cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,219 Documents
PERAN PKN MENGATASI FENOMENA KECINTAAN PRODUK LUAR YANG TERJADI DI INDONESIA Detania Hidapenta; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1401

Abstract

AbstrakAncaman yang datang mengganggu kedaulatan Indonesia dari waktu semakin beragam. Tidak hanya dalam bentuk ancaman militer yang bisa dilihat oleh mata secara langsung, tetapi ancaman tak kasat mata lainnya jauh lebih banyak megancam kedaulatan negara. Salah satu wujudnya adalah kalahnya produk lokal denan produk luar dipasar Indonesia. Hal tersebut, jika dibiarkan secara terus menerus akan mengakibatkan rusaknya sitem ekonomi di Indonesia. Selain dari itu, apabila sistem ekonomi dalam suatu negara hancur maka kedaulatan negara pun dapat terancam. Disinilah fungsi dan peran dari nasionalisme dan bela negara pelu dikembangkan dan dipahami oleh masyarakat. Dalam hal ini selain diperlukannya pemahaman bela negara dan nasionalisme diperlukan juga sebuah realisasi dari hasil pemahaman tersebut, untuk menciptakan negara yang aman dan makmur. Kata kunci; Ancaman, Nasionalisme, dan Bela negara AbstractThe threats that have come to interfere with Indonesia's sovereignty have varied from time to time. Not only in the form of a military threat that can be seen directly by the eye, but other invisible threats threaten the sovereignty of the state. One form of this is the defeat of local products with foreign products in the Indonesian market. This, if allowed to continue, will result in damage to the economic system in Indonesia. Apart from that, if the economic system in a country is destroyed, the sovereignty of the country can be threatened. This is where the functions and roles of nationalism and state defense need to be developed and understood by the community. In this case, apart from the need for an understanding of state defense and nationalism, a realization of the results of this understanding is also needed in order to create a safe and prosperous country.Key words: Threats, Nationalism, and State Defense
PUDARNYA NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DI ERA GLOBALISASI Ega Regiani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1402

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran akan bagaimana kondisi penerapan nilai-nilai pancasila di era gelobalisasi saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode telaah pustaka. Pancasila sendiri merupakan pegangan untuk semua warga negara Indonesia dalam bertabiat serta berperangai. Dengan adanya pancasila, masyarakat Indonesia dapat memiliki pedoman dalam mengenali serta memecahkan suatu masalah yang berbau politik, sosial, budaya, hukum, dan lain-lain. Maka dari itu, nilai-nilai pancasila bagi masyarakat Indonesia dalam beraktivitas sangatlah penting. Pada era globalisasi ini, nilai-nilai pancasila mulai luntur. keadaan ini bisa diamati dari munculnya beragam macam masalah timbul karena tidak diaplikasikannya nilai-nilai dari pancasila, dan jika tidak segera diatasi mungkin bisa saja nilai-nilai dari pancasila atau makna pancasila itu sendiri akan lenyap. Kata kunci: pancasila, nilai, globalisasi. AbstractThis study aims to provide an overview of the conditions for the application of Pancasila values in the current globalization era. The method used in this research is using the literature review method. Pancasila itself is a guideline for all Indonesian people in behaving and behaving. With the existence of Pancasila, Indonesian people can have guidelines in recognizing and solving problems that are political, social, cultural, legal, and others. Therefore, Pancasila values in social life are very important. In this era of globalization, Pancasila values are starting to fade. This situation can be observed from the emergence of various kinds of problems arising from not applying the values of Pancasila, and if they are not immediately resolved, the values of Pancasila or the meaning of Pancasila itself may disappear.Keywords: Pancasila, values, globalization.
MANFAAT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Fahrid Maruf Alfiyana; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1426

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahaui apa saja manfaat Pendidikan kewarganegaraan bagi anak.. Penelitian ini berlatarkan dari rasa keingintahuan penulis mengenai apa saja manfaat Pendidikan kewarganegaraan bagi anak menurut anak sekolah dasar itu sendiri. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti secara langsung menanyakan informasi kepada anak-anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata anak sekolah dasar menjawab Pendidikan kewarganegaraan sangat bermanfaat bagi mereka, terlebih untuk meningkatkan rasa cinta tanah air diri mereka.Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Manfaat, Anak Sekolah Dasar AbstractThe purpose of this research is to find out what are benefits of civic education for children. This research is based on the writer curiosity about the what are the benefits of civic education for children according to elementary school children. This research method uses a type of qualitative research in which researchers directly ask information to elementary school children. The result showed that the average distance between elementary school children answer civic education is very beneficial for them, especially to increase their love for their homeland.Keyword: Civic Education, Benefit, Elementary School Children
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN: MEMBANGUN MASYARAKAT DEMOKRASI YANG BERKEADABAN DARI SAAT INI Bunga Bhagasasih Al-Khansa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1429

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan memberikan gambaran pengembangan nilai- nilai keberadaban kemanusiaan di dalam masyarakat bangsa Indonesia yang memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika, dan memiliki nilai Pancasila syla ke 2 yaitu "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", serta memiliki sumber hukum yang tertinggi yaitu Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, berupa observasi dalam berita dan berbagai jurnal lainnya agar lebih berkembang dalam penjelasan artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kita menanamkan nilai- nilai Pancasila dari mulai sekarang dan menjadikan manusia yang cerdas, maka masyarakat Indonesia mampu memiliki nilai-nilai keberadaban kemanusiaan. Dengan ini keberhasilan sudut pandang dari Pendidikan Kewarganegaraan akan tercapai, karena nilai-nilai keberadaban pada masyarakat demokrasi merupakan tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan tersendiri.Kata kunci: Tujuan Pendidikan kewarganegaraan, masyarakat demokrasi, nilai- nilai keberadaban AbstractThis study aims to provide an overview of the development of values of human civilization in Indonesian society which has the motto of Bhineka Tunggal Ika, and has the second Pancasila syla value, namely "Just and Civilized Humanity", and has the highest source of law, namely the Preamble of the Law. Basic 1945. The research method uses a qualitative approach with case studies, in the form of observations in news and various other journals so that it is more developed in the explanation of this article. The results of the research show that by instilling Pancasila values from now on and making intelligent humans, the Indonesian people will be able to have the values of human civilization. With this, the success of the Citizenship Education point of view will be achieved, because the values of civilization in a democratic society are the goal of Citizenship Education in itself.Keywords: Citizenship Education Objectives, democratic society, civilized values
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR Yohana R. U. Sianturi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1430

Abstract

Abstrak Isu-isu pokok penelitian ini adalah bagaimana pengaruh penggunaan teknologi informasi dan komunikasi terhadap kemampuan siswa Sekolah Dasar (SD). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauhmana perkembangan teknologi dapat mempengaruhi interaksi social siswa SD. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitan deskriptif kuantitatif dan kajian pustaka dari berbagai literatur yang berkaitan dengan apa yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gadget tidak hanya mempengaruhi pola pikir atau perilaku orang dewasa, tetapi juga mempengaruhi perilaku anak-anak terutama siswa SD, gadget sangat mempengaruhi perkembangan siswa SD terutama perkembangan dalam interaksi sosial. Ketergantungan terhadap gadget pada anak disebabkan karena lamanya durasi dalam menggunakan gadget. Bermain gadget dengan durasi yang cukup panjang dan dilakukan setiap hari, bisa membuat anak berkembang ke arah pribadi yang antisosial.Kata Kunci: Gadget, Interaksi Sosial, Siswa Sekolah Dasar.  Abstract The main issues of this study are how the use of information and communication technology affects the ability of elementary school students. The purpose of this study is to find out the extent to which technological developments can affect the social interaction of elementary school students. The research method used in this study is quantitative descriptive research method and literature study of various literature related to what is studied. The results showed that gadgets not only affect the mindset or behavior of adults, but also affect the behavior of children, especially elementary school students, gadgets greatly affect the development of elementary students, especially developments in social interaction. Dependence on gadgets in children is caused by the length of time in using gadgets. Playing gadgets with a long duration and done every day, can make the child develop towards an antisocial person. Keywords: Gadgets, Social Interaction, Elementary School Students.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI KARAKTER DASAR PARA GENERASI MUDA DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRIAL 4.0 Regina Nurul Sakinah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1432

Abstract

AbstrakPada tahun 2045, ketika Indonesia berusia genap 100 tahun, akan terjadi revolusi besar pada Negara ini. Kemajuan dan perkembangan terjadi di semua aspek kehidupan masyarakat. Baik bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, pendidikan, dan masih banyak lagi. Dan jika ditinjau dari masa ini, Indonesia memiliki populasi warga Negara dengan usia produktif atau kisaran usia 15-65 tahun terbesar di dunia. Dimana dengan populasi sebanyak itu, dan potensi yang dimiliki warga Negara produktif, maka Indonesia akan mampu menjadi Negara maju pada tahun 2045 nanti. Lalu hal yang harus disiapkan oleh pendidik untuk membekali para generasi muda dalam menghadapi era revolusi industial 4.0 nanti adalah menanamkan nilai-nilai pancasila pada karakter anak bangsa sejak dini. Karena dengan mengamalkan dan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila pada kehidupan sehari-hari, pasti generasi muda ini akan menjadi agen perubahan yang mampu bersikap jujur, adil, kritis, revolusioner, dengan berlandaskan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Kata Kunci: Negara maju, generasi muda, revolusi industrial 4.0, nilai-nilai pancasila AbstractIn 2045, when Indonesia turns 100 years old, there will be a big revolution in this country. Progress and development occur in all aspects of community life. Both in the fields of economy, social, culture, politics, education, and many more. And when viewed from this period, Indonesia has the largest population of citizens with productive age or age range 15-65 years in the world. Where with such a large population and the potential of productive citizens, Indonesia will be able to become a developed country in 2045. Then the thing that must be prepared by educators to equip the younger generation in facing the industrial revolution era 4.0 later is to instill Pancasila values in the character of the nation's children from an early age. Because by practicing and implementing Pancasila values in everyday life, surely this young generation will become agents of change who are capable of being honest, fair, critical, revolutionary, based on faith and piety in God Almighty.Keywords: Developed countries, young generation, industrial revolution 4.0, Pancasila values
PERSEPSI GURU TERHADAP PENILAIAN AUTENTIK KURIKULUM 2013 DI SMPN 3 KOMODO LABUAN BAJO MANGGARAI BARAT Vinsensius Zwei De Orans Jemalu; Heri Kurnia; Triwahyu Budiutomo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1433

Abstract

AbstrakPendidikan adalah suatu proses bagi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa dimasa depan, yang memiliki rasa kebangsaan, dan cinta tanah air. Sehingga sumber daya manusia yang mampu bersaing di era global. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang menggantikan “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006”. Salah satu standar penilaian pada kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. Penilaian autentik merupakan suatu sistem penilaian pada kurikulum 2013 yang   komprehensif   dalam  menjelaskan   dan   menggambarkan secara detail hasil belajar siswa. Sistem penilaian ini telah dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Komdo Labuan Bajo, tetapi penilaia ini masih belum terlaksana dengan sempurna. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui lebih jauh tentang pelaksanaan sistem penilaian untuk guru, serta kendala yang dihadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penilaian autentik serta kendala yang dialami oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi oleh guru diantaranya: (1) Kegiatan pelatihan dan kesempatan mengikuti seminar tentang persepsi guru terhadap penilaian autentik kurikulum 2013 yang belum merata. (2) Belum mampu mengelola waktu untuk melakukan penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum. (3) Kurang lengkap jenis penilaian yang digunakan. (4) Belum terbiasa menyusun rubrik penilaian.Kata Kunci: Penilaian autentik, kurikulum 2013, Sekolah Menengah Pertama. AbstractEducation is a process for learners as the next generation of the nation in the future, who have a sense of nationality, and love of the homeland. So that human resources are able to compete in the global era. Curriculum 2013 is a curriculum that replaces "Education Unit Level Curriculum (KTSP) 2006". One of the assessment standards in the 2013 curriculum is authentic assessment. Authentic assessment is an assessment system in the 2013 curriculum that is comprehensive in explaining and describing in detail the student's learning outcomes. This assessment system has been implemented at Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Komdo Labuan Bajo, but this assessment is still not implemented perfectly. Therefore, researchers want to know more about the implementation of the assessment system for teachers, as well as the obstacles they face. This study aims to describe the application of authentic assessments as well as the obstacles experienced by teachers. The results showed that the obstacles faced by teachers include: (1) Training activities and the opportunity to attend seminars on teacher perception of authentic assessment of the 2013 curriculum that has not been evenly distributed. (2) Not yet able to manage the time to conduct assessments in accordance with the demands of the curriculum. (3) Incomplete type of assessment used. (4) Not yet used to compiling assessment rubrics.Keywords: Authentic assessment, curriculum 2013, Junior High School.
SUDAHKAH PANCASILA TERIMPLEMENTASI DENGAN BENAR ? Chairunissa Chairunissa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1435

Abstract

AbstrakNilai moral positif yang termuat sebagai makna  dalam Pancasila akan mengajari bagaimana cara berfikir sekaligus bertindak sesuai dengan ajaran ideologi bangsa yang sudah ada sejak zaman pahlawan terdahulu. Banyaknya dampak negatif yang dihasilkan dari pergeseran nilai pancasila bagiIndonesia, salah satunya mulai hilangnya nilai-nilai luhur yang adapada diri bangsa Indonesia. Hal ini terjadi di Indonesia pada perubahan zaman saat ini, banyak sekali dampak globalisasi yang terjadi salah satunya adalah dampak dari  globalisasi. Eksternalitas yang terjadi tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya yang berkembang di Indonesia. Timbul kekhawatiran bangsa Indonesia akan lunturnya jati diri bangsa sendiri yang seharusnya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila. Dalam usaha menjadi warga negara yang baik yang merupakan penerapan ciri kebangsaan masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan mengecek sumber literatur artikel dan jurnal. Pembahasan akan lebih terpusat kepada relita saat ini mengenai apakah nilai-nilai pancasila sudah benar-benar terimplementasi bada setiap sendi kehidupan masyarakat IndonesiaKata kunci: Pancasila, Warga negara, nilai-nilai pancasila AbstractPositive moral values that are contained as meaning in Pancasila will teach how to think and act in accordance with the teachings of the nation's ideology that has existed since the days of previous heroes. There are many negative impacts resulting from the shift in the value of Pancasila for Indonesia, one of which is the loss of the noble values that exist in the Indonesian nation. This is happening in Indonesia in today's changing times. There are many impacts of globalization, one of which is the impact of globalization. The externalities that occur are not in accordance with the cultural values that develop in Indonesia. The Indonesian nation is worried about the fading of its own national identity which should always uphold the values of Pancasila. In an effort to be a good citizen which is the application of the national characteristics of the Indonesian people. The method used by researchers in this study is a qualitative method, by checking literature sources, articles and journals. The discussion will be more focused on the current relationship regarding whether the values of Pancasila have been completely implemented in every aspect of the life of Indonesian society.Keywords: Pancasila, citizens, Pancasila values
IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Puji Ayu Handayani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1439

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk lebih mengetahui dan memahami tentang pancasila dan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri, dan pentingnya pancasila bagi suatu negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pembahasan secara deskriptif, yaitu teori yang menjadi bahan pembahasannya diperoleh dari hasil studi kepustakaan dengan berbagai macam sumber yang ada dari jurnal, artikel, buku yang memiliki kedalaman dari para ahli. Dengan pentingnya pancasila sebagai suatu negara maka penulis tertarik untuk menganalisi kembali implementasi pancasila sebagai dasar negara. Dengan demikian, implementasi pancasila sangat penting bagi suatu negara.Kata kunci: Pancasila, Dasar Negara, Kedudukan AbstractThis paper aims to better know and understand about Pancasila and the values contained in Pancasila itself, and the importance of Pancasila for a country. This research uses qualitative methods and descriptive discussion, namely the theory that becomes the discussion material obtained from the results of literature studies with a variety of sources available from journals, articles, books that have depth from experts. With the importance of Pancasila as a country, the authors are interested in re-analyzing the implementation of Pancasila as the basis of the state. Thus, the implementation of Pancasila is very important for a country.Key words: Pancasila, State Basis, Position
PERSEPSI MAHASISWA/I TERHADAP WACANA AMANDEMEN UUD NRI 1945 (Survei terhadap Mahasiswa STEI ITB Angkatan 2018) Hendra Chayadi S.; Mohamad Alamsyah; M. Izzrul Izzrufi; Selma Racinta L.; Epin Saepudin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa/i Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) angkatan 2018 terhadap wacana amandemen UUD NRI 1945 dengan menggunakan metode pengumpulan data kuantitatif berupa kuesioner yang diberikan kepada 43 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa/i STEI ITB 2018 sering mengikuti berita politik yang terjadi di Indonesia melalui media sosial. Mereka juga tidak setuju amandemen UUD NRI 1945 Kelima dilakukan serta dari berbagai responden, mereka berharap, bila amandemen dilakukan, untuk mengoptimalkan alur kerja lembaga pemerintahan tanpa merubah sistem pemerintahan di Indonesia.Â