cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2020)" : 32 Documents clear
IDENTIFIKASI SENYAWA ALKALOID EKSTRAK N-HEKSAN DAUN SUBANG-SUBANG (SCAEVOLA TACCADA L.) nurwani purnama aji
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.123

Abstract

un untuk dinikmati keindahannya saja, tetapi dapat juga bermanfaat sebagai bahan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Daun subang-subang merupakan bagian tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan. Adapun kandungan dari tumbuhan subang-subang (Scaevola taccada L.) adalah kumarin, terpenoid, alkaloid dan flavonoid. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan senyawa alkaloid pada ekstrak N-Heksan daun subang-subang (Scaevola taccada L.).Simplisia daun subang-subang diekstraksi dengan N-Heksan dengan metode maserasi. Hasil ekstraksi kemudian dikentalkan dengan alat rotary evaporator.  Jumlah ekstrak kental dari ekstrak N-Heksan Daun Subang-subang (Scaevola taccada L.) yang didapat yaitu sebanyak 0,84 gram dengan rendemen sebesar 0,84 %. Kemudian ekstrak N-Heksan daun subang-subang (Scaevola taccada L.) dilakukan uji alkaloid dengan metode “Culvenore-Fitzgerald”. Pengujian menggunakan beberapa tetes pereaksi mayer menunjukkan tidak adanya kabut putih hingga gumpalan putih, pereaksi wagner menunjukkan tidak adanya endapan coklat, dan pereaksi dragendorof menunjukkan tidak adanya endapan orange.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak N-Heksan daun subang-subang (Scaevola taccada L.) tidak mengandung alkaloid. Kata Kunci     : Daun subang-subang, maserasi, n-heksan, metode “Culvenore-Fitzgerald”.
PENGARUH PEMBERIAN INFUSA DAUN JATI (Tectona grandis L.S) terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp secara In Vitro Devi Novia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.134

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki prevalensi infeksi cacing tinggi yaitu berkisar antara 45% hingga 80. Tanaman obat yang sering digunakan untuk membunuh cacing  Ascaris lumbricoides, cacing Ascaridia galli Sp baik secara in vitro yang memiliki kandungan kimia saponin, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Infusa daun jati (Tectona grandi L.S) terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp secara In Vitro. Penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan melakukan percobaan pemberian infusa daun jati dalam kadar tertentu. Konsentrasi infusa daun jati (Tectona grandis L.S) yang digunakan adalah 20%, 40% dan 60%. Tiap infusa diuji pengaruhnya terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp secara In Vitro yang diamati selama 2 hari setiap 4 jam sekali dengan pembanding kontrol positif  berisi 20 ml larutan piperazin dan kontrol negatif berisi 20 ml larutan NaCl 0,9% b/v kemudian dianalisis dengan SPSS 21 uji One Way Anova. Hasil penelitian Uji daya antelmintik infusa daun jati (Tectona grandi L.S) dengan berbagai konsentrasi terhadap waktu kematian cacing Ascaridia galli Sp menunjukan bahwa didalam infusa daun jati pada konsentrasi 40% dan konsentrasi 60% memberikan  pengaruh kematian cacing pada Ascaridia galli Sp dibandingkan dengan konsentrasi 20%
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DAGUSIBU DI DESA SUKA BANDUNG KECAMATAN PINO RAYA KABUPATEN BENGKULU SELATAN Tri Damayanti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.97

Abstract

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program Gerakan Keluarga Sadar Obat yang diprakarsai oleh Ikatan Apoteker Indonesia dalam mencapai pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat dengan benar. Adanya gerakan tersebut karena masih banyak masalah terkait penggunaan obat yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU.Penelitian ini dilakukan di Desa Suka Bandung Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan. Kriteria sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tercatat dalam daftar penduduk, berusia dewasa (usia > 17 tahun). Teknik pengumpulan sampel dengan cara Accidental Sampling, penelitian ini menggunakan  jumlah sampel sebanyak 86 orang, dengan menggunakan derajat kepercayaan 10%.Berdasarkan hasil penelitian di  Desa Suka Bandung Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan ternyata diketahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU di Desa Suka Bandung Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan masih sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebanyak 17 orang (19,77%) responden yang sangat tahu DAGUSIBU, sebanyak 22 orang (25,58%)  responden yang tahu DAGUSIBU dan sebanyak 47 orang (54,65%) responden kurang tahu DAGUSIBU. Hal ini disebabkan karena faktor pendidikan yang rendah dimana sebagian besar penduduk di Desa Suka Bandung Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan adalah tamatan Sekolah Dasar (SD) sehingga tidak mengetahui DAGUSIBU. Kata Kunci    : Tingkat Pengetahuan, DAGUSIBU, Kecamatan Pino Raya.
Formulasi Sabun Padat Dengan Variasi Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) danVirgin Coconut Oil (VCO) Betna Dewi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.137

Abstract

Buah kakao terdiri dari kulit buah kakao dan biji kakao.  Pengolahan biji kakao menjadi produk cokelat menghasilkan limbah kulit biji kakao yang cukup banyak, keberadaan limbah  kadang dibiarkan begitu saja menjadi sampah industri pengolahan cokelat.Formulasi sabun padat dengan ekstrak kulit buah kakao sebagai zat aktif pembuatan sabun padat. Pertama pembuatan ekstrak kulit buah kakao, kemudian diformula menjadi sabun padat natural dengan Formula F1, F2, F3 dengan kadar ekstrak kulit  buah kakao masing-masing  2g, 4g, 6g, dengan metode dingin. Sifat fisik yang di uji adalah uji organolaptis, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa serta Uji Hedonik ke konsumen.Hasil uji sifat fisik  dari ketiga formula dengan kadar 2g, 4g, 6g dan variasi VCO mempengaruhi sifat fisik sabun padat yaitu pada pengujian tinggi busa, pH sabun serta mempengaruhi bentuk fisik sabun padat terutama pada warna sediaan dan semua formula tidak menyebabkan iritasi pada kulit setelah di lakukan uji hedoni.Kata Kunci         : Kosmetik, Sabun Padat ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao)
PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP KANDUNGAN TOTAL FLAVONOID EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea Americana Mill) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV - VIS herlina herlina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.118

Abstract

ABSTRAKTanaman alpukat merupakan tanaman yang berasal dari daratan tinggi amerika tengah dan memiliki banyak varietas. Ekstrak daun alpukat diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, saponin, dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap kandungan total flavonoid pada ekstrak daun alpukat dengan menggunakan 2 pelarut yaitu etanol dan metanol. Ekstraksi metanol dan etanol daun alpukat diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96 % dan metanol. Analisa Kualitatif ekstrak metanol dan etanol daun alpukat menggunakan pereaksi serbuk Mg dan HCl pekat. Penentuan kandungan total flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-VIS dengan metode AlCl3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan etanol daun alpukat positif mengandung flavonoid dan diperoleh kandungan total flavonoid dalam ekstrak metanol dan etanol daun alpukat masing masing adalah 0.47 μg / ml and 0.237 μg / ml.Kata Kunci    : Total flavonoid, Daun alpukat, Pelarut, Spektrofotometri UV-VIS 
IDENTIFIKASI SENYAWA FLAVONOID DARI EKSTRAK DAUN MERAMPUYAN (Rhodamnia cinerea Jack) DENGAN METODE KLT Densi Selpia Sopianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.103

Abstract

Daun merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal oleh masyarakat. Daun merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack) digunakan untuk pengobatan seperti pengobatan pasca melahirkan, diare dan sakit perut (ulcer). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan senyawa flavonoid dan nilai Rf pada daun merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack). Pada penelitian uji identifikasi senyawa flavonoid dari ekstrak daun merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack) baku pembanding yang digunakan untuk flavonoid yang di analisis yaitu kuersetin. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Penentuan nilai Rf dilakukan dengan menggunaakaan metode Kromatografi Lapis Tipis. Hasil uji reaksi warna pada daun merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack) menunjukan bahwa ekstrak daun merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack) mengandung flavonoid yang ditunjukakan dengan perubahan warna merah tua dan kuning/jingga dengan metode wilstater dan metode bate smith-metcalfe. Dari hasil analisis didapatkan nilai randemen 6,78%, kadar abu 2,44%, dan untuk nilai Rf yaitu 0,9 pada sampel dan 0,9 untuk baku pembanding.
Gambaran Penggunaan Obat Malaria Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu Setya Enti Rikomah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.125

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit plasmodiumyang hidup dan berkembang biak didalam sel darah manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antimalaria  pada pasien rawat jalan di poli umum Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu tahun 2018. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder, data yang diambil termasuk data retrospektif.Hasil penelitian di poli umum Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu tahun 2018 didapat jenis kelamin perempuan 63,02%, umur >15 tahun 43,84%,  pekerjaan sebagai swasta yang meliputi nelayan dan buruh 46,58%, dan tingkat pendidikan SD 38,36%, penggunaan obat Antimalaria yang banyak yaitu kombinasi 56,17%.
PEMERIKSAAN BILANGAN PEROKSIDA PADA MINYAK GORENG YANG SUDAH DIPAKAI BEBERAPA KALI OLEH PENJUAL GORENGAN DI SIMPANG EMPAT PAGAR DEWA KOTA BENGKULU Eka Nurdianty Anwar
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.112

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan bilangan peroksida pada Minyak goreng yang suda dipakai beberapa kali pada Penjual gorengan di Simpang Empat Pagar Dewa Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui berapaka bilangan peroksida pada minyak goring yang suda dipakai beberapa kali pada penjual gorengan yang di jual di Simpang Empat Pagar Dewa Kota Bengkulu. Sampel dalam Penelitian ini adalah 5 gram minyak goring sisa penggorengan yang dipakai berulang-ulang kali, oleh penjual gorengan di Simpang Empat Pagar Dewa Kota Bengkulu. Hasil pemeriksaan bilangan peroksida, diantara 5 sampel yang diperiksa di dapatkan 3 sampel yang melebihi nilai ambang batas SNI 3741-2013 antara lain 15,1 mg  /1000 gr , 22,5 mg  /1000 gr, dan 15,1 mg  /1000 gr. Dan 2 sampel masih dalam nilai ambang batas SNI 3741-2013. Sehingga apabila dilihat dari hasil pada angka peroksida dengan sampel berulang-ulang kali penggunaan tidak memenuhi kriteria kesehatan karna melebihi standar SNI 3741-2013 Tentang Standar Mutu Minyak Goreng yaitu 10 mak mg  /1000. Kata kunci :Peroksida, Sisa Minyak Gorengan
UJI EFEKTIVITAS AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus limon) dan JERUK LEMON (Citrus aurantifolia) TERHADAP MORTALITAS KUTU KEPALA (Pediculus humanus capitis) Inayah Hayati; Heni Novitasari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.104

Abstract

Pediculosis  capitis  adalah  infeksi  kulit atau rambut kepala dimana yang disebabkan oleh infestasi Pediculus humanus var. capitis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas air perasan  jeruk Citrus limon dan Citrus aurantifolia terhadap mortalitas kutu kepala (Pediculus humanus capitis). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan mortalitas diamati berdasarkan waktu kematian. Pengujian dilakukan 3 kali pengulangan dengan  2 jenis jeruk yaitu jeruk Citrus limon  dan  Citrus aurantifolia dengan      4 variasi konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Dilakukan pula pengujian kontrol dengan aquades serta uji pembanding menggunakan pedikulosida kimia dengan kandungan permethrin 1%. Berdasarkan hasil penelitian, waktu yang paling cepat dibutuhkan untuk membunuh kutu kepala dengan pada air perasan jeruk lemon (Citrus limon) dengan rata-rata selama 2 menit sedangkan pada air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) rata-rata 2 menit 15 detik pada konsentrasi 100%.Kata kunci : Pediculus humanus capitis, Citrus, Mortalitas
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SENYAWA FLAVONOID TOTAL DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDURI (Calotropis gigantea L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VIS elly mulyani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.129

Abstract

Tanaman Biduri (Calotropis Gigantea L ) banyak digunakan oleh masyarakat terutama pada bagian daun yang dapat digunakan sebagai pengobatan. Kandungan kimia pada daun Biduri (Calotropis Gigantea L ) diantaranya: flavonoid, polifenol, tannin, dan kalsium oksalat serta saponin (Asriani,2016). Senyawa- senyawa metabolit sekunder banyak yang memiliki khasiat salah satunya flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dari flavonoid dan kadar Flavonoid total dari ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L).Proses ekstraksi dengan cara maserasi dan remaserasi dilakukan untuk mendapatkan ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L). Kemudian dilakukan identifikasi senyawa flavonoid dengan penambahan serbuk Mg dan HCl dimana positif flavonoid jika berwarna kuning-orange dan penetapan kadar dengan metode spektrofotometri visible dengan reaksi AlCl3.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L) positif mengandung flavonoid dilihat dari warna yang dihasilkan yakni orange. Serta didapat kadar rata-rata Flavonoid total ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L) adalah 9,94%.

Page 3 of 4 | Total Record : 32