain ini adalah mengakomodasi kegiatan/aktivitas penumpang dan wisatawan yang ada di kota labuan bajo dengan memperhatikan fungsi dari terminal dan juga tema yang diambil yaitu tema Neo Vernakular.
Wisata Edukasi Integrated Farming di Desa Kemantren TEMA: Arsitektur Berkelanjutan Yohanes Andrian Eka Prasetya Hendra Putra; Gaguk Sukowiyono; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemantren adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa Kemantren mencakup area seluas 165.55 kilometer persegi dengan populasi sekitar 11.126 orang. Hal ini berpengaruh pada peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya, sehingga perlu penanganan khusus terutama pada pengolahan sampah. Salah satunya mengkolaborasikan tempat pembuangan sampah terpadu (reduce, reuse, recycle), dengan Integrated farming guna mengedukasi mengenai pengolahan limbah menjadi produk yang berkontribusi dalam sistem Integrated Farming yang dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai potensi sumber daya yang tersembunyi. Oleh karena itu, perlu perancangan yang membutuhkan fasilitas pengolahan sampah secara berkelanjutan yaitu wisata edukasi integrated farming. Tujuan dari perancangan ini untuk menciptakan bangunan yang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga mendukung kesejahteraan lingkungan dan masyarakat dalam jangka panjang. Metode perancangan yang digunakan dengan pendekatan tema arsitektur berkelanjutan melibatkan integrasi aspek-aspek berkelanjutan dalam setiap tahap proses perancangan. Hasil dari rancangan ini dapat memberikan edukasi bagi pengelola, masyarakat sekitar dan penggunjung agar dapat menjalani kehidupan berkelanjutan.
EKOWISATA HUTAN JATI di DESA ALAS RAJAH, MADURA TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Khansa’ Ade Taqiyyah; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Alas Rajah merupakan salah satu desa yang berada di Bangkalan, Madura. Potensi alam yakni area perbukitan yang mempunyai kawasan hutan jati, dapat dimanfaatkan untuk melindungi kawasan lingkungan desa dan pengembangan edukasi yang dapat dikembangkan melalui rancangan ekowisata. Tema pada rancangan adalah arsitektur tropis yang diambil berdasarkan kenyamanan thermal pada area tapak dan juga untuk mengkolaborasikan bentuk bangunan yang ada di lingkungan sekitar desa, dimana arsitektur tropis dituntut peka terhadap kebutuhan iklim (panas, curah hujan, kelembaban, curah hujan). Metode pada perancangan ini adalah analogi langsung dan personal diikuti dengan pengumpulan data berupa studi literatur, survey lapangan, dokumentasi dan analis. Struktur bangunan menggunakan pondasi footplat, rangka kaku, dan struktur atap kayu. Utilitas yang menjadi prioritas adalah kebutuhan air bersih, listrik dan sampah. Dengan adanya Ekowisata Hutan Jati di Desa Alas Rajah ini diharapkan dapat membantu terwujudnya program kerja daerah dan Desa Alas Rajah.
GEDUNG PUSAT KEGIATAN ARSITEKTUR DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Tasya Savira Salsabilla; Breeze Maringka; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan Kota dengan 17 sektor industri kreatif yang saat ini sedang berkembang pesat salah satunya yaitu sektor industri kreatif di bidang Arsitektur. Pelaku Arsitektur di Kota Malang banyak meraih prestasi, namun kurangnya wadah dalam memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana khusus di bidang Arsitektur. Gedung Pusat Kegiatan Arsitektur di Kota Malang hadir sebagai wadah atau pusat kegiatan bagi pelaku di bidang arsitektur dalam mengembangkan potensi di semua kegiatan yang memberikan fasilitas lengkap. Gedung ini dirancang dengan mencakup fasilitas dalam kegiatan informasi dan komunikasi yaitu ruang pameran (eksibisi), auditorium, museum arsitektur, kantor sewa biro, studi arsitektur dan fasilitas penunjang lainnya. Pendekatan tema yang diterapkan yaitu menggunakan pendekatan arsitektur kontemporer yang dimana mengacu pada analisa pelaku serta pola perilaku yang menggambarkan pelaku arsitektur inovatif, kreatif dan variatif dengan mengikuti era saat ini (up to date) yang memperhatikan segi penampilan, kenyamanan, dan lingkungan disekitar. Dengan demikian diharapkan Gedung Pusat Kegiatan Arsitektur mampu menjadi jawaban serta gambaran bagi pelaku dan masyarakat Kota Malang serta dapat menjadi ikon arsitektur di Kota Malang.
MALANG CONVENTION EXHIBITION TEMA: ARSITEKTUR POSTMODERN Afrenanda Bayu Aditya; Suryo Tri Harjanto; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang yang disebut sebagai kota kedua terbesar di Jawa Timur belum memiliki fasilitas sarana dan prasarana khusus untuk mewadahi kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibition). Event yang tidak terorganisir dengan baik yang mengakibatkan dampak negatif ke lingkungan sekitar. Dalam hal ini MICE yang merupakan wajah baru dalam dunia pariwisata yang diharapkan dapat menunjang sektor ekonomi Kota Malang. Teori Less is bore yang diciptakan oleh Robert Venturi yang berarti simple itu membosankan adalah dasar yang dipakai untuk pemilihan tema Postmodern. Metode perancangan yang digunakan yaitu pendekatan arsitektur postmodern historicism dengan tiga cara pengumpulan data yakni primer (survei pada tapak dan survei terhadap fungsi sejenis), Literatur terhadap jurnal-jurnal mengenai fungsi dan tema sejenis, dan sekunder yang berasal dari web instansi resmi dari pemerintah Kota Malang (Badan Pusat Statistik, SI-PETARUNG, dan BAPPEDA). Adapun jenis analisis yang dipakai adalah analisis induktif. Sehingga perlunya Malang Convention Exhibition sebagai wadah kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Events) yang berskala Nasional untuk meningkatkan sektor ekonomi Kota Malang dengan penerapan Postmodern Historicism pada pengaplikasian bentuk yang diharapkan menjadi landmark kawasan yang dipakai.
NFT GALERI DI KOTA MALANG TEMA: HIGH-TECH ARSITEKTUR Mochammad Rafli Firmansyah; Lalu Mulyadi; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan Kota terbesar ke-2 setelah Kota Surabaya. Kota Malang termasuk kota ekonomi kreatif berbasis teknologi. Era saat ini yang canggih akan teknologi tidak menjadi masalah bagi seniman seniman untuk berkarya berbasis teknologi. Di Kota Malang sendiri bangunan galeri untuk NFT masih belum tersedia untuk mewadahi para seniman digital kota malang. Lambat laun seni ikut berkembang seiringnya perkembangan tekonologi seperti NFT. Namun di Indonesia jarang sekali terdapat galeri seni dan Kota Malang belum terdapat fasilitas galeri NFT tersebut. Dengan adanya NFT Galeri Di Kota Malang diharapkan menjadi wadah bagi para seniman berkarya berbasis teknologi. Arsitektur berteknologi tinggi adalah arsitektur yang mengarah pada konsep arsitektur modern yang memberi kesan bangunan terhadap struktur dan teknologinya. Pendekatan pada Arsitektur High Tech dicirikan oleh penampilan internal dan eksternal, proses desain terbuka, warna cerah dan datar, optimiesme terhadap teknologi, transparasi, dan penggunaan struktur. Rancangan ini menerapkan tema arsitektur berteknologi tinggi karena menggambarkan fungsi rancangan yang berbasis teknologi tinggi sehingga penerapan tama arsitektur berteknologi tinggi sangat cocok dan juga karakteristik arsitektur. Tujuan perancangan ini adalah untuk menciptakan NFT Galeri di Kota Malang yang menggabungkan arsitektur berteknologi tinggi, aman dan nyaman dengan fasad yang menarik diharapkan menjadi pusat perhatian masyarakat kota malang.
WISATA WATERPARK DAN HOTEL DI DESA BATANGAN KABUPATEN BANGKALAN TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Agung Setya Wahyudi; Gaguk Sukowiyono; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu kabupaten sebagai tujuan transit utama dari Pulau Jawa melalui Selat Madura. Hal tersebut membuat Kabupaten Bangkalan sering sekali dikunjungi untuk perdangan maupun wisata sehingga dibutuhkannya sebuah sarana penunjang seperti hotel sebagai fasilitas akomodasi. Kabupaten Bangkalan memiliki sebuah desa yaitu Desa Batangan ,dimana terdapat sebuah potensi besar seperti sumber air berupa sumur bor yang belum dimanfaatkan sehingga dibutuhkan sebuah objek yang dapat memanfaatkan air dan menjadi daya tarik wisata, seperti Waterpark. Untuk beradaptasi dengan kondisi iklim sekitar Wisata Waterpark dan Hotel, Metode perancangan yang digunakan yaitu pendekatan konsep arsitektur tropis dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara,dokumentasi,dan internet. Konsep arsitektur tropis ini memaksimalkan penghawaan angin dengan bukaan dan mengurangi paparan sinar matahari dengan memberi secondary skin ,sehingga bangunan pada tapak dapat beradaptasi dengan iklim sekitar.
TABANAN DANCE CENTER, BALI TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR I Putu Herry Bayu Pratama; Gaguk Sukowiyono; Adhi Widyarthara
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bali terkenal dengan Kesenian dan Tradisinya. Salah satu contoh daerah yang memiliki banyak kesenian yaitu Kabupaten Tabanan, contohnya yaitu seni tari yang bisa dijadikan potensi untuk mengembangkan pariwisata akan tetapi belum tersedia wadah atau tempat khusus bagi para seniman tari untuk mengembangkan karyanya. Sehingga diperlukan sarana pengembangan kesenian tari yang bertujuan untuk mewadahi kegiatan pendidikan, pagelaran, sekaligus tempat wisata kesenian tari yaitu Tabanan Dance Center. Seiring berkembangnya zaman, dunia arsitektur berkembang menjadi lebih modern dengan menggunakan tema Arsitektur Neo-Vernakular memiliki tantangan tersendiri dikarenakan pada proses perancangan maupun mendesain sebuah bangunan harus tetap menjaga budaya maupun ciri khas dari arsitektur lokal. Perancangan Tabanan Dance Center ini menggunakan metode linier yaitu proses desain yang berkelanjutan, dengan adanya Tabanan Dance Center ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di Kabupaten Tabanan.