cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,219 Documents
PENGARUH MODEL DISCOVERY DAN CONVENTIONAL LEARNING TERHADAP MOTIVASI SISWA DAN HASIL BELAJAR Anisa Yuliana; Sulis Janu Hartati; Sri Yuni Hanifa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1592

Abstract

AbstrakPendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran inti dan sudah diajarkan kepada siswa sejak Sekolah Dasar hingga jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu perlu adanya Model Pembelajaran dan motivasi agar peserta didik tidak merasa jenuh dan mengalami kesulitan karena proses penyampaian materi yang monoton dalam belajar PPKn. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Experimental Design. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery dan Conventional Learning terhadap hasil belajar PPKn  siswa UPTD SMPN 1 Labang Bangkalan, 2) Mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery dan Conventional Learning terhadap motivasi siswa UPTD SMPN 1 Labang Bangkalan, 3) Mengetahui interaksi antara model pembelajaran Discovery dan Conventional Learning terhadap motivasi siswa dan hasil belajar PPKn UPTD SMPN 1 Labang Bangkalan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII sebanyak 240 siswa, yang menjadi sampel adalah kelas VIIa dan kelas VIIb, penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat pengaruh Model Pembelajaran Discovery dan Conventional Learning terhadap hasil belajar diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, kedua Ada pengaruh model pembelajaran Discovery dan Conventional Learning terhadap motivasi siswa diperoleh nilai sig. sebesar 0,001 < 0,05, dan yang ketiga Ada interaksi antara Model Pembelajaran dan motivasi terhadap hasil belajar yang dibuktikan dengan nilai sig. 0,038 < 0,05 sesuai dengan kriteria uji Two Way Anova.Kata kunci: Discovery Learning, Conventional, Motivasi dan Hasil Belajar AbstractPancasila and Citizenship Education (PPKn) is a core subject and has been taught to students from elementary school to higher levels. Therefore, it is necessary to have a learning model and motivation so that students do not feel bored and experience difficulties due to the monotonous process of delivering material in learning Civics. This study uses a Quasi Experimental Design research method. The aims of this study were 1) to determine the effect of the Discovery and Conventional Learning learning models on the Civics learning outcomes of UPTD SMPN 1 Labang Bangkalan students, 2) To determine the effect of the Discovery and Conventional Learning learning models on the motivation of UPTD SMPN 1 Labang Bangkalan students, 3) To determine the interaction between models Discovery learning and Conventional Learning on student motivation and learning outcomes of PPKn UPTD SMPN 1 Labang Bangkalan. The population in this study was all class VII as many as 240 students, the samples were class VIIa and class VIIb, the determination of the sample was carried out using purposive sampling. The results showed 1) there was an influence of the Discovery Learning Model and Conventional Learning on the learning outcomes obtained by the value of sig. of 0.000 <0.05, secondly there is an influence of the Discovery and Conventional Learning learning models on student motivation, the value of sig is obtained. of 0.001 < 0.05, and the third There is an interaction between the learning model and motivation on learning outcomes as evidenced by the value of sig. 0.038 <0.05 according to the criteria for the Two Way Anova test.Keywords: Discovery Learning, Conventional, Motivation and Learning Outcomes
UPACARA ADAT MAMAPAS LEWU (STUDI KASUS DI KOTA KASONGAN KALIMANTAN TENGAH) Erik Chilwanto; Safna Safna; Mutiara Mutiara; Gusmadi Rahmad; Offeny Offeny; Ahmad Saefulloh
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1673

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata cara upacara mamapas lewu, fungsi serta maknanya bagi kehidupan masyarakat di Kota Kasongan Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data (data collection), reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mamapas lewu adalah salah satu implementasi ajaran Hindu kaharingan dalam mewujudkan rasa hormat, dan terima kasih kepada Tuhan (Ranying Hatalla Langit) karena telah menjaga alam dan kampung dari marabahaya. Mamapas Lewu dilakukan karena adanya suatu peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan pembunuhan, ancaman keselamatan, atau kejadian di timpa musibah penyakit yang menimpa seluruh penduduk atau kota. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan alam dan lingkungan hidup (petak danum) beserta segala isinya dari berbagai bahaya dan celaka agar diberikan keberuntungan, keselamatan, umur yang panjang, rejeki yang melimpah serta ketentraman lahir batin kepada seluruh penduduk kampung atau kota.Kata Kunci: Upacara Adat Dayak; Mamapas Lewu; Kota Kasongan Abstract:This study aims to find out how the mamapas lewu ceremony is performed, its function and meaning for human life in Kasongan City, Central Kalimantan.The research method used is descriptive qualitative. Data sources are primary data and secondary data. Data collection techniques use interviews, observation, and documentation, while data analysis techniques use data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Mamapas lewu is one of the implementations of Hindu kaharingan teachings in realizing respect, and thanks to God (Ranying Hatalla Langit) for protecting nature and the village from harm. Mamapas Lewu is carried out because of an incident or incidents related to murder, a threat to safety, or an incident that occurs when a disaster strikes the entire population or the city. This activity aims to clean nature and the environment (Petak Danum) and all its contents from various dangers and misfortunes in order to be given luck, safety, long life, abundant fortune and inner and outer peace to all residents of the village or city.Keywords: Dayak Tradisional Ceremony; Mamapas Lewu; Kasongan city
SISTEM MASYARAKAT DAN ORGANISASI SUKU DAYAK NGAJU (STUDI KASUS DI DESA MANDOMAI KALIMANTAN TENGAH) Rizka Bella; Stevany Stevaby; Ahmad Ilham Gujali; Ratna Sari Dewi; Eddy Lion; Maryam Mustika
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1676

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem masyarakat dan organisasi suku Dayak Ngaju didesa mandomai Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Prosedur pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan analisis data meliputi data collection, data reduction, data display, conclusion drawing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem masyarakat dan organisasi suku Dayak Ngaju di desa mandomai kalimantan tengah. Pada awalnya adalah salah satu daerah sebagai tempat menetap bagi masyarakat desa sebelum adanya pemekaran wilayah.sehingga sistem masyarakatnya termasuk sistem bilateral yaitu menarik garis keturunan melalui pihak ayah dan ibu. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan  dulu hingga sekarang sebagai petani namun seiringnya perkembangan zaman Sebagian masyarakat mandomai banyak keluar daerah untuk mencari pekerjaan.sehingga organisasi sosialnya saat ini masih banyak selaras dengan perubahan zaman.  dengan adanya organisasi sosial sangat bermanfaat bagi masyarakat Dayak di mandomai yaitu salah satunya adalah membantu dalam bidang pertanahan, Kesehatan dan lain sebagainya.Kata Kunci : suku dayak, sistem masyarakat, organisasi sosial                AbstractThe study aims to identify the social and tribal systems of the dayak ngaju in the village of mandomai central kalimantan. The method used is a descriptive qualitative. The data source is the primary and secondary data source. Data collection procedures include observation, interviews and documentation while data analysis includes data collection, data reduction, display data, demographic results. The results of the study show that the indigenous dayak ngaju community and tribal organization in the village of mandomai central kalimantan. Initially it was one of the areas to settle for village people before the region was exposed. So their social system is bilateral, which is to draw the line through the father and mother. Then, to meet the needs of farmers, and to this day as farmers, most of the population has been mandated to go out of the country in search of work. So his social organization today is still much in keeping with the changing times. With social organizations helping the dayak people in mandomai, one of which is to help with land, health, and so on.Keywords : Dayak people, social systems, social organizations.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA DALAM DUNIA PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Sinta Galih Pertiwi; Yayuk Hidayah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1717

Abstract

AbstrakImplementasi pendidikan HAM  dalam dunia pendidikan Sekolah Dasar adalah salah satu bagian yang penting dalam pendidikan di Sekolah Dasar.  Tujuan penelitian ini adalah dari keinginan penulis dalam mengetahui bagaimana Implementasi pendidikan HAM  dalam dunia pendidikan Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deksriptif dengan pendekatan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mendapatkan jika  Implementasi pendidikan HAM  dalam dunia pendidikan Sekolah Dasar adalah cara dalam memperkanalkan anak pada paktek  non-diskriminasi sejak dini dan juga menjadi cara dalam mengenalkan konsep HAM sejak dini pada anak. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi pendidikan HAM  dalam dunia pendidikan Sekolah Dasar menjadi usaha dalam memberikan pendidikan HAM sejak dini.Kata kunci: Pendidikan, HAM, Sekolah Dasar AbstractThe implementation of human rights education in primary school education is an important part of primary school education. The purpose of this study is from the author's desire to find out how the implementation of human rights education in the world of elementary school education. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach. Based on the results of the study, the researchers found that the implementation of human rights education in elementary school education is a way to introduce children to non-discrimination practices from an early age and also a way to introduce the concept of human rights to children from an early age. The conclusion of this study is that the implementation of human rights education in elementary school education is an effort to provide human rights education from an early age.Keywords: Education,  Human Rights, Elementary School
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN KONSEP PENEGAKAN HUKUM PADA GENERASI MUDA Tweede Rhamadaniar Subagio; Meiwatizal Trihastuti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1718

Abstract

AbstrakPeran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun konsep penegakan hukum pada generasi muda menjadi awal dalam cita cita warga negara yang baik. Tujuan penelitian ini ialah  mengetahui Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun konsep penegakan hukum pada generasi muda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deksriptif studi literatur. Hasil penelitian menunjukan jika peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun konsep penegakan hukum pada generasi muda adalah dapat menjadi wahana dalam peningkatan kesadaran mengenai peran dan tanggung ajwab warga negara pada generasi muda. Selain itu, Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun konsep penegakan hukum memberikan pengetahuan tentang pentingnya penegakan hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Kesimpulan artikel ini adalah Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran dalam upaya membangun konsep penegakan hukum pada generasi mudaKata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, penegakan hukum, generasi muda AbstractThe role of Citizenship Education in building the concept of law enforcement in the younger generation is the beginning of the ideals of good citizens. The purpose of this study was to determine the role of civic education in building the concept of law enforcement in the younger generation. The method used is a descriptive qualitative study of the literature. The results of the study show that the role of Citizenship Education in building the concept of law enforcement in the younger generation is that it can be a vehicle for increasing awareness about the roles and responsibilities of citizens in the younger generation. In addition, Citizenship Education in building the concept of law enforcement provides knowledge about the importance of law enforcement in the life of the nation and state. The conclusion of this article is that Citizenship Education has a role in efforts to build the concept of law enforcement in the younger generationKeywords: Citizenship Education, Law Enforcement, Young Generation
EKSPLORASI KEKAYAAN KULINER MASYARAKAT SUKU DAYAK NGAJU DI DESA MANDOMAI KALIMANTAN TENGAH Septo Septo; Lala Aprilia Wulandari; Caroline Yunita Tiwo; Eri Yanti; Eli Karliani; Tryani Tryani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1729

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan salah satu negara multikultural terbesar di dunia. Hal ini dapat dilihat dari kondisi sosio-kultural, agama maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Sekarang ini, jumlah pulau yang ada di wilayah Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI) sekitar 13.000 pulau besar dan kecil. Populasi penduduknya berjumlah lebih dari 200 juta jiwa, terdiri dari 300 suku yang menggunakan hampir 200 bahasa yang berbeda. Kebudayaan yang biasa menjadi perhatian masyarakat adalah kebuadayaan makanan suatu daerah. Makanan seperti yang kita tahu merupakan suatu kebutuhan utama bagi manusia. Selain sebagai sumber energi dan tenaga, makanan juga memiliki makna dan nilai budaya tersendiri. Sistem Kuliner atau makanan khas dari setiap daerah memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dari tiap daerah begitu pula di daerah Kalimantan Tengah. Hal inilah yang membuat makanan kami mangangkat Eksplorasi Kekayaan Kuliner Masyarakat Suku Dayak Kalimantan Tengah. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui apa saja ragam  kekayaan kuliner Masyarakat Suku Dayak Ngaju di Desa Mandomai Kalimantan Tengah. Sebagai syarat menyelesaikan mata kuliah Seminar PPKn. Untuk mengetahui bagaimana upaya masyarakat dalam mempertahankan Kekayaan Kuliner Masyarakat Suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan, untuk di presentasikan dan diseminarkan. Kegiatan observasi kami laksanakan di daerah yang kami tentukan, untuk mewawancarai narasumber serta mengali informasi tentang rasa Kekayaan Kuliner Masyarakat Suku Dayak Ngaju di Desa Mandomai Kalimantan Tengah di daerah tersebut. Kalimantan Tengah merupakan Provinsi terbesar kedua setelah Papua, yang didominasi oleh penduduk Dayak, Jawa dan juga Banjar. Selain memiliki potensi alam yang indah, yang bisa dijadikan destinasi wisata, Kalimantan Tengah juga memiliki potensi wisata kuliner yang bisa dikenalkan hingga pelosok dunia. Berikut adalah beberapa daftar makanan khas Kalimantan Tengah: juhu umbut sawit, Kalumpe/kaluang, wadi, juhu taya, juhu umbut rotan, keripik kelakai, lemang, kue gagatas, dan masih banyak masakan atau ragam kuliner di daerah Kalimantan Tengah, yang masih dipertahankan dan masak dari dulu sampai sekarang ini.Kata Kunci: Kuliner Dayak Ngaju, Masakan Tradisional Kalimantan Tengah, Kuliner Masyarakat Dayak Ngaju, Desa Mandomai AbstractIndonesia is one of the largest multicultural countries in the world. This can be seen from the socio-cultural, religious and geographical conditions that are so diverse and broad. Currently, the number of islands in the territory of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) is around 13,000 large and small islands. Its population is more than 200 million people, consisting of 300 tribes who speak almost 200 different languages. The culture that usually gets people's attention is the food culture of an area. Food as we know it is a basic need for humans. Apart from being a source of energy and energy, food also has its own cultural meaning and value. Culinary system or typical food from each region has its own uniqueness that is different from each region as well as in the Central Kalimantan area. This is what makes our food promote the Exploration of Culinary Wealth of the Central Kalimantan Dayak Tribe. The purpose of this study is to find out what are the various culinary riches of the Ngaju Dayak Tribe in Mandomai Village, Central Kalimantan. As a condition for completing the Civics Seminar course. To find out how the community's efforts in maintaining the Culinary Wealth of the Ngaju Dayak Tribe, Central Kalimantan. This research activity was carried out for 1 month, for presentation and seminars. Our observation activities were carried out in the areas that we determined, to interview sources and gather information about the taste of the Culinary Wealth of the Ngaju Dayak Tribe in Mandomai Village, Central Kalimantan in the area. Central Kalimantan is the second largest province after Papua, which is dominated by the Dayak, Javanese and Banjar people. Besides having beautiful natural potential, which can be used as a tourist destination, Central Kalimantan also has the potential for culinary tourism that can be introduced to all corners of the world. The following is a list of typical Central Kalimantan foods: palm umbut juhu, Kalumpe/kaluang, wadi, juhu taya, rattan umbut juhu, kalakai chips, lemang, gagatas cake, and many other dishes or culinary varieties in the Central Kalimantan area, which are still preserved and preserved. cook from the past until now.Keywords: Ngaju Dayak Culinary, Central Kalimantan Traditional Cuisine, Culinary of the Ngaju Dayak Community, Mandomai Village
EKSPLORASI KEKAYAAN SENI DAYAK NGAJU DI DESA TUMBANG MANGGU KABUPATEN KATINGAN Pepe Rusmitha Agel; Nur Khasanah; Muslimah Muslimah; Hernes Demar Wulan; Eli Karliani; Tryani Tryani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1732

Abstract

Abstrak Suku Dayak Ngaju memiliki kekayaan dalam hal kesenian. Suatu ciri yang dijumpai dalam kebudayaan Dayak Ngaju adalah kemampuan menyerap kebudayaan dari luar. Bahkan proses perpaduan dan pembauran kebudayaan tersebut dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak dapat disangkal bahwa ada juga kelompok - kelompok dari orang Dayak Ngaju yang meninggalkan kebudayaannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam - macam kesenian yang terdapat di Desa Tumbang Manggu, bagaimana kesenian tersebut dibuat dan apa saja manfaat serta kegunaannya, upaya apa saja yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tumbang Manggu untuk tetap menjaga kesenian tersebut agar tidak hilang seiring zaman. Pendekatan yang digunakan dalam penelian ini adalah kualitatif deskriftif dan metode yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa  Suku Dayak Ngaju yang ada di Desa Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah, memiliki kesenian yang beragam. Mulai dari kesenian tari, musik, menganyam, memahat dan melukis. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi yang semakin canggih nilai-nilai kesenian daerah mulai pudar dan perlahan hilang. Untuk mencegah hal itu terjadi masyarakat Desa Tumbang Manggu membentuk sebuah sanggar dan memperkenalkan kesenian daerah kepada pelajar yang ada di daerah tersebut, agar kesenian tidak dilupakan oleh generasi penerus dan ada hingga masa yang akan datang. Dari sanggar yg didirikan ini lah para pelajar mempelajari kesenian tari, musik, meganyam, memahat dan melukis serta memperkenalkan kepada masyarakat luas dengan cara mengikuti lomba-lomba yang ada. Kata kunci :Kesenian; Adat Istiadat Dayak; Suku Dayak Ngaju; Desa Tumbang Manggu AbstractThe Ngaju Dayak tribe has a wealth of art. A characteristic found in the Ngaju Dayak culture is the ability to absorb culture from outside. In fact, the process of cultural integration and assimilation is carried out in such a way that it cannot be denied that there are also groups of Ngaju Dayak people who have left their own culture.This study aims to find out the various arts found in Tumbang Manggu Village, how the art is made and what are the benefits and uses, what efforts are made by the people of Tumbang Manggu Village to keep the art from being lost over time. The approach used in this research is descriptive qualitative and the methods used are interviews, documentation and observation. The results of this study indicate that the Ngaju Dayak tribe in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency, Central Kalimantan, has a variety of arts. Starting from the arts of dance, music, weaving, sculpting and painting. Along with the development of the times and increasingly sophisticated technology, the values of regional art began to fade and slowly disappear. To prevent this from happening, the people of Tumbang Manggu Village formed a studio and introduced local arts to students in the area, so that the arts were not forgotten by the next generation and existed for the future. From the studio that was established, the students learned the arts of dance, music, weaving, sculpting and painting and introduced them to the wider community by participating in existing competitions.Keywords: Art; Dayak Customs; Ngaju Dayak Tribe; Fallen Manggu Village
PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENANGGULANGI COVID-19 M Saldi Dermawan; Aulia Sholichah Iman Nurchotimah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1741

Abstract

AbstrakPandemi covid-19 menjadi pandemi di seluruh dunia yang berdampak pada segala aspek kehidupan di dunia. Di Indonesia sendiri, Pandemi covid-19  telah mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka berkumpul dan melakukan aktivitas secara normal hingga dipaksa untuk berjaga jarak serta melakukan segala aktivitas melalui trying atau advanced. Di satu sisi, digitalisasi akibat pandemi covid-19  ini memberikan berbagai kemudahan namun di sisi yang lain juga menyimpan berbagai hambatan dan tantangan. Hambatan dan tantangan tersebut berkaitan dengan cara menanggulangi pandemi covid-19 ini. Artikel ini  mengemukakan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam menanggulangi covid-19 dengan metode Literature review dengan Teknik membuat ringkasan (summarize) yang akan memberikan solusi bagaimana strategi dan cara menanggulangi pandemi covid-19 ini dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila yang dapat menjadi langkah yang tepat untuk mengingatkan  masyarakat, akan nilai-nilai Pancasila harus dikonstruksikan dan di terapkan sebagai filosofi kehidupan. Oleh sebab itu kita warga negara Indonesia jangan pernah lupa untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup dalam menanggulangi pandemi covid-19Kata Kunci: Pancasila, Nilai, Covid-19 AbstractThe Coronavirus pandemic is a worldwide pandemic that affects all aspects of life in the world. In Indonesia itself, the Coronavirus Pandemic has changed the habits of Indonesian people who like to gather and carry out normal activities so that they are forced to be on guard and carry out all activities through trying or advancing. On the one hand, digitization due to the Coronavirus pandemic provides various conveniences but on the other hand it also saves various obstacles and challenges. These obstacles and challenges are related to how to deal with this Coronavirus pandemic. This article proposes the application of Pancasila values in tackling COVID-19 with the Literature review method with a summary technique that will provide solutions on how to strategy and how to deal with this Coronavirus pandemic by applying Pancasila values which can be the right step to remind the public, Pancasila values must be constructed and applied as a philosophy of life. Therefore, Indonesian citizens should never forget to apply the values of Pancasila in the life of the nation and state to cope with the COVID-19 pandemic.Keyword: Pancasila, Values Covid-19,
MENINJAU SEJAUH MANA IMPLEMENTASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI Shofi Nurul Hikmah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1745

Abstract

AbstrakPenelitian ini lebih menekankan kepada sejauh mana capaian pendidikan kewarganegaraan di dalam bentuk implementasi mahasiswa di kehidupan sehari-harinya. Berdasarkan hasil penelitian yang penu- lis lakukan dengan judul “Meninjau Sejauh Mana Implementasi Nilai Pendidikan Karakter Melalui Pen- didikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi (Studi Deskriptif Analitik Terhadap Mahasiswa PGSD UPI Cibiru)” dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Dari 18 responden mahasiswa PGSD UPI Ci- biru ternyata dalam prakteknya sudah banyak dan mengetahui mengenai kajian materi di dalam mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. 2) Namun, dalam bentuk implementasinya dirasa masih sangat kurang dalam kehidupan sehari-harinya. 3) Selain itu, di dapatkan data bahwa para mahasiswa menilai penting sekali pendidikan karakter untuk diberikan pada jenjang yang diampunya. Dengan demikian, orientasi pendidikan kewarganegaraan dalam proses pendidikan karakter bagi mahasiswa ini penting untuk selalu ditanamkan dan diberikan pengarahan. Tujuan ini dapat dicapai jika terjadi bentuk kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan dan mahasiswa itu sendiri.Kata kunci: pendidikan karakter, mahasiswa, nilai pendidikan kewarganegaraan. AbstractThis research emphasizes the extent of the achievements of civic education in the form of student imple- mentation in their daily lives. Based on the results of research conducted by the author with the title "Re- viewing the extent to which the implementation of character education values through citizenship educa- tion in higher education (Analytical Descriptive Study of PGSD UPI Cibiru students)" can be taken as fol- lows: 1) Out of 18 respondents of PGSD UPI Cibiru students, it turns out that in practice already many and know about material studies in civic education courses. 2) However, in the form of implementation, it is still lacking in daily life. 3) In addition, obtain data that students assess the importance of character education to be given at the level they are attending. Thus, the orientation of civic education in the character educa- tion process for students is important to always be instilled and given direction. This goal can be achieved if there is a form of cooperation between the government, educational institutions and the college students. Key Words: character education, college students, the value of civic education.
PENGEMBANGAN NILAI MORAL PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Natasya Febrianti; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1772

Abstract

AbstrakMoral adalah ukuran baik buruk seseorang, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat, dan warga negara. Sedangkan pendidikan moral adalah pendidikan untuk menjadikan anak manusia bermoral baik dan manusiawi. Tulisan ini bertujuan untuk memberi gambaran tentang menanamkan nilai moral peserta didik melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan serta dapat mengetahui definisi-definisi dari moral, pendidikan moral dan pendidikan moral pada anak. Metode peneletian yang dipakai adalah menggunaakan metode penelitian kajian pustaka atau studi kepustakaan yaitu berisi teori teori yang relevan dengan masalah–masalah penelitian. Kesimpulan dari tulisan ini adalah pembentukan moral peserta didik tidak hanya dari pelajaran-pelajaran lain saja namun dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan juga ikut serta berperan dalam pembentukan moral perserta didik.Kata Kunci: moral, warga negara, pendidikan moral, pendidikan kewarganegaraan. AbstractMoral is a measure of the good and bad of a person, both as a person and as a citizen, and a citizen. Meanwhile, moral education is education to make human children morally good and humane. This paper aims to provide an overview of instilling moral values in students through civic education and knowing the definitions of moral, moral education and moral education in children. The research method used is to use a literature review research method or literature study which contains theoretical theories that are relevant to research problems. The conclusion of this paper is that the moral prescription of students is not only from class lessons, but in Citizenship Education lessons also participate in the moral ordering of students.Keywords: moral, citizen, moral education, civic education.