cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA MENISKUS KNEE DEKSTRA DENGAN MODALITAS ULTRASOUND DAN TERAPI LATIHAN sri Rahayu; shelly novianti ismanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2730

Abstract

Meniskus merupakan suatu kondisi dimana terjadi robek atau pecahnya tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan  atau peredam tekanan pada sendi lutut, cedera meniskus memiliki dua jenis penyebab yaitu traumatik dan faktor degenerativ. Cedera meniskus diakui sebagai penyebab morbiditas muskuloskeletal yang signifikan. Meniskus sangat penting untuk fungsi normal dan kesehatan jangka panjang dari sendi lutut. Tanda dan gejala yang sering terjadi  pada meniskus diantaranya terdapat pembengkakan terutama pada bagian lutut, nyeri di sepanjang garis sendi lutut dan lutut terasa seperti terkunci. Cedera meniskus sering terjadi akibat beban berlebih ketika beraktifitas dan berolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat ultrasonik dan terapi latihan dalam mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan lingkup gerak sendi serta meningkatkan fisiologis lutut pada kondisi meniskus. Penelitian dengan metode analisis deskripsi. Metode pengumpulan data menggunakan metode auto anamnesis. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa meniskus knee dekstra yang menggunakan modalitas ultrasound dan terapi latihan yang dilakukan selama 6 kali pertemuan. Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali (T1–T6) didapatkan hasil adanya penurunan nyeri gerak pada lutut dari 3 menjadi 0 dengan menggunakan VAS. Peningkatan kekuatan otot lutut dengan MMT,  kekuatan otot fleksor dari 3 menjadi 5 dan kekuatan dan otot exstensor  dari 3 menjadi 5. Peningkatan kemampuan fungsional, dengan  Lysholm Knee Scoring Scale dari skor 61 menjadi 95. Terapi dengan menggunakan modalitas ultrasound serta terapi latihan dapat mempercepat penururnan nyeri, peningkatkan kekuatan otot, peningkatkan lingkup gerak sendi serta peningkatkan fisiologis lutut pada kondisi meniskus.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA TENDINITIS SUPRASPINATUS DEKSTRA DENGAN MODALITAS ULTRASOUND DAN TERAPI LATIHAN Laila Zahirah Sakinah; Shelly Novianti Ismanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2731

Abstract

Tendinitis supraspinatus merupakan peradangan pada tendon supraspinatus akibat gesekan berulang pada tendon guna waktu yang lama. Penyebabnya karena terjadinya impingement, mikro-trauma, vaskularisasi, atau degenerasi. Problematika yang timbul adalah ada rasa nyeri yang disebabkan inflamasi pada tendon supraspinatus sehingga menyebabkan keterbatasan gerak sendi pada bahu sehingga menurunkan kekuatan otot serta menurunkan aktivitas fungsional. Untuk mengetahui manfaat dari pemberian ultrasound dan terapi latihan terhadap tendinitis supraspinatus dekstra terhadap nyeri, spasme, keterbatasan gerak, kekuatan otot dan aktivitas fungsional. Penelitian dengan metode analisis deskripsi. Metode pengumpulan data menggunakan metode autoanamnesis. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa tendinitis supraspinatus yang menggunakan modalitas ultrasound dan terapi latihan yang dilakukan selama 6 kali pertemuan. Setelah dilakukan terapi selama 6 kali terapi didapatkan hasil pengurangan nyeri tekan dan nyeri gerak T1: sangat nyeri menjadi T6 : sedikit nyeri. Penilaian lingkup gerak sendi T1 : (S : 60o-0o-145o), (F : 75o-0o-45o), (R(f90) : 45o-0o-70o) menjadi T6 : (S : 60o-0o-180o), (F : 180o-0o-45o), (R(f90) : 90o-0o-70o). Penilaian kekuatan otot T1 : 4 menjadi T6 : 5. Penilaian kemampuan aktivitas fungsional T1 : 52,30% menjadi T6 : 15,38%. Ultrasound dapat mengurangi nyeri serta spasme otot. Terapi latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi serta meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan aktivitas fungsional pada kasus tendinitis supraspinatus.Kata Kunci : Tendinitis supraspinatus, Terapi Latihan, Ultrasound
THE EFFECT OF STORAGE TIME AT COLD TEMPERATURES ON THE QUALITY OF PRESTO SHORT FISH (Barbonymus schwanenfeldii) Aurelia Natasya; Widawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2743

Abstract

ABSTRACTIntroductiom: The “tengadak” presto fish (Barbonymus schwanenfeldii) is one of the perishable processed fishery products. Therefore, by storing it in a refrigerator at 5 oC the product has an optimal shelf life. The aim of this study was to determine the quality of presto fish packaged with the vacuum method with different storage periods at 5 oC in terms of organoleptic values, proximate and TBA (Thiobarbituric Acid) analysis. Method: The study design was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 different storage periode at 5 oC namely LP0 (1 day), LP1 (10 days), LP2 (20 days), LP3 (30 days). Data were analyzed descriptively and statistical test One Way ANOVA. Results: Based on the organoleptic test, the best product preferred by the panelists was LP1 (10 Days). The Duncan's test showed that there was a significant difference between the variables of taste, aroma, and texture on the quality of “tengadak” presto fish. The results of the proximate analysis of the best “tengadak” presto fish every 100 g contain 55.77 g water, 10.64 g ash, 25.46 g protein, 4.99 g fat, 3.14 g carbohydrates (by deifference). The TBA analysis for at LP0 = 1.25 mg MA/Kg, LP1= 1.47 mg MA/Kg, LP2= 2.90 mg MA/Kg, LP3= 3.90 mg MA/Kg. The results of the organoleptic test showed that the selected product preferred by the panelists was LP1 (10 days) with a TBA value of 1.47 mg MA/Kg. Conclusions: Further research is needed on microorganism and chemical contamination in “tengadak” presto fish. Keywords : Different Storage Time, TBA (Thiobarbituric Acid),Tengadak Fish, Presto
ANALISIS KADAR ELEKTROLIT (NATRIUM, KALIUM, KLORIDA) DARAH PADA PASIEN DIARE DI RUMAH SAKIT Hendri; Wulan Fitriani Safa; Apriani Riyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2744

Abstract

Diare adalah pengeluaran feses yang konsistensinya lembek sampai cair dengan frekuensi pengeluaran feses sebanyak 3 kali atau lebih dalam sehari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar elektrolit darah (natrium, kalium, klorida) pada pasien diare usia balita, anak-anak dan dewasa di RS Gandaria. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data skunder berupa rekam medis 68 pasien diare di RS Gandaria. Berdasarkan hasil pemeriksaan elektrolit darah (natrium, kalium, klorida) terhadap 68 pasien diare di RS Gandaria  dapat disimpulkan bahwa sebanyak 18 pasien (26,5%) memiliki kadar natrium rendah dan 50 pasien (73,5%) normal, sebanyak 20 pasien (29,4%) memiliki kadar kalium rendah, dan 48 pasien (70,6% )memiliki kadar kalium normal, sebanyak 11 pasien (16,2%) memiliki kadar klorida rendah dan 57 pasien (83,8%) memiliki kadar klorida normal. Secara umum nilai rata-rata kadar natrium, kalium dan klorida tidak berbeda pada pasien diare dengan jenis kelamin dan kelompok usia yang berbeda.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA FROUZEN SHOULDER DEKSTRA DENGAN MODALITAS ULTRASOUND SERTA TERAPI LATIHAN Tedy suharyadi; Shelly Novianti Ismanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2759

Abstract

Frozen shoulder merupakan keadaan sendi bahu yang mengalami peradangan, nyeri, perlengketan, atropi serta pemendekan kapsul sendi sehinga terjadinya keterbatasaan gerak sendi. Pada pasien frozen shoulder keterbatasaan luas gerak sendi (LGS) bahu dapat mempengaruhi dan menurunkan kemampuan fungsional sebanyak 16% pasien. Secara epidemiologi frozen shoulder dapat terjadi pada usia 40-65 tahun. Dari 60 % sekitar 2-5% dari kasus frozen shoulder lebih banyak mengenai perempuan dari pada laki-laki. Frozen shoulder juga terjadi pada 10-20 % dari penderita diabetes mellitus Untuk mengetahui pemberian pada ultrasound dapat mengurangi nyeri pada frozen shoulder Untuk mengetahui apakah terapi latihan dapat meningkatkan kekuataan otot. Untuk mengetahui apakah ultrasound dan terapi latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi (LGS) pada frozen shoulder. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik mengumpulkan data wawancara dan pemeriksaan status Kesehatan pasien pada kasus frozen shoulder pemberian modalitas ultrasound & terapi latihan di lakukan selama 6 kali terapi. Setelah dilakukan tindakan selama 6 kali terapi hasil yang di dapat yaitu pengurangan nyeri tekan pada T1: mendapati nilai  5 T6 menjadi nilai 3, nyeri gerak pada T1: mendapati nilai 6 T6 menjadi nilai 3, nyeri diam T1: mendapati nilai 2 T6 menjadi nilai 1. Penilaian lingkup gerak sendi T1 :  (S 25°-0°-90°) mejadi T6: (S 45°-0°-110°) dan F1:  (F 170°-0-45°) menjadi T6: (F 180°-0°-45°). Ultrasound dapat mengurangi nyeri. Terapi latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi serta meningkatkan kekuataan otot dan meniigkatkan aktivitas fungsional pada kasus frozen shoulder.Kata kunci: Frozen shoulder, Ultrasound, Terapi Latihan.
HUBUNGAN KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN TB PARU DI UPT BLUD PUSKESMAS TAMBANG Harizon Harizon; Lira Mufti Azzahri Isnaeni; Rizki Rahmawati Lestari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2767

Abstract

Secara global kasus baru tuberkulosis pada tahun 2018 sebesar 6,4 juta, setara dengan 64% dari insiden tuberkulosis. Tuberkulosis menjadi 10 penyebab kematian tertinggi di dunia dan kematian tuberkulosis secara global diperkirakan 1,3 juta pasien pertahun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kesehatan lingkungan rumah terhadap kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian case control. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10-17 juli 2021.  Adapun populasi pada penelitian ini adalah 78 orang dengan sampel kasus 32 dan kontrol 32. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah  univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian pada analisa univariat diperoleh bahwa paling banyak responden dengan pentilasi yang tidak memenuhi syarat sebanyak 37 (57.8%). Responden tidak memenuhi syarat pencahayaan sebanyak 36 (56.2%). Responden TB paru kasus 32 (50%) dan kontrol 32 (50%). Uji Chi Square diperoleh ada hubungan yang signifikan antara pencahayaan dan ventilasi dengan kejadian TB Paru di Desa Kualu dan Tarai Bangun Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Tahun 2021 dengan p value masing-masing 0,000 dan 0,011. Diharapkan penelitian ini menambah pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberkulosis paru terutama faktor kesehatan lingkungan rumah apa saja yang berhubungan cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya. Kata Kunci: Kesehatan Lingkungan Rumah, TB Paru
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KADAS DI PONDOK PESANTREN IT BANGKINANG Ririn Berlian Sundawa; Syafriani Syafriani; Rizki Rahmawati Lestari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2772

Abstract

Kadas merupakan infeksi jamur kulit superfisial pada daerah kulit halus tanpa rambut, kecuali telapak tangan dan telapak kaki. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit kadas seperti sosial ekonomi yang rendah, personal hygiene yang kurang baik, dan lingkungan yang kurang bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit kadas di Pondok Pesantren IT Bangkinang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri Pondok Pesantren IT Bangkinang sebanyak 470 orang dengan sampel sebanyak 216 orang. Adapun teknik dalam pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Alat yang yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Pengolahan data menggunakan analisa univariate dan bivariate kemudian diuji dengan fishers exact. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian penyakit kadas di Pondok Pesantren IT Bangkinang dengan p value (0,103 )≥ α (0,05). Diharapkan bagi Pondok Pesantren IT Bangkinang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan strategi yang berkaitan dengan masalah penyakit kadas. Dan diharapkan juga kepada kepala Pondok Pesantren untuk melaksanakan penyuluhan tentang penyakit kadas serta memberikan informasi kepada santri agar selalu mempertimbangkan kondisi lingkungan pondok pesantren serta personal hygiene santri agar santri bisa belajar dengan motivasi yang tinggi. Kata Kunci     : Personal Hygiene, Kejadian Penyakit Kadas
FREKUENSI FAST FOOD DAN AKTIFITAS FISIK BERHUBUNGAN DENGAN GIZI LEBIH PADA REMAJA Fathurrahman Fathur; Devia Gustiana Maulida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2787

Abstract

Pendahuluan: Salah satu masalah gizi pada remaja adalah gizi lebih dan obesitas. Penyebab gizi lebih antara lain pola hidup dan perilaku, antara lain kebiasaan mengonsumsi fast food dan aktiftas fisik serta penilaian remaja terhadap penampilan fisiknya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan body image, frekuensi fast food, dan aktifitas fisik dengan gizi lebih ada remaja di SMA Negeri 2 Martapura.  Metode: Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian pelajar SMA Negeri 2 Martapura berjumlah 81 orang, ditentukan dengan random sistematik. Data body image dan frekuensi fast food dengan wawancara, aktifitas fisik dengan metode METs, dan gizi lebih dengan cara antropometri. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: proporsi gizi lebih pada remaja 55,6%, sebagian besar mempunyai body image positif (79,0%). Sebagian besar remajasering mengonsumsi fast food (71,6%) dan aktifitas ringan sebesar 55,6%. Ada hubungan frekuensi fast food dan aktifitas fisik dengan gizi lebih pada remaja (p<0,05), sedangkan body image tidak ada hubungan yang bermakna (p>0,05). Simpulan: Ada hubungan yang bermakna frekuensi fast food dan aktifitas dengan gizi lebih pada remaja. Disarankan agar remaja untuk memilih dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan tinggi serat, serta olah raga minimal 30 menit dan mengikuti kegiatan ekstrakurekuler di sekolah.
EFEKTIFITAS TELEMONITORING TERHADAP PENURUNAN HOSPILALISASI PASIEN COVID 19 ISOLASI MANDIRI DI RUMAH: STUDI LITERATUR Yuliasih Yuliasih; Sigit Mulyono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2820

Abstract

COVID 19 adalah penyakit saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus SARS COV 2 yang mengakibatkan penurunan kondisi pasien yang cepat dalam beberapa hari. Oleh karena itu dibutukan telemonitoring pada pasien COVID 19 yang melakukan isolasi mandiri. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas telemonitoring terhadap penurunan hospitalisasi pasien COVID 19 di rumah. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Database yang digunakan dalam pencarian artikel yang sesuai antara lain Science Direct, Proquest, Ebsco, dan Pubmed dengan beberapa kata kunci seperti telemonitoring, COVID 19, di rumah dan telenursing. Hasil penelusuran didapatkan 576 artikel, setelah dilakukan screening artikel berdasarkan bahasa inggris, artikel fulltext, dan membaca abstrak, metode dan hasil didapatkan 8 artikel. Empat artikel menyatakan telemonitoring efektif dalam menurunkan rasio rawat inap pasien COVID 19. Pengiriman data hasil pengukuran mandiri meliputi SpO2, nadi, tekanan darah melalui aplikasi handphone, telepon atau video suara. Penerapan telemonitoring mendapat skor kepuasan yang cukup tinggi karena pasien mudah dalam mengirimkan data yang selanjutnya dimasukkan ke rekam medis elektronik. Pada era pandemi penggunaan teknologi informasi untuk telemonitoring pasien COVID 19 dapat diaplikasikan untuk mengurangi hospitalisasi pasien COVID 19.
ANALISIS DETERMINAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA USIA PRODUKTIF Seila Delfina; Irene Carolita; Shafa Habsah; Syi'ta Ayatillahi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2823

Abstract

Pendahuluan: International Diabetes Federation (IDF) menginformasikan sebanyak 463 juta orang dewasa dengan rentang usia 20 – 79 tahun menderita  penyakit  Diabetes Mellitus (DM) di tahun 2019. Sebesar 5,7% dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia telah mengalami DM2 dan 1,1% diantaranya meninggal dunia. Menurut Kemenkes RI tahun 2016, sebanyak 8,4  juta penderita DM diprediksi akan mengalami peningkatan sejumlah 21,3 juta penderita pada tahun 2030. DM2 yang terus meningkat dapat membawa dampak buruk bagi kuantitas dan kualitas suatu wilayah. Adapun tujuan penulisan yaitu untuk mengetahui faktor resiko kejadian DM2 sehingga dalam penanganan dan pengendaliannya dapat dilakukan dengan tepat. Metode: Penelitian dalam kajian menggunakan metode Literature Review. Artikel jurnal penelitian menggunakan fasilitas database online melalui laman Google Scholar dan PubMed. Artikel yang diperoleh diterbitkan antara tahun 2017-2021 (4 tahun). Hasil: Beberapa hasil penelitian menjelaskan bahwa DM tipe 2 terjadi karena beberapa faktor risiko, diantaranya genetik, pola makan, usia, IMT, aktivitas fisik, tingkat pendidikan, pendapatan ekonomi rendah, merokok, kadar HDL rendah, trigliserida tinggi, NAFLD, dan hipertensi. Simpulan Salah satu faktor paling berpengaruh terhadap penyakit DM tipe 2 yaitu IMT dalam kategori obesitas. Adapun faktor risiko lain diantaranya variabel penyakit dan genetik juga memiliki pengaruh yang cukup dalam kejadian DM2 pada usia produktif. Kata kunci: Diabetes Mellitus, DM Tipe 2, Faktor Risiko

Page 11 of 435 | Total Record : 4346