cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER" : 12 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN ATONIK TERHADAP PERTUMBUHAN STEK AKAR PELUNTAN (Artocarpus sericicarpus) DI PERSEMAIAN Sri Sumarni
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.7

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Atonik terhadap pertumbuhan dan dosis yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan stek akar Peluntan di persemaian. Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan ilmu dan pengetahuan terutama mengenai pengaruh pemberian Atonik terhadap pertumbuhan stek akar Peluntan dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam upaya pembibitan  di persemaian.Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen lapangan alam bentuk faktor tunggal dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) ini terdiri dari satu faktor dan 4 (empat) level perlakuan yaitu A0  (Tanpa Atonik), A1 (Dosis 0,25 ml Atonik per liter  air per 9  stek akar), A2  (Dosis 0,50 ml Atonik  per liter air per (stek akar), dan A3 (Dosis 0,75 ml Atonik  per liter air per 9 stek akar). Setiap level perlakuan diulang 4  empat) kali dan setiap ulangan terdapat 9 stek akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian Atonik memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun, tinggi tunas, jumlah akar dan panjang akar stek akar Peluntan di persemaian, tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah tunas. Perlakuan pemberian Atonik dengan dosis 0,5 ml per liter air  (A2) menunjukkan hasil yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah daun, tinggi tunas, dan panjang akar stek akar Peluntan di persemaian, sedangkan untuk meningkatkan jumlah akar yang terbaik adalah perlakuan 0,75 ml per liter air (A3). Perlu kajian yang lebih mendalam untuk dapat memastikan pengaruh pemberian Atonik terhadap pertumbuhan stek akar Peluntan, yaitu dengan cara menambah lamanya waktu penelitian dan teknis pengambilan akar yang akan dijadikan bahan stek, sehingga didapatkan  kesimpulan yang komprehensif. Perlu kajian yang lebih mendalam untuk dapat memastikan pengaruh pemberian Atonik terhadap pertumbuhan stek akar Peluntan, yaitu dengan cara menambah lamanya waktu penelitian dan teknis pengambilan akar yang akan dijadikan bahan stek, sehingga didapatkan  kesimpulan yang komprehensif.
PENGARUH PEMBERIAN UREA PADA BATANG BAWAH SATU BULAN SEBELUM OKULASI TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS BIBIT TANAMAN KARET (Havea brasiliensis, Muell Arg.) Ratri Yulianingsih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.12

Abstract

Usaha untuk meningkatkan hasil tanaman karet tidak terlepas dari perawatan bibit yang baik. Salah satu cara memelihara bibit yaitu dengan memenuhi kebutuhan hara selama di pembibitan. Agar bibit dapat tumbuh baik maka pemberian pupuk anorganik seperti urea perlu dilakukan. Pupuk urea sangat diperlukan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman karet karena tanaman karet memerlukan unsur nitrogen yang cukup untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh pemberian urea pada batang bawah terhadap pertumbuhan tunas bibit tanaman karet; (2) Dosis urea pada batang bawah yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tunas bibit tanaman karet. Ruang lingkup penelitian meliputi variabel: (1) Variabel bebas, yaitu urea. (2) Variabel terikat, yaitu panjang tunas dan jumlah anak daun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola non faktoral Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan adalah urea (U) terdiri dari lima taraf, yaitu: u0 = tidak diberi urea; u1 = 2,5 gram urea per bibit; u2 = 5 gram urea per bibit; u3 = 7,5 gram urea per bibit; u4 = 10 gram urea per bibit. Jumlah tanaman dalam penelitian ini adalah seluruh tanaman pada tiap satuan percobaan, yaitu sebanyak 4 tanaman x 5 taraf urea x 5 ulangan = 100 tanaman. Sedangkan jumlah satuan pengamatan diambil 2 tanaman dari tiap satuan percobaan, jadi jumlah satuan pengamatan adalah 5 taraf urea x 5 ulangan x 2 tanaman = 50 tanaman pengamatan. Data dianalisis dengan sidik ragam, kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil pengamatan dan analisis data diketahui bahwa: (1) Pemberian urea pada batang bawah berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas bibit karet yang ditandai dengan panjang tunas dan jumlah anak daun. (2) Pemberian 10 gram urea pada batang bawah menghasilkan panjang tunas rata-rata 8.05 cm dan jumlah anak daun rata-rata 5.10 daun.
PERANAN AIR RENDAMAN SABUT KELAPA DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG PANJANG (vigna sinensis L.) Syarif Nizar Kartana
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rendaman sabut kelapa dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Desember 2015 di Desa Sungai Dak Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air rendaman sabut kelapa dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang.
STUDI HABITAT JENGGER (Ploiarium alternifolium (Vahl) Melchior) DI KAWASAN BERHUTAN DESA MANTER KABUPATEN SINTANG Ria Rosdiana Hutagaol
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui habitat jengger yang meliputi faktor biotik dan faktor abiotik di kawasan berhutan Desa Manter Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang. Penelitian dilaksanakan selama 2 minggu di lapangan yaitu tanggal 7 Pebruari sampai tanggal 20 Pebruari 2016.Metode pengambilan sampel dilakukan dengan Metode Petak Tunggal dimana peletakan petak dilakukan secara purposive sampling. Petak berukuran 100 m x 60 m, dalam petak tunggal ini selanjutnya dibuat lagi petak pengamatan yang berukuran 2m x 2m untuk pengamatan tingkat semai, 5m x 5m untuk pengamatan tingkat pancang, 10m x 10m untuk pengamatan tingkat tiang dan 20m x 20m untuk pengamatan tingkat pohon, sehingga terdapat 15 petak pengamatan dalam petak tunggal tersebut.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 463 individu pertumbuhan tingkat semai, 923 individu tingkat pancang, 11 individu tingkat tiang dan 9 individu tingkat pohon. Hasil analisis Indeks Nilai Penting (INP) menunjukkan bahwa  INP tertinggi dari seluruh tingkat pertumbuhan adalah Temau 173,1457% pada tingkat pohon,  Temau 128,6315%  pada tingkat tiang,  Jengger 146,2587% pada tingkat pancang dan  jenis jengger 150,7852% pada tingkat semai.Jenis Jengger dapat tumbuh dengan baik di lokasi penelitian pada kondisi tanah dengan pH H2O = 3,78, C Organik = 2,23%, N = 0,09, P =32,55 ppm, KTK = 13,50 C mol/, K = 0,07 C mol/, Ca = 0,32 C mol/, Mg = 0,17 C mol/, KB = 4,13, Clay = 18,08, Silt = 58,88%, F. Sand = 22,46%, dan C. Sand = 0.57%.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA AKAR RESAM DAN TANAH PMK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT Eucalyptus pellita DI PERSEMAIAN Kamaludin .
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media akar resam dan tanah PMK serta komposisi yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita di persemaian. Metode peneitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan tunggal yaitu komposisi media tanam, meliputi S0 (akar resam tanpa tanah), S1 (akar resam 40 gram dan tanah PMK 60 gram), S2 (akar resam 50 gram dan tanah PMK 50 gram), S3 (akar resam 60 gram dan tanah PMK 40 gram), S4 (akar resam 70 gram dan tanah PMK 30 gram), S5 (akar resam 80 gram dan tanah PMK 20 gram) dan S6 (akar resam 90 gram dan tanah PMK 10 gram). Rancangan ini dipilih karena selain faktor media, semuanya relatife seragam. Hasil penelitian berdasarkan analisis sidik ragam diketahui bahwa komposisi media akar resam dan tanah PMK tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tinggi, diameter dan jumlah daun bibit Eucalyptus pellita di persemain. Walaupun demikian, hasil pengamatan dan pengukuran menunjukkan bahwa komposisi media tanam yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita di persemain adalah perlakuan S5 (perlakuan media akar resam 80 gr dan tanah PMK 20 gr). Perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk memastikan pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita di persemain agar didapatkan kesimpulan yang komprehensif, yaitu salah satunya dengan cara menambah lamanya waktu penelitian. Perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk memastikan pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit Eucalyptus pellita di persemain agar didapatkan kesimpulan yang komprehensif, yaitu salah satunya dengan cara menambah lamanya waktu penelitian.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN KABU (Ceiba pentandra L) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK) H. M. Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan dosis pupuk NPK Phonska yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan anakan Kabu (Ceiba petandra L) pada tanah PMK. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan tunggal adalah dosis pupuk NPK Phonska yang terdiri dari 4 taraf yaitu : Tanpa pupuk NPK Phonska (N0), NPK Phonska 90 gram per tanaman (N1), NPK Phonska 100 gram per tanaman (N2) dan NPK Phonska 110 gram per tanaman (N3). Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupuk NPK Phonska memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pertambahan jumlah daun dan tinggi anakan Kabu pada tanah PMK, tetapi tidak terhadap pertambahan diameter. Dosis yang paling baik dalam mempengaruhi pertumbuhan jumlah daun dan tinggi anakan Kabu adalah perlakuan N3 (110 gram pupuk NPK Phonska per tanaman) dengan rerata pertambahan jumlah daun sebanyak 2,83 helai daun dan rerata pertambahan tinggi 3 cm. Pertambahan diameter batang anakan Kabu yang belum signifikan diduga karena pertumbuhan belum maksimal, sehingga diperlukan kajian yang lebih lebih mendalam dengan cara menambah lamanya waktu penelitian untuk dapat memastikan pengaruh pupuk NPK Phonska terhadap pertumbuhan anakan Kabu secara menyeluruh dan utuh.
PENGARUH RAPID ROOT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET (Hevea brasiliensis M) KLON PB 260 DI POLYBAG DENGAN MEDIA TANAH PMK Sumartoyo MP
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.9

Abstract

Perkebunan karet 2006 = 109.667,99 ha, tahun 2007 = 114.937,31 ha, tahun 2008 = 115.233,50 ha, tahun 2009 = 539.122,58 ha, dan tahun 2010 = 547.122,58 ha. Perkembangan luas kebun karet di kabupaten Sintang untuk masa mendatang perlu disikapi dengan penyediaan bibit yang cukup dan berkualitas. Angka tersebut menunjukkan bahwa perkebunan karet di kabupaten Sintang menglami perkebanagan yang cukup pesat. Perkembangan perkebunan karet tersebut perlu diimbangi dengan penyediaan bibit yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rapid Root terhadap pertumbuhan bibit karet Klon PB 260 di Polybag Dengan Media Tanah PMK”, dan untuk mendapatkan dosis Rapid Root yang akan menghasilkan pertumbuhan bibit karet Klon PB 260 di Polybag Dengan Media Tanah PMK tertinggi. Penlitian ini bermanfaat untuk menambah khasanah pengetahuan tentang pengaruh Rapid Root terhadap pertumbuhan bibit karet Klon PB 260 di Polybag Dengan Media Tanah PMK dan diharapkan dapat memberi pedoman bagi para petani yang akan berusaha membuat bibit karet Klon PB 260 di Polybag Dengan Media Tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan, dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas 5 taraf perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Lima taraf perlakuan yang dimaksud adlah: r0 = Tanpa Rapid Root. r1 = 1 g Rapid Root per liter air. r2 = 2 g Rapid Root per liter air. r3 = 3 g Rapid Root per liter air. r4 = 4 g Rapid Root per liter air. Pengamata dilakukan terhadap peubah tinggi tanaman, tinggi tunas, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil penlitian menunjukkan bahwa Rapid Root dapat meningkatkan pertumbuhan bibit karet klon PB 260 di Polybag. Pertumbuhan tertinggi akibat pemberian Rapid Root dicapai pada konsentrasi 3,0 g Rapid Root per liter air, pada konsentrasi tersebut menghasilkan rerata tinggi tunas (34.400 cm) dan diameter tunas (5.230 mm).
PENGARUH PUPUK KANDANG DAN NPK MUTIARA TERHADAP HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus. L) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Diah Nurhadiah
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.14

Abstract

Pengembangan tanaman mentimun di Kabupaten Sintang lebih diarahkan pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) yang cukup luas dibandingkan jenis tanah lainnya. Tanah PMK ini sering mengalami kendala, terutama dalam hal sifat fisik, kimia dan biologi tanah, yang dapat menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman tidak meningkat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang dan NPK Mutiara baik secara mandiri maupun interaksinya, serta untuk mengetahui kombinasi yang tepat terhadap hasil buah terbaik mentimun pada tanah Podsolik Merah Kuning. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yang masing-masing terdiri dari 4 Taraf dengan 16 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk kandang (h), yang terdiri atas: h0 = Tanpa Pupuk Kandang/petak, h1 = 1,5 kg pupuk kandang/petak, h2 = 3 kg Pupuk kandang/petak dan h3 = 4,5 kg pupuk kandang/petak. Fakor kedua adalah NPK mutiara (t), terdiri atas t0 = Tanpa NPK Mutiara/tanaman, t1 = 10 gr NPK Muitara/tanaman, t2 = 20 gr NPK Mutiara/tanaman dan t3 = 30 gr NPK Mutiara/tanaman. Parameter yang diamati adalah jumlah buah dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pupuk kandang dan NPK mutiara, namun secara mandiri pupuk kandang berpengaruh terhadap jumlah buah dan berat buah, Sedangkan NPK mutiara berpengaruh terhadap jumlah buah. Pupuk kandang sebanyak 3 kg/petak memberikan rerata tertinggi jumlah buah sebanyak 37,75 buah dan berat buah 9,86 kg. NPK Mutiara sebanyak 20 gram/tanaman memberikan rerata tertinggi jumlah buah sebanyak 32,25 buah.
PENGARUH PEMBERIAN MOL BONGGOL PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Nining Sri Sukasih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Mol Bonggol Pisang terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah PMK, serta untuk mengetahui dosis pemberian Mol Bongol Pisang yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tertinggi. Ruang lingkup penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu mol bonggol pisang, sedangkan variabel terikat terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, dan berat tongkol. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen lapangan. Rancangan percobaan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor perlakuan yaitu bonggol pisang (b) terdiri dari 6 taraf yaitu Kontrol  (b0), 50 cc/ liter air / petak (b1), 100 cc/ liter air / petak (b2), 150 cc/ liter air / petak (b3), 200 cc/ liter air / petak (b4), 250 cc/ liter air / petak (b5). Jumlah kombinasi taraf perlakuan ada 6 kombinasi dan diulang 6 kali. Data dianalisis dengan sidik ragam. Hasil penelitian diketahui bahwa mol bonggol pisang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah PMK. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan dari perlakuan 250 cc perliter air perpetak (b5) dan pertumbuhan terendah dihasilkan dari perlakuan Kontrol (b0) . Rata-rata tinggi tanaman pada perlakuan 250 cc MOL bonggol pisang per liter air (b5) dengan tinggi rata-rata 166.67 cm, rata-rata tanaman paling rendah tingginya hanya 92.83 cm pada tanaman yang tidak diberi MOL bonggol pisang (b0). Dan rerata diameter batang tertinggi terjadi pada pemberian MOL bonggol pisang 250 cc per liter air, dengan diameter rata-rata 25.21 mm. Sedangkan diameter batang yang terendah pada perlakuan kontrol (b0) dengan rata-rata 18.75 mm. Begitu juga dengan rata-rata berat tongkol per tanaman tertinggi pada percobaan ini dihasilkan oleh pemberian 250 cc MOL bonggol pisang dengan berat rata-rata 264.96 gram per tanaman, sedangkan tanaman yang tidak diberi MOL (kontrol) menghasilkan berat tongkol per tanaman paling rendah dengan berat rata-rata 109.58 gram per tanaman.
UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum, L.) DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH Herlina Kurniawati
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.10

Abstract

Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura bernilai ekonomis tinggi, untuk itu cara menanam tomat yang baik perlu diperhatikan. Tanaman tomat termasuk komoditas multiguna, selain berfungsi sebagai sayuran dan buah, tomat juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik serta obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang merah terhadap hasil tomat; untuk mengetahui dosis ekstrak bawang merah yang memberikan hasil tomat terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang merah berpengaruh sangat nyata terhadap hasil tanaman tomat. Pemberian ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 5 cc per liter air memberikan hasil yang tertinggi terhadap jumlah buah per tanaman yaitu 23,5 buah dan berat buah per tanaman sebesar 841,5 gram.

Page 1 of 2 | Total Record : 12