cover
Contact Name
Fauzi Rachman
Contact Email
fauzirachman.veteranbantara@gmail.com
Phone
+6285728585911
Journal Mail Official
pendidikansejarahunivet@gmail.com
Editorial Address
Univet Bantara Sukoharjo Jl. Letjend Sujono Humardani No. 1 Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Keraton: Journal of History Education and Culture
Keraton: Journal of History Education and Culture Is a scientific journal that contains and disseminate the results of research, in-depth study, and the ideas or innovative work in the field of science and history education. The innovative work of the teachers and lecturers of the development of the education sector which is able to make a positive contribution to the schools and educational institutions the focus of this journal. History Education History literature Cultural studies Anthropology Social Studies Humaniora Multicultural Education Character Education Education Issues and Policy Curriculum Instructional Media and Model Teaching and Learning
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2024): December" : 8 Documents clear
Permainan Ayunan Jantra di Banjar Kerobokan, Desa Munggu, Badung Kajian Tentang Latar Belakang, Dampak, dan Potensinya sebagai Sumber Belajar di SMA I Putu Dandy Riartha; I Made Pageh; I Wayan Putra Yasa
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i2.6350

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu, mengetahui latar belakang permainan AyunanJantra di Desa Munggu, Mengwi, Badung, Bali, untuk mengetahui dampakpermainan Ayunan Jantra bagi masyarakat Banjar Kerobokan di Desa Munggu,Mengwi, Badung, Bali, untuk mengetahui aspek-aspek dari permainan AyunanJantra yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar di SMA. Metode yangdigunakan di dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganteknik pengumpulan data berupa teknik observasi, wawancara, studi dokumendan menggunakan metode penelitian sejarah yaitu heuristik, kritik sumber,interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwapermainan Ayunan Jantra dibuat tahun 1930 untuk mensejahterahkan SkahaAyunan Jantra dengan latar belakang adanya krisis yang disebabkan oleh kenaikanpajak oleh kolonial Belanda. Permainan Ayunan Jantra memiliki dampak sosialyaitu terciptanya Skaha Ayunan Jantra Nugraha dan memiliki dampak ekonomiyang mensejahterakan Skaha. Adapun aspek-aspek dari permainan Ayunan Jantrayang dapat dijadikan sebagai sumber belajar di SMA dikarenakan permainanAyunan Jantra memiiki sejarah yang dapat dijadikan sebagai sumber belajarsejarah lokal pada pendidikan formal tepatnya pada Fase E (Kelas 10), semester1, Bab II dalam materi “Penelitian Sejarah Lokal”.
Integrasi Nilai Kewirausahaan dalam Pembelajaran Sejarah: Analisis Model Pembelajaran Berbasis Tokoh Wirausahawan Sejarah Indonesia Andriyanto, Andriyanto; Muslikh; Ira Pramudawardhani
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i2.5334

Abstract

Transformasi pendidikan menuntut pembelajaran sejarah yang lebih relevan dengan tantangan abad ke-21. Integrasi nilai kewirausahaan dalam pembelajaran sejarah bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha peserta didik dengan mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh wirausahawan sejarah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menganalisis model pembelajaran berbasis tokoh wirausahawan sebagai strategi integrasi nilai kewirausahaan dalam sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh seperti Haji Samanhudi, Tirto Adhi Soerjo, dan Nitisemito memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Nilai-nilai kewirausahaan seperti kreativitas, inovasi, kegigihan, dan kepemimpinan dapat diidentifikasi dalam biografi mereka dan diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah melalui pendekatan kontekstual. Model pembelajaran berbasis tokoh ini dirancang untuk menghubungkan sejarah dengan keterampilan praktis, mendorong refleksi kritis, serta meningkatkan minat peserta didik terhadap kewirausahaan. Kesimpulannya, model ini berpotensi meningkatkan relevansi pembelajaran sejarah dan membekali peserta didik dengan wawasan kewirausahaan yang aplikatif. Disarankan adanya pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel, pelatihan guru interdisipliner, serta penelitian lebih lanjut mengenai dampak model ini terhadap pemahaman sejarah dan minat kewirausahaan peserta didik.
The Development of Global Citizenship Through Intercultural Virtual Exchange (IVE): A Systematic Literature Review Wahyu Pambudi; Diana Trisnawati
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i2.6427

Abstract

This systematic literature review (SLR) investigated the role of Intercultural Virtual Exchange (IVE) in the development of global citizenship among students. Drawing on 22 studies published between 2003 and 2022, the review synthesizes findings related to the impact of IVE on intercultural competence, global awareness, and key skills such as empathy, intercultural communication, and critical thinking. The analysis reveals that IVE offers a flexible and sustainable platform for fostering cross-cultural understanding and collaboration. However, it also highlights several challenges, including technological disparities, language barriers, and issues with pedagogical alignment, which may impede its effectiveness. The review emphasizes the significance of a well-structured curriculum, targeted educator training, and the integration of appropriate technological tools to enhance IVE outcomes. Furthermore, it identifies gaps in the literature regarding student attitudes towards IVE, necessitating further research into factors such as motivation, cultural sensitivity, and prior knowledge. The findings suggest that a comprehensive, interdisciplinary approach, involving educators, technology experts, and intercultural specialists, is crucial for optimizing the implementation of IVE. This review provides valuable insights into the current state of IVE research and offers practical recommendations for future research and practice in the field of intercultural education and global citizenship development.
Rekonstruksi Narasi Ekonomi dalam Materi Sejarah: Membangun Jiwa Kewirausahaan Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Muslikh; Andriyanto
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i2.6432

Abstract

Pembelajaran sejarah di Indonesia masih didominasi oleh pendekatan hafalan fakta, dengan porsi narasi ekonomi yang minim dibandingkan aspek politik dan militer. Hal ini menghambat siswa dalam memahami dinamika ekonomi historis dan potensi pengembangan jiwa kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi narasi ekonomi dalam materi sejarah melalui pembelajaran berbasis proyek guna membangun keterampilan kewirausahaan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis konten terhadap kurikulum, buku teks, serta literatur tentang pembelajaran sejarah dan kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi narasi ekonomi dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah ekonomi Indonesia serta mengembangkan kompetensi kewirausahaan, seperti identifikasi peluang, pengambilan risiko, inovasi, dan resiliensi. Model rekonstruksi yang diusulkan meliputi pemetaan ulang konten sejarah ekonomi, pengembangan narasi kewirausahaan historis, kontekstualisasi dengan isu ekonomi kontemporer, dan pendekatan pedagogis transformatif berbasis proyek. Meskipun memiliki potensi signifikan, implementasi model ini masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas guru, kurangnya sumber belajar yang relevan, serta resistensi terhadap pendekatan interdisipliner. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel, pelatihan guru secara komprehensif, serta penyediaan materi ajar yang menghubungkan sejarah dan kewirausahaan secara integratif. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam revitalisasi pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual, relevan, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ERA ORDE BARU: KEBIJAKAN DAN REALITAS PELAKSANAANNYA (1967 – 1990) Khaeruddin, Khaeruddin
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i2.5892

Abstract

In the New Order era in Indonesia (1967-1998), the government implemented various policies to improve the quality and access to education. However, there is a discrepancy between the policies announced and the reality of their implementation in the field. The main problems faced include unequal access to education, low quality of education, and lack of adequate educational facilities and infrastructure. This study aims to analyze the transformation of education in Indonesia during the New Order era, from 1967 to 1998. The main focus is on the education policies implemented by the government and the reality of their implementation in the field. This study also evaluates the impact of this policy on the quality of education and equal access to education for all levels of society. This research uses a qualitative approach method with literature review. Data was collected from various related journal sources, articles and books. The research results show that although there have been some achievements in terms of increasing access to education, many of the policies implemented have focused more on political control than improving the quality of education. The reality of policy implementation is often not in line with the initial objectives, resulting in various problems such as lack of facilities, low quality of teaching, and educational inequality. This research provides insight into the complexity of educational transformation in the New Order era and its implications for the development of education in Indonesia.
Perubahan Perubahan Ekologi dan Bencana” Banjir Bandang di Gunung Wilis dan dampaknya bagi Masyarakat Desa Pucangan Tulungagung, 1976. Kusairi, Latif; Andriyanto
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i2.6414

Abstract

The increasing population has led to excessive exploitation of natural resources, particularly through forest exploration, which serves as an environmental buffer. As a result, the risk of natural disasters, such as floods, has risen in several regions of East Java, especially in Kediri and Tulungagung. High rainfall and ecosystem changes due to human activities have worsened the situation, causing flash floods that damage infrastructure and residential areas. Both local and central governments have implemented various mitigation efforts, including direct inspections, aid distribution, and transmigration programs. However, long-term solutions require a more comprehensive approach, encompassing environmental conservation and sustainable spatial planning policies. One significant flood event occurred in Pucangan Village, Tulungagung Regency, which resulted in numerous casualties and environmental destruction. Keywords: Flood, Forest Exploration, Disaster Mitigation, Pucangan
Peran Balai Arsip dan Perpustakaan sebagai Sarana Rekreatif Pembelajaran Sejarah Khaeruddin, Khaeruddin
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i2.6824

Abstract

Pengajaran sejarah tidak boleh hanya menekankan aspek masa lampau saja. Pengajaran sejarah harus mengembangkan aspek kualitas dan kuantitas bahan dan materinya. Pengajaran sejarah harus mengembangkan aspek kualitas dan kuantitas bahan dan materinya pelajaran sejarah menjadi pelajaran yang berada di papan bawah, sehingga sering diremehkan, dan melihat kondisi guru sejarah kurang peka terhadap gejala-gejala sejarah, akibatnya metode yang dikembangkan, cenderung konvensional dan monoton. Melihat kondisi ini perlu menghadirkan sebuah inovasi baru dalam pembelajaran sejarah, sehingga lebih menyenangkan dan bermakna. Salah satu solusi dari keadaan ini yaitu dengan menggunakan arsip dan perpustakaan sebagai sumber pembelajaran sejarah, pemanfaatan arsip dan perpustakaan sebagai sumber belajar dengan tujuan agar pembelajaran sejarah lebih bervariasi dan tidak hanya terbatas pada buku teks atau bendabenda peninggalan sejarah. Dengan membaca buku sejarah dapat menjadi media hiburan dan rekreatif, fungsi rekreatif ini menekankan pada upaya untuk menumbuhkan rasa senang untuk belajar dan menulis sejarah.
Candi Sebagai Representasi Kekuasaan dan Studi Arsitektur Politik Masa Hindu-Buddha di Jawa Ira Pramudawardhani
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i2.7336

Abstract

Candi-candi yang tersebar di wilayah Jawa pada masa Hindu-Buddha bukan hanya sekadar bangunan religius, melainkan juga sebagai simbol politik yang merepresentasikan kekuasaan raja dan legitimasi ideologi kerajaan. Arsitektur candi menjadi sebuah sarana ekspresi kekuasaan spiritual dan temporal yang saling terhubung.Artikel/ Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana candi bisa juga digunakan sebagai Instrumen Representasi Kekuasaan pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Jawa, khususnya dalam Aspek Arsitektural dan tata letaknya Metode yang digunakan adalah Pendekatan Kualitatif Historis dengan Studi Pustaka dan Analisis Visual terhadap beberapa Candi besar seperti Borobudur, Prambanan, dan Penataran. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa arsitektur Candi menyiratkan Struktur Sosial-Politik, Ideologi Kerajaan, serta hubungan antara Raja, Dewa, dan Rakyat. Simbolisme Vertikal, Orientasi Kosmologis, Serta Relief-relief mitologis adalah bagian dari Strategi Visualisasi Kekuasaan. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa candi merupakan Manifestasi Politik sekaligus Religius dalam lanskap Budaya Jawa klasik.

Page 1 of 1 | Total Record : 8