cover
Contact Name
Suherman
Contact Email
suherman@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285277389989
Journal Mail Official
jurnal.libria@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Perpustakaan Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Jln. Ar-Raniry No.1 Darussalam - Banda Aceh, 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
LIBRIA: Library of UIN Ar-Raniry
ISSN : 20861532     EISSN : 25498606     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
This journal specializes in any topics and subjects related to the Librarianship, information and documentation, also it present the subjects and topics related to archives and literacy
Articles 150 Documents
Manajemen Pengelolaan Dayah dan Kaitannya Terhadap Pengembangan Perpustakaan Berdasarkan Standar Nasional Indonesia Perpustakaan di MAS Dayah Darul Ihsan Tgk. H. Hasan Krueng Kalee Khairiah, Khairiah
LIBRIA Vol 8, No 2 (2016): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/1214

Abstract

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan Dayah Darul Ihsan Tengku Haji Hasan Krueng Kalee dan kaitannya dengan pengembangan perpustakaan dayah tersebut berdasarkan Standar Nasional Indonesia 7329: 2009 tentang perpustakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kaitan pengelolaan Dayah Darul Ihsan Tengku Haji Hasan Krueng Kalee terhadap pengembangan perpustakaan dayah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pola pengelolaan dayah sudah baik, namun ada beberapa kendala yang membuat pengembangan perpustakaan tidak sepenuhnya memenuhi standar SNI 7329: 2009 seperti pola yang terlalu sentralistik, pembatasan wewenang, tindak lanjut dari laporan yang diberikan lamban. Perpustakaan bukan merupakan prioritas ataupun perpustakaan dianggap sudah pada fase bagus sehingga tidak perlu diperbaiki lagi. Beberapa kendala ini menunjukkan bahwa dari 11 aspek yang terdapat dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 7329: 2009 tentang perpustakaan, 7 aspek (64%) yang sudah sesuai dengan standar tersebut, yaitu aspek koleksi, pengolahan materi perpustakaan, perawatan materi perpustakaan, sumber daya manusia, penyelenggaraan perpustakaan, perabotan dan peralatan, dan kerjasama perpustakaan, sedangkan 4 aspek (36%) yaitu aspek layanan, ruang, anggaran, dan teknologi informasi dan komunikasi belum sesuai.
Evaluasi Koleksi: Antara Ketersediaan dan Keterpakaian Koleksi Syukrinur, Syukrinur
LIBRIA Vol 9, No 1 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/1690

Abstract

Tulisan ini berjudul “Evaluasi Koleksi: Antara Ketersediaan dan Keterpakaian Koleksi. Evaluasi koleksi merupakan salah satu cara untuk dapat mengetahui kesesuaian koleksi dengan kebutuhan pengguna disamping kekuatan dan kelemahan dalam upaya perbaikan kualitas koleksi ketika pengembangan koleksi. Metode evaluasi koleksi dalam kajian ini berdasarkan pedoman American Library Association (ALA’s Guide to the Evaluation of Library Collections.
Manajemen Preservasi Koleksi Perpustakaan Akademik Syukrinur A. Gani, Syukri Nur
LIBRIA Vol 10, No 2 (2018): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/4070

Abstract

Tulisan ini berjudul “Manajemen Preservasi Koleksi Perpustakaan Akademik”. Preservasi merupakan usaha menjaga koleksi agar tetap utuh atau bertahan lama. Tindakan pelestarian tersebut dilakukan pustakawan baik secara preventif maupun kuratif. Manajemen pelestarian koleksi, tujuan pelestarian  koleksi dan fungsi preservasi koleksi, dielaborasi dalam tulisan ini. 
Kajian Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan pada Pegawai Pusat Penelitian Limnologi LIPI Mulyana, Saepul
LIBRIA Vol 12, No 1 (2020): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/7675

Abstract

AbstrakKajian pemanfaatan koleksi perpustakaan dilakukan di perpustakaan Pusat Penelitian Limnologi-LIPI (P2L LIPI) pada bulan Agustus-September tahun  2018. Pemanfaatan koleksi perpustakaan pada pegawai Pusat Penelitian Limnologi-LIPI disebar sebanyak 43 responden. Tujuan dilakukan kajian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemanfaatan koleksi serta permasalahan dalam pemanfaatan koleksi perpustakaan P2L LIPI. Jumlah koleksi sampai dengan tahun 2018 berjumlah 7708 koleksi, yang terdiri dari buku 2119 judul, skripsi, tesis dan disertasi berjumlah 234 judul dan untuk jurnal berjumlah 5314 Judul. Jumlah pemustaka dari tahun 2016-2018 berjumlah 4431 pemustaka. Jumlah peminjaman koleksi bahan pustaka dari tahun 2016-2018 oleh pegawai Pusat Penelitian Limnologi-LIPI berjumlah 679 koleksi. Kata kunci: perpustakaan, bahan pustaka, pemustaka, responden
STRATEGI PRESERVASI INFORMASI DIGITAL DALAM MENJAGA AKSESIBILITAS INFORMASI Fatwa, Annisa Nur
LIBRIA Vol 12, No 02 (2020): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/9026

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memberikan wawasan bagi sebuah perpustakaan yang akan melakukan preservasi informasi digital mengenai strategi dan persiapan apa saja yang perlu dilakukan pada kegiatan preservasi informasi digital dan kaitannya dalam aksesibilitas informasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan pengambilan data dilakukan dengan telaah pustaka dan penelusuran informasi yang bersumber dari karya ilmiah yang telah dipublikasikan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa strategi preservasi digital yang dapat dilakukan diantaranya adalah strategi preservasi teknologi, penyegaran atau pembaruan, migrasi dan format ulang, emulasi, arkeologi digital, serta mengubah data digital menjadi analog. Selanjutnya kaitannya dalam aksesibilitas informasi, preservasi informasi digital ini perlu dilakukan karena erat dengan keutuhan dan keabsahan materi digital yang bertujuan agar dapat terus-menerus diakses dalam jangka waktu yang sangat lama. Kata Kunci: Strategi, Preservasi, Informasi Digital, Aksesibilitas
Konstribusi Tokoh dalam Dunia Perpustakaan: Analisis Pemikiran G. Edward Evans tentang Pengembangan Koleksi Andayani, Sri
LIBRIA Vol 9, No 1 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/1691

Abstract

Para tokoh mempunyai andil besar terhadap kemajuan bidang Ilmu Perpustakaan. Konsep dan ide-ide yang digagas menjadi kerangka berpikir dan pedoman bagi mereka yang terjun ke dalam dunia perpustakaan. Artikel ini menyajikan pemikiran G. Edward Evans mengenai pengembangan koleksi dengan rumusan patron community. Tujuannya adalah untuk memberi gambaran tentang konsep patron community yang dilakukan dalam pengelolaan perpustakaan yang dibandingkan dengan konsep pengembangan koleksi hasil pemikiran Yuyu Yulia. Isi artikel diharapkan dapat memberi inspirasi bagi mahasiswa Ilmu Perpustakaan, pustakawan dan semua pihak yang terlibat dalam pengembangan koleksi di perpustakaan.
Teori Strukturasi: Habitus dan Kapital dalam Strategi Kekuasaan (Studi Kepemimpinan Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta) Ade Nufus, Ade Nufus
LIBRIA Vol 11, No 2 (2019): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/5976

Abstract

Perpustakaan sebagai sebuah organisasi penyedia informasi dianggap pelu menerapkan sistem manajemen organisasi yang mengatur tentang struktur organisasi. Hal tersebut dianggap perlu karena sebuah perpustakaan juga harus memiliki sosok pemimpin yang memiliki kemampuan dalam mempengaruhi, menaungi dan mampu memotivasi karyawannya agar dapat mencapai tujuan bersama yaitu hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan perpustakaan. Kepemimpinan sering dikaitkan dengan sebuah kekuasaan, baik dalam mengambil kebijakan, menetapkan standar dan memutuskan hubungan kerja. Dalam teori kekuasaan yang diungkapkan Pierre Bourdieu, kekuasaan adalah sebuah strategi dalam mempertahankan dominasi melalui melakukan upaya-upaya yang berbeda dengan orang lain. Kemudian dominasi tersebut ditentukan oleh kepemilikan kapital, habitus dan strategi penempatan kapital.
Meningkatkan Profesionalisme Pustakawan Referensi di Perguruan Tinggi melalui Komunikasi yang Efektif Yusrawati, Yusrawati
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/2407

Abstract

Dewasa ini, perkembangan informasi semakin cepat layaknya udara yang kita hirup tiap detik. Informasi pun semakin beragam bila ditinjau dari segi media, isi, dan cakupannya. Dalam hal ini, pentingnya sumber daya manusia yaitu pustakawan yang akan menggerakkan roda dan mengembangkan perpustakaan agar berperan serta secara optimal . Kata pustakawan berasal dari kata “pustaka”, sehingga penambahan kata “wan” diartikan sebagai orang yang pekerjaannya atau profesinya terkait erat dengan dunia pustaka atau bahan pustaka. Dalam bahasa Inggris pustakawan disebut “librarian”. Kemudian istilah pustakawan berkembang lagi yaitu sama-sama mengelola informasi diantaranya pakar informasi, pakar dokumentasi, pialang informasi, manager pengetahuan, dan sebagainya. Pustakawan referensi merupakan sumber daya manusia yang harus memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus dalam memenuhi pelayanannya kepada pemustaka secara professional sesuai dengan kebutuhan. Pelayanan ini dilakukan oleh pustakawan terlatih khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka, baik secara langsung bertatap muka, melalui telepon, maupun secara elektronik. Pustakawan tidak hanya menjawab pertanyaan substantif, tetapi juga membimbing pemustaka untuk memilih dan menggunakan sarana yang tepat untuk penelusuran informasi. Pustakawan mengarahkan pemustaka ke sumber informasi, membantu mereka mengevaluasi, bahkan merujuk ke sumber di luar perpustakaan. Namun pada kenyataannya, sekarang ini belum semua pustakawan referensi yang berada di perguruan tinggi memiliki sikap komunikatif terhadap pemustaka. Pentingnya komunikasi yang efektif dalam memberikan layanan referensi di perpustakaan perguruan tinggi tidak bisa terlalu menjadi tolak ukur, namun ini dapat menjadi pondasi kesuksesan bagi pustakawan referensi untuk memahami pertanyaan pemustaka dan memenuhi kebutuhan informasi mereka. Bidang referensi merupakan titik pertemuan antara perpustakaan dan lingkungan eksternal. Bidang ini adalah salah satu bidang dari perpustakaan dimana terjadinya interaksi langsung dengan publik. Oleh karena itu, pustakawan referensi berfungsi sebagai pelayan informasi. Efektivitas dan efesiensi dari menjembatani tersebut didasarkan pada kemampuan pustakawan untuk berkomunikasi yang efektif dengan pengguna, tujuannya untuk mempromosikan perpustakaan di mata masyarakat dan meningkatkan eksistensi perpustakaan.
Unsur-Unsur Efek Cahaya Pada Perpustakaan Yuliana, Cut Putroe
LIBRIA Vol 8, No 1 (2016): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/1220

Abstract

Perpustakaan sebagai tempat untuk belajar membutuhkan intensitas pencahayaan yang cukup untuk mendukung aktivitas penggunanya. Pencahayaan pada ruang perpustakaan menentukan kenyamanan beraktivitas di dalam ruangan perpustakaan bagi pemustaka. Hal ini merupakan salah satu aspek dari pelayanan perpustakaan terhadap kepuasan dan kenyamanan pemustaka. Pencahayaan di tempat kerja khususnya di perpustakaan merupakan aspek penting dalam menunjang aktivitas di perpustakaan. Kondisi pencahayaan yang tidak memenuhi standar dapat mengganggu aktivitas dan menyebabkan terjadinya keluhan kesehatan khususnya kesehatan mata. Ruang lingkup dari pencahayaan dalam sebuah ruangan terbagi atas; sitem pencahayaan, kualitas pencahayaan, intensitas pencahayaan, penyusutan bahan dan perencanaan penerangan dalam ruangan.
PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL BAGI PERPUSTAKAAN ZAMAN NOW A’yunin, Nadia Amelia Qurrota
LIBRIA Vol 11, No 1 (2019): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/4988

Abstract

Makalah yang berujudul Peran Kepemimpinan Transformasional Bagi Perpustakaan Zaman Nowini bertujuan untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kepemimpinantransformasional serta bagaimana peran kepemimpinan transformasional bagi perpustakaan zaman now. Untuk menghadapi tantangan perpustakaan zaman now, maka diperlukan adanya pemimpin yang memiliki visi serta mampu mendorong stafnya untuk melakukan perubahan stafnya untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. Kepemimpinan yang idela untuk gebrakan perpustakaan zaman now, yaitu diperlukannya kepemimpinan transformasional, yaitu kepemimpinan yang bertujuan untuk perubahan. Adapun peran pemimpin transformasional terhadap perpustakaan zaman now antara lain sebagai berikut : 1) memiliki visi yang membawa perubahan perpustakaan ke arah yang lebih baik, 2) sebagai motivator bagi pustakawan, 3) memberikan kesempatan kepada pustakawan untuk menyampaikan ide, gagasan dan berinovasi untuk perkembangan perpustakaan, 4) sebagai role model bagi pustakawan/staf, 5) menyebarkan pembelajaran dalam organisasi, 6) memberikan penghargaan belajar dan inovasi, 7) meningkatkan kompetensi pustakawan/sstaf, 8) memberikan stimulasi intelektual kepada pustakawan/staf untuk dapat berinovasi di dalam perkembangan perpustakaan. 9) menyediakan sumber daya yang memadai bagi pustakawan/staf untuk menjalankan sebuah tugas dimana mereka diberikan tanggung jawab.

Page 5 of 15 | Total Record : 150