cover
Contact Name
Muhammad Aditya Pratama
Contact Email
adityapratama@ikj.ac.id
Phone
+6285693972062
Journal Mail Official
imaji@ikj.ac.id
Editorial Address
Jalan Sekolah Seni No.1 (Raden Saleh, Kompleks Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Jakarta, Central Jakarta City, Jakarta 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal IMAJI
ISSN : 19073097     EISSN : 27756033     DOI : https://doi.org/10.52290/JI
Core Subject : Humanities, Art,
Journal IMAJI accommodates a collection of various topics of film / audio-visual studies that contain ideas, research, as well as critical, fresh, and innovative views on the phenomenal development of cinema in particular and audio-visual in general. This journal aims to provide research contributions to film and audio-visual media which are expected to encourage the development of film, including photography, television and new media in Indonesia, so that they are superior and competitive at the national level and in the international world.
Articles 200 Documents
Ethical Problems in Documentary Cases Jagal (2012) and Senyap (2014) Part II Wibawa, Budi
IMAJI Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v12i3.57

Abstract

Jagal (2012) dan Senyap (2014) adalah dua film dokumenter yang sempat menyita perhatian dunia. Kedua film itu berhasil mengangkat isu tentang peristiwa Tragedi 1965, sebuah sejarah kelam negara Indonesia di masa Orde Baru dengan cara yang unik. Isu yang diangkat kedua dokumenter tersebut berhasil menstimulus munculnya kembali berbagai perdebatan hangat terkait kebenaran sejarah peristiwa Tragedi 1965. Sayangnya, kajian mengenai dokumenter tersebut sebagai “teks” yang menggunakan medium “gambar bergerak” justru sering terabaikan, tenggelam di tengah kegaduhan isu yang ditawarkannya, yang lebih sebagai “konteks” yang melebar terlalu luas, ketimbang analisis yang berpegang erat pada “teks” yang ditawarkan oleh film-film itu sendiri.
Thematic Montage and Toilets as Reflections of Modern Life In the Movie "Di Balik Bilik" Gunawan, Hendry
IMAJI Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v12i3.58

Abstract

Sebagai sebuah gagasan dan metode editing dalam film, istilah thematic montage yang idenya dieksplorasi oleh D.W. Griffith pada tahun 1920-an menekankan asosiasi ide serta mengabaikan kontinuitas waktu dan ruang di dalam sebuah film. Dalam sejarahnya, Griffith mengeksplorasi gagasan itu dalam sebuah film berjudul Intolerance (1916) yang menyatukan empat cerita berbeda dengan satu tema yang sama. Tulisan ini berusaha membongkar upaya sebuah film pendek berjudul Di Balik Bilik (2017) merepresentasikan sebuah pemikiran sosial yang terjadi di masyarakat modern hari ini, dengan menggunakan film pendek yang menerapkan konsep thematic montage atau montase tematik.
Films Using Local Wisdom as a Source of Creative Inspiration (one way to film with an Indonesian identity) Suryanto, Hari
IMAJI Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v12i3.59

Abstract

Indonesia adalah negeri yang di anugerahi dengan berbagai seni budaya, adat istiadat, bahasa dan suku-suku bangsa. Potensi kekayaan ini dapat dijadikan media untuk dasar penciptaan kreatifitas. Film adalah media yang memiliki kempuan menyampaikan sebuah pesan dan nilai dengan bahasa yang mudah diterima oleh penontonya. Dewasa ini belum banyak film dengan mengadaptasi kekayan kearifan lokal ini sebagai dasar penciptaan. Jika dicermati lebih jauh, film dapat dijadikan media diplomasi ke wilayah yang lebih luas untuk dalam berstategi melalui kebudayaan. Hal ini penting bagi sebuah negara untuk berkomunikasi dengan banyak bangsa dalam rangka menjalin keharmonisan melalui budaya dan nilai yang terkandung didalamnya. Disamping hal tersebut film dengan mengadaptasi kearifan lokal dalam dasar penciptaanya akanmenjadi media literasi bagi generasi penerus bangsa ini untuk mengenal budayanya sendiri, sehingga generasi ini akan memiliki akar budaya kuat. Disamping hal tersebut dengan menggunakan kearifan lokal sebagai media dasar penciptaanya makan tidak menutup kemungkinan film negeri ini akan menemukan karakter ke Nusantaraanya.
Wawancara: Tonny Trimarsanto Jurnal IMAJI
IMAJI Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v12i3.60

Abstract

Dalam rubrik Jurnal IMAJI terbaru kali ini kami menghadirkan wawancara secara mendalam dengan Tony Trimarsanto, beliau merupakan penggagas Rumah Dokumenter dan Asosiasi Dokumentaris Nusantara (ADN). Apa yang digagas oleh beliau menarik untuk kita simak, selain itu beliau juga membagikan pandangannya mengenai ekosistem dan perkembangan film dokumenter, baik itu secara pendanaan dalam memproduksi film dokumenter, pengeloaan sumber daya manusia hingga ruang-ruang publik yang mengapresiasi film dokumenter itu sendiri. Mari kita simak!
Pandemi Represi Dalam Film Turah (2016) Manullang, Jonathan
IMAJI Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v13i1.65

Abstract

Penelitian ini berfokus pada nuansa represi yang sangat akut pada film Turah (2016) karya Wicaksono Wisnu Legowo. Berangkat dari situ, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi klaster-klaster sosial represif yang tersaji gamblang dalam semesta film tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur, upaya pembacaan ini menunjukkan bahwa Turah berhasil menghadirkan alegori tentang relasi kuasa dan seksualitas, marjinalitas, isolasi personal, serta praktik eksploitasi total atas kelompok masyarakat bawah yang tidak berpendidikan dan menghuni Kampung Tirang.
Studi Perbandingan Wacana Film Dokumenter dengan Film Dokumentasi, Jurnalistik Televisi, dan Video Blogging Hermansyah, Kusen Dony
IMAJI Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v13i1.67

Abstract

Dalam produksi film, peristilahan dokumenter seringkali sudah begitu saja (taken for granted) tanpa ada pengamatan lebih lanjut. Hal ini terkadang menyebabkan kegaduhan saat ada yang mempertanyakan perbedaannya dengan dokumentasi, pemberitaan di televisi atau video blogging (vlog). Bagaimanapun, produk-produk tersebut memang memiliki kemiripan dengan film dokumenter. Tulisan ini berusaha memperjelas kepada khalayak agar tidak kebingungan saat harus membedakan dokumenter dengan produk audio-visual di atas. Terkadang pembuat film kebingungan ketika diminta menjelaskan perbedaannya dengan produk audio-visual lainnya. Perbedaan pengertian ini akan diamati dari sudut pandang ilmu bahasa dan keilmuan yang mendasar dalam film terutama film dokumenter serta ilmu komunikasi. Metode penelitian yang akan digunakan dalam pengamatan ini metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Sumber datanya adalah produk-produk audio-visual yang telah disebutkan. Teknik pengumpulan datanya akan didapatkan dari studi kepustakaan dan dokumen. Sedangkan analisis datanya akan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teori yang digunakan adalah teori film dokumenter, teori jurnalistik televisi dan teori tentang webloging. Walaupun memiliki banyak kemiripan seperti fakta sebagai objek materi dan ideologi sebuah karya, film dokumenter tetap memiliki aspek dasarnya yang tidak dimiliki produk audio visual lainnya.
Sikap Kaum Jadul Terhadap Film Milenial: Telaah Seorang Psikolog Sosial Atas 15 Film Unggulan FFI 2021 L. Karim, Niniek
IMAJI Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v13i1.68

Abstract

Tulisan ini berusaha menjelaskan sikap penonton yang termasuk dalam kategori usia tua atau jadul dalam menonton berbagai film produksi generasi millennials. Menggunakan konsep sikap di dalam psikologi sosial, tulisan ini akan membuka kondisi kepenontonan lintas generasi tersebut terhadap film-film yang diapresiasi dan mendapatkan nominasi pada Festival Film Indonesia (FFI) 2021. Metode analisis deskriptif kualitatif diterapkan sebagai alat analisis yang hendak dilakukan, Adapula film-film yang menjadi rujukan adalah Penyalin Cahaya (2021), Yuni (2021), Cinta Bete (2021). Tulisan ini juga memiliki tujuan untuk memperlihatkan perbedaan pengalaman menonton dan kondisi psikologi sosial terhadap dua generasi yang bersebrangan yaitu jadul dan millennials, begitu pula sebagai refleksi dan perwakilan sikap penonton film Indonesia dalam menelaah suatu film yang memiliki rintangan waktu dalam berbagai generasi.
Analisa Engagement Media Sosial Terhadap Viralnya Film Pendek Tilik (2018) Subadi
IMAJI Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v13i1.69

Abstract

Engagement media sosial dalam promosi konten film Tilik (2018) yang menjadi viral tidak hanya mampu mendorong konten pilarnya, namun juga banyak perbincangan yang membahas pro kontra dan pesan film tersebut. Engagement merupakan interaksi yang diharapkan oleh pemilik konten ke netizen, dengan adanya keterlibatan netizen terhadap engagement suatu hal dapat bisa dibuat viral secara mudah di media sosial. Tujuan Engagement dalam film Tilik (2018) tentunya untuk mendorong tayangan film pendek Tilik (2018) yang di YouTube menjadi tinggi, sedangkan banyak pelaku media sosial yang ingin mempromosikan suatu film di media sosial sekarang justru sulit berhasil menjadi viral. Dalam analisa ini untuk dapat menjawab strategi ideal mempromosikan film di media sosial.
Belajar Tentang Psike Perempuan Dari Siti, Athirah, dan Marlina Poerwandari, Elizabeth Kristi
IMAJI Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v13i1.70

Abstract

Perempuan memiliki perjalanan kehidupan yang kompleks, bagaimana mereka merespon lingkungan, masyarakat dan faktor eksternal lainnya. Namun faktor internal perempuan pula menjadi pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan mereka. Karena itu, tulisan ini akan menjelaskan bagaimana psikologi perempuan terhadap berbagai masalah yang mereka hadapi. Tentunya, objek analisis di dalam tulisan ini adalah film, medium audio-visual yang memiliki cerita dalam mewakili perjalanan seorang perempuan. Lewat psikologi perempuan ini terdapat tiga film yang akan menjadi bahan terapan, yakni Athirah (2015), Siti (2015), dan Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017). Tujuan utama dari tulisan ini antara lain sebagai bahan edukasi dalam memahami dan mempelajari sisi batin atau psikologi seorang wanita dengan keterkaitannya terhadap lingkungan sekitar, dunia dan diri mereka masing-masing.
Fungsi Karakter Untuk Menyampaikan Pesan Pendidikan Dalam Naratif Film Jagat Raya (2020) Jerry, Hanief
IMAJI Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v13i1.71

Abstract

Sebagai sebuah perwakilan manusia di dalam realita, karakter mencerminkan sifat, tindakan, respon dan komunikasi yang serupa. Karena itu film dan karakter-karakternya menjadi refleksi terhadap segala yang manusia lakukan di dalam realita sehari-hari. Tulisan ini akan menjelaskan bagaimana refleksi karakter-karakter film dapat menjadi sebuah pembelajaran antara sistem edukasi dan penggiat edukasi di dalamnya. Menggunakan landasan filosofi edukasi, dan karakterisasi terhadap film yang hendak di analisa yakni film pendek berjudul Jagat Raya (2020). Segala hasil yang akan dipaparkan berupaya menggambarkan refleksi ideal dari pendidikan yang tertanam di institusi masyarakat hari ini.

Page 6 of 20 | Total Record : 200


Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori Vol. 16 No. 2 (2025): Film, Masyarakat, Teknologi, dan Identitas Budaya Vol. 16 No. 1 (2025): Identitas dalam Sinema Indonesia Vol. 15 No. 3 (2024): Ruang, Penonton, dan Wacana Sinematik Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme Vol. 15 No. 1 (2024): Arsip, Wacana Visual & Film Eksperimental Vol. 14 No. 3 (2023): Suara & Imaji yang Berkelindan Vol. 14 No. 2 (2023): Fotografi, Riwayatmu Hingga Kini Vol. 14 No. 1 (2023): Antara Struktur dan Bahasa Visual Vol. 13 No. 3 (2022): Menuju Layar Personal sebagai Budaya Baru Menonton Vol. 13 No. 2 (2022): Wawancara dan Kedalaman Penelitian Media Audio Visual Vol. 13 No. 1 (2022): Merayakan dan Dirayakan Melalui Sinema Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual Vol. 12 No. 2 (2021): Panorama Mengamplifikasi Gagasan melalui Media Audio-Visual Vol. 12 No. 1 (2021): Sinema dan Wacana Vol. 11 No. 2 (2020): Sinema, Ideologi, dan Kritik Sosial Vol. 11 No. 1 (2020): Bentuk, Gaya, dan Persepsi Penonton Vol. 10 No. 2 (2018): Karakter dan Konsep-Konsep Psikoanalisis dalam Film Vol. 10 No. 1 (2018): Teknologi dan Storytelling dalam Medium Audio-Visual Vol. 9 No. 1 (2017): Mitos dalam Film dan Televisi Vol. 8 No. 1 (2016): IMAJI Vol. 5 No. 2 (2013): IMAJI Vol. 5 No. 1 (2013): IMAJI Vol. 4 No. 2 (2012): IMAJI Vol. 4 No. 1 (2012): IMAJI No. 6 (2011): IMAJI No. 5 (2009): IMAJI No. 4 (2008): IMAJI No. 3 (2007): IMAJI No. 2 (2006): Dimana Posisi Kritik Sinema Indonesia? No. 1 (2005): Antara Melihat dan Membaca More Issue