cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2021)" : 11 Documents clear
LAMA WAKTU KEMATIAN Pediculus humanus capitis dengan EKSTRAK BIJI PEPAYA California (Carica papaya cv. california) Inayah Hayati; Windi Terza Ayuputri
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i2.358

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui lama waktu  kematian kutu kepala Pediculus humanus capitis   dengan menggunakan ekstrak biji pepaya california (Carica papaya cv. California). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2020 di Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu ekstrak biji pepaya california (Carica papaya cv california) diujikan terhadap 90 kutu kepala stadium dewasa dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Selain itu juga dilakukan pengujian kontrol positif (+) menggunakan pedikulosida kimia dengan kandungan permethrin 1% dan kontrol negatif (-) menggunakan aquadest. Pada kontrol negatif kutu kepala tetap hidup 2 jam setelah pengujian, sedangkan pada kontrol positif menunjukan kematian 100% dengan rata-rata lama waktu kematian 10 menit 20 detik. Pengujian dengan menggunakan ekstrak biji pepaya california (Carica papaya cv Califonia) dapat menyebabkan kematian kutu kepala (Pediculus humanus capitis)  pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Pada konsentrasi 100% ekstrak biji pepaya (Carica papaya var.california) menyebabkan kematian paling cepat dengan rata-rata waktu 04  ment 33 detik.Kata kunci : Pediculus, Carica papaya cv.California, Lama kematian
PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA MINUMAN INFUSED WATER DARI JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia s.), JERUK LEMON (Citrus Lemon) DAN JERUK KALAMANSI (Citrofortunella microcarpa) herlina herlina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i2.349

Abstract

Vitamin C  adalah salah satu zat gizi yang berperan  sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat  merusak sel atau jaringan. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui Kadar Vitamin C dalam minuman infused water buah Jeruk (nipis, lemon, dan kalamansi ). Penelitian ini dilakukan dengan analisa kualitatif untuk mengetahui adanya kandungan Vitamin C dalam minuman infused water dengan pereaksi FeSO4, NaOH, Betadine dan Methyl blue. Selanjutanya dilakukan analisa kuantitatif menggunakan alat Spektrofotometer UV-VIS untuk mengetahui kadar Vitamin C. Dari hasil Analisis Kualitatif semua sampel minuman infused water buah jeruk (nipis, lemon dan kalamansi) mengandung Vitamn C. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan kadar Vitamin C pada minuman infused water jeruk kalamansi memiliki kadar tertinggi yaitu 0,03585 %, kemudian jeruk lemon dengan kadar Vitamin C sebesar 0,02825 % dan terkecil jeruk nipis dengan kadar Vitamin  C sebesar  0,0147 %.  Kata Kunci : Infused water, Jeruk, Vitamin C, Spektrofotometri UV-Vis
Uji Aktivitas Sediaan Obat Kumur Ekstrak Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-cristi L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Devi Novia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i2.345

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang banyak memiliki tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional, salah satunya daun bidara arab ( Ziziphus spina-chirsti L), daun bidara arab diketahui memiliki aktivitas antibakteri. bakteriStreptococcus mutans yang merupakan penyebab timbulnya plak dan karies gigi. dengan menggunakan obat kumur antiseptik dapat mencegah timbulnya plak dan karies gigi. Uji daya hambat antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Konsentrasi obat kumur yang digunakan adalah 1%, 3%, 5%, kontrol (+) obat kumur yang beredar dipasaran (total care) dan kontrol (-) kemudian diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37º C. Zona bening diukur. Hasil yang diperoleh bahwa obat kumur ekstrak daun bidara arab ( Ziziphus spina-chirsti L) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. kosentarasi yang paling bagus adalah kosentrasi 5% yaitu 13,54 mm. Dan kontrol (+) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan nilai 15,88 mm dan termasuk katagori kuat. Kata Kunci :Daun bidara arab (Ziziphus spina-chirsti L), obat kumur , Streptococcus mutans
FORMULASI SABUN PADAT EKSTRAK BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) DIKOMBINASI DENGAN KEFIR Gina Lestari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i2.350

Abstract

Tumbuhan senggani (Melastoma malabathricum. L) merupakan salah satu tumbuhan yang menghasilkan sumber pigmen antosianin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Selain dari tumbuhan senggani, antioksidan dapat diperoleh dari kefir. Kefir bermanfaat untuk memelihara dan mengatasi permasalahan kesehatan pada kulit. Aktivitas antioksidan dari tumbuhan senggani dikombinasikan dengan kefir dapat diformulasikan dalam pembuatan sabun yang berguna sebagai zat warna serta zat aktif untuk merawat kulit.Ekstrak buah senggani dibuat dengan cara pemanasan pada suhu 54oC. Kefir dari susu UHT yang diinkubasi selama 10 jam dengan suhu ± 28oC. Metode yang digunakan pada formulasi sabun padat ekstrak buah senggani dikombinasi kefir adalah metode panas dingin dengan variasi konsentrasi ekstrak F1 (3%), F2 (5%), F3 (10%). Evaluasi yang dilakukan adalah uji stabilitas busa, uji tinggi busa, uji pH, dan uji Hedonik.Hasil uji organoleptis sabun yang dihasilkan tidak sesuai yang diharapkan karena warna yang dihasilkan menjadi coklat. Pada setiap formulasi ekstrak buah senggani mempengaruhi busa. Berdasarkan pH semakin bertambah ekstrak senggani pH semakin asam. Berdasarkan hasil uji hedonik formula yang lebih banyak disukai adalah F1 dibanding F0, F2, dan F3.
POTENSI CANGKANG TELUR BEBEK DAN TELUR PUYUH SEBAGAI ANTASIDA DENGAN METODE KAPASITAS PENETRALAN ASAM dian kartikasari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i2.337

Abstract

Dalam cangkang telur, kalsium membentuk senyawa kalsium karbonat. Kalsium karbonat merupakan komponen utama yang terdapat pada cangkang telur. Metode yang digunakan adalah metode simulasi penetralan asam lambung. Salah satu sifat kimia dari kalsium karbonat yaitu dapat menetralisasi asam. Penggunaan kalsium karbonat dalam bidang farmasi adalah sebagai antasida karena kemampuannya dalam menetralisir asam. Selain sebagai antasida, dalam bidang farmasi, kalsium karbonat digunakan sebagai suplemen kalsium dan osteoporosis.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah cangkang telur bebek dan puyuh dapat dijadikan sebagai antasida dengan simulasi netralisasi asam lambung dengan metode kapasitas penetralan asam (KPA), dan mengetahui konsentrasi dari masing – masing cangkang telur bebek dan puyuh yang memliki aktivitas sebagai antasida. Hasil penelitian menunjukkan Berdasarkan hasil penelitian didapatkan cangkang telur bebek dan puyuh memiliki potensi sebagai antasida dengan nilai KPA > 5mEq.
FORMULASI BIOLILIN AROMATERAPI MINYAK ATSIRI BUNGA KECOMBRANG Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith SEBAGAI REPELLENT NYAMUK Tri Yanuarto
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i2.351

Abstract

Pembuatan lilin aromaterapi bisa menggunakan asam sterarin, bahan baku palm wax merupakan asam stearin sehingga pada saat pembakaran biolilin tersebut tidak cepat meleleh. Proses pembakaran mampu melelehkan biolilin bersama penguapan karena sifat lemak yang dimiliki oleh palm wax dapat mengabsorpsi minyak atsiri. Salah satu tanaman yang mengandung minyak atsiri adalah bunga  kecombrang karena mengandung senyawa utama yaitu 1,1 – diasetat dodecanediol dan siklododecan sehingga bisa digunakan sebagai repellent nyamuk.Pembuatan minyak atsiri bunga kecombrang Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith menggunakan metode destilasi uap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat aktifitas minyak atsiri bunga kecombrang dengan variasi konsentrasi F1=0%, F2=5%, F3=10%, dan F4=15% terhadap 10 orang panelis, evaluasi formulasi biolilin aromaterapi meliputi uji hedonik (uji keadaan fisik, uji efek terapi,  uji aroma sebelum dan setelah dibakar), uji penentuan waktu bakar dan nyala biolilin serta uji aktifitas nyamuk.Hasil penelitian menunjukan bahwa minyak atsiri bunga kecombrang Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith dapat di formulasikan menjadi biolilin dengan konsentrasi terbaik yaitu 15%. Namun untuk uji keadaan fisik biolilin konsentrasi terbaiknya yaitu 10% karena produknya tidak terlalu berminyak, serta warnanya tidak terlalu pucat.
PEMBUATAN PERMEN JELLY DARI JAHE MERAH (Zingiber Officinale Rosc) DENGAN PENAMBAHAN GELATIN nurwani purnama aji
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i2.357

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale Var.Rubrum) yaitu tanaman rempah yang memiliki banyak manfaat. Selain rempah, jahe merah dapat dibuat menjadi sediaan permen jelly. Permen jelly merupakan permen lunak dengan tekstur kenyal karena pembentuk gel. Pada penelitian ini bahan pembentuk gel adalah gelatin yang bersifat sebagai gelling agent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi permen jelly yang disukai dengan penambahan ekstrak jahe merah dan gelatin yang berbeda-beda.Pada penelitian ini pembuatan permen jelly menggunakan ekstrak jahe merah yang di ekstraksi secara infundasi, dengan cara dipanaskan dengan air pada suhu 90oC selama 15 menit. Hasil ekstrak jahe merah di evaluasi meliputi uji organoleptis, uji kadar abu, dan uji skrining fitokimia. Kemudian buat permen jellydengan konsentrasi gelatin dan jahe merah berbeda yaitu F1, F2, F3.Ekstrak jahe merah didapat dengan cara infundasi, lalu di uji organoleptis, dengan kadar abu 0,1% dan skrining fitokimia mengandung tanin, flavonoid dan saponin. pembuatan permen jelly lalu di uji organoleptis, pH di uji selama 2 minggu dengan hasil 4,6 dan 4,9 pH. Hasil uji hedonik permen jelly yang paling disukai terhadap tekstur yaitu F1, sedangan uji hedonik yang disukai terhadap rasa yaitu F3
KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT KELASI BESI PADA PASIEN TALASEMIA MAYOR DI POLI TALASEMIA RSUD DR. M. YUNUS luky dharmayanti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i2.352

Abstract

Pasien talasemia mayor harus mengkonsumsi obat kelasi besi terus-menerus. penggunaan obat kelasi besi untuk membuang kelebihan zat besi dari tubuh, efek dari transfusi darah. Obat kelasi besi diberikan sesuai tingkat kepatuhan pasien. Jika pasien tidak patuh maka pemberian tatalaksana obat kelasi besi akan meningkat ke lini selanjutnya dan akan mengakibatkan efek samping lebih, kualitas hidup pasien menurun sehingga sangat penting untuk melakukan monitoring tingkat kepatuhan dalam penggunaan obat kelasi besi.Penelitian ini menggunakan metode statistika deskriptif. Populasi adalah pasien talasemia mayor Poli Talasemia RSUD Dr.M.Yunus. Besarnya populasi adalah 101 orang responden dan karenanya penelitian ini menggunakan total sampling.Pengumpulan data penelitian tingkat kepatuhan dalam penggunaan obat kelasi besi dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dari pengumpulan kuisioner modifie MMAS (Morisky Medicatio Adherence Scale) yang diberikan kepada pasien/keluarga pasien. Sebagai triangulasi data, peneliti mengobservasi data sekunder yang diperoleh melalui buku register pasien di Poli Talasemia RSUD Dr. M.Yunus.Hasil Penelitian yang patuh dalam penggunaan obat masih rendah yaitu 30 orang (29,70%) danyang tidak patuh yaitu 71 orang (70,30%). Faktor penghambat kepatuhan penggunaan obat adalah kurangnya pengetahuan, adanya jarak rumah pasien ke RSUD Dr. M. Yunus,kurangnya dukungan keluarga, empati tenaga kesehatan dan karakteristik obat. 
UJI AKTIVITAS KRIM ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT JERUK PURUT (Citrus hystrix DC) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Elmitra Elmitra
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i2.354

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen penyebab infeksi yang dapat menyebabkan acne dan frunkolosis pada kulit. Jeruk purut (Citrus hystrix DC) merupakan tanaman dari suku Rutaceae, memiliki kandungan sebagai antibakteri yaitu flavonoid, alkaloid, dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit jeruk purut (Citrus hystrix DC) dalam sediaan krim serta menguji aktivitas krim dengan variasi konsentrasi 14% (F1), 16% (F2), dan 18% (F3) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Evaluasi sediaan krim yang dilakukan yaitu : pemeriksaan organoleptis pada setiap formula didapatkan hasil berbentuk setengah padat, berwarna hijau muda, kehijauan, dan hijau pekat. Homogenitas semua formula homogen, pH setiap formula berkisar antara 6,99-6,22. Daya tercuci setiap formula berkisar antara 22,7-28,6 mL. Tipe krim setiap formula yaitu tipe M/A, viskositas setiap formula berkisar antara 4071-4434 cP. Stabilitas setiap formula yaitu stabil. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan krim ekstrak kulit jeruk purut (Citrus hystrix DC) mempengaruhi pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan adanya diameter zona hambat pada setiap formula. Pada pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dengan metode cakram konsentrasi tertinggi yang memberikan diameter daya hambat terbesar adalah 18% (12,73 mm). Dan pada uji aktivitas antibakteri sediaan krim dengan metode sumuran konsentrasi tertinggi yang memberikan diameter daya hambat terbesar adalah 18% (15,64 mm). Berdasarkan hasil analisis statistik ANOVA satu arah (P<0,05) menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang ditambahkan ke dalam setiap formula krim maka aktivitas antibakteri akan semakin meningkat.
PENETAPAN KADAR TANIN PADA EKSTRAK DAUN PAGODA (Clerodendrum paniculantum) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE DAN TITRASI PERMANGANOMETRI mulyani, elly
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i2.353

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki beraneka tanamanyang digunakan sebagai obat dalam pengobatan tradisional secara turun-temurunoleh berbagai etnis. Salah satunya ialah tanaman pagoda (clerodenrumpaniculantum) yang berfungsi sebagai obat bisul, obat koreng dan obat untukmengeluarkan nanah. Tanaman ini mengandung senyawa metabolit sekunderyaitu tanin.Pada penelitian ini dilakukan penetapan kadar tanin pada estrak daun pagoda(clerodenrum paniculantum). Penetapan kadar tanin pada daun pagoda dilakukandengan mengunakan dua metode yaitu spektrofotometri Uv-Vis dan titrasipermanganometri. Daun pagoda yang telah dikeringkan di estraksi secaramaserasi dengan mengunakan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan ujikualitatif dan kuantitatifHasil dari kualitatif dengan menambahkan FeCl3 terjadi perubahan warnabiru kehitaman menunjukan bahwa ekstrak daun pagoda pmengandung tanin.Hasil dari uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri didapat kadar tanin 15ppm yaitu 4,146%, 20 ppm yaitu 5,546% dan 30 ppm yaitu 7,598% danmenggunakan metode permanganometri rata-rata kadar yang didapat 0,443%.Dari hasil penelitian ini didapat bahwa metode spektrofotometri lebih baik karenahasil yang diperoleh lebih akurat dan memliliki ketelitian yang tinggi dibandingdengan metode Permanganometri.

Page 1 of 2 | Total Record : 11