cover
Contact Name
Moh. Toriqul Chaer
Contact Email
toriqul210874@gmail.com
Phone
+6281233999046
Journal Mail Official
jurnal.almurabbi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya 30 Paron Ngawi 63253 Telp. (0351) 748378
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman
ISSN : 2406775X     EISSN : 25407619     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
AL-MURABBI : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, ISSN : 2540-7619 (online) , ISSN : 2406-775X (printed) adalah peer-review jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun, yakni pada bulan Januari dan Juli AL-MURABBI : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman memperhatikan dengan penerbitan asli (Kepustakaan atau lapangan) artikel penelitian yang berhubungan dengan keragaman intelektual, metodologis dan keragaman subtansi pemikiran dalam pendidikan, dan mendorong adanya intensitas dialog antara pendidikan sarjana dan praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2023): Januari" : 5 Documents clear
Teknik Self-Management pada Layanan Konseling untuk Peningkatan Kedisiplinan Siswa Ahmad Khoirul Umam Umam; Muhimmatul Hasanah; Musbikhin
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 2 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i2.4974

Abstract

Abstract: This research was conducted to determine the influence of Counseling Services with Self-Management Techniques in improving the discipline of MTs. Sunan Drajat Lamongan students. Student Discipline is the attitude or behavior of students who obey and obey the rules in the school and carry out their duties with full awareness. This research uses quantitative experimental methods with research designs in the form of Quasi Expermental Design. Sampling technique with Purposive Sampling, with 16 study subjects. The data analysis technique in this study is the Mann Whitney U-Test. The results of the analysis show a significant influence of Counseling Services with Self-Management Techniques in improving student discipline. Data analysis showed that before treatment, the experimental group and the control group had the same level of discipline, namely Z = -,317; Asymp. Sig.= ,751. and after being given treatment, a value of Z = -2.371 was obtained; Asymp. Sig.= ,001. From the results of the analysis, it can be concluded that Counseling Services with Self-Management Techniques are effective in improving student discipline. Keywords : Discipline, Self Management, Student Abstrak : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling dengan Teknik Self-Management dalam meningkatkan kedisiplinan siswa MTs. Sunan Drajat Lamongan. Kedisiplinan Siswa merupakan sikap atau tingkah laku siswa yang taat dan patuh akan peraturan yang ada di sekolah dan menjalankan kewaibannya dengan penuh kesadaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian yang berbentuk Quasi Expermental Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan subjek penelitian yang berjumlah 16 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Uji Mann Whitney U-Test. Hasil dari analisis menunjukan adanya pengaruh yang signifikan dari Layanan Konseling dengan Teknik Self-Management dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Analisis data menunjukan bahwa sebelum diberikan perlakuan, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki tinhgkat kedisiplinan yang sama, yaitu Z = -,317; Asymp. Sig.= ,751. dan setelah diberikan perlakuan, diperoleh nilai Z = -2,371; Asymp. Sig.= ,001. dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Layanan Konseling dengan Teknik Self-Management efektif dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Keywords : Kedisiplinan, Self-Management, Siswa
Moderasi Beragama Menjawab Intoleransi di Dalam Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 4 Tahun 2005 Muhammad Torieq Abdillah; Ichwan Ahnaz Alamudi; Rahimah Tul Sa'dah
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 2 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i2.5021

Abstract

Abstract: In recent years, various acts of violence in the form of intolerance have turned out to be massive social phenomena under the pretext of being an excuse to legitimize acts of violence committed. In fact, from a national point of view, Indonesia has stipulated freedom of religion as stated in the Constitution, namely Article 28 of the 1945 Constitution. Apart from that, also in Banjarmasin City Regional Regulation No. 4 of 2005 is one of the sharia-based regional regulations. However, over time, this regional regulation experienced many violations in terms of violating its rules and discriminatory attitudes towards non-Muslim groups regarding freedom of religion and people's welfare. This study's normative juridical research method is a legal, conceptual, and case approach. The study results show that the regional regulation is contrary to the constitution because of the flawed material content coupled with cases that lead to discriminatory attitudes and intolerance when non-halal food stalls are also the target of raids during Ramadan. The existence of Al-Qur'an verses that discuss the concept of religious moderation can be a means of answering this problem. Keywords: Intolerance, Local Regulations, Religious Moderation Abstract: Beberapa tahun terakhir, berbagai tindakan kekerasan berupa intoleransi menjadi fenomena sosial masif dengan dalih menjadi alasan untuk melegitimasi tindakan kekerasan yang dilakukan. Padahal, jika dilihat dari sisi negara, Indonesia telah menetapkan kebebasan beragama sebagaimana tertuang di dalam UUD, yaitu Pasal 28 UUD 1945. Selain itu, juga di dalam Perda Kota Banjarmasin No. 4 Tahun 2005 merupakan salah satu Perda berbasis syariah. Namun, seiring berjalannya waktu, Perda ini justru mengalami banyak pelanggaran dalam hal melanggar aturan sendiri dan sikap diskriminatif terhadap kelompok nonmuslim dalam hal kebebasan beragama dan kesejahteraan rakyat. Metode penelitian yuridis normatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan hukum, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perda tersebut dianggap bertentangan dengan konstitusi karena kandungan materi yang cacat ditambah kasus-kasus yang menyebabkan sikap diskriminatif dan intoleransi ketika warung makanan nonhalal juga menjadi sasaran razia selama Ramadan. Adanya ayat Al-Qur'an yang membahas konsep moderasi agama dapat menjadi sarana dalam menjawab permasalahan ini. Keywords: Intoleransi, Moderasi Beragama, Peraturan Daerah
Dinamika Motivasi Belajar Mahasiswa yang Sudah Menikah di IAIN Kerinci Ahmad Khairul Nuzuli; Agung Tri Prasetia; Puji Kurnia; Rezki Rosalia Indah; Ria Julita Sari; Rahmat Rhafizt P
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 2 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i2.5032

Abstract

Abstract: Students who decide to get married face various challenges in completing their studies. Learning motivation is a motivating factor for married students in carrying out their education process well. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The research subjects were three married students from the Kerinci State Islamic Institute (IAIN). Data collection is done by interview. The results showed that the learning motivation of married students came from external sources, namely wanting to finish college so that after graduation, they could focus on taking care of their children and the support of parents and husbands to complete their studies immediately. The challenges in managing their learning motivation are related to the distance between home and campus—difficulty handling time in carrying out duties as a student and wife. The study's results also show that the ability to divide roles between husband and wife can help married students deal with time management problems. Keywords: Dynamics, Learning Motivation, Married, Students Abstract: Mahasiswa yang memutuskan menikah menghadapi berbagai tantangan dalam menyelesaikan studinya. Motivasi belajar menjadi faktor pendorong bagi mahasiswa yang sudah menikah dalam menjalani proses pendidikannya dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Femenologi. Subyek penelitian mreupakan tiga mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci yang sudah menikah . Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar mahasiswa yang sudah menikah bersumber dari eksternal, yaitu ingin menyelesaikan kuliah agar setelah tamat bisa fokus mengurus anak dan adanya dukungan orang tua dan suami untuk segera menyelesaikan perkuliahannya. Tantangan yang dihadapi dalam mengelola motivasi belajarnya terkait dengan kendala jarak antara rumah dan kampus. Kesulitan memanajemen waktu dalam pelaksanaan tugas sebagai mahasiswa dan istri. Hasil studi juga menunjukkan bahwa kemampuan membagi peran antara suami dan istri dapt membantu mahasiswa yang sudah menikah dalam mengahadapi masalah manajemen waktunya. Kata kunci : Dinamika, Mahasiswa, Menikah, Motivasi Belajar
Bagaimana Mahasiswa NU Memahami Islam Moderat? Benny Afwadzi; Miski Miski; Mila Aulia; Roudlotul Jannah
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 2 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i2.5054

Abstract

Abstract: This research is motivated by many scholars who challenge NU, which is considered a moderate Islamic organization, and the meanings of the word moderate vary. On the other hand, moderate Islam is a solution to many students' radical thoughts and terror. By taking Unisma as the research object, this article focuses on two topics: NU students' interpretation of moderate Islam and the factors that influence this interpretation. This article is qualitative research using in-depth interviews with 12 students with various study program characteristics. The findings obtained from this study are, first, NU students interpret moderate Islam with three models: teachings, nation and state, and relations with modernity. These three understandings are separate from NU's moderate principles. Most NU students accept moderate Islamic terminology, but a small number of them reject it. Second, the moderatism of NU students is influenced by many factors, including family background, education, social media, environment, and association. Furthermore, this study accepts that moderatism in NU is not on the same line but also rejects research suggesting that NU students tend to be radical and intolerant. And association. Furthermore, this study accepts that moderatism in NU is not on the same line but also rejects research suggesting that NU students tend to be radical and intolerant. And association. Furthermore, this study accepts that moderatism in NU is not on the same line but also rejects research suggesting that NU students tend to be radical and intolerant. Keywords: Doctrine, Moderate Islam, Modernity, Nation and State, NU students. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyak sarjana yang memberikan tantangan pada NU yang dianggap sebagai organisasi Islam moderat dan pemaknaan terhadap kata moderat yang bervariasi. Di sisi lain, Islam moderat merupakan solusi atas pemikiran radikal dan teror yang banyak dimiliki oleh mahasiswa. Dengan mengambil Unisma sebagai objek penelitian, artikel ini fokus pada dua topik, yakni interpretasi mahasiswa NU terhadap Islam moderat dan faktor-faktor yang mempengaruhi interpretasi tersebut. Artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada 12 mahasiswa dengan karakter program studi yang bervariasi. Temuan yang didapatkan dari penelitian ini adalah, pertama, mahasiswa NU menginterpretasikan Islam moderat dengan tiga model: ajaran, berbangsa dan bernegara, dan relasi dengan modernitas. Ketiga pemahaman tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip moderat NU. Sebagian besar mahasiswa NU menerima terminologi Islam moderat, namun sebagian kecil dari mereka menolaknya. Kedua, moderatisme mahasiswa NU dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah latar belakang keluarga, pendidikan, media sosial, lingkungan, dan pergaulan. Lebih jauh, penelitian ini menerima anggapan bahwa moderatisme di NU tidak berada pada satu garis yang sama, tetapi juga menolak penelitian menyebut bahwa mahasiswa NU cenderung radikal dan intoleran. Kata Kunci: Ajaran, Bangsa dan Negara, Islam Moderat, Mahasiswa NU, Modernitas.
Pemikiran Pendidikan Mohammad Hatta dalam Perspektif Pendidikan Islam Ahmad Syauqi Fuady; Samsudin
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 2 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i2.5109

Abstract

Abstract: This article aims to analyze Mohammad Hatta's conception of educational thought from the perspective of Islamic education. Islam became an integral character of Mohammad Hatta's person, with an Islamic pattern that tends to be substantive rather than legal-formal. The writing of this article is directed to examine the extent of the influence and linkage of Mohammad Hatta's Islamic faith in the thoughts and views of education that he aspires to. This research is a library using the primary literature sources of Mohammad Hatta's writings in the Collection of Essays I and the Collection of Essays IV. The data analysis technique used is Content Analysis. The results of this study are as follows: First, faith is the main foundation in implementing Islamic education. Faith in God, as reflected in the First Precept of Pancasila, is used as a philosophical foundation for the implementation of life in aspects of government, politics, economy, socio-culture, and education. Second, knowledge for Hatta is the main instrument needed by humans in the world both to worship God and the management the universe for prosperity and well-being. Although for Hatta, science and religion have different areas of study and methods, the two cannot be separated. Third, education for Mohammad Hatta is aimed mainly at forming and creating a solid community life. Nevertheless, a stable society can be upright if individuals of faith, purity, brilliance, intelligence, intelligence and creativity sustain it. Keywords: Education, Thought, Mohammad Hatta, Islam Abstract: Artikel ini bertujuan melakukan analisis terhadap konsepsi pemikiran pendidikan Mohammad Hatta dalam perspektif pendidikan Islam. Islam menjadi karakter integral bagi pribadi Mohammad Hatta, dengan corak keberislaman yang cenderung substantif dibandingkan legal-formal. Penulisan artikel ini diarahkan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh dan keterkaitan keberislaman Mohammad Hatta dalam pemikiran dan pandangan pendidikan yang dicita-citakan. Penelitian ini merupakan library research menggunakan sumber kepustakaan utama tulisan Mohammad Hatta dalam Kumpulan Karangan I dan Kumpulan Karangan IV. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Isi (content analysis). Hasil kajian ini adalah: Pertama, keimanan merupakan pondasi utama dalam pelaksanaan pendidikan Islam. Keimanan kepada Tuhan, sebagaimana tercermin dalam Sila Pertama Pancasila, digunakan sebagai landasan filosofis bagi pelaksanaan kehidupan baik dalam aspek pemerintahan, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pendidikan. Kedua, ilmu bagi Hatta adalah instrumen utama yang diperlukan oleh manusia di dunia baik untuk beribadah kepada Tuhan, maupun dalam pengelolaan alam semesta bagi kemakmuran dan kesejahteraan. Meskipun bagi Hatta ilmu dan agama memiliki wilayah kajian dan metode berbeda, keduanya tidak bisa dipisahkan. Ketiga, pendidikan bagi Mohammad Hatta ditujukan, utamanya untuk membentuk dan menciptakan kehidupan masyarakat yang kokoh. Meskipun demikian, masyarakat yang kuat dan kokoh dapat tegak jika ditopang oleh individu-individu yang beriman, bertakwa, cemerlang, pintar, cerdas dan kreatif. Keywords: Pendidikan, Pemikiran, Mohammad Hatta, Islam

Page 1 of 1 | Total Record : 5