cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2022)" : 15 Documents clear
FORMULASI SEDIAAN LIP BALM DARI VCO (Vigin coconut oil) DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CERI (Eugenia reidwartiana ) SEBAGAI PEWARNA ALAMI rose intan perma sari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.414

Abstract

ABSTRAK Lip balm merupakan sediaan perawatan pada kulit bibir yang digunakan untuk melindungi bibir terhadap kerusakan seperti bibir kering dan akibat paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan memformulasi lip balm  dari VCO (Virgin Coconut Oil) dengan penambahan sari buah ceri (Eugenia reidwartiana). VCO dan sari buah ceri diformulasi dalam bentuk sediaan Lip balm dengan menggunakan variasi konsentrasi  VCO 0%, 5%, 7%, 9% dan sari buah ceri konsetrasi 0%, 10%, 13%, 16%. Lip balm dari VCO dengan penambahan sari buah ceri dilakukan evaluasi sifat fisik sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji stabilitas. Kesimpulan dari evaluasi terhadap 4 formula lip balm bahwa formula (f3) dengan konsentrasi VCO 9% dan sari buah ceri konsentrasi 16%  memiliki karakteristik mendekati standar, dengan bentuk fisik setengah padat, nilai pH 5 yang tergolong interval baik  homogen, daya sebar baik dan warna pink cerah.Kata Kunci : Virgin Coconut Oil, Sari buah ceri, Lip balm. 
ANALISA VITAMIN B1 PADA MAKANAN OLAHAN KACANG KEDELAI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI herlina herlina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.431

Abstract

Thiamin (Vitamin B1) merupakan salah satu jenis vitamin yang tidak stabil. Stabilitasnya dipengaruhi oleh pH, suhu dan cara pengolahannya. Pencucian merupakan faktor penting yang mempengaruhi kehilangan tiamin dalam bahan pangan. Kedelai merupakan salah satu tumbuhan yang banyak mengandung vitamin B1. Kacang kedelai biasa dikonsumsi dalam produk olahan seperti tempe, tahu, susu kedelai, kecap dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk identifikasi dan penetapan kadar vitamin B1 pada kacang kedelai dan olahan kacang kedelai. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengujian kualitatif dengan reaksi tiokrom dan timbal asetat, lalu dilakukan pengujian kuantitatif dengan metode spektrofotometri visible yaitu dengan pembuatan larutan induk, penentuan panjang gelombang maksimum, pembuatan kurva kalibrasi, dan penetapan kadar vitamin B1 pada kacang kedelai dan olahan kacang kedelai (Tempe, Tahu, Susu Kedelai, dan Kecap) dengan menggunakan spektofotometri visible dengan panjang gelombang 616 nm. Hasil penelitian menunjukkan kacang kedelai dan olahan kacang kedelai (Tempe, Tahu, Susu Kedelai, dan Kecap) positif mengandung vitamin B1. Hasil kadar vitamin B1 tertinggi berturut-turut yaitu  kacang kedelai 0,465% , Kecap 0,362% , Tempe 0,340% , Tahu 0,306% , Susu kedelai 0,206%. Hal ini menunjukan proses pengolaan mempengaruhi kadar vitamin B1. Kata Kunci : Kacang Kedelai, Vitamin B1, Spektrofotometri UV-Vis
FORMULASI SEDIAAN SERUM EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea macrocarpa) SEBAGAI ANTIOKSIDAN dian kartikasari; hairunnisa hairunnisa; Ika ristia rahman; erwan kurnianto
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.411

Abstract

Pengembangan sediaan kosmetik serum yang mengandung bahan alam antioksidan semakin meningkat pesat seiring dengan eksplorasi tanaman yang berpotensi farmakologis. Salah satu bahan alam yang mengandung antioksidan yaitu tanaman tampoi (Baccaurea macrocarpa). Telah dilakukan penelitian tentang optimasi natrosol sebagai basis gel. Metode penelitian yang dilakukan adalah optimasi basis gel sediaan serum kulit buah tampoi. Optimasi basis serum dengan basis gelling agent dan diperoleh satu formula basis terpilih, yaitu Natrosol® 0,50%. Evaluasi meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi gelling agent berpengaruh terhadap viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gelling agent yang paling baik untuk sediaan ekstrak etanol kulit buah tampoi adalah Natrosol® 0.50% karena memiliki viskositas, daya lekat, dan daya sebar yang baik.
UJI EFEK TONIKUM SEDIAAN SIRUP BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN(Mus musculus luky dharmayanti; Devi Novia; Agil Munawar
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.413

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tanaman memiliki sejumlah bahan aktif yang memiliki potensi farmakologi sebagai antioksidan, yang dapat di manfaatkan untuk, penghilang lelah atau tonikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas formula sirup bunga telang, sebagai tonikum pada mencit putih jantan (Mus musculus) dan menentukan pada dosis berapa, dapat memberikan efek tonikum yang optimum. Percobaan ini menggunakan metode ketahanan renang.Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Hewan uji berjumlah 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol positif kafein, kelompok kontrol negatif Na CMC, dan kelompok perlakuan dengan dosis 1,30 g, 2,28 g, 3,36 g. Cara pengujian dengan cara mencit direnangkan, lalu di istirahatkan selama 30 menit setelah itu di beri perlakuan dan 60 menit, kemudian mencit di renangkan kembali. Data yang di peroleh berupa peningkatan aktivitas yang di dapat dari selisih waktu renang sebelum perlakuan dan setelah perlakuan.Berdasarkan hasil uji statistik, semua kelompok perlakuan menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan formula sirup bunga telang  pada dosis 3,36 g mempunyai efek tonikum yang paling tinggi.Kata Kunci : Sirup, Bunga telang, Tonikum, antioksidan.
FORMULASI MASKER GEL PEEL-OFF ANTIOKSIDAN BERBAHAN EKSTRAK UMBI WORTEL (Daucus carota L.) Dessy Erliani Mugita Sari; Hidya Uchtiya Zulfa
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.416

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) adalah salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami karena memiliki kandungan senyawa aktif yaitu beta karoten, fenol, dan flavonoid. Dalam penelitian eksperimental ini dilakukan pembuatan masker gel peel-off ekstrak umbi wortel, pengujian aktivitas antioksidan dengan uji penangkapan radikal DPPH (1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dengan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis dan uji parameter sifat fisik masker gel peel-off ekstrak wortel. Pembuatan masker gel peel-off ekstrak umbi wortel diformulasikan dengan variasi konsentrasi ekstrak sebanyak 5%, 10%, dan 15%. Uji sifat fisik masker gel peel-off yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji kecepatan mengering. Hasil dari uji total fenol dan total flavonoid kemudian dianalisis dengan menggunakan regresi linier. Hasil dari penelitian kadar total fenol pada ekstrak umbi wortel diperoleh hasil 43,3mgGAE/gram, dan pada kadar total flavonoid pada ekstrak umbi wortel diperoleh hasil 0,073%mg/QE/gram. Pada penelitian antioksidan ekstrak umbi wortel diperoleh hasil 172,406 µg/mL. Dalam pembuatan masker gel peel-off ekstrak etanol umbi wortel didapatkan hasil yang baik, memenuhi syarat, SNI dan kriteria yang baik. Berdasrkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak umbi wortel mengandung senyawa fenolik dan flavonoid total, serta memiliki aktivitas antioksidan dengan uji penangkapan radikal DPPH.
FRAKSINASI DAN SKRINING FRAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera Cordifolia (Ten) Steenis) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.417

Abstract

Indoneisa adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia, berbagai macam tanaman obat dapat digunakan untuk penyembuhan bermacam-macam penyakit. Salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan yaitu tanaman binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, didalam fraksi (n-heksana, etil asetat dan aquadest) daun binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis.Metode pembuatan ekstrak dengan maserasi dan diuapkan  menjadi ekstrak lalu dilakukan fraksinasi dengan menggunakan tiga pelarut berdasarkan tingkat kepolarannya yaitu polar (aquadest), semipolar (etil asetat) dan non polar (n-heksana). Lalu dilakukan uji organeleptis, rendemen, kemudian dilakukan skrining fitokimia serta uji penegasan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT).Hasil skrining fitokimia yang didapat pada fraksi aquadest, etil asetat, dan n-heksana mengandung senyawa alkaloid . Senyawa flavonoid didapatkan pada fraksi aquadest dan senyawa saponin pada fraksi aquadest, etil asetat dan n-heksana. Sedangkan hasil uji penegasan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) pada fraksi aquadest dan etil asetat didapatkan  positif  alkaloid dengan nilai RF 0,89 dan 0,86. Flavonoid  pada fraksi aquadest nilai RF 0,94 dan baku pembanding 0,92 dan pada fraksi aquadest, etil asetat dan n-heksana didapatkan positif mengandung saponin dengn nilai RF 0,79, 080, dan 0,73. 
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN GAMAL (Gliricidia Cepium (Jacq.) Kunth) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus Epidermidis chitra astari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.418

Abstract

Daun Gamal merupakan salah satu tanaman yang diketahui berkhasiat sebagai antibakteri karena kandungan alkaloid, decoumerol dan tanin sehingga bisa digunakan sebagai antibakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun gamal (Gliricidia cepium (jacq.) Kunth) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermidis.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Eksperimental. Sampel yang diteliti adalah ekstrak daun gamal. Sampel yang telah dibuat kemudian dilakukan uji daya hambat ekstrak daun gamal (Gliricidia cepium (jacq.) Kunth) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermidis. Pengujian dilakukan dengan 5 kali perlakuan dan 3 kali ulangan. Daya antibakteri ekstrak daun gamal diamati setelah di inkubasi selama 1x24 jam dengan metode cylinder cup.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun gamal dapat menghasilkan zona hambat rata-rata dengan kosentrasi masing – masing 50% = 0 mm, 70% = 0 mm, 90% = 18,3 mm, Amoxicillin ( kontrol positif ) menghasilkan zona hambat sebesar 45,7 mm dan aquadest (kontrol negatif) tidak menghasilkan zona hambat. Data yang diperoleh lalu dibuat dalam bentuk tabel lalu disimpulkan bahwa konsentrasi 90% mempunyai daya hambat yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermidis.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK (Musa Balbisiana) MENTAH DAN MATANG TERHADAP Staphylococcus Aureus al syahril samsi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.419

Abstract

Kulit buah pisang kepok merupakan bagian pisang yang saat ini banyak digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit salah satunya adalah jerawat yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus yang merupakan bakteri gram positif, tidak bergerak dan tidak berspora, Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri antara ekstrak etanol kulit buah pisang kepok yang mentah dan yang telah matang terhadap bakteri Stapylococcus aureus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini jika ditinjau dari permasalahannya bersifat komparatif yaitu jenis penelitian yang ingin mencari atau melihat perbedaan/perbandingan dari variabel-variabel yang akan diteliti dengan menggunakan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan daya hambat antara kulit pisang belum matang dengan yang telah matang. Dari hasil penelitian yang dilakukan mengguakan konsentrasi 40%, 50%, dan 60%, berdasarkan diagram garis menunjukkan bahwa daya hambat minimum kulit pisang yang telah matang pada konsentrasi 40% sebesar 1,21 mm lebih besar dibandingkan dengan kulit pisang yang belum matang pada konsentrasi 40 % sebesar 0,99 mm dengan FHitung 5,73 lebih besar dari Ftabel  dengan nilai 4,10 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara daya hambat kulit pisang belum matang dengan yang telah matang. dalam menghambat pertumbuhan bakteri Stapylococcus aureus.
Formulasi dan Uji Aktivivitas Antibakteri Deodoran Spray Ethanol-Propilenglikol Mengandung Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa Cortex) Terhadap Staphylococcus epidermidis Camelia Dwi Putri Masrijal; Jarulis Jarulis; Sarah Sarah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.420

Abstract

Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) merupakan komoditi khas Provinsi Bengkulu yang sekarang banyak dimanfaatkan untuk berbagai pengobatan, makanan dan kosmetika. Minyak atsiri dari limbah Kulit Jeruk Kalamanansi memiliki kandungan senyawa kimia diantaranya yaitu phenyl ethyl alcohol, geraniol, eugenol, dan beberapa senyawa lainnya yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Aktivitas antibakteri minyak atsiri kulit Jeruk Kalamansi dapat berpotensi sebagai antibakteri alami pada berbagai macam sediaan kosmetika salah satunya adalah deodorant spray. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan formula deodorant spray mengandung minyak atsiri kulit Jeruk Kalamansi yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab bau badan yaitu Staphylococcus epidermidis. Dalam penelitian ini dilakukan formulasi deodorant spray dengan 3 formula F1, F2, F3 mengandung minyak atsiri 15%, 20% dan 25% serta F0 basis yang tidak mengandung minyak atsiri dan dibandingkan dengan F4 yaitu deodorant spray merek X yang beredar di pasaran. Pada setiap formula dilakukan uji aktivitas aktibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis pada cawan petri menggunakan metode difusi cakram. Daerah diameter hambat pada masing-masing formula dihitung dan dibandingkan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil uji aktivitas antibakteri memperlihatkan bahwa F1 memiliki aktivitas antibakteri paling kuat.
STABILITAS BETASIANIN DARI SARI KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP SUHU, pH DAN KONDISI PENYIMPANAN Hadi Kuncoro
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.421

Abstract

Betasianin merupakan pigmen yang masuk dalam golongan betalain. Stabilitas dari betasianin dapat dipengaruhi oleh suhu, pH dan kondisi penyimpanan. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki senyawa betasianin yang sudah banyak diteliti dan memberikan manfaat. Penelitian ini bertujuan melakukan pengujian stabilitas betasianin dari sari kulit buah naga merah  terhadap suhu, pH dan kondisi penyimpanan. Metode yang digunakan ialah dengan mengukur absorbansi dari betasianin menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan setiap perlakuan suhu, pH dan kondisi penyimpanan yang berbeda serta waktu penyimpanan kulit yang berbeda. Hasil yang didapatkan diantaranya ialah kadar betasianin dari sari kulit buah naga merah  pada suhu dingin, suhu sejuk serta suhu ruang mengalami peningkatan dan mengalami penurunan pada suhu pemanasan. Kadar betasianin pada pH dengan rentang 1-5 mengalami peningkatan dan mengalami penurunan pada pH 6-8. Kadar betasianin pada kondisi penyimpanan wadah tertutup atau terbuka dengan periode selama 14 hari mengalami penurunan kadar dan pada wadah tertutup, penurunan kadar betasianin lebih rendah dibandingkan dengan wadah terbuka. Kadar betasianin pada kulit buah naga segar lebih tinggi dibandingkan dengan kulit buah naga yang disimpan dalam kulkas selama dua minggu. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kadar betasianin dari sari kulit buah naga merah stabil pada suhu ruang dengan pH 5 dan dengan kondisi penyimpanan wadah tertutup serta dengan kulit buah naga segar.

Page 1 of 2 | Total Record : 15