Articles
150 Documents
Peran Pustakawan dalam Implementasi Konsep Perpustakaan Digital
Nurjannah, Nurjannah
LIBRIA Vol 8, No 1 (2016): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/1219
Implementasi teknologi informasi dan komunikasi telah melahirkan konsep yang disebut perpustakaan digital. Konsep tersebut bertujuan untuk memberikan akses informasi yang cepat dan akurat kepada pengguna. Namun dalam implemetasinya bukanlah perkara yang mudah, sehingga perlu adanya peranan pustakawan dalam implementasinya. Peranan tersebut adalah perlunya pustakawan memahami konsep perpustakaan digital sehingga tidak ada kesalah pahaman antara perpustakaan digital dengan otomasi perpustakaan, perlunya peranan pustakawan dalam menjamin kemudahan akses konten digital, dan peranan manajemen sistem pengembangan perpustakaan digital. Selain itu, dalam menjalankan peranan pustakawan digital, pustakawan dituntut untuk meningkatkan kompetensinya terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Peningkatan Layanan Knowledge Sharing Perpustakaan melalui WhatsApp
Abdul Manar, Abdul Manar
LIBRIA Vol 10, No 2 (2018): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/4072
WhatsApp digunakan secara meluas oleh setiap individu untuk berkomunikasi atau berinteraksi satu sama lain secara online. Sebagai sebuah aplikasi, WhatsApp memberikan berbagai kemudahan bagi penggunanya dalam menyampaikan pesan teks kepada koleganya, termasuk photo, video dan suara.Aplikasi tersebut memungkinkan setiap individu atau kelompok berdiskusi membahas satu problema tertentu dalam satu group tanpa harus bertemu tatap muka. Tanya jawab, permintaan, saran, kritikan dan complain bisa disampaikan melalui media sosial bernama WhatsApp. Layanan perpustakaan bisa ditingkatkan menggunakan aplikasi ini dengan mengembangkan layanan knowledge sharing.Perpustakaan membangun database koleksi digital untuk dilayankan kepada pemustaka secara online.Knowledge sharing akan berjalan dengan baik jika dijembatani oleh sebuah aplikasi berupa WhatsApp. Pemustaka dapat meminta kepada pustakawan bahan bacaan yang diperlukan dengan mengirim pesan teks, kemudian pustakawan memberikan jawaban disertai bahan yang diminta oleh pemustaka.Aplikasi WhatsApp sangat bagus digunakan di perpustakaan dalam upaya meningkatkan layanan informasi atau knowledge sharing. Perpustakaan sebaiknya membuat sebuah nomor kontak dan di-publish agar bisa dimamfaatkan oleh pemustaka untuk akses informasi yang ada di perpustakaan tersebut.
Mahasiswa Part Time dan Aksesibilitas Pemustaka terhadap Koleksi Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Afrina, Cut
LIBRIA Vol 9, No 1 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/1685
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mahasiswa part time dalam membantu aksesibilitas pemustaka terhadap koleksi pada Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, pendekatan lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah. Adapun jumlah mahasiswa part time yang diamati adalah berjumlah 24 orang selama lima minggu. Peran mahasiswa part time dalam membantu aksesibilitas pemustaka terhadap koleksi pada perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mahasiswa part time sangat memberikan nilai positif dalam membantu aksesibilitas pemustaka di perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan adanya mahasiswa part time mampu memberikan layanan prima kepada para difabel yang ingin mengakses koleksi perpustakaan.
DESTRUKSI KECEMASAN AKAN PERPUSTAKAAN
Okky Rizkyantha, Okky Rizkyantha
LIBRIA Vol 10, No 1 (2018): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/3380
Mahasiswa baru yang memasuki dunia literasi informasi di Perpustakaan perguruan tinggi terkadang merasa khawatir dengan mekanisme dan aturan yang ada di perpustakaan. Kecemasan akan perpustakaan disebut library anxiety. Kecemasan yang dialami oleh individu ketika menggunakan perpustakaan diakibatkan berbagai hal, baik itu kerana ketakutan menggunakan fasilitas perpustakaan, ada trauma tersendiri, ataupun masalah psikologi lainnya yang dapat menghalangi mahasiswa untuk memanfaatkan perpustakaan secara efektif dan efisien. Kajian ini dilakukan pada Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang mempunyai program pendidikan pemakai khusus untuk mahasiswa baru. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dalam memberikan layanan pendidikan pemakai untuk menghadapi kecemasan pemustaka. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan didukung oleh literatur yang berhubungan. Data diambil dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Strategi yang digunakan Perpustakana UIN Sunan Kalijaga dalam mengahadapi kecemasan mahasiswa akan perpustakaan antara lain class and library tour, penggunaan teknologi perpustakaan, serta pustakawan yang interaktif.
Studi Litelatur Tantangan Perpustakaan dalam Pelestarian Koleksi Digitaldi Litelatur Tantangan Perpustakaan dalam Pelestarian Koleksi Digital
Handisa, Rattahpinnusa Haresariu
LIBRIA Vol 12, No 1 (2020): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/7682
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mendorong terjadinya ledakan informasi. Beragam jenis konten digital diproduksi dengan mudah berkat bantuan kecanggihan teknologi. Perpustakaan sebagai lembaga pengelola informasi turut beradaptasi dengan fenomena disrupsi informasi tersebut dengan pengembangan koleksi digital dan pelestarian digital. Namun karakteristik konten digital yang unik memerlukan penangangan khusus dalam pelestariannya. Mempertimbangkan kompleksitas penanganan konten digital diperpustakan maka artikel ilmiah ini bertujuan mendiskusikan tantangan dalam pelestarian digital dan membahasnya secara terperinci berdasarkan sifat teknis, manajerial dan legal dalam perspektif global maupun regional. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang berfungsi menggambarkan suatu pola atau fenomena pada kajian keilmuan yang spesifik dengan teknik pengumpulan data berupa studi litelatur yang dianalisis secara deskriptif.Hasil studi litelatur mengidentifikasi setidaknya tiga tantangan, yakni: 1.) Tantangan teknis berupa keusangan teknologi (technological obselete) yang memperpendek usia pakai perangkat penyimpanan media digital; 2.) Tantangan organisasi berupa keterbatasan anggaran dan minimnya ketersediaan tenaga ahli dibidang pelestarian digital menyebabkan pelestarian digital bukanlah merupakan program prioritas bagi perpustakaan; 3.) Tantangan hukum berupa rumitnya penyelesaian hokum atas pelanggaran hak cipta atas konten digital berstatus orphan books disebabkan oleh kesulitan melacak keberadaan pemilik hak cipta atau pewaris orphan books. Simpulan utama dari studi ini adalah perpustakaan perlu mewaspadai keusangan teknologi sebagai tantangan utama dalam program pelestarian digital sebab keusangan perangkat lunak dan keras menyebabkan hilangnya akses atas konten digital koleksi perpustakaan. Namun tantangan teknis tersebut dapat diantisipasi dengan melakukan perawatan berkala melalui serangkaian kegiatan sebagai berikut: perumusan kebijakan pelestarian digita, prosedur dan standard mitigasi keusangan teknologi serta perawatan teknologi secara berkala melalui back up, migrasi, konversi format digital ke format analog secara berkala, dan melakukan digital arkeologi. Kata Kunci: pelestarian digital, keusangan teknologi, keterbatasan dana dan tenaga, pelanggaran hak cipta
HUBUNGAN PEMANFAATAN KOLEKSI ON-RESERVE UPT PERPUSTAKAAN UNSYIAH DENGAN JUMLAH PEMUSTAKA UPT PERPUSTAKAAN UNSYIAH TAHUN 2017 s/d 2020.
Zakiah, Zakiah;
Darlina, Darlina
LIBRIA Vol 12, No 02 (2020): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/9017
Proses penempatan koleksi diperpustakaan merupakan salah kegiatan terpenting karena jika terjadi kesalahan penempatan maka akan berakibat fatal ketika akan melakukan temu kembali informasi. Kebijakan penempatan koleksi tandon di perpustakaan perlu dilakukan mengingat bahwa perbandingan pengadaan koleksi tidak berbanding dengan jumlah pemustaka. UPT perpustakaan unsyiah telah memiliki ruang khusus untuk penempatan buku tandon dan perbandingan pemustaka yang masuk ke perpustakaan setiap tahunnya dengan yang masuk ke bagian on reserve berbanding sama yaitu 1 %. Keberhasilan layanan on reserve UPT perpustakaan unsyiah sangat berhubungan dengan beberapa layanan lainnya yang ada di perpustakaan Unsyiah yaitu layanan teknis, layanan help desk, layanan preservasi serta layanan fotocopy. Key word: Layanan perpustakaan, Koleksi on reserve, foto kopi
INTERAKSI SOSIAL PUSTAKAWAN DENGAN PEMUSTAKA PADA UPT. PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH ACEH
Sri Wahyuni, Sri Wahyuni
LIBRIA Vol 11, No 2 (2019): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/5981
Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yangmenyangkut hubungan antar individu dengan kelompok, dankelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interkasi sosial makatidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Dalam kegiatanlayanan hubungan sosial/interaksi antara pustakawan denganpemustaka merupakan interaksi sosial yang lazim terjadi di suatuperpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauhmanaproses interaksi sosial yang dilakukan antara pustakawan denganpemustaka pada UPT. Perpustakaan Universitas Serambi MekkahAceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahpenelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Informandalam penelitian adalah pustakawan yang berjumlah 3 orang. Untukmendukung pengumpulan data tersebut, maka penelitimenggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.Dalam hal ini peneliti menggunakan proses analisis data denganmetode reduksi data (data reduction), penyajian data (data display,verification (conclusion drawing). Adapun hasil penelitian yang yaituterjadinya interaksi sosial antara pustakawan dan pemustaka diUPT. Perpustakaan Universitas Serambi Mekkah Aceh berlangsungmelalui kontak sosial dan komunikasi sosial. Interaksi yang terjadiantara pustakawan saat memberikan pelayanan melakukankomunikasi secara efektif, bersikap ramah, dan bersahabat kepadapemustaka yang berkunjung. Adapun Bentuk-bentuk interaksi sosialyang terjadi antara pustakawan dengan pemustaka yaitu:kerjasama, motivasi, akomodasi, asimilasi dan simpati. Hal inidilakukan untuk membuat pemustaka merasa nyaman dan familiarterhadap pustakawan.
Peran Pustakawan dalam Manajemen Konflik di Perpustakaan
Yuliana, Cut Putroe
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/2408
Artikel ini berjudul Peran Pustakawan dalam Manajemen konflik di Perpustakaan dimanafokus pembahasan dari artikel ini adalah bagaimana seorang pustakawan dapat berperan dengan baik dalam organisasinya untuk menyelesaikan gesekan-gesekan yang terjadi di dunia perpustakaan. Untuk mewujudkan itu semua Pustakawan dituntut untuk memiliki kompetensi, pengetahuan dan keterampilan dalam hal penyediaan informasi dan mampu menemukan solusi dari setiap problematika pada saat terjadi kesalahpahaman menerjemahkan ide-ide yang ada antara pustakawan dan pegawai perpustakaan dan pemustaka. Pada umumnya konflik berlangsung dalam lima tahap, yaitu tahap potensial, konflik terasakan, pertenangan, konflik terbuka, dan akibat konflik. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengandisiplin, pertimbangan pengalaman dalam tahapan kehidupan, komunikasi, mendengarkan secara akti,danteknik ataukeahlian untuk mengelola konflik.
Pengembangan Koleksi melalui Pengadaan pada Perpustakaan Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Afrina, Cut
LIBRIA Vol 8, No 1 (2016): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/1221
Kegiatan utama pengembangan koleksi perpustakaan yaitu pengadaan koleksi yang bertujuan untuk menambah dan memberikan informasi terbaru agar dapat dimanfaatkan pemustaka. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mengobservasi dan memaparkan “Pengembangan Koleksi Melalui Pengadaan pada Perpustakaan Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry Banda Aceh†mengenai cara pengadaan koleksi, serta kendala atau hambatan yang dihadapi oleh Perpustakaan Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam pengadaan koleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan narasumber, dan observasi. Penelitian ini diselesaikan dalam jangka waktu dua bulan, terhitung dari tanggal 27 Mei sampai dengan 27 Juli 2011. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengadaan koleksi buku dilakukan dengan cara pembelian, sumbangan atau hadiah, titipan, tukar menukar, wajib simpan, serta pembuatan sendiri, namun perpustakaan belum memiliki kebijakan secara tertulis tentang pedoman pengembangan koleksi melalui pengadaan. Kendala yang dihadapi perpustakaan diantaranya: ketiadaan pengelola atau pustakawan yang bekerja di perpustakaan Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry Banda Aceh, alokasi anggaran yang diatur oleh pihak dekanat, sehingga untuk melakukan pengadaan koleksi tidak ada anggaran khusus untuk diserahkan kepada staf yang berkerja di perpustakaan.
UPAYA TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) AR-RASYID DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS LITERASI
Wardah, Mutia Watul
LIBRIA Vol 11, No 1 (2019): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/4989
Taman Bacaan Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan di bidang bahan bacaan dan pelaksanaan kegiatan literasi kepada masyarakat . Metode penelitian dalam penelitian ini dengan menggunakan deskriptif kualititatif melalui data yang diperoleh dari lapangan (field research). Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil dalam penelitian ini adalah salah satu Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang menyediakan dan memberikan layanan dalam hal pemberdayaan masyarakat berbasis literasi adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Ar-Rasyid. Rasyid mempunyai program dalam pemberdayaan anak-anak seperti pengenalan huruf, membaca, berhitung, merajut, menari, melukis, pengenalan bahasa asing terutama bahasa Arab dan Inggris, pengenalan komputer, program literasi kepada masyarakat secara umum pada hari Minggu saat Car Free Day. Upaya TBM Ar-Rasyid dalam pemberdayaan masyarakat berbasis literasi tidak terlepas dari peran relawan pegiat literasi.