cover
Contact Name
Nanis Hairunisya
Contact Email
nanis.hairunisya@stkippgritulungagung.ac.id
Phone
+6282143247279
Journal Mail Official
inspirasi@stkippgritulungagung.ac.id
Editorial Address
STKIP PGRI Tulungagung Jalan Major Sujadi Timur 7, Plosokandang, Kedungwaru Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66229 Telepon : (0335) 32142
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
INSPIRASI (JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL)
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 19072015     EISSN : 26863456     DOI : http://dx.doi.org/10.29100/insp
The management team received scientific papers both in the form of research results and thought results in IPS education Âand social science.
Articles 167 Documents
A Study on Students’ Learning Inte rest in Blended Learning Method Through Edmodo to the Students of English Department at Nusantara PGRI Kediri University Rika Riwayatiningsih
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 11, No 19 (2015)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v11i19.273

Abstract

Over the past few years, technology has grown to influence nearly every aspect of the education system.The development of Information technology has generated new environments called blended learning which combine the advantages of e- learning and traditional learning. Edmodo is one of the blended learning mediums which  has  been  used for teaching at  English  Department  of  Nusantara  PGRI Kediri University. The purpose of the present study was to examine the students’ learning styles and their views on blended learning. This study is a qualitative descriptive research which data collection was done by interviewing the lecturer, distributing questionnaires and interviewingthe students. Additional data were gathered from achievement scores of students; and records demonstrate students’ participation to–learning environment.   Results revealed that students have an interest in blended learning method through Edmodo both in the individual interest and situational interest also ease of using of the web environment, evaluation, face to face environment etc., differ according to their learning styles. Results also reveal on responds to face to face aspect of the Edmodo are available for iPhone and Android, the students can know the right answer of the assignment directly, it helps the extrovert students who are not active in class become more confident, the interface  looks  like  facebook,  the  students  can  get  the  information  and  new materials more fast. Process when students’ evaluation concerning the implementation  is  taken  to  consideration.  The  overall  findings  showed  no significant differences between students’ achievement level according to their learning styles
PENGARUH GAYA MENGAJAR, MODEL PEMBELAJARAN STAD DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS Anis Junaidah
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v15i1.408

Abstract

Untuk memperoleh prestasi yang akan dicapai secara optimal maka dibutuhkan pendekatan pembelajaran  maupun gaya mengajar yang tepat. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) adakah pengaruh gaya mengajar guru terhadap  prestasi belajar IPS?, (2) adakah pengaruh  model pembelajaran STAD terhadap  prestasi belajar IPS?, (3) adakah pengaruh  motivasi  belajar siswa terhadap  prestasi belajar IPS?, dan (4) adakah  pengaruh  secara bersama-sama gaya mengajar, model pembela-jaran  STAD  dan motivasi  belajar siswa terhadap  prestasi belajar IPS?. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  yang bersifat korelatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD se-gugus VIII Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 145 siswa.  Sampel 35% dari jumlah populasi yang ada yaitu 51 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik quesionar atau angket dan data prestasi belajar dengan menggunakan rerata hasil dari 2 kali ulangan formatif  pelajaran IPS. Dapat disimpulkan ada pengaruh gaya mengajar guru  terhadap  Prestasi Belajar IPS, dibuktikan dengan hasil analisis rhitung (0,894) rtabel (0,271). Secara parsial  gaya mengajar guru  berpengaruh  secara positif dan signifikan dengan prestasi belajar IPS siswa, ada pengaruh penerapan pembelajaran model STAD terhadap  Prestasi Belajar IPS dibuktikan dengan  analisis  rhitung (0,887) rtabel (0,271). Hal ini menunjukkan secara parsial metode pembelajaran STAD berpengaruh  signifikan dengan prestasi belajar IPS siswa.
PENGGUNAAN MODEL ACTIVE LEARNNG UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Patimah Patimah Patimah
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v16i2.1441

Abstract

In order to create an effective and innovative historical learning model, an active learning model in learning needs to be developed in order to improve learning achievement. The activeness function in learning is considered important to function the brain optimally, in order to critically analyze text in learning. As writing that uses a qualitative approach to the type of case studies with research sites at SMAN 1 Cidahu. Sources of research data from informants, events, and documents. Data collection techniques by observation, interview and documentation. Data analysis through single case data analysis. Checking the validity of the data through triangulation, research extension, and peer discussion. This paper seeks to explore and analyze in terms of effectiveness, starting from planning active learning models of historical learning, implementing learning with active learning models in history learning, and evaluating learning outcomes. The results showed that the learning model of active learning in history learning is done with the stages of learning planning, learning implementation, and learning evaluation. The results of implementing this active learning model students are able to develop their learning achievement.
PERANAN PELAKSANAAN DISIPLIN DISEKOLAH, DI RUMAH DAN LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL TERHADAP PEMBENTUKAN PERILAKU SISWA BERBASIS BIMBINGAN KONSELING fuad ahsan; Hari Subiyantoro; sunjoto sunjoto
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v13i2.260

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pelaksanaan disiplin sekolah, di rumah, Lingkungan tempat tinggal terhadap pembentukan perilaku siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngunut, (2) Untuk mengetahui perencenaan pelaksanaan disiplin sekolah, di rumah, Lingkungan tempat tinggal terhadap pembentukan perilaku siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngunut, (3) Untuk mengetahui evaluasi peranan pelaksanaan disiplin sekolah, di rumah, Lingkungan tempat tinggal terhadap pembentukan perilaku siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ngunut. Metode penelitian yang diguanakn adalah kualitatif deskriptif. Metode analisis yang digunakan adalah metode Miles dan Huberman. Metode Triangulasi dan konstan komparatif digunakan untuk menjaga keabsahan data.Hasil penelitian ini menujukkan bahwa peranan kedisiplinan disekolah, dirumah, di lingkungan tempat tinggal siswa sangat berperan dalam pembentukan perilaku siswa dalam keseharian mereka, maka dari itu perlu kerjasama dari berbagai pihak yang ada disekolah baik semua guru, kepala sekolah dan semua warga masyarakat sekolah, begitu juga dengan disiplin di rumah perlu adanya kerjasama orangtua dengan semua keluarga termasuk bapak/ibu guru, pada tingkat lingkungan masyarakat juga perlu adanya kerjasama yang berkesinambungan antar element yang ada di masyarakat agar peran kedisiplinan dapat terwujud bagi generasi bangsa.
PELAKSANAAN PROGRAM BISNIS DALAM MENUMBUHKAN NILAI-NILAI KEWIRAUSAHAAN SISWA DI SMP NEGERI 1 GONDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG novi herawati
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 14, No 2 (2017): .
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v14i2.404

Abstract

ABSTRAK   Novi Herawati. 2017. Pelaksanaan Program Bisnis Dalam Menumbuhkan Nilai-Nilai Kewirausahaan Siswa Di SMP Negeri 1 Gondang Kabupaten Tulungagung . Tesis. Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung. Pembimbing: I. Dr. Nanis Hairunisya, M.M, II. Dr. Sunyoto, SH, M.Si. Kata Kunci: Penanaman Nilai Kewirausahaan, Program Bisnis Kewirausahaan memiliki peran sentral dalam kehidupan dan pembangunan suatu bangsa. Salah satu indikator maju tidaknya suatu negara adalah dilihat dari jumlah wirausahawannya. Pendidikan kewirausahaan sangat perlu untuk diadakan guna menambah jumlah wirausahawan dan mengurangi jumlah pengangguran. Selain memberikan bekal ketrampilan, pendidikan kewirausahaan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai kewirausahaan. Salah satu kegiatan unggulan di SMPN 1 Gondang adalah program bisnis. Program bisnis mengacu pada tujuan selain menanamkan nilai-nilai kewirausahaan juga membentuk jiwa entrepreneurship/ kewirausahaan. Permasalahan yang ada dalam penelitian ini meliputi: 1) Bagaimanakah pelaksanaan program bisnis di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung? 2) Bagaimanakah penanaman nilai-nilai kewirausahaan kepada siswa melalui program bisnis di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung? 3) Hambatan apa sajakah yang dihadapi dalam proses penanaman nilai kewirausahaan melalui program bisnis di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung ? 4) Apa makna peranan tanggungjawab siswa dalam pelaksanaan progam bisnis di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung ? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif . Lokasi penelitian dilakukan di SMPN 1 Gondang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bisnis merupakan salah satu kegiatan unggulan di SMPN 1 Gondang. Pembelajaran bisnis dilaksanakan dengan dua cara yaitu pembelajaran konsep-konsep kewirausahaan di kelas dengan cara mengintegrasikan konsep-konsep kewirausahaan dalam pembelajaran di kelas dan pembelajaran praktik berjualan yang dilakukan secara langsung oleh siswa mulai dari perencanaan sampai dengan pembuatan laporan. Dalam pelaksanaannya penanaman nilai kewirausahaan dilakukan secara bertahap. Penanaman nilai kewirausahaan dilakukan melalui kegiatan praktek berjualan yang melibatkan siswa siswi SMPN 1 Gondang. Dalam kegiatan ini peserta didik dilatih untuk menjadi pemimpin, dapat bekerja sama, tidak mudah menyerah, percaya diri, kreatif, inovatif, tanggung jawab, berani mengambil resiko, komunikatif, dan komitmen. Terdapat kendala dalam kegiatan penanaman nilai kewirausahaan kepada peserta didik melalui program bisnis, yaitu apabila ada peserta didik yang belum menemukan bakatnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latar belakang diadakannya program bisnis di SMPN 1 Gondang disesuaikan dengan visi dan misi SMPN 1 Gondang, yang merupakan kegiatan unggulan di SMPN 1 Gondang. Penanaman nilai kewirausahaan melalui pembelajaran bisnis dilakukan dalam kegiatan praktek bisnis mulai dari perencanaan, belanja, produksi, pemasaran, sampai dengan pembuatan laporan. Kendala yang dihadapai dalam penanaman nilai kewirausahaan adalah ketika ada seorang atau beberapa peserta didik yang belum bertemu dengan bakatnya. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1). Bagi pihak sekolah, hendaknya meningkatkan kerja sama dengan pihak-pihak swasta untuk mendukung program bisnis di SMPN 1 Gondang. 2). Bagi pihak sekolah hendaknya lebih mengintensifkan kerjasama dengan pihak orang tua, siswa, dan masyarakat dalam mengatasi kendala yang dihadapi siswa dalam kegiatan bisnis. 3). Bagi Dinas Pendidikan Kota Tulungagung, hendaknya mensosialisasikan pendidikan kewirausahaan agar dilaksanakan di sekolah lain di Kota Tulungagung, sebagai percontohan SMPN 1 Gondang Tulungagung.                     ivABSTRACT  Novi Herawati. 2017. Implementation of Business Program In Growing Students Entrepreneur Values At SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung Regency. Thesis. Department of Social Sciences. College of Teacher Training and Education (STKIP) PGRI Tulungagung. Counselor: I. Dr. Nanis Hairunisya, M.M, II. Dr. Sunyoto, SH, M.Si. Keywords: Cultivation of Entrepreneurship Value, Business Program                         Entrepreneurship has a central role in the life and development of a nation. One indicator whether or not a country's progress is seen from the number of entrepreneurs. Entrepreneurship education is necessary to be held to increase the number of entrepreneurs and reduce the number of unemployed. In addition to providing skills, entrepreneurship education can also be used as a means to instill entrepreneurial values. One of the excellent activities in SMPN 1 Gondang is the business program. Business program refers to the purpose in addition to instilling entrepreneurial values as well as establishing entrepreneurship / entrepreneurial spirit.                        Problems that exist in this research include: 1) How the implementation of business programs in SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung? 2) How to cultivate entrepreneurship values to students through business program at SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung? 3) What are some obstacles faced in the process of entrepreneurship entrepreneurship through the business program at SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung? 4) What is the meaning of the role of student responsibility in the implementation of business programs in SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung? This research use desciptive qualitative approach . The location of the research was conducted at SMPN 1 Gondang. Data collection uses observation, interview, and documentation techniques. Data analysis using Miles and Huberman model with data reduction step, data presentation, and conclusion.                        The results show that business program is one of the leading activities in SMPN 1 Gondang. Business learning is conducted in two ways: learning entrepreneurship concepts in the classroom by integrating entrepreneurial concepts in classroom learning and practical learning practices conducted directly by students ranging from planning to report generation. In the implementation of the entrepreneurship value is done gradually. The cultivation of entrepreneurship value is done through selling practice practices involving students of SMPN 1 Gondang. In this activity learners are trained to be leaders, can work together, not easily give up, confident, creative, innovative, responsible, risk-taking, communicative, and commitment. There are constraints in the activities of entrepreneurship entrepreneurship value to the students through business programs, ie if there are learners who have not found talent.                        Based on the result of the research, it can be concluded that the background of business program in SMPN 1 Gondang is adjusted to the vision and mission of SMPN 1 Gondang, which is the pre-eminent activity in SMPN 1 Gondang. The cultivation of entrepreneurship value through business learning is conducted in business practice activities ranging from planning, shopping, production, marketing, to report generation. Constraints faced in entrepreneurship entrepreneurship is when there is one or several learners who have not met with his talent.                        Suggestions proposed in this research are: 1). For the school side, it should increase cooperation with private parties to support the business program at SMPN 1 Gondang. 2). For the school should intensify cooperation with the parents, students, and society in overcoming the obstacles faced by students in business activities. 3). For the Education Office of Tulungagung City, should socialize entrepreneurship education to be implemented in other schools in Tulungagung City, as a pilot of SMPN 1 Gondang Tulungagung. 
PENINGKATAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TEBAK KATA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII Eny Suyanti
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v15i2.905

Abstract

Proses kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran IPS Kelas VII ASMPN 1 Rejotangan masih belum terlaksana dengan baik, hal tersebut dilihat dari aktivitas siswa yang kurang pada saat proses pembelajaran. Motivasi dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII SMPN 1 Rejotangan  cenderung masih rendah. Hal tersebut disebabkan pembelajaran IPS monoton dan kurang adanya variasi. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui peningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa melalui metode pembelajaran Tebak Kata pada mata pelajaran IPS di SMPN 1 Rejotangan  karenamotivasi dan aktivitas belajar siswa di kelas VII A SMP N 1Rejotangan masih rendah.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMPN 1 Rejotangan. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data angket. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode, yaitu dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, angket, dan catatan lapangan. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila tingkat motivasi dan aktivitas belajar siswa mencapai 75% dan apabila 75% dari siswa kelas VIIA memiliki nilai minimal 75 (KKM) pada mata pelajaran IPS.Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Penerapan metode pembelajaran Tebak Kata dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan pada setiap siklus. Siklus I motivasi belajar siswa adalah 69%. Pada siklus II meningkat sebesar 3 % menjadi 72%, dan pada siklus III meningkat sebesar 5% sehingga menjadi 77%. Hal ini berarti motivasi belajar siswa telah melampaui kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 75%; 2) Penerapan metode pembelajaran Tebak Kata dapat menigkatkan aktivitas belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan pada setiap siklus. Siklus I aktivitas belajar siswa adalah 67%, siklus II mengalami peningkatan sebesar 4% menjadi 71%, dan pada siklus III mengalami peningkatan sebesar 6% menjadi 77%. Hal tersebut berarti menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa telah melampaui kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 75%.
PENGARUH PROFITABILITAS, DER, KUALITAS KAP DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN lailatus Sa’adah; Reza Santikasari (STIE Malangkucecwara Malang)
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v17i2.1813

Abstract

This study aims to determine whether the profitability, DER, quality of KAP and company size affect the timeliness of financial reporting of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The sample of this study used 108 manufacturing companies that were consistently listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2016 - 2018 which were taken using the purposive sampling method. These factors were then tested using logistic regression at a significance level of 5 percent. The results of the study identified that profitability as measured by Return On Assets, Debt to Equity Ratio, Public Accounting Firm Quality, and Company Size had no effect on the Timeliness of Financial Reporting in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2016 - 2018.
Dwi Koranto Dwi Koranto
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 8, No 15 (2013)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v8i15.2

Abstract

Untuk mendukung program Jurusan Fisika, maka sangat mendesak bagi seorang dosen/staf pengajar untuk melakukam inovasi yang kretif dalam proses pembelajaran. Pada penelitian ini akan dikembangkan perangkat  pembelajaran  matakuliah Fisika Dasar, yang merupakan matakuliah inti dalam kurikulum Jurusan Fisika.  Perangkat  matakuliah Fisika Dasar yang akan dikembangkan meliputi : Silabus, Rencana Pengajaran (RP), Modul Fisika Dasar, Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM), dan Lembar Evaluasi Mahasiswa (LEM). Selanjutnya perangkat matakuliah yang telah dikembangkan tersebut akan aplikasikan pada pembelajaran berbasis ICT, dengan membuat program e-learning matakuliah Fisika Dasar di internet, Model pengembangan perangkat yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D, yang diadaptasi dari Thiagarajan, Semmel dan Semmel , dan terdiri-dari tahap Define, Design, Devilop dan Desseminate (model 4-D). Dalam penelitian ini tahap ke empat (Desseminate) tidak dilakukan , karena keterbatasan waktu. Dan telah di peroleh hasil pengembangan perangkat pembelajaran untuk matakuliah Fisika Dasar ini dalam bentuk : (1) GBRP dan SAP , (2) Modul Perkuliahan , (3) Lembar Kerja Mahasiswa (LKM), dan (4) Lembar Evaluasi Mahasiswa (LEM). Dengan telah dihasilkannya perangkat pembelajaran untuk matakuliah Fisika Dasar ini, maka tahap berikutnya akan dilengkapi dengan media interaktif untuk mendukung desain pembelajaran berbasis e-learning.
AN ANALYSIS OF DIRECTIVE ILLOCUTIONARY ACTS IN THE DIVERGENT MOVIE 2014 BY DOUGLAS WICK AND LUCY FISHER ZENI NOVITASARI; Yulia Nugrahini Nugrahini; Erna Dwinata
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 13, No 3 (2016)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v13i3.326

Abstract

This thesis is aimed at describing forms and meanings ofutterances based on Vanderveken’s theory by using descriptive method.Yule (1996 : 54) said that “directives are those kinds of speech act thatspeaker use to get someone else to do something. They express what thespeaker wants. They are commands, orders, request, suggestion”.Incollecting the data, the researcher follows three stages. Those are dataselection, data collection, and data classification. The selection stage wasdone by searching the movie script as the data source, the data collectioncovers collecting the data from utterance in the movie script, and the dataclassification includes gathering utterances which contain DirectiveIllocutionary Act. In analyzing the data, researcher follows several stages.They are: founding categorizing, describing, and qualifying theutterances found in the data.From all of the utterances, there are seventypes of Directive Illocutionary Acts found in utterances, those are:Asking, Commanding, Requesting, Suggesting, and Begging. From thoseforms of Directive Illocutionary Act, Suggesting has the highestfrequency of use among others, that is twelve times, the Begging has thelowest frequency of use among others, that is one times.To describe themeaning of the analysis the researcher used six component ofVanderveken and the meaning of the utterances is mostly suggesting.Based on the meanings of the Illocutionary Act in utterances, most of thepoint of Illocution is that the speaker ask to the hearer to do something;most of the mode of achievement is that the hearer can give the answer orexplanation from the speaker question or command; the propositionalcontent of the utterances is mostly showing that the speaker ask to thehearer to answer or to doing what the speaker want; most of thepreparatory condition of the utterances is that the speaker believes thatthe hearer can achieve what the speaker wants; most of the sincerity ofcondition of the utterances is that the speaker really hopes to the hearerto conduct his will; and the degree of strength of the utterances is mostlyshowing that the speaker seriousness to get respond from the hearer.Key Words : Directive Illocutionary Acts, Divergent Movie 2014
PENERAPAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM BUDAYA MASYARAKAT DESA PAKISREJO TANGUNGGUNUNG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS Eko Samsul Hadi (SMPN 2 Tanggunggunung)
INSPIRASI : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/insp.v17i1.1570

Abstract

Abstract Penelitihan ini bertujuan untuk mengetahui penerpan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Desa Pakisrejo dalam menjaga ketahanan pangan yang dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran  IPS. Melalui penerapan nilai-nilai kearifan lokal merupakan suatu upaya untuk menanamkan rasa kepedulian terhadap sesama, meluaskan pengetahuan tentang budaya bangsa, serta merupakan bagian dari upaya untuk meminimalisir dampak negatif dari arus globalisasi yang tidak lagi dapat dihindarkan dewasa ini. Berbagai permasalahan tersebut, tentu saja memerlukan pemecahan, karena dampak globalisasi akan menjadi ancaman yang serius bagi generasi muda bangsa apabila mereka tidak didasari oleh kesadaran akan pentingnya nilai-nilai adat dan tradisi yang berlaku dalam lingkungannya. Fokus kajian dari penelitian ini adalah dikhususkan pada proses ketahanan pangan yang menjadi ciri khas dari masyarakat Desa Pakisrejo Tanggunggunung. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode etnografi. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa kearifan lokal dalam upaya menjaga ketahanan pangan yang dilakukan oleh masyarakat Pakisrejo Tanggunggunung yang menjadi salah satu nilai budayanya telah mampu hidup berkembang dalam masyarakat serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dengan pengolahan berbagai produk olahan singkong dan pemberdayaan wana wisata baru. Kemampuan mereka menjaga ketahanan pangan tersebut tidak lepas dari proses pewarisan budaya yang tetap terjaga dari generasi ke generasi. Nilai budaya tersebut dinilai tidak hanya dapat berkembang didalam budaya mereka saja, akan tetapi dapat berlaku pula pada seluruh umat manusia. Dengan demikian, nilai-nilai budaya lokal tersebut dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS, dengan tujuan untuk menjadikan pembelajaran IPS menjadi lebih bermakna bagi para peserta didik. kearifan lokal masyarakat di suatu daerah memiliki konsep nilai-nilai sains yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS pada tingkat SMP. Pembelajaran yang terintegrasi pada kearifan lokal dapat meningkatkan cara  berpikir positif, meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konsep dan lain sebagainya. Kata kunci:   Nilai Kearifan Lokal, Budaya Masyarakat dan Sumber Belajar Siswa

Page 3 of 17 | Total Record : 167