cover
Contact Name
Azis
Contact Email
azis@unidayan.ac.id
Phone
+6285241915730
Journal Mail Official
pendidikansejarah@unidayan.ac.id
Editorial Address
Jalan Dayanu Ikhsanuddin No. 124, Kode Pos 93724 Baubau, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JPS
ISSN : 24433624     EISSN : 26863774     DOI : -
Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan mengkaji berbagai hal diantaranya kajian tentang kebudayaan, sejarah, dan penelitian tindakan kelas. Lembaga Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November). Redaksi menerima dari staf pengajar (guru dan dosen), peneliti, mahasiswa, maupun praktisi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
Dampak Pembangunan PLTU Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu HAERUDDIN
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Akademik Pendidikan Sejarah
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui latar belakang pembangunan PLTU PT. Harmoni Energy Indonesia pada kecamatan Sangia Wambulu; Untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu sebelum dan sesudah pembangunan PLTU PT. Harmoni Energy Indonesia; Untuk mengetahui dampak pembangunan PLTU PT. Harmoni Energy Indonesia terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu. Jenis Penelitian iniadalah jenis penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini dikategorikan atas dua jenis sumber yaitu data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan kamera digital. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) Latar belakang pembangunan PLTU PT.Harmoni Energy Indonesia adalah kebijakan kelistrikan nasional pemerintah karena kurangnya pasokan listrik Baubau dan untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik bagimasyarakat Kecamatan Sangia Wambulu maka dibangunlah PLTU PT.Harmoni Energy Indonesia. Kehidupan social ekonomi sebelum dan sesudah pembangunan PLTU PT. Harmoni Energy Indonesia antara lain: (a) sebelum pembangunan PLTU PT.Harmoni Energy Indonesia sebagian masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu mata pencaharian sebagai petani dan nelayan, tingkat pendapatannya pun belum tetap; (b) sesudah pembangunan PLTU PT.Harmoni Energi Indonesia telah mengalami perubahan karena sebagian masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu telah bekerja di PLTU walaupun hanya sebagai buruh bangunan dan lain sebagainya dan tingkat pendapatannya pun mulai menetap. Dampak pembangunan PLTU PT.Harmoni Energy Indonesia terhadap kehidupan masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu antara lain: (a) dampak positifnya terpenuhinya kebutuhan pasokan listrik bagi Kecamatan Sangia Wambulu; (b) dampak negatifnya pembangunan PLTU PT.Harmoni Energy Indonesia untuk kehidupan masyarakat Kecamatan Sangia Wambulu dengan adanya pembangunan PLTU PT. Harmoni Energy Indonesia yaitu tercemarnya pesisir pantai yang mengakibatkan pendapatan para nelayan dan petani menurun.
HEPORAE; TRADISI TUNANGAN MASYARAKAT PAJAM KECAMATAN KALEDUPA SELATAN KABUPATEN WAKATOBI saafi, nasrun
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Akademik Pendidikan Sejarah
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji dan mengungkapkan heporae sebagai tradisi tunangan masyarakat Pajam Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi., dengan tujuan: untuk mengetahui latar belakang adanya tradisi heporae, tata cara pelaksanaan tradisi heporae dan nilai yang terkandung dalam tradisi heporae. Penelitian ini adalah penelitian sosial budaya dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan di Desa Pajam Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi dengan bertumpu pada pendekatan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang adanya tradisi heporae merupakan suatu tradisi pertunangan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Pajam untuk memberitahukan kepada masyarakat sekitar bahwa kedua insan telah diikat sesuai adat sebelum dilangsungkannya pernikahan. Tentang kapan adanya, tidak dapat diketahui dengan pasti, mengingat tradisi ini telah tersimpan dalam memori kolektif masyarakat yang diturunkan secara turun-temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi. Proses pelaksanaan tradisi heporae dilaksanakan dalam 3 tahab, yaitu: tahab awal, pihak laki-laki terlebih dahulu harus melakukan pasola/parara yaitu mengabarkan atau menginformasikan secara diam-diam; tahab tengah, potumpu yaitu pihak laki-laki mendatangi rumah pihak perempuan secara resmi untuk menyampaikan maksud dan tujuannya melamar si perempuan; dan tahab akhir, setelah selesai menentukan mahar pada saat lamaran (potumpu), dilanjutkan dengan penentuan hari pernikahan, dengan melihat waktu yang baik sesuai dengan perhitungan masyarakat setempat dan kesepakatan dari kedua belah pihak. Nilai yang terkandung dalam tradisi heporae adalah nilai budaya yaitu suatu pandangan hidup yang dimiliki oleh masyarakat Pajam dan akan diwariskan secara turun temurun; nilai sosial yaitu melibatkan anggota masyarakat mulai persiapan hingga akhir. Seluruh masyarakat saling membantu mempersiapkan pelaksanaan proses pelamaran; nilai religi yaitu menuntut kita sebagai manusia yang sudah akil baligh agar segera menikah dengan terlebih dahulu melaksanakan heporae agar kedua insan tersebut saling mengenal dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan
SELEMBAR NASKAH: PERDAGANGAN OPIUM DI BUTON HASARUDDIN
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Akademik Pendidikan Sejarah
Publisher : Jurnal Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang munculnya perdagangan opium di Buton, (2) mengungkapkan daftar harga opium yang beredar di Buton pada tahun 1906; (3) untuk mengetahui dampak dari keberadaan opium pada masyarakat Buton. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah sumber naskah pada koleksi La Ode Zaenu. Meskipun demikian diperlukan pula instrumen penelitian berupa observasi, wawancara, dan cacatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keberadaan opium dalam masyarakat Buton dibawah oleh para pedagang Buton yang menggunakan kapal di timur Nusantara. Di samping itu juga dibawa oleh bangsa Eropa karena komoditas opium sangat lagu di pasaran masyarakat Buton. Keberadaan opium di Buton diidentifikasi sampai akhir tahun 1960-an. Harga opium yang dapat dijangkau harganya menjadikan diperoleh dengan mudah oleh masyarakat khususnya kelompok elit masyarakat Buton. Opium tersebut membuat gejolak bagi masyarakat Buton dalam pembayaran pajak. Di samping itu muncul pula perampokan bagi kelompok elit (bangsawan) Buton.