Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perbandingan Hasil Penetapan Kadar Vitamin C pada Buah Kiwi (Actinidia deliciousa) dengan Menggunakan Metode Iodimetri dan Spektrofotometri UV-Vis Mulyani, Elly
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.042 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v3i2.3535

Abstract

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan dan menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel. Sumber vitamin C adalah buah-buahan dan sayur-sayuran segar. Buah kiwi mengandung vitamin c yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan hasil kadar vitamin C dalam buah kiwi dengan menggunakan metode iodimetri dan spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis vitamin C pada buah kiwi dengan menggunakan metode iodimetri tingkat kandungan 0,040%, sedangkan kandungan vitamin C pada buah kiwi  dengan  metode  menggunkan  spektrofotometri  UV-Vis  menghasilkan  kadar 0,351%. Dari hasil tersebut menunjukkan kadar vitamin C yang didapat dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis lebih tinggi   dengan metode iodimetri.Kata Kunci : Vitamin C, Buah Kiwi, Iodimetri, Spektrofotometri UV-Vis.
IDENTIFIKASI SENYAWA TANIN DARI EKSTRAK DAUN MERAMPUYAN (Rhodamnia cinerea Jack) DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS mulyani, elly
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)yang jarang diketahui oleh masyarakat umum dimana tanaman ini mempunyai manfaat yang baik untuk pengobatan diare. Salah satu kandungan  metabolit sekunder dari ekstrak daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)adalah tanin, yang dikenal sebagai senyawa yang bersifat astrigen yang digunakan untuk pengobatan antidiare.            Ekstraksi daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack) ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% selama 10 hari lalu dipekatkan dengan menggunakan Rotary evaporator lalu dilanjutkan lagi dengan menggunakan waterbath hingga didapat ekstrak kental. Selanjutnya dilakukan uji senyawa tanin dengan uji perubahan warna menggunakan FeCl3 1% dan gelatin 10% dan dilanjutkan dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kemudian diamati dengan lampu UV 254 nm dan 366 nm.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)mengandung senyawa tanin.Ditandakan dengan perubahan warna menjadi biru hijau kehitaman jika ditambahkan dengan FeCl3 1% dan endapan putih jika ditambah gelatin 10%. Lalu dibuktikan dengan pengujian menggunakan metode KLT, Rf sampel dengan Rf Baku Pembanding tidak berbeda jauh yaitu sebesar 0,89 dengan baku pembanding yang mempunyai Rf 0,85. Sehingga dapat disimpulkan bahwa daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)mengandung senyawa tanin.
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SENYAWA FLAVONOID TOTAL DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDURI (Calotropis gigantea L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VIS mulyani, elly
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Biduri (Calotropis Gigantea L ) banyak digunakan oleh masyarakat terutama pada bagian daun yang dapat digunakan sebagai pengobatan. Kandungan kimia pada daun Biduri (Calotropis Gigantea L ) diantaranya: flavonoid, polifenol, tannin, dan kalsium oksalat serta saponin (Asriani,2016). Senyawa- senyawa metabolit sekunder banyak yang memiliki khasiat salah satunya flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dari flavonoid dan kadar Flavonoid total dari ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L).Proses ekstraksi dengan cara maserasi dan remaserasi dilakukan untuk mendapatkan ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L). Kemudian dilakukan identifikasi senyawa flavonoid dengan penambahan serbuk Mg dan HCl dimana positif flavonoid jika berwarna kuning-orange dan penetapan kadar dengan metode spektrofotometri visible dengan reaksi AlCl3.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L) positif mengandung flavonoid dilihat dari warna yang dihasilkan yakni orange. Serta didapat kadar rata-rata Flavonoid total ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L) adalah 9,94%.
PENETAPAN KADAR TANIN PADA EKSTRAK DAUN PAGODA (Clerodendrum paniculantum) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE DAN TITRASI PERMANGANOMETRI mulyani, elly
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i2.353

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki beraneka tanamanyang digunakan sebagai obat dalam pengobatan tradisional secara turun-temurunoleh berbagai etnis. Salah satunya ialah tanaman pagoda (clerodenrumpaniculantum) yang berfungsi sebagai obat bisul, obat koreng dan obat untukmengeluarkan nanah. Tanaman ini mengandung senyawa metabolit sekunderyaitu tanin.Pada penelitian ini dilakukan penetapan kadar tanin pada estrak daun pagoda(clerodenrum paniculantum). Penetapan kadar tanin pada daun pagoda dilakukandengan mengunakan dua metode yaitu spektrofotometri Uv-Vis dan titrasipermanganometri. Daun pagoda yang telah dikeringkan di estraksi secaramaserasi dengan mengunakan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan ujikualitatif dan kuantitatifHasil dari kualitatif dengan menambahkan FeCl3 terjadi perubahan warnabiru kehitaman menunjukan bahwa ekstrak daun pagoda pmengandung tanin.Hasil dari uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri didapat kadar tanin 15ppm yaitu 4,146%, 20 ppm yaitu 5,546% dan 30 ppm yaitu 7,598% danmenggunakan metode permanganometri rata-rata kadar yang didapat 0,443%.Dari hasil penelitian ini didapat bahwa metode spektrofotometri lebih baik karenahasil yang diperoleh lebih akurat dan memliliki ketelitian yang tinggi dibandingdengan metode Permanganometri.
IDENTIFIKASI SENYAWA TANIN DARI EKSTRAK DAUN MERAMPUYAN (Rhodamnia cinerea Jack) DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS elly mulyani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.44

Abstract

Tanaman Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)yang jarang diketahui oleh masyarakat umum dimana tanaman ini mempunyai manfaat yang baik untuk pengobatan diare. Salah satu kandungan  metabolit sekunder dari ekstrak daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)adalah tanin, yang dikenal sebagai senyawa yang bersifat astrigen yang digunakan untuk pengobatan antidiare.            Ekstraksi daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack) ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% selama 10 hari lalu dipekatkan dengan menggunakan Rotary evaporator lalu dilanjutkan lagi dengan menggunakan waterbath hingga didapat ekstrak kental. Selanjutnya dilakukan uji senyawa tanin dengan uji perubahan warna menggunakan FeCl3 1% dan gelatin 10% dan dilanjutkan dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kemudian diamati dengan lampu UV 254 nm dan 366 nm.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)mengandung senyawa tanin.Ditandakan dengan perubahan warna menjadi biru hijau kehitaman jika ditambahkan dengan FeCl3 1% dan endapan putih jika ditambah gelatin 10%. Lalu dibuktikan dengan pengujian menggunakan metode KLT, Rf sampel dengan Rf Baku Pembanding tidak berbeda jauh yaitu sebesar 0,89 dengan baku pembanding yang mempunyai Rf 0,85. Sehingga dapat disimpulkan bahwa daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)mengandung senyawa tanin.
PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA BUAH MANGGA ARUMANIS (Mangifera indica L) DAN BUAH MANGGA MACANG (Mangifera foetida Lour) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS elly mulyani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.282

Abstract

ABSTRAK Vitamin C adalah salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan. Buah-buahan merupakan sumber vitamin C, diantarnya yaitu buah mangga. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar vitamin C dalam buah mangga menggunkan metode spektrofotometri UV-Vis, serta membandikan hasil dari kedua mangga tersebut. Sampel yang diidentifikasi yaitu buah mangga yang sudah matang. Hasil analisis vitamin C mangga arumanis menghasilkan kadar 0,0057%, sedangkan kandungan vitamin C pada buah mangga macang mengasilkan kadar 0,0094%. Dari hasil tersebut menunjukan kadar vitamin C yang didapat mangga macang lebh besar daripada mangga arumanis.
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SENYAWA FLAVONOID TOTAL DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDURI (Calotropis gigantea L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VIS elly mulyani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.129

Abstract

Tanaman Biduri (Calotropis Gigantea L ) banyak digunakan oleh masyarakat terutama pada bagian daun yang dapat digunakan sebagai pengobatan. Kandungan kimia pada daun Biduri (Calotropis Gigantea L ) diantaranya: flavonoid, polifenol, tannin, dan kalsium oksalat serta saponin (Asriani,2016). Senyawa- senyawa metabolit sekunder banyak yang memiliki khasiat salah satunya flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dari flavonoid dan kadar Flavonoid total dari ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L).Proses ekstraksi dengan cara maserasi dan remaserasi dilakukan untuk mendapatkan ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L). Kemudian dilakukan identifikasi senyawa flavonoid dengan penambahan serbuk Mg dan HCl dimana positif flavonoid jika berwarna kuning-orange dan penetapan kadar dengan metode spektrofotometri visible dengan reaksi AlCl3.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L) positif mengandung flavonoid dilihat dari warna yang dihasilkan yakni orange. Serta didapat kadar rata-rata Flavonoid total ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L) adalah 9,94%.
Penetapan Kadar Tanin Ekstrak Daun Pagoda (Clerodendrum Paniculantum) Dengan Metode Spektrofotometri Visible Dan Titrasi Permanganometri Elly Mulyani; Herlina Herlina; Kurnia Suci
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i1.7034

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara yang memiliki beraneka ragam tanaman obat yang salah satunya adalah tanaman pagoda (Clerodenrum paniculantum). Daun Pagoda (Clerodenrum paniculantum) mengandung senyawa  flavanoid, terpenoid, tanin, alkaloid, sterol dan glikosida. Uji identifikasi tanin dari ekstrak daun pagoda penelitian (Hafiz dkk, 2016) dan (Fitriana, 2018) menjelaskan bahwa daun pagoda positif mengandung senyawa tanin yang belum diketahui kadarnya. Oleh karena itu, peneliti melakukan penetapan kadar tanin pada daun pagoda(Clerodenrum paniculantum). Daun pagoda yang telah dikeringkan di estraksi secara maserasi dengan mengunakan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif menggunakan preaksi warna FeCl3 1% dan uji kuantitatif mengunakan dua metode yaitu Spektrofotometri Visibel dan titrasi permanganometri. Hasil dari kualitatif dengan menambahkan FeCl3 terjadi perubahan warna biru kehitaman menunjukan bahwa ekstrak daun pagoda pmengandung tanin. Hasil dari uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri Visibel didapat kadar tanin yaitu 4,146% (15 ppm), 5,546% (20 ppm) dan 7,598% (30 ppm). Sedangakan menggunakan metode permanganometri didapatkan kadar rata-rata yaitu 0,443%. Kata kunci : Clerodendrum paniculantum; Tanin; Spektrofotometri Visibel; Permanganometri.ABSTRACTIndonesia is a country that has a variety of medicinal plants, one of which is the pagoda plant (Clerodenrum paniculantum). Pagoda leaves (Clerodenrum paniculantum) contain flavonoid compounds, terpenoids, tannins, alkaloids, sterols and glycosides. The tannin identification test from the research pagoda leaf extract (Hafiz et al, 2016) and (Fitriana, 2018) explained that the positive pagoda leaf contained an unknown level of tannin compounds. Therefore, the researchers determined the levels of tannins in pagoda (Clerodenrum paniculantum) leaves. The dried pagoda leaves were extracted by maceration using 96% ethanol solvent and then qualitative and quantitative tests were carried out. The qualitative test used 1% FeCl3 color reaction and the quantitative test used two methods, namely visible spectrophotometry and permanganometric titration. The results of the qualitative by adding FeCl3 there was a blue-black color change indicating that the pagoda leaf extract contains tannins. The results of the quantitative test using visible spectrophotometry obtained tannin levels of 4.146% (15 ppm), 5.546% (20 ppm) and 7.598% (30 ppm). While using the permanganometry method, the average level was 0.443%Keywords : Clerodendrum paniculantum; Tannins; Visible spectrophotometry; Permanganometric.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA MINUMAN INFUSED WATER DARI JERUK NIPIS, JERUK LEMON DAN JERUK KALAMANSI DENGAN METODE DPPH Herlina Herlina; Elly Mulyani; Tri Wulandari
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v5i1.921

Abstract

Oranges contain compounds that are eficacious as antioxidants which are great for preventing and counteracting free radicals. The purpose of this research is to determine the value of antioxidant activity of infused water drinks of variety oranges (lemon, lime and calamansi oranges). This research was conducted by making an infused water drink by soaking oranges fruits in cooled water and left overnight in the refrigerator. The antioxidant activity was carried out using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The data obtained then calculated the value of antioxidant activity and calculated the IC50 value. The results showed that infused water drinks from lemon, lime and calamansi oranges had very strong antioxidant activity seen from the IC50 values which was less than 50 ppm, where calamansi with antioxidant activity value of 28,92 ppm, then followed by lemon with antioxidant activity value of 27.46 ppm and finally lime with antioxidant activity value of 24,39 ppm.
Formulasi Sabun Cair Cuci Tangan Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Cabe Rawit (Solanum frutescens.L) Aina fatkhil haque; Elly Mulyani; Jimmy Hendick
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 2, No 2 (2022): Mei-Agustus 2022
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v2i2.15510

Abstract

Several studies have shown that cayenne pepper (Solanum frutescens.L) leaf extract has antimicrobial properties In this study, the extraction was carried out by the maceration method. The liquid soap formulation that will be made contains cayenne pepper leaf extract with 0.5%, 1%, 2%. Of all the parameters of the physical properties test carried out. It is known that the ethanol extract of cayenne pepper leaves can be made into liquid soap preparations. Variations in the concentration of ethanol extract of cayenne pepper leaves used in the study showed its effect on organoleptic tests in the form of color and aroma. In the pH test, the pH varied from 9.41-10.65 and the foam height obtained at the 5th minute was 91%, 92%, 93%. For the hedonic test, it was found that the panelists preferred Formula 2 to Formula 1 and Formula 3. Based on the results of the evaluation of the formulation, the best formula is obtained in formula 3.