cover
Contact Name
Dr. Ir., Nurtati Soewarno, M.T
Contact Email
nurtati@itenas.ac.id
Phone
+6222-7272215
Journal Mail Official
terracotta@itenas.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung - Itenas Gedung 17 Lantai 1 Jl. P.H.H. Mustofa No 23 Bandung - Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA
ISSN : -     EISSN : 27164667     DOI : https://doi.org/10.26760/terracotta
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA adalah Jurnal Ilmiah yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang-bidang utama : Perancangan Arsitektur (gedung), Stuktur dan Konstruksi, Teknologi Bangunan, Perencanaan Kota dan Asitektur Kota, Perumahan dan Permukiman, serta Teori-Metoda dan Sejarah Arsitektur.
Articles 125 Documents
Optimalisasi Termal Pada Perancangan Bangunan Creative Hub di Kota Medan dengan Plug-in Sefaira Aipin, Angga Hariguna; Nasution, Aulia Muflih
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 2
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i2.11266

Abstract

Pada pertemuan Friends Of Creative Industries (FEC) bulan November 2020, dikatakan ekonomi kreatif merupakan bagian penting dari pemulihan ekonomi global. Data dari Bekraf menunjukan bahwa Sumatera Utara memiliki ketertarikan pada industri kreatif, dengan subsektor musik, kuliner dan seni pertunjukan yang paling diminati. Oleh karena itu, dibutuhkan creative hub untuk mewadahi industri kreatif ini. Selain itu, banyak masyarakat mulai sadar akan perubahan iklim karena kualitas lingkungan saat ini semakin menurun karena faktor alam itu sendiri maupun makhluk hidup. Berawal dari kesadaran ini, para arsitek mulai mencari solusi untuk mengatasi masalah iklim dengan menggunakan pendekatan desain yang meningkatkan kinerja termal bangunan dan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca pada atmosfer bumi sehingga meminimalkan pemanasan global. Penggunaan software Sefaira harus digunakan sebagai alat tambahan untuk membantu mengoptimalkan penerapan sustainable architecture. Setelah menentukan lokasi perancangan, orientasi bangunan, serta kebutuhan bangunan yang digunakan pada bangunan, Sefaira akan memberikan informasi hasil dari simulasi desain bangunan seperti nilai peak loads, free area serta comfort berdasarkan tiga indikator seperti dry bulb temperature, operating temperatur dan ASHRAE 55. Dengan demikian, simulasi Sefaira ini akan memungkinkan bangunan untuk memaksimalkan tingkat kenyamanan dan mempermudah perancangan untuk mendesain bangunan yang sustainable dengan mengoptimalkan perancangan melalui rekomendasi yang diberikan oleh software Sefaira.
Evolusi Peran Arsitek di Era Artificial Intelligence dan Teknologi Berbasis Data Fitriyanto, Dominikus Aditya; Zakariya, Afif Fajar
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.10619

Abstract

AbstrakMeningkatnya kompleksitas dunia menimbulkan tantangan yang signifikan bagi lingkungan binaan, dan arsitek memainkan peran penting dalam menerjemahkan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang menjadi solusi yang berkelanjutan. Dengan isu-isu mendesak seperti krisis iklim, urbanisasi, dan kekurangan perumahan, industri arsitektur harus beradaptasi, berevolusi, dan berinovasi untuk memenuhi tuntutan tersebut. Data dan teknologi telah muncul sebagai alat yang ampuh dalam transformasi ini, hal ini memungkinkan arsitek untuk memberikan proyek berorientasi pengguna yang terintegrasi secara komprehensif dengan lingkungan mereka. Penelitian ini mengeksplorasi persimpangan desain berbasis data, kecerdasan buatan (AI), dan arsitektur, termasuk peran data dalam membentuk industri, mulai dari penerapan Building Information Modelling (BIM) hingga solusi berbasis cloud yang memfasilitasi kolaborasi antar pemangku kepentingan. Analisis data menggunakan literature review mencakup artikel dengan fokus pada artificial intelligence, data driven technology, dan building information modelling (BIM) dalam arsitektur. Sintesis menunjukkan integrasi AI dalam arsitektur memberdayakan para profesional untuk menggali potensi desain berbasis data dan AI sebagai kekuatan transformatif dalam industri arsitektur, serta menciptakan solusi yang lebih baik dan efisiensi dalam pengambilan keputusan yang terinformasi di seluruh desain, konstruksi, dan pengoperasian bangunan. 
Proses Desain Arsitektur dengan Pendekatan Metafora dan Alam pada Bandara Internasional Beijing Daxing dan Jewel Changi Simanjuntak, Ronald Ronald Sahat Mauli Simanjuntak
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.9283

Abstract

Pendekatan metafora dan pendekatan alam umum digunakan pada era arsitektur post modernisme saat ini mengingat pentingnya keinginan untuk menunjukkan kesadaran kontekstual, rasa individualitas, dan kesadaran lingkungan. Bangunan terminal di bandara merupakan salah satu contoh struktur bangunan yang biasanya menggunakan kedua pendekatan tersebut. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi lebih mendalam mengenai proses desain bandara internasional Beijing Daxing yang dirancang menggunakan pendekatan metafora serta Jewel Changi yang dirancang menggunakan pendekatan alam. Pada studi ini ditemukan bahwa titik awal penggunaan pendekatan metafora dan pendekatan alami dalam desain arsitektur adalah untuk mengatasi masalah yang ada. Lalu, dilakukan pencarian konsep desain yang sesuai dimana pendekatan alami melibatkan pencarian gambaran peristiwa alam untuk diterapkan pada desain, sedangkan pendekatan metafora melibatkan identifikasi objek yang dapat ditiru secara konsepsual atau fisik. Setelah itu, fenomena atau objek diselidiki secara seksama dengan mempertimbangkan aspek fisik dan kualitas immaterialnya. Proses desain kemudian dimulai dengan cara menerapkan fenomena atau objek pada elemen desain arsitektur melalui cara nyata (tangible) maupun tidak berwujud (intangible). Kajian ini diharapkan dapat memberikan panduan secara menyeluruh mengenai proses desain pendekatan metafora dan pendekatan alam sehingga dapat dijadikan contoh bagi yang memerlukannya
Evaluasi Pencahayaan Alami pada Masjid Al-Huda Tembalang Purba, Revlitania
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 2
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i2.11269

Abstract

ABSTRAKBerbagai bentuk ibadah umat Islam menggunakan rutinitas masjid minimal 5 kali sehari yaitu pagi, siang, sore, dan malam. Kondisi inilah yang menjadikan masjid sebagai salah satu tempat yang dapat digunakan dalam kondisi yang berbeda. Metode pada penelitian berupa observasi, dokumentasi, dan pengukuran menggunakan alat berupa luxmeter. Fokus penelitian untuk mengetahui bagaimana kinerja pencahayaan alami pada Masjid Al-Huda Tembalang. Bertujuan untuk mengukur atau mengetahui kualitas cahaya di beberapa titik dengan membagi area berdasarkan tingkat cahaya pada ruangan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, pencahayaan alami pada ruang ibadah Masjid Al-Huda Tembalang belum memenuhi standar dari segi pencahayaan alami dikarenakan ruangan yang diapit ruangan lain dan cahaya alami yang terhalang oleh pohon-pohon besar yang berada di depan masjid. Hal ini menunjukkan bahwa posisi bangunan sangat berpengaruh pada pencahayaan alami yang masuk ke dalam ruangan bila diapit atau tidaknya oleh ruangan maupun bangunan lain serta penempatan beberapa tanaman yang menjadi penghalang masuknya cahaya alami.Kata kunci: Al-Huda, ibadah, masjid, pencahayaan alamiABSTRACTThe various forms of Islamic worship use the mosque routine at least five times a day, in the morning, afternoon, evening, and night. This condition makes the mosque one of the places that can be used in different conditions. The method in the research is observation, documentation, and measurement using a luxmeter. Focus research to find out how the natural lighting performance of the Al-Huda Tembalang Mosque is. Aim to measure or know the quality of light at several points by dividing the area by the level of light in the room. The results of the research that has been done, natural lighting in the worship space of Al-Huda Tembalang Mosque has not met the standards in terms of natural lighting because the room is flanked by other rooms and natural light is blocked by large trees in front of the mosque. This shows that the position of the building is very influential on the natural lighting that enters the room when flanked or not by other rooms and buildings as well as the placement of some plants that become a barrier to the entry of natural light.Keywords: Al-Huda, worship, mosque, natural lighting
LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN DESA WISATA BERKELANJUTAN DI DESA PENANGGUNGAN, MOJOKERTO Sunarya, Wendy; Utomo, Heru Prasetiyo; Avenzoar, Azkia
TERRACOTTA Journal of Architecture Vol 5, No 1
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v5i1.10500

Abstract

Di Indonesia, wisata pedesaan memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat lokal di berbagai daerah. Wisata pedesaan menawarkan berbagai atraksi, seperti eksplorasi alam, budaya tradisional dan peninggalan bersejarah yang dapat menarik minat masyarakat kota. Perancangan arsitektur tentu diperlukan dalam mengoptimalkan potensi desa wisata, khususnya dalam meningkatkan branding desa untuk menarik wisatawan. Desain bangunan dan ruang luar yang baik juga dapat meningkatkan kualitas lingkungan serta dan penduduk pedesaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perancangan arsitektur desa wisata perlu mempertimbangkan aspek-aspek berkelanjutan: ekonomi, lingkungan dan sosial. Studi ini meneliti tentang bagaimana prinsip pariwisata berkelanjutan dapat diwujudkan dalam perancangan arsitektur desa wisata dan diterapkan pada studi kasus di desa Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur. Studi literatur dilakukan pada penelitian ini untuk membahas bagaimana arsitektur dapat berperan dalam mewujudkan prinsip pariwisata berkelanjutan untuk perancangan desa wisata. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif, termasuk pengamatan lapangan dan wawancara, untuk merumuskan kerangka konseptual perancangan pada studi kasus yang dipilih.

Page 13 of 13 | Total Record : 125