cover
Contact Name
Luluk Ulfa Hanasah
Contact Email
jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id
Phone
+6287712411600
Journal Mail Official
jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Phone 0315931800 (Ext 89)
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mezurashii: Journal of Japanese Studies
ISSN : 27220567     EISSN : 27220567     DOI : https://doi.org/10.30996/mezurashii
Mezurashii: Journal of Japanese Studies is a biannual peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Cultural Science, University of 17 Agustus 1945 Surabaya. The journal encourages original articles on various issues within Japanese Studies, which include but are not limited to linguistics, literature, and culture. Mezurashii: Journal of Japanese Studies accepts to publish a balanced composition of high-quality theoretical or empirical research articles, comparative studies, case studies, review papers, exploratory papers, and book reviews. All accepted manuscripts will be published either online and in printed journal.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL (on Progress)" : 6 Documents clear
Abnormalitas Seksual Tokoh dalam Kumpulan Cerpen Edogawa Ranpo Kessaku-Sen Karya Edogawa Ranpo Kaffah, Farah Anisatus; Wahyuddin, Zida
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL (on Progress)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.11863

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk perilaku seksual menyimpang dan faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku seksual Kumpulan Cerpen Edogawa Ranpo Kessaku-Sen Karya Edogawa Ranpo dengan menggunakan teori abnormalitas seksual untuk mendeskripsikan bentuk perilaku seksual menyimpang dan faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku seksual menyimpangan tersebut.Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang mengambil desain penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah (1) Kumpulan Cerpen Edogawa Ranpo Kessaku-Sen Karya Edogawa Ranpo (2) data sekunder yaitu data tambahan yang diperoleh dari responden, buku, jurnal, atau artikel yang memiliki kaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi teknik pustaka, teknik baca, dan teknik catat.Teknik analisis data terbagi dalam empat tahap yaitu reduksi data, penyajian data, penyajian data. Berdasarkan data temuan dan hasil analisisnya, kesimpulan penelitian ini yaitu ditemukan bentuk perilaku menyimpang jenis masokisme, sadisme, fetishisme.
Resiliensi Tokoh Miiko Dalam Manga Kocchi Muite Miiko Karya Ono Eriko Volume 34-36 Putri, Maria Clara; Andari, Novi
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL (on Progress)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.132421

Abstract

Penelitian ini menganalisis resiliensi karakter Miiko dalam manga Kocchi Muite Miiko (Volume 34–36) karya Ono Eriko. Penelitian ini berfokus pada identifikasi ciri resiliensi Miiko, yang didefinisikan sebagai kemampuannya untuk bertahan dan beradaptasi dengan berbagai tantangan dalam kehidupan sosial, emosional, dan pribadinya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji dialog dan narasi Miiko dalam manga, dengan merujuk pada teori resiliensi Baumgardner (2010). Ciri-ciri resiliensi Miiko yang teridentifikasi meliputi kecerdasan praktis, kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi, citra diri yang positif, sikap optimis, nilai-nilai pribadi, dan selera humor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Miiko memperlihatkan resiliensi melalui kemampuannya untuk tetap berkomitmen pada tujuan pribadi, menjaga citra diri yang positif, dan secara efektif mengelola tantangan emosional, meskipun ia merasa tidak kompeten. Kemampuannya untuk mendukung orang lain, seperti menghibur adiknya Momo, menunjukkan kecerdasan emosionalnya. Selain itu, sikap optimis Miiko dalam menghadapi tantangan, terutama dalam interaksinya dengan teman-teman, mengungkapkan resiliensinya dalam konteks sosial. Miiko menunjukkan bahwa resiliensi bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang perkembangan pribadi yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana resiliensi digambarkan dalam manga, khususnya dalam konteks pembentukan identitas remaja, dan berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang resiliensi psikologis dalam karya sastra. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi merupakan faktor penting dalam perkembangan karakter yang kuat dan dapat beradaptasi, bahkan di tengah kesulitan.
Kanyouku Asobi: Media Alternatif Belajar Kanyouku dan Budaya Jepang Isti Khomsah; Prasetiani, Dyah; Diner, Lispridona
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL (on Progress)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.132553

Abstract

Based on the results of the questionnaire on students of the Japanese Language Education study program, Semarang State University, it was found that idioms were considered difficult. In contrast, interest in learning idioms was quite high by students. Therefore, the researcher developed an alternative learning media in the form of a board game called Kanyouku Asobi that has material in the form of idioms and Japanese culture to overcome the difficulty of learning idioms to make the learning process enjoyable. This study uses a qualitative descriptive approach and aims to describe students` responses and impressions in using Kanyouku Asobi. Primary data in this study were obtained using questionnaire techniques and direct observation, and documentation as secondary data. The questionnaire used in this study was a mixed questionnaire with a Likert scale to determine the accumulation of responses and overall impressions from students in using the media. Direct observation was carried out to strengthen the results of the questionnaire. Documentation was also carried out to record and complete the results of observations so that they can provide real evidence of the research results. Data analysis used qualitative descriptive techniques. The results of the questionnaire showed a percentage of 91% on the indicator of the benefits of learning media and 88% on the indicator of the impression of using learning media. Based on the Likert scale index, it was concluded that the response and impression of students in using Kanyouku Asobi as an alternative to learning Japanese idioms and culture were good.
Penggunaan Keiyoushi dan Keiyoudoushi Dialek Kansai dalam Anime Lovely★Complex Episode 1–4 Fadilah, Raehan Rahmat; Zuliastutik, Hendri; Ainie, Isnin
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL (on Progress)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.132596

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan kata sifat dalam dialek Kansai (Kansai-ben) yang muncul pada anime Lovely★Complex episode 1–4. Fokus penelitian terletak pada analisis padanan dan fungsi kata sifat dalam dua kategori utama, yaitu keiyoushi (adjektiva -i) dan keiyoudoushi (adjektiva -na), serta perbandingannya dengan padanan dalam bahasa Jepang standar (hyoujungo). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik rekam, simak, dan catat terhadap dialog dalam anime, kemudian dianalisis menggunakan metode padan intralingual untuk mengidentifikasi perbedaan bentuk dan fungsi linguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua belas kata sifat dialek Kansai yang ditemukan, yaitu ee, omoroi, erai, kowanai, kishoi, chikkoi, egui, akan, aho, honma, boke, dan ikezu. Setiap bentuk memiliki padanan dalam bahasa Jepang standar, seperti ii, omoshiroi, sugoi, kowakunai, kimoi, chiisai, hidoi, dame, baka, hontou, baka, dan ijiwaru. Secara fungsional, penggunaan kata sifat dalam dialek Kansai tidak hanya berfungsi menyatakan sifat atau keadaan, tetapi juga mengandung muatan pragmatis sebagai penanda keakraban, pengekspresi emosi, ejekan, sarkasme, serta penegasan makna. Temuan ini menunjukkan bahwa dialek Kansai menampilkan karakteristik tutur yang lebih ekspresif, langsung, dan emosional dibandingkan bahasa Jepang standar. Dengan demikian, variasi dialek tidak hanya mencerminkan perbedaan linguistik, tetapi juga berperan sebagai representasi identitas budaya masyarakat Kansai dan memperkaya ekspresi bahasa dalam media populer Jepang seperti anime.
Analyzing The Use of Metaphors In The Lyrics of PinocchioP’s Songs Fatih Almas, Aprena; PUSPITOSARI, Dwi
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL (on Progress)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.132868

Abstract

Metaphor is figure of speech that is often used in written and spoken works of art such as songs as a way of connecting two similar things without using comparative words. This study aims to examine the use of metaphors in PinocchioP's songs through Stephen Ullmann's four classifications of metaphors: anthropomorphic, abstraction, synesthetic, and Zoomorphic. This study uses qualitative descriptive approach with listening and note-taking technique on 27 songs contained in PinocchioP's BEST ALBUM 2009-2020 Kotobuki. It can be concluded that all four classifications of metaphors according to Ullmann's classification method appear in 26 of the 27 songs analyzed. There are seventy-one pieces of data from 26 songs in the album PinocchioP Best Album 2009-2020 Kotobuki. Abstraction metaphors appear most frequently in the lyrics of PinocchioP's songs with 39 pieces of data. Anthropomorphic and synesthetic metaphors appear 12 times respectively. Zoomorphic appeared last with eight instances. This shows that metaphors are one of the linguistic tools frequently used by PinocchioP. The meaning conveyed by each metaphor also depends on the context of the song lyrics and their relationship to the theme. Most of the themes raised are “relationships,” either with other people (Kimi mo Warui Hito de Yokatta, Yozurina) or with oneself (Slow Motion, Motivation ga Shindeiru) or even to Hatsune Miku herself (Aisarenakute mo Kimi ga Iru, 10-nengo no VOCALOID no Uta). The role of this theme supports the use of metaphors as a way for PinocchioP to give deep impression and impact in the lyrics of his songs.
Fenomena Alih Kode pada Pembelajar Bahasa Jepang di Tempat Kursus Chunye Language Class Surabaya Kartikasari, Juanita; Ainie, Isnin; Andarwati, Titien Wahyu
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL (on Progress)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v8i1.133001

Abstract

Fenomena alih kode atau dapat disebut juga dengan peralihan bahasa adalah salah satu aspek yang cukup menarik untuk dikaji dalam sosiolinguistik, terutama dalam kalangan bilingual Indonesia-Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi terjadinya alih kode di kalangan pembelajar bahasa Jepang di Chunye Language Class di Surabaya. Penelitian ini menggunakan kombinasi antara metode kuantitatif dan kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Total responden dalam pengisian kuesioner ini sebanyak 15 orang pembelajar bahasa Jepang. Semua responden berada dalam lingkungan bilingual dan multilingual. Dari hasil penelitian, alih kode seringkali terjadi pada situasi kasual atau informal. Sebaliknya, penggunaan bahasa Jepang terbatas dalam lingkungan kerja dan keluarga dikarenakan latar belakang responden. Beberapa motivasi utama responden dalam melakukan alih kode adalah (1) untuk menciptakan suasana yang akrab (membangkitkan rasa humor), (2) untuk pengekspresian ide dan maksud yang lebih spesifik (topik tertentu), dan (3) karena kebiasaan dalam bersosialisasi (pendengar atau lawan tutur). Minat pribadi terhadap budaya Jepang memiliki peranan yang penting dalam pembentukan kebiasaaan berbahasa. Fenomena alih kode juga menggambarkan identitas sosial dan budaya responden. Namun, ada juga responden yang beranggapan bahwa penggunaan bahasa Jepang tidak lebih hanya bersifat fungsional (pembicara atau penutur). Implikasi penelitian ini adalah dengan memahami alih kode dalam konteks pengajaran bahasa Jepang, kita dapat mendukung pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan para pembelajar.

Page 1 of 1 | Total Record : 6