cover
Contact Name
Obing Katubi
Contact Email
jurnalmasyarakati@gmail.com
Phone
+6281319021904
Journal Mail Official
jurnalmasyarakati@gmail.com
Editorial Address
Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)-LIPI Gedung Widya Graha Lantai 9, Jalan Gatot Subroto Nomor 10 Jakarta Selatan.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Masyarakat Indonesia
ISSN : 01259989     EISSN : 25025694     DOI : https://doi.org/10.14203/jmi.v44i2
Artikel yang dimuat dalam Jurnal Masyarakat Indonesia dapat berbasis hasil penelitian maupun pemikiran, dengan fokus bahasan yang berkaitan dengan perihal masyarakat Indonesia. Tiap terbitan memiliki tema yang berbeda-beda dan dapat ditelaah dari berbagai disiplin ilmu berdasar sudut pandang keahlian penulis. Jurnal Masyarakat Indonesia mengutamakan tulisan tentang isu dan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia yang dikaji dari berbagai sudut pandang ilmu-ilmu sosial kemanusiaan. Artikel yang dikirim ke Jurnal Masyarakat Indonesia, dapat ditulis, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Isi Jurnal Masyarakat Indonesia meliputi artikel ilmiah, ringkasan disertasi, dan review buku-buku terbaru dalam bentuk artikel.
Articles 268 Documents
Kontroversi Realisasi Kursi Afirmasi Anggota Legislatif dalam Otonomi Khusus Papua jamal, ode
Masyarakat Indonesia Vol 45, No 2 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v45i2.887

Abstract

Munculnya muatan  afirmasi dalam UU Otsus Papua, merupakan suatu perjuangan panjang yang salah satunya dilatar-belakangi oleh rendahnya perwakilan politik dalam rangka kepentingan Orang Asli Papua (OAP). Kondisi ini pun, mendapat perhatian tim asistensi perancang UU Otsus Papua, yang kemudian munculnya pokok pikiran kuota afirmasi ¼ (satu perempat) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) bagi orang asli Papua. Dalam realisasinya, kuota tambahan anggota DPRP tersebut menemui jalan panjang dan kontroversi antara pihak pemerintah, kelompok masyarakat, dan elit politik.Tujuan dari tulisan ini adalah 1) untuk mengetahui latar belakang munculnya kuota tambahan afirmasi ¼ (satu perempat) anggota DPRP bagi orang asli Papua; dan 2) untuk mengetahui dinamika kontroversi isu kuota tambahan afirmasi ¼ (satu perempat) anggota DPRP bagi orang asli Papua pada Pemilihan Umum 2009 dan 2014.Metode penelitian terdiri dari: pendekatan kualitatif, dan studi kasus. Data primer yang digunakan diperoleh dari wawancara mendalam (in-depth interview) kepada sejumlah narasumber. Sedangkan data sekunder diperoleh dari kajian pustaka dan dokumen.Hasil penelitian menyimpulkan, bahwa: 1) latar belakang munculnya kuota tambahan anggota DPRP, merupakan suatu kebijakan afirmasi dalam meningkatkan partisipasi politik orang asli Papua. Harapan dari kebijakan afirmasi ini sebagai suatu bagian penyelesaian kesenjangan dalam rekrutmen politik orang asli Papua, terutama yang terjadi di bawah rezim Orde Baru; dan 2) Penafsiran berbeda tentang muatan UU Otsus Papua, khususnya kuota kursi afirmasi baik pemerintah pusat-daerah, elit politik, dan kelompok masyarakat  adalah faktor sulitnya kuota kursi afirmasi ini direalisasikan.
KONSERVASI BERBASIS KOMUNITAS RELIGI: MEMBEDAH PERAN ORMAS KEAGAMAAN DALAM UPAYA MELESTARIKAN SUMBER DAYA ALAM DI INDONESIA Ulil Amri
Masyarakat Indonesia Vol 38, No 1 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v38i1.294

Abstract

This article describes the role of religious-based communities in promoting conservation practices. The subjects of research are pesantrens and schools, which af?liated with Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah, the two biggest and oldest Islamic communities in Indonesia. The idea of conservation is originated from a combination of ethical values based on global environmental movement and the Islamic eco-theology. This idea is manifested into three types of practices including: 1) mitigating environmental destructive activitiesmainly deforestation; 2) conducting reforestation; and 3) providing alternative energy resources. Despite their relative success in introducing conservation practices, there are some obstacles that may hamper the future of such practices, i.e. the problem of elite capture, lack of initiative from community members, different views which leads to con?ict, and half-hearted commitment of certain community members to support the conservation practices.Keywords: Konservasi, Komunitas Religi, Nahdatul Ulama, Muhammadiyah
MENGHIJAUKAN SEKTOR SAWIT MELALUI PETANI, LESSON-LEARNED HIVOS UNTUK ISU SAWIT BERKELANJUTAN Nia Kurniawati Hidayat
Masyarakat Indonesia Vol 43, No 1 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v43i1.752

Abstract

POPULATION HISTORY IN A DANGEROUS ENVIRONMENT: HOW IMPORTANT MAY NATURAL DISASTERS HAVE BEEN? Anthony Reid
Masyarakat Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v39i2.627

Abstract

The longer the time-depth considered, the more human history is dependent on thebeneficence of the planet we inhabit. The disastrous Aceh tsunami of 2004 stimulatedgeological research which has revealed similar mega-tsunamis resulting fromearthquakes of 9.0 magnitude or more every few centuries in the past. Even moredestructive to civilization and agriculture are the massive volcanic eruptions suchas Tembora (1815), which caused crop failures around the world, let alone in underresearched Indonesia itself. The new geological research strengthens a growing senseof Indonesian population history as one unusually exposed to the disruptive rhythm ofthe planet. In periods of relative quiescence on the ring of fire, such as the twentiethcentury, a benign climate and fertile volcanic soils can produce rapid population growthand development. But rather than forming a constant, this pattern appears to have beeninterrupted by periodic disasters. Interdisciplinary research is desperately needed tolocate past traumas, and relate them to what we know of the historical record. It mayalso reveal, on the positive side, that the Archipelagos celebrated human and biologicaldiversity owes something to the periodic disruption to agriculture-based civilization.Keywords: Natural disaster, Volcanic, Population
Kebangkitan Dokter Pribumi dalam Lapangan Kesehatan : Melawan Wabah Pes, Lepra dan Influenza di Hindia Belanda Awal Abad 20 Siti Hasanah
Masyarakat Indonesia Vol 46, No 2 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v46i2.908

Abstract

Abstrak :Dalam upaya memutus mata rantai wabah dibutuhkan sinergitas yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, antara dokter dan masyarakat, maupun sesama dokter itu sendiri. Dalam tatanan birokrasi kesehatan kolonial, awalnya dokter pribumi selalu mengalami diskriminasi dan pada beberapa kasus hubungan dengan dokter Eropa tidak harmonis. Namun saat-saat terjadi wabah mengharuskan mereka tetap bersinergi. Awalnya dokter Eropa lebih dominan untuk menjadi tokoh-tokoh kunci dalam penelitian dan pencarian solusi ketika terjadi wabah. Lalu trendnya berubah sejak awal abad ke 19. Atas kebangkitan dokter pribumi yang tidak terlepas dari revolusi pendidikan STOVIA dan kemunculan Vereeniging van Inlandsche Geneeskundige, sebuah perkumpulan dokter pribumi di tahun 1909. Dua faktor ini mendorong para dokter pribumi semakin melibatkan diri dalam lapangan kesehatan maupun penelitian. Tulisan ini ingin menelusuri lebih jauh kebangkitan para dokter pribumi dalam lapangan kesehatan sejak awal abad 20, khususnya dalam konteks penanganan wabah di beberapa daerah. Lalu seperti apa sinergitas yang dibangun antara dokter pribumi dengan dokter Eropa dalam penanganan wabah, khususnya wabah pes, influenza dan lepra.Kata kunci : Kebangkitan, Dokter pribumi, Sinergitas, Wabah
BY THE NUMBERS: MAKASSARS TRADE, CENTRALIZED STATISTICS AND LOCAL REALITIES Heather Sutherland
Masyarakat Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v39i2.593

Abstract

The valuable trade statistics provided by the Netherlands Indies government are a boonto researchers, but should not be accepted at face value. The extent to which shippersavoided registration is indicated by a comparison of Makassars trade figures beforeand after it was made a free-port in 1847, while early twentieth-century data fromMakassar itself show a significantly higher level of maritime traffic than Bataviasdo. This suggests that central statistical series can seriously misrepresent local trade.Keywords: Makassars trade, Statistics, VOC
Ambivalensi Tindakan Represif Negara Atas konflik Papua Damianus Benediktus Gene Djo
Masyarakat Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v45i1.836

Abstract

Artikel ini  bertujuan untuk mengoreksi pendekatan represif yang dilakukan oleh negara kepada masyarakat Papua dan mencoba melihat bangkitnya nasionalisme masyarakat Papua sebagai akibat dari tindakan represif yang dilakukan oleh negara. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, tulisan ini berargumen bahwa dalam penyelesaian konflik Papua pendekatan represif oleh aparat keamanan yang mengatasnamakan negara masih masif terjadi di tanah Papua. Pendekatan represif yang dilakukan sebenarnya tidak akan menyelesaikan konflik yang terjadi di tanah Papua. Pendekatan represif malah akan membangkitkan trauma kekerasan masa lalu dan menghambat proses pembangunan serta perkembangan demokrasi lokal di tanah Papua. Tindakan represif yang dilakukan oleh negara di tanah Papua, sering didasarkan pada alasan integrasi dan stabilitas nasional. Namun, tindakan represif ini di lain sisi membangkitkan semangat nasionalisme dari masyarakat Papua sebagai suatu bangsa. Oleh karena itu upaya penyelesaian problem di Papua harus dilakukan dengan cara yang kritis-progresif dan humanis yakni dialog dalam terang Pancasila: sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi.
MASJUMI: MENCARI JEJAK MODERATISME DAN RADIKALISME ISLAM KONTEMPORER DI INDONESIA Nostalgiawan Wahyudhi
Masyarakat Indonesia Vol 41, No 1 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v41i1.247

Abstract

Monografi ini merupakan sebuah kajian sejarah politik yang penting. Partai Masjumi, dalam konteks kekinian, tidak berperan langsung dalam eskalasi perkembangan ilmu politik di Indonesia. Akan tetapi, ketika kita memosisikannya sebagai bahan untuk mendudukkan kembali diskursus yang kurang pas tentang Islam dan politik di Indonesia, hal ini menjadi penting. Masjumi memegang tonggak penting sebagai formasi awal hubungan Islam dan negara di mana hubungan ini juga menjadi titik tolak dari pasang surut hubungan di antara keduanya dalam dinamika perubahan kondisi perpolitikan di Indonesia. Sesungguhnya karya ini patut diapresiasi dan merupakan sebuah monografi yang apik dari Rmy Madinier di antara sekian banyak literatur yang membahas tentang Islam dan politik di Indonesia. Diharapkan kapasitas dia sebagai peneliti senior Centre Nationale de Richerche Scientifique (CNRS), Pusat Riset Saintifik Nasional di Prancis, yang mengkaji studi Islam di Asia Tenggara dapat memberikan sentuhan tersendiri yang membuat buku ini benar-benar berbeda dari penelitian-penelitian lain yang pernah ada. Studi Madinier tentang Islam di Indonesia bukanlah hal baru, tetapi merupakan bunga rampai dari buku The End of Innocence? Indonesian Islam and the Temptations of Radicalism yang mengkaji tentang tarik ulur perkembangan Islam di Indonesia yang terpolarisasi dalam Islam konservatif, liberal, dan radikal (Feillard & Madinier, 2011).
Full Issue MI II 2017 author author
Masyarakat Indonesia Vol 43, No 2 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v43i2.748

Abstract

TINJAUAN BUKU ISLAM INDONESIA DAN UTOPIA NEGARA SEKULER Muhamad Hisyam
Masyarakat Indonesia Vol 38, No 2 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v38i2.661

Abstract

Buku ini membincang pemikiran politik Islam Indonesia sejak kemerdekaannegara ini hingga kini. Pertanyaan yang mengusik penulis buku ini adalahfakta sejarah sejak tahun 1930-an hingga kini yang memperlihatkan perubahansikap umat Islam dalam menghadapi perubahan politik, yaitu mengapa tahun1930-an orang Islam menolak ide nasionalisme, tetapi sepuluh tahun kemudianmenerimanya? Mengapa tahun 1950-an orang Islam menuntut negara Islam,tetapi 20 tahun kemudian menolaknya? Mengapa tahun 1970-an mereka menolak ide sekularisme, sedangkan 30 tahun kemudian mulai menerimanya?Argumen apa yang berkembang di balik perubahan sikap demikian?

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 49, No 2 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 2 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 1 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 2 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 1 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 2 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 1 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 2 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 2 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 2 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 1 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 1 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 2 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 1 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 2 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 2 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 1 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 1 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 2 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 1 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia More Issue