cover
Contact Name
dwi rizki febrianti
Contact Email
dwirizkyfeby@gmail.com
Phone
+6285222400404
Journal Mail Official
jifi@stikes-isfi.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin Jl. Flamboyan III/7C Kayu Tangi 70123 Banjarmasin Kalimantan Selatan Telepon: (0511)-3301610, 3300221 Email: jifi@stikes-isfi.ac.id
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Insan Farmasi Indonesia
ISSN : 26213184     EISSN : 26214032     DOI : https://doi.org/10.36387/jifi
Core Subject : Health, Science,
Focus and Scope Jurnal Insan Farmasi Indonesia (JIFI) is a broad-based primary journal covering all branches of pharmacy and its sub-disciplines that contains complete research articles, short communication and review articles. JIFI is a forum for the publication of quality and original works that open discussions in the field of pharmacy and health sciences.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2018)" : 17 Documents clear
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Eka Kumalasari; M. Ahlun Nazir; Aditya Maulana Perdana Putra
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) merupakan tanaman asli Indonesia yang digunakan sebagai obat tradisional. Secara empiris umbinya mempunyai khasiat sebagai diuretik, astringen, pencahar, analgetik, mengobati luka, sakit kuning, batuk, mencret berdarah, sakit perut, disentri, radang poros usus, kanker kolon, kanker payudara, perangsang muntah, dan obat bisul dan pada bagian daunmya berkhasiat sebagai obat bagi wanita yang nifas. Pemanfaatan bawang dayak ini kebanyakan hanya pada umbinya sedangkan bagian daunnya masih belum dimanfaatkan. Salah satu kandungan daun bawang dayak yaitu flavonoid. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian  kadar flavonoid total dalam ekstrak etanol daun bawang dayak.Daun bawang dayak diperoleh dari desa Petuk ketimpun, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 420 nm ekstrak etanol daun bawang dayak mengandung senyawa flavonoid dengan kadar sebesar 34,08 %± 0,0007.
UJI AKTIVITAS PENGHAMBAT ENZIM TIROSINASE DARI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SUKUN (Artocarpus altilis Park. [Fosberg]) Irvani Rakhmawati; Nissa Anggastya Fentami
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperpigmentasi merupakan salah satu masalah pada kulit yang ditandai dengan timbulnya bercak coklat pada kulit. Kondisi tersebut disebabkan oleh berlebihnya produksi pigmen melanin akibat paparan sinar ultraviolet dari matahari atau akibat stimulasi melanosit oleh radikal bebas. Berbagai agen pencerah kulit dari bahan alam terus dicari dan diteliti untuk menemukan agen pencerah kulit dengan efek samping yang lebih ringan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap aktivitas penghambatan enzim tirosinase dari fraksi etil asetat daun sukun. Simplisia kering daun sukun diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian ekstrak kental diekstraksi kembali dengan fraksinasi bertingkat dan diambil fraksi etil asetatnya. Beberapa konsentrasi fraksi etil asetat daun sukun diuji aktivitasnya terhadap enzim tirosinase jamur dan menggunakan asam kojat sebagai senyawa kontrol positif. Pada konsentrasi 500 ppm, fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas penghambatan sebesar 25,369%. Jika dibandingkan dengan senyawa  asam kojat pada konsentrasi yang sama, aktivitas penghambatan enzim dari fraksi etil asetat daun sukun sangat lemah.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI N-HEKSANA, KLOROFORM DAN ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL Limnocharis flava DENGAN METODE DPPH Iin Narwanti; Isa Amilia Hamida
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman genjer (Limnocharis flava) mengandung senyawa polifenol yang dapat berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil KLT dan kemampuan fraksi n-heksana, kloroform dan etil asetat ekstrak etanol L. flava dalam menangkap radikal bebas DPPH. Maserasi dilakukan dengan pelarut etanol 70% untuk mendapatkan ekstrak etanol. Ekstrak etanol yang diperoleh selanjutnya difraksinasi secara bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, kloroform dan etil asetat. Uji penangkapan radikal bebas dilakukan dengan metode DPPH, dimana persen penangkapan radikal bebas dinyatakan sebagai ES50. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan ES50 ekstrak etanol, fraksi n-heksana, kloroform dan etil asetat berturut-turut adalah 0,209; 2,128; 1,117 dan 1,042 mg/mL, sedangkan kontrol positif asam galat mempunyai harga ES50 sebesar 3,365 μg/mL. Fraksi n-heksana, kloroform dan etil asetat ekstrak etanol L. flava mempunyai potensi antioksidan yang lebih rendah dibanding asam galat.
Optimasi Ekstrak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dari Berbagai Pelarut sebagai Antibakteri Tifoid Rakhmadhan Niah; Dwi Rizki Febrianti
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan Salmonellosis menggunakan antibiotik yang dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, kerusakan organ hati, ginjal dan resistensi dalam penggunaannya. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif senyawa baru sebagai antibiotik dengan efektivitas besar, efek samping kecil dan harga terjangkau. Daun Karamunting diduga memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tannin, fenol dan saponin. Namun perlu dikembangkan pemanfaatan daun karamunting dalam bentuk ekstrak dengan pemilihan pelarut yang tepat. Tujuan Penelitian ini adalah mengoptimasi ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum L.)  dari berbagai pelarut sebagai antibakteri Salmonella typhi penyebab demam typhoid.Penelitian dilakukan menggunakan metode difusi cara sumuran. Parameter yang digunakan pada penentuan aktivitas antibakteri yaitu zona hambat yang terbentuk. Konsentrasi yang digunakan adalah 2,5%b/v, 5%b/v, 10%b/v dan 20%b/v. Data dianalisis secara statistik menggunakan SPSS versi 16.Berdasarkan hasil tersebut, terlihat bahwa pada kelompok konsentrasi yang memiliki daya hambat tertinggi berturut-turut adalah konsentrasi 20% ekstrak metanol (24,24 mm), kontrol positif (22,83 mm), konsentrasi 10% ekstrak metanol (16,37mm), konsentrasi 5% ekstrak metanol (10,75 mm), konsentrasi 20% ekstrak N-Heksane (6,06 mm), konsentrasi 10% ekstrak N-Heksane (2,09 mm), konsentrasi 5% ekstrak N-Heksane (1,14 mm ), konsentrasi 2,5% ekstrak metanol (1,14 mm) dan konsentrasi 2,5 % ekstrak N-Heksane tidak memiliki daya hambat terhadap bakteri Salmonela typhi.
KADAR MAGNESIUM DAN RASIO Mg/Ca DALAM CANGKANG TELUR AYAM, TELUR BEBEK DAN KERANG DARAH Tyas Putri Utami; Sri Teguh Rahayu
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cangkang dari industri olahan pangan merupakan limbah yang masih dapat diolah kembali untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Cangkang merupakan tempat deposit mineral seperti kalsium dan magnesium pada unggas dan bivalvia. Kandungan mineral yang tinggi tersebut menjadikan cangkang sebagai alternatif pilihan sumber kalsium dan magnesium dalam industri farmasi. Di beberapa tempat telah dikembangkan suplemen kalsium yang berasal dari cangkang telur dan cangkang kerang untuk penderita osteoporosis. Penyerapan magnesium dan kalsium saling terkait, terutama berkaitan dengan pelepasan PTH yang diinduksi oleh hipokalsemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan cangkang yang mengandung banyak magnesium untuk pembuatan suplemen kalsium bagi penderita osteoporosis. Penelitian dilakukan dari bulan Mei-Oktober 2018. Sampel cangkang masing-masing 12 cangkang diambil secara acak dari usaha kuliner yang ada di Jakarta. Preparasi sampel dan pengukuran kadar kalsium dan magnesium dilakukan dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS) di Laboratorium Terpadu Universitas Esa Unggul. Hasil penelitian menunjukkan telur ayam lebih baik digunakan untuk dijadikan suplemen kalsium bagi penderita osteoporosis karena mengandung rasio Mg/Ca yang lebih besar (0,026±0,005) dibanding dengan cangkang telur bebek dan cangkang kerang darah (p<0,05).
IDENTIFIKASI KANDUNGAN FITOKIMIA EKSTRAK OKRA MERAH (Abelmoschus Esculentus) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBIOTIK TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Ni Made Ayu Nila Septianingrum; Widarika Santi Hapsari; Alfian Syariffudin
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Okra atau yang sering dikenal sebagai nama Ladies Finger memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Ladies finger ini banyak terdapat di negara tropis antara lain Asia dan Afrika. Penduduk Indonesia masih sedikit yang mengenal okra sebagai tanaman kesehatan, biasanya masyarakat memanfaatkan okra sebagai sayuran yang bisa dimakan dengan cara dikukus atau ditumis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan kimia buah okra merah dengan menggunakan reagen kimia dan nilai daya hambat bakteri yang dihasilkan terhadap bakteri Escherichia coli. Metode kuantitatif dan kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk melihat rendemen dan mendiskripsikan hasil dari ekstrak okra. Hasil penelitian diperoleh rendemen okra sebesar 20.60%. Ekstrak Okra yang diuji mengandung positif senyawa kimia flavonoid, tannin, saponin, triterpenoid, steroid, alkaloid, dan karohidrat, sedangkan glikosida negatif. Zona hambat bakteri ekstrak okra terhadap Escherichia Coli adalah 81 mm sehingga masuk dalam kategori daya hambat rendah. 
PENETAPAN KADAR FENOLIK DAN FLAVONOID TOTAL EKSTRAK METANOL KAYU KUNING (Arcangelisia flava Merr) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBEL Anna Khumaira Sari; Riza Alfian; Siska Musiam; Prasdianto Prasdianto; Renny Renny
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu kuning (Arcangelisia flava Merr) merupakan tanaman yang mengandung senyawa kimia alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, dan tannin. Senyawa fenolik dan flavonoid yang terkandung dalam kayu kuning mempunyai berbagai khasiat sebagai antimikroba, antioksidan dan anti hyperlipidemia. Komponen senyawa pengoksidan tersebut dapat menangkal radikal bebas yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar fenolik total dan flavonoid total ekstrak metanol kayu kuning. Kayu kuning yang dijadikan sampel diambil dari daerah Kabupaten Banjar. Senyawa fenolik dan flavonoid dalam kayu kuning diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol. Uji kualitatif dilakukan terhadap senyawa fenolik dan flavonoid. Kadar fenolik total dan flavonoid total ditetapkan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Visible.Analisis kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak metanol kayu kuning positif mengandung fenol dan flavonoid. Hasil kadar fenolik total yang didapat pada ekstrak metanol kayu kuning 6,274 mg GAE/g dan hasil kadar flavonoid total adalah 16,667 ppm atau 1,6647 % b/b

Page 2 of 2 | Total Record : 17