cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,477 Documents
EVALUASI KESESUAIAN KLAIM ‘PILIHAN LEBIH SEHAT’ DAN LABEL HALAL PADA MINUMAN SIAP KONSUMSI DI INDONESIA Suhaima, Nurafi Razna; Fajri, Aulia Irhamni; Latifah, Siti Qosirotuttorfi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56767

Abstract

Minuman siap konsumsi merupakan salah satu penyumbang utama asupan gula berlebih yang berkontribusi terhadap meningkatnya prevalensi diabetes dan hipertensi di Indonesia. Klaim ‘Pilihan Lebih Sehat’ (PLS) yang diregulasi oleh BPOM No. 26 Tahun 2021 merupakan instrumen kebijakan untuk memandu konsumen memilih produk yang lebih bergizi, namun evaluasi kesesuaiannya secara bersamaan dengan aspek kehalalan pada kategori minuman siap konsumsi 14.0 belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian kandungan gula dan kelengkapan label halal pada minuman siap konsumsi berlabel PLS di Indonesia. Penelitian ini merupakan desk study berbasis label kemasan dengan pendekatan deskriptif-evaluatif. Sampel diperoleh melalui total sampling terhadap seluruh produk minuman kategori 14.0 berlabel PLS yang tersedia di ritel modern. Variabel yang dievaluasi meliputi kandungan gula per 100 ml dibandingkan dengan ambang batas BPOM (≤6 g/100 ml), serta kelengkapan dan keabsahan label halal yang diverifikasi melalui laman cekhalal.bpjph.go.id. Ditemukan tujuh produk berlabel PLS dari subkategori sari buah/air berperisa (14.1.4.2), teh kemasan (14.1.4.1), dan minuman isotonik (14.1.2.2). Seluruh produk (100%) memenuhi persyaratan kandungan gula dengan rentang 2,73–5,60 g/100 ml (rata-rata 4,25 g/100 ml). Seluruh produk (100%) memiliki logo halal pada kemasan dengan sertifikat aktif dan terverifikasi; 85,7% menggunakan logo BPJPH dan 14,3% masih menggunakan logo MUI dalam periode transisi regulasi. Seluruh minuman siap konsumsi berlabel PLS yang beredar di ritel modern telah memenuhi persyaratan kandungan gula dan memiliki sertifikasi halal yang valid. Sistem persetujuan klaim pra-edar BPOM terbukti efektif menjamin kesesuaian gizi, sementara implementasi kewajiban sertifikasi halal berjalan baik meski masih dalam masa transisi logo MUI ke BPJPH.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TENAGA MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUNA BARAT TAHUN 2025 Saharudin, Saharudin; Saptaputra, Syawal Kamiluddin; Zainuddin, Asnia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56780

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena tenaga medis memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja, paparan bahan infeksius, serta penyakit akibat kerja. Lingkungan kerja rumah sakit yang kompleks menuntut adanya sistem keselamatan yang terstruktur untuk melindungi tenaga kesehatan dan menjamin kualitas pelayanan kepada pasien. Penerapan K3 di rumah sakit dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP), kepatuhan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta budaya organisasi yang mendukung perilaku kerja yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan SOP, kepatuhan penggunaan APD, dan budaya organisasi terhadap penerapan K3 pada tenaga medis di RSUD Kabupaten Muna Barat tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 157 responden yang terdiri dari perawat dan bidan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi karakteristik responden, analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SOP (p=0,000), kepatuhan penggunaan APD (p=0,000), dan budaya organisasi (p=0,000) berpengaruh signifikan terhadap penerapan K3 tenaga medis. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan APD merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi penerapan K3 (p=0,019; Wald=5,503). Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,243 menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 24,3% variasi penerapan K3.
ANALISIS HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK, POSISI TUBUH, DAN FAKTOR USIA TERHADAP RISIKO CEDERA MUSKULOSKELETAL PADA PEDAGANG AYAM POTONG DI KABUPATEN MUNA Palenda, Syarifail; Saptaputra, Syawal Kamiluddin; Kusnan, Adius
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56781

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami oleh pekerja yang melakukan aktivitas fisik berat dan berulang. Pedagang ayam potong merupakan salah satu kelompok pekerja sektor informal yang berisiko mengalami gangguan muskuloskeletal karena aktivitas kerja yang melibatkan beban fisik tinggi, posisi kerja yang tidak ergonomis, serta faktor usia pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja fisik, posisi tubuh, dan faktor usia terhadap risiko cedera muskuloskeletal pada pedagang ayam potong di Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 67 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan lembar observasi yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko gangguan muskuloskeletal pada responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja fisik dengan risiko cedera muskuloskeletal (p = 0,001), posisi tubuh dengan risiko cedera muskuloskeletal (p = 0,012), serta faktor usia dengan risiko cedera muskuloskeletal (p = 0,012). Temuan ini menunjukkan bahwa pekerja dengan beban kerja fisik tinggi, posisi kerja yang tidak ergonomis, serta usia yang lebih tua memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan muskuloskeletal. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui penerapan prinsip ergonomi kerja, pengaturan beban kerja, serta peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja.
GAMBARAN PERILAKU SAFETY DRIVING PADA PENGEMUDI ANGKUTAN KOTA DI KOTA KUPANG Pada, Derfina Anjelina; Ruliati, Luh Putu; Setyobudi, Agus; Berek, Noorce Christiani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.47242

Abstract

Keselamatan berkendara merupakan aspek penting dalam sistem transportasi, khususnya pada moda angkutan kota. Tingginya mobilitas angkot di Kota Kupang meningkatkanisiko kecelakaan, terutama jika tidak disertai dengan perilaku berkendara yang aman (safety driving). data dari Polres Kupang Kota, menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas yang meibatkan angkutan kota terjadi setiap tahun. Berdasarkan data tahun 2019 sampai awal 2024 tercatat lebih dari 50 kasus kecelakaan, dengan jumlah korban luka ringan sebanyak 70 orang, luka berat sebanyak 16 orang, dan korban meninggal sebanyak 5 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 39 orang dari total populasi 291 pengemudi.Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert, pilihan ganda, dan checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (100%), namun hanya 41% yang memiliki perilaku safety driving kategori baik, sedangkan 59% berada pada kategori cukup. Sebagian besar pengemudi memiliki masa kerja < 5 tahun (53,8%), dan 53,8% memiliki kebiasaan konsumsi alkohol 1–2 kali per bulan. Selain itu, 28,2% pengemudi menggunakan kendaraan dalam kondisi tidak layak. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan tinggi, namun perilaku berkendara aman belum optimal. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik yang dipengaruhi oleh masa kerja, konsumsi alkohol, dan kondisi kendaraan.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TENAGA REKAM MEDIS DI UNIT PENYIMPANAN RSUD BANDUNG KIWARI Nisa, Zahira; Sari, Irda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50712

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menjamin keselamatan petugas rekam medis, khususnya di unit penyimpanan yang memiliki risiko ergonomi dan fisik akibat penumpukan berkas serta ruang kerja yang terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan K3, pengaruhnya terhadap produktivitas kerja, serta faktor penghambat implementasinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap petugas rekam medis di RSUD Bandung Kiwari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 telah berjalan cukup baik melalui penyediaan APD, pengaturan tata ruang, serta pemenuhan standar ventilasi dan pencahayaan, namun penggunaan APD masih situasional, penumpukan berkas menimbulkan risiko ergonomi, dan pelatihan K3 masih bersifat umum. Produktivitas kerja petugas dipengaruhi oleh pengalaman, ketelitian, dukungan teknologi SIMRS, serta penerapan K3 yang terbukti mendukung efektivitas dan keselamatan kerja. Faktor penghambat utama meliputi pemahaman petugas yang belum konsisten, keterbatasan anggaran, kurangnya pelatihan khusus, serta kompleksitas pekerjaan di ruang penyimpanan. Disimpulkan bahwa penerapan K3 di unit penyimpanan rekam medis perlu ditingkatkan melalui penguatan budaya keselamatan, pengawasan berkelanjutan, serta perbaikan fasilitas untuk mendukung keselamatan kerja dan peningkatan mutu pelayanan.
BERAT LAHIR, STIMULASI DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 12-24 BULAN Mufarrahah, Intan Nur Laylatul; Baroya, Ni'mal; Kusumawardani, Devi Arine
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.50818

Abstract

Masa perkembangan anak merupakan proses perubahan fungsi tubuh secara bertahap dengan meningkatnya kemampuan dalam melakukan gerakan kasar, gerakan halus, berbicara, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Pada perkembangannya, anak dengan usia kurang dari 2 tahun masih sering mengalami gangguan perkembangan jika tidak diberikan perhatian secara khusus. Penelitian ini  bertujuan menganalisis hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan pemberian stimulasi dengan perkembangan anak usia 12-24 bulan di Puskesmas Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini 112 anak berusia 12-24 bulan. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan uji chi square. Diketahui sebagian besar balita berusia 21-24 bulan (35,7%) dan berjenis kelamin perempuan (57,1%). Sebagian besar ibu balita berusia 26-35 tahun (63,4%), berpendidikan menengah (58%), tidak bekerja (65,2%), pendapatan dibawah UMR (63,4%). Sebagian besar balita berusia 12-24 bulan memiliki riwayat Berat Badan Lahir Rendah (70%), Sebagian besar orang tua sudah memberikan stimulasi dengan baik (77%), dan perkembangan anak usia 12-24 sudah sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik keluarga yang terdiri dari usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga. Riwayat BBLR tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan perkembangan anak usia 12-24 bulan, namun pemberian stimulasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan perkembangan anak (nilai p=0,011). Saran yang dapat diberikan yaitu orang tua aktif membawa anak dalam kegiatan posyandu, membiasakan sedari dini memberikan stimulasi pada anak, dan rutin cek perkembangan anak ke fasilitas kesehatan.
EFEKTIVITAS METODE DISEMINASI INFORMASI DENGAN METODE ADVOKASI TERHADAP KAMPANYE STOP NARKOBA PADA REMAJA DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2025 Arbi, Anwar; Arifin, Vera Nazhira; Jannah, Raudhatul; Nadhifa, Farah; Zahara, Misna; Syifa, Rafika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53800

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama pada remaja yang berada pada fase perkembangan dan rentan terhadap pengaruh lingkungan. Data nasional dan regional menunjukkan bahwa prevalensi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja masih relatif tinggi, termasuk di Kota Banda Aceh. Kondisi ini menuntut strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap remaja terhadap bahaya narkoba. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode diseminasi informasi dibandingkan dengan metode advokasi dalam kampanye Stop Narkoba pada remaja di MAN Model Kota Banda Aceh Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh siswa kelas IX MAN Model Banda Aceh berjumlah 40 orang dengan teknik sampling jenuh. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mendapat intervensi melalui metode diseminasi informasi dan kelompok kontrol yang mendapat metode advokasi. Pengukuran dilakukan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, independent sample t-test, dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok eksperimen (p < 0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p > 0,05). Meskipun kedua metode efektif meningkatkan pengetahuan, metode advokasi lebih kuat dalam membentuk sikap dan komitmen remaja terhadap pencegahan narkoba. Disimpulkan bahwa metode advokasi lebih efektif, dan kombinasi kedua metode direkomendasikan dalam program pencegahan narkoba di sekolah.