cover
Contact Name
Dr. Ir., Nurtati Soewarno, M.T
Contact Email
nurtati@itenas.ac.id
Phone
+6222-7272215
Journal Mail Official
terracotta@itenas.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung - Itenas Gedung 17 Lantai 1 Jl. P.H.H. Mustofa No 23 Bandung - Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA
ISSN : -     EISSN : 27164667     DOI : https://doi.org/10.26760/terracotta
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA adalah Jurnal Ilmiah yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang-bidang utama : Perancangan Arsitektur (gedung), Stuktur dan Konstruksi, Teknologi Bangunan, Perencanaan Kota dan Asitektur Kota, Perumahan dan Permukiman, serta Teori-Metoda dan Sejarah Arsitektur.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1" : 10 Documents clear
Implementasi Arsitektur Neo Vernakular Sunda di Wisata Edukasi Pawon Historical Area Efafras, Dian Nitta; Latifah, Nur Laela
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.10990

Abstract

AbstrakSeiring perkembangan zaman generasi sekarang cenderung makin kurang tertarik untuk mengenal budaya asli daerah di Indonesia. Fenomena ini makin bertambah dangan adanya pandemi COVID-19 yang telah memberi dampak signifikan terhadap penurunan kunjungan ke tempat wisata budaya. Dampak pandemi ini adalah terpaksa harus ditutup sementara atau diberlakukan pembatasan jumlah pengunjung ke tempat-tempat pariwisata. Dengan adanya pengaruh asing pada gaya hidup maka sudut pandang terhadap pentingnya nilai sejarah juga menjadi memudar. UNESCO menyatakan bahwa dari peninggalan bersejarah yang langka di situs arkeologi Goa Pawon Kabupaten Bandung Barat maka kawasan tersebut layak untuk dijadikan cagar alam. Hal ini menjadikan Goa Pawon memiliki potensi untuk diolah sebagai tempat wisata yang informatif dan menarik. Melalui analisis deskriptif kualitatif dilakukan proses desain kawasan wisata edukasi Pawon Historical Area yang menerapkan tema neo vernakular Sunda, dengan bangunan utama berupa museum berisi ruang pamer, perpustakaan, dan pottery workshop, serta visitor centre. Konsep perancangan tapak dan seluruh bangunan kawasan wisata ini mengacu pada adat istiadat dan filosofi arsitektur Sunda di Kampung Tonggoh, tetapi diselesaikan dengan penggunaan material dan konstruksi modern termasuk adanya sentuhan teknologi pada fasilitas untuk pengunjung di ruang pamer museum dan perpustakaan. Berdasarkan fungsinya yang penting diharapkan Pawon Historical Area dapat mendukung pelestarian budaya asli Sunda dan menjadi model perencanaan kawasan wisata edukasi lainnya di Indonesia.Kata kunci: Arsitektur sunda, Goa pawon, Neo vernakular, Wisata edukasi AbstractAlong with the times, the current generation tends to be less and less interested in getting to know the indigenous culture of the region in Indonesia. This phenomenon has been exacerbated by the COVID-19 pandemic, which has significantly impacted the decline in visits to cultural tourism sites because they were forced to be temporarily closed or restrictions imposed on the number of visitors. With foreign influences on lifestyles, the perspective on the importance of historical values also fades. UNESCO states that from the rare historical heritage in the archaeological site of Goa Pawon, West Bandung Regency, the area is worthy of being used as a nature reserve, so it has the potential to be processed as an informative and interesting tourist spot. Through qualitative descriptive analysis, the design process of the Pawon Historical Area educational tourism area applies the neo-vernacular Sundanese theme, with the main building as a museum containing a showroom, library, pottery workshop, and visitor center. The design concept of the site and the entire building of this tourist area refers to the customs and philosophy of Sundanese architecture in Tonggoh Village but is completed with modern materials and construction, including a touch of technology in the facilities for visitors in the museum and library showrooms. Based on its important function, it is hoped that the Pawon Historical Area can support the preservation of Sundanese indigenous culture and become a model for planning other educational tourism areas in Indonesia.Keywords: Sundanese architecture, Pawon cave, Neo vernacular, Educational tourism
Transformasi Ruang Dalam Rumah Tradisional Pesisir di Kampung Cungkeng, Kota Bandar Lampung Widya, Amelia Tri; Nurzukhrufa, Antusias; Basica, Embun Aura Annisa
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.10395

Abstract

Sebagai kampung transmigran Bugis-Makassar yang mendiami pesisir Kota Bandar Lampung, penduduk Kampung Cungkeng telah menghuni dan bertahan selama kurang lebih tujuh dekade lamanya. Transformasi fisik pada hunian merupakan proses dinamis selama berhuni, tidak terkecuali transformasi pada ruang dalam pada rumah tradisional Bugis-Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi transformasi ruang dalam pada rumah tinggal dan faktor penyebab transformasi di Kampung Cungkeng. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pengumpulan data melalui survei, observasi, dan wawancara mendalam kepada pemilik rumah tinggal. Transformasi ruang dalam hunian diamati baik secara vertikal maupun horizontal. Hasil penelitian menemukan pengalihan fungsi ruangan khususnya kolong hunian menjadi ruang servis, kamar tidur, dan ruang bersama. Selain itu, transformasi berupa penambahan ruang baru; pertumbuhan dan pembagian ruang dengan menambah/merobohkan dinding hunian; perluasan ruangan; dan perubahan zona ruangan. Adapun transformasi ruang dalam dipengaruhi oleh ketidakefisienan dan kebutuhan ruang karena penambahan anggota keluarga dan keterbatasan ruang gerak; kemampuan finansial; insentif perbaikan rumah; peluang ekonomi; dan ketersediaan lahan.
Penerapan Prinsip Akustik Ruang Auditorium (Studi Kasus: Auditorium Gedung Kuliah Umum 1 Institut Teknologi Sumatera) Gharata, Verza Dillano; Satria, Widi Dwi; Hidayat, Rahmad; Calista, Jinan Diva; Bastari, Anisah Shafiyyah Muchlas
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.10498

Abstract

Auditorium pada umumnya digunakan untuk mengadakan pertemuan, pertunjukan, dan kegiatan lainnya dengan jumlah tertentu. Salah satu faktor yang menunjang kenyamanan sebuah auditorium adalah bunyi (akustik). Pada ruang Auditorium Gedung Kuliah Umum 1 Institut Teknologi Sumatera (GKU 1 ITERA) akan dilakukan studi kasus untuk melihat kualitas suara yang ada di auditorium ini. Dalam kenyamanan suara pada sebuah auditorium, tentunya terdapat beberapa elemen yang harus diperhatikan seperti material yang dipilih serta mebel yang ada pada auditorium. Selain itu, tinggi dan panjang bangunan akan mempengaruhi kualitas akustik suatu ruangan dikarenakan persebaran suaranya harus merata. Hal tersebut juga dapat dipertimbangkan untuk peletakan posisi pengeras suara pada ruangan. Data penelitian diambil menggunakan metode pengamatan langsung. Pengamatan tersebut meliputi jenis material yang digunakan, pengukuran dimensi dan jarak menggunakan laser meter,  elemen arsitektur di dalamnya isinya melingkupi elemen dinding, lantai, plafon, jendela, dan furnitur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kualitas suara pada auditorium, antara lain jumlah pengeras suara untuk peningkatan intensitas suara, penambahan bahan peredam agar tidak ada gema yang berlebihan, penempatan mebel yang harus dikoordinasikan lebih awal kepada pihak stakeholder yang terkait, dan juga perlu dilakukan simulasi akustik sehingga diperoleh waktu dengung yang sesuai standar untuk fungsi auditorium.
Pedestrian Jalan Slamet Riyadi Surakarta Sebagai Pendukung Sustainable Development Goals Rakhmanty, Febrione Putri
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.8841

Abstract

Salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) adalah penyediaan akses universal terhadap ruang publik yang aman, inklusif dan mudah diakses. Dikaitkan dengan target tersebut maka peran ruang-ruang terbuka dalam kota termasuk jalur pedestrian menjadi krusial dalam pencapaian SDGs. Sebagai jalur pedestrian terpanjang di Kota Surakarta maka peran jalur pedestrian Jalan Slamet Riyadi menjadi penting demi mendukung terwujudnya target dari SDGs di Kota Surakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kondisi fisik jalur pedestrian Jalan Slamet Riyadi saat ini telah mendukung penyediaan akses universal terhadap ruang-ruang publik yang aman, inklusif dan mudah diakses, dan hijau, terutama bagi perempuan dan anak-anak, manula dan orang dengan disabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Melalui metode ini peneliti akan melakukan survey langsung untuk mengetahui kondisi terkini sebenarnya di lokasi penelitian dihubungkan dengan variable-variabel yang mendukung SDGs. Berdasarkan hasil analisis akhir, diketahui bahwa dalam eksisting fisik jalur pedestrian Jalan Slamet Riyadi Surakarta saat ini dalam kondisi baik walaupun masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk menunjang pengguna, sementara itu dari segi pemanfaatan saat ini jalur pedestrian tersebut tidak hanya digunakan oleh pejalan kaki, penyandang disabilitas ataupun pesepeda, namun juga sebagai lahan parkir dan akses kendaraan roda empat maupun roda dua.
Gemeente Semarang 1906 – 1942: Sebuah Riwayat Tata Kota Kolonial Mulyanto, Heru
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.10135

Abstract

Sebelum menjadi gemeente, kondisi sosial, ekonomi, tata kelola air, dan sebagainya berada di bawah kontrol langsung dari pemerintah koloni dengan model yang sama seperti kota-kota di Eropa. Namun semenjak desentralisasi diterapkan, Semarang berubah secara cepat, menjadi kota dengan fasilitas yang memadai dan dengan infrastruktur yang berkesinmabungan. Permasalahan yang dibahas dalam riset ini adalah bagaimana pemerintah Hindia-Belanda mengatur kota semarang yang tadinya sangat Eropa-sentris, menjadi kota yang disesuaikan bagi penduduk pribumi. Urgensi / tujuan penulisan artikel ini ialah untuk mengungkap kronologi dan proses awal pengesahan Gemeente Semarang hingga pembangunan berbagai fasilitas publik di sebagian besar bidang, yaitu artitektur kota, dinamika pelabuhan, eksistensi pasar, “kampongverbetering” (perbaikan kampung) dan dinamika Burgerlijke Openbare Werken di Kota semarang dalam merekonstruksi kota ini dalam bentuk Gemeente. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah yang meliputi empat tahap: Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, Historiografi. Hasil yang didapat adalah bahwa dilakukan sebuah “verbetering” atau perbaikan terhadap kampung-kampung di kota Semarang. Sementara dari segi pelabuhan, Semarang pada masa seelum desentralisasi telah dilakukan sebuah modernisasi oleh rezim Daendels.Dari segi arsitektur kota, sebelum dilakukan desentralisasi, model kota semarang hampir sama dengan Batavia yang mana, sungai merupakan urat nadi penting perekonomian masyarakat.
Between Architecture, Story, and Place Identity: A Narrative Approach for Creative Placemaking in Museum Design Aguspriyanti, Carissa Dinar; Benny, Benny; Christine, Venita; Fernando, Delvin; Tan, Angelina
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.9183

Abstract

Museum architecture is required to tell a story more than just the physical building to be able to convey the knowledge and messages it carries. When architecture can be enjoyed physically and psychologically, architecture can be more memorable, easier to understand and appreciated by its users. How people value a place can be influenced by a narrative that gives character or identity to that place. Therefore, stories play a crucial role in making a place and shaping its identity. Placemaking concept has several types of approaches to transform spaces and enhance their significance. In particular, this study explored how to use narratives for creative placemaking in museum design, using a qualitative descriptive method that refers to the design process. Using narratives in architectural design has been well-known as storytelling architecture involving two techniques that are ‘storytelling as a metaphor’ and ‘storytelling through sequencing’. The results indicated that these techniques play a part in creative placemaking application which has three design principles, particularly in museum design. By incorporating storytelling techniques, architects and designers can create spaces that evoke emotions, foster connections, and enhance the overall experience of a place.
Konsep Informal Memorial sebagai Strategi Desain Pengembangan Kampung Lengkong Kyai Mahdiroh, Sheanne; Dewi, Julia; Wibisono, Andreas Yanuar
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.10306

Abstract

Kampung Lengkong Kyai merupakan kampung bersejarah dengan adanya Taman Makam Pangeran Aria Wangsakara di dalamnya. Kampung bersejarah ini terletak di tengah-tengah pembangunan masif kawasan perumahan di Tangerang. Pada saat ini aktivitas di Lengkong Kyai tersegregasi antara aktivitas hunian perkampungan dan area memorial di Taman Makam Pahlawan. Kawasan Lengkong Kyai memiliki potensi untuk penggabungan aktivitas yang membuat kawasan ini lebih hidup serta memberikan benefit bagi warga kampung. Konsep informal memorial merupakan salah satu bentuk penggabungan antara ruang memorial dan ruang publik. Penggabungan aktivitas memberikan peluang untuk masyarakat Kampung Lengkong Kyai secara aktif menggunakan ruang publik yang terintegrasi dengan ruang memorial. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi untuk penggabungan aktivitas dengan menggunakan konsep informal memorial di kawasan Lengkong Kyai. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur, pemetaan dan observasi guna mengetahui peluang penggabungan aktivitas ruang memorial dan ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa konsep yang bisa diterapkan pada layout kawasan. Konektivitas merupakan salah satu kunci untuk mengintegrasikan ruang memorial dan ruang publik di Kampung Lengkong Kyai. Kesimpulan akhir dari penelitian menemukan beberapa strategi desain yang dapat dikembangkan untuk merancang integrasi ruang memorial dan ruang publik di Kampung Lengkong Kyai.
Evolusi Peran Arsitek di Era Artificial Intelligence dan Teknologi Berbasis Data Fitriyanto, Dominikus Aditya; Zakariya, Afif Fajar
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.10619

Abstract

AbstrakMeningkatnya kompleksitas dunia menimbulkan tantangan yang signifikan bagi lingkungan binaan, dan arsitek memainkan peran penting dalam menerjemahkan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang menjadi solusi yang berkelanjutan. Dengan isu-isu mendesak seperti krisis iklim, urbanisasi, dan kekurangan perumahan, industri arsitektur harus beradaptasi, berevolusi, dan berinovasi untuk memenuhi tuntutan tersebut. Data dan teknologi telah muncul sebagai alat yang ampuh dalam transformasi ini, hal ini memungkinkan arsitek untuk memberikan proyek berorientasi pengguna yang terintegrasi secara komprehensif dengan lingkungan mereka. Penelitian ini mengeksplorasi persimpangan desain berbasis data, kecerdasan buatan (AI), dan arsitektur, termasuk peran data dalam membentuk industri, mulai dari penerapan Building Information Modelling (BIM) hingga solusi berbasis cloud yang memfasilitasi kolaborasi antar pemangku kepentingan. Analisis data menggunakan literature review mencakup artikel dengan fokus pada artificial intelligence, data driven technology, dan building information modelling (BIM) dalam arsitektur. Sintesis menunjukkan integrasi AI dalam arsitektur memberdayakan para profesional untuk menggali potensi desain berbasis data dan AI sebagai kekuatan transformatif dalam industri arsitektur, serta menciptakan solusi yang lebih baik dan efisiensi dalam pengambilan keputusan yang terinformasi di seluruh desain, konstruksi, dan pengoperasian bangunan. 
Proses Desain Arsitektur dengan Pendekatan Metafora dan Alam pada Bandara Internasional Beijing Daxing dan Jewel Changi Simanjuntak, Ronald Ronald Sahat Mauli Simanjuntak
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.9283

Abstract

Pendekatan metafora dan pendekatan alam umum digunakan pada era arsitektur post modernisme saat ini mengingat pentingnya keinginan untuk menunjukkan kesadaran kontekstual, rasa individualitas, dan kesadaran lingkungan. Bangunan terminal di bandara merupakan salah satu contoh struktur bangunan yang biasanya menggunakan kedua pendekatan tersebut. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi lebih mendalam mengenai proses desain bandara internasional Beijing Daxing yang dirancang menggunakan pendekatan metafora serta Jewel Changi yang dirancang menggunakan pendekatan alam. Pada studi ini ditemukan bahwa titik awal penggunaan pendekatan metafora dan pendekatan alami dalam desain arsitektur adalah untuk mengatasi masalah yang ada. Lalu, dilakukan pencarian konsep desain yang sesuai dimana pendekatan alami melibatkan pencarian gambaran peristiwa alam untuk diterapkan pada desain, sedangkan pendekatan metafora melibatkan identifikasi objek yang dapat ditiru secara konsepsual atau fisik. Setelah itu, fenomena atau objek diselidiki secara seksama dengan mempertimbangkan aspek fisik dan kualitas immaterialnya. Proses desain kemudian dimulai dengan cara menerapkan fenomena atau objek pada elemen desain arsitektur melalui cara nyata (tangible) maupun tidak berwujud (intangible). Kajian ini diharapkan dapat memberikan panduan secara menyeluruh mengenai proses desain pendekatan metafora dan pendekatan alam sehingga dapat dijadikan contoh bagi yang memerlukannya
LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN DESA WISATA BERKELANJUTAN DI DESA PENANGGUNGAN, MOJOKERTO Sunarya, Wendy; Utomo, Heru Prasetiyo; Avenzoar, Azkia
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.10500

Abstract

Di Indonesia, wisata pedesaan memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat lokal di berbagai daerah. Wisata pedesaan menawarkan berbagai atraksi, seperti eksplorasi alam, budaya tradisional dan peninggalan bersejarah yang dapat menarik minat masyarakat kota. Perancangan arsitektur tentu diperlukan dalam mengoptimalkan potensi desa wisata, khususnya dalam meningkatkan branding desa untuk menarik wisatawan. Desain bangunan dan ruang luar yang baik juga dapat meningkatkan kualitas lingkungan serta dan penduduk pedesaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perancangan arsitektur desa wisata perlu mempertimbangkan aspek-aspek berkelanjutan: ekonomi, lingkungan dan sosial. Studi ini meneliti tentang bagaimana prinsip pariwisata berkelanjutan dapat diwujudkan dalam perancangan arsitektur desa wisata dan diterapkan pada studi kasus di desa Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur. Studi literatur dilakukan pada penelitian ini untuk membahas bagaimana arsitektur dapat berperan dalam mewujudkan prinsip pariwisata berkelanjutan untuk perancangan desa wisata. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif, termasuk pengamatan lapangan dan wawancara, untuk merumuskan kerangka konseptual perancangan pada studi kasus yang dipilih.

Page 1 of 1 | Total Record : 10