cover
Contact Name
Nurmaladewi
Contact Email
Nurmaladewi@uho.ac.id
Phone
+6285399978338
Journal Mail Official
jkl-uho@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu Jln. H.E.A. Mokodompit
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27235203     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jkl-uho
Core Subject : Health,
Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Lingkungan Unversitas Halu Oleo berasal dari penelitian dalam bidang Kesehatan Lingkungan
Articles 129 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SARANA SANITASI LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT PESISIR DI DESA TELUK LASONGKO KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH La Ode Rezamrin; Yusuf Sabilu; Asnia Zainuddin
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i3.27403

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan upaya yang dilakukan seseorang atau masyarakat untuk mengendalikan faktor eksternal lingkungan yang dapat membahayakan kesehatan dan mengancam kehidupan manusia. Salah satu wilayah yang memiliki masalah dalam pengelolaan sanitasi lingkungan adalah wilayah pesisir. Hal ini disebabkan pertumbuhan penduduk serta pesatnya kegiatan pembangunan di wilayah pesisir. Terdapat berbagai faktor yang berhubungan keadaan sanitasi lingkungan pada masyarakat pesisirr seperti tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, pendapatan dan peran petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan sarana sanitasi lingkungan pada masyarakat pesisisir di Desa Teluk Lasongko Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah Tahun 2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan pendidikan dengan sarana sanitasi lingkungan pada masyarakat pesisisir di Desa Teluk Lasongko Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah Tahun 2021 dengan p value 0.26. Tidak ada hubungan pengetahuan dengan sarana sanitasi lingkungan pada masyarakat pesisisir di Desa Teluk Lasongko Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah Tahun 2021 dengan p value 0.513. Ada hubungan pendapatan dengan sarana sanitasi lingkungan pada masyarakat pesisisir di Desa Teluk Lasongko Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah Tahun 2021 dengan p value 0.002. Ada hubungan peran petugas kesehatan dengan sarana sanitasi lingkungan pada masyarakat pesisisir di Desa Teluk Lasongko Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah Tahun 2021 dengan p value 0,04.
UJI KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA AIR MINUM DI RUMAH MAKAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU KOTA KENDARI TAHUN 2021 Puput Monica Rifty; Ramadhan Tosepu; Jafriati Jafriati
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i3.27346

Abstract

Air merupakan unsur penting dalam kehidupan dan tidak satu pun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. Kesalahan pengolahan air minum dapat menyebabkan kemungkinan peluang terkontaminasi oleh bakteri Escherichia coli, yang menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit diare. Tingkat morbiditas diare berada pada tingkat pertama sebagai penyebab kematian pada anak secara global dan penyakit diare termasuk kedalam 10 besar penyakit teratas di wilayah kerja Puskesmas Mokoau, kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli, mengidentifikasi kualitas fisik dan mengidentifikasi sumber air minum di Rumah Makan Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2021. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengujian laboratorium. Hasil penelitian kualitas bakteri menunjukkan dari 9 sampel air minum  4 (44,4%) diantaranya terdapat bakteri Escherichia coli dan 5 (55,5%) sampel air minum tidak mengandung bakteri Escherichia coli. Syarat fisik menunjukkan dari 9 (100%) sampel air minum semuanya memenuhi syarat fisik berdasarkan Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 karena sampel air minum tidak berbau, tidak berwarna, tidak keruh dan tidak berasa. Untuk sumber air minum yang digunakan oleh pemilik rumah makan yaitu berasal dari depot. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara mikrobiologi tidak memenuhi syarat karena terdapat kandungan Escherichia coli pada beberapa sampel air minum dan syarat fisik sampel air minum pada rumah makan yang diteliti memenuhi syarat. Untuk sumber air minum berasal dari depot, tapi tidak semua rumah makan mengambil di depot yang sama.
HIGIENE SANITASI PADA PEDAGANG MINUMAN THAI TEA DI KECAMATAN PUUWATU, KOTA KENDARI, PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2021 Ummu Hubaiba; Jumakil Jumakil; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i2.27322

Abstract

Minuman Thai Tea adalah minuman bahan olahan dari bahan dasar minuman ini, khususnya teh hitam dari Thailand yang dipadukan dengan es batu, gula, dan susu kental manis. Kesalahan persiapan dalam produksi minuman ini dapat menyebabkan kemungkinan pencemaran oleh Escherichia coli. Esherichia coli adalah salah satu penyebab diare. Diare menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian dalam waktu yang cukup lama di seluruh dunia dan infeksi diare dikenang sebagai 20 penyakit utama di kota Kendari. Penelitian bertujuan adalah agar menggambarkan higiene dan sanitasi pedagang minuman di Kawasan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara pada tahun 2021. penelitian ini merupakan kajian kuantitatif deskripsi. Sehubungan dengan hasil pemeriksaan dalam penelitian ini, khususnya untuk gambaran hygiene dan sanitasi dalam penelitian ini untuk penataan dan kapasitas bahan mentah semua outlet telah memenuhi persyaratan. Untuk penanganan penyegaran, 1 outlet telah memenuhi syarat kesehatan dan 14 lainnya belum memenuhi syarat kesehatan. Untuk tempat pembuatan minuman, semua gerai tidak memenuhi kebutuhan sesuai dengan kesehatan Kepmenkes No. 942/MENKES/SK/VII/2003. Hasil akhir dari pemeriksaan ini adalah penggambaran hygiene pada area dan penyiapan tidak memenuhi syarat. Untuk penataan dan kapasitas bahan mentah, semua outlet memenuhi prasyarat. Dilihat dari pemeriksaan yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa penggambaran area dan pembuatan desinfektan tidak memenuhi syarat. untuk penataan dan kapasitas bahan mentah semua outlet telah memenuhi prasyarat.
ANALISIS FAKTOR PENGETAHUAN, SIKAP, TINDAKAN, KETERSEDIAAN PLAFON DAN KAWAT KASSA DENGAN KEJADIAN DBD DI KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI Wahyu Kurniawan Ramadhan; Yusuf Sabilu; Asnia Zainuddin
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i2.27446

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan sebagian besar penularannya berasal dari gigitan nyamuk Aedes, baik aedes aegypti ataupun aedes albopictus, Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut disertai dengan adanya perdarahan dalam yang memiliki kecederungan untuk menimbulkan syok atau kejang-kejang dan dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan faktor pengetahuan, sikap, tindakan dan  ketersediaan plafon dan kawat kassa dengan kejadian DBD. Penelitian ini merupakan jenis  penelitian survey observasional analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian  menggunakan 100 responden sebagai sampel penelitian, yang diperoleh dengan teknik  pengambilan sampel proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan  observasi dan wawancara menggunakan kuesioner dan selanjutnya dilakukan analisis  univariat dan bivariat. Hasil uji statistik pada tingkat signifikasi α = 0,05 diperoleh hasil  bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan (ρvalue = 0.000), hubungan sikap (ρvalue = 0.013), hubungan tindakan (ρvalue = 0.000), hubungan ketersediaan kawat kassa (ρvalue = 0.000), dan hubungan keberadaan plafon (ρvalue = 0.014), Kesimpulan dari penelitian ini  ada hubungan tingkat pengetahuan, sikap, tindakan, ketersediaan kawat kassa dan  keberadaan plafon dengan kejadian DBD pada masyarakat Kecamatan Baruga. Untuk itu  diperlukan partisipasi masyarakat serta peran Puskesmas Lepo lepo dalam meningkatkan  upaya untuk pencegahan penyakit DBD pada masyarakat di Kecamatan Baruga.
GAMBARAN STRES BERDASARKAN GEJALA PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA ANGKATAN 2020 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT SELAMA KULIAH DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI Sufiani Sanusi; Yasnani Yasnani; Febriana Muchtar
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i1.27419

Abstract

Terjadinya pandemi Covid-19 telah membuat banyak perubahan ditingkat pendidikan tidak terkecuali di Perguruan Tinggi Negeri yang beraalih menjadi pembelajaran daring. Perubahan sistem pembelajaran memicu munculnya stres bagi mahasiswa yang berdampak pada prestasi belajarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stres pada mahasiswa angkatan 2020 fakultas kesehatan masyarakat selama kuliah daring di masa pandemi Covid-19 Universitas Halu Oleo Kendari tahun 2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional dengan jumlah sampel 81 mahasiswa. Hasil penelitian diperoleh mahasiswa yang mengalami gejala psikologis dengan tingkat berat sebanyak 42 (51,9%) mahasiswa dengan gejala merasakan cemas, mudah marah, sedih, mudah panik, dan tertekan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran stres yang dialami oleh mahasiswa angkatan 2020 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo saat kuliah daring di masa pandemi Covid-19 yaitu adanya gejala  psikologis  yang dirasakan akibat adanya ketidakseimbangan antara masalah yang dihadapi dengan kemampuan mengatasinya.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI PADA RUMAH MAKAN DI LAPAK BYPASS KOTA RAHA TAHUN 2021 Andi Berlianti Wirdani Kangkong; Suhadi Suhadi; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i3.27398

Abstract

Sanitasi adalah upaya pencegahan penyakit yang berfokus pada pengaturan berbagai elemen lingkungan fisik yang mungkin berdampak pada kesehatan dan kehidupan manusia. Higiene di sisi lain, adalah strategi pencegahan penyakit yang berfokus pada kesehatan individu. Rumah makan di Kota Raha pada tahun 2021 yang memenuhi persyaratan adalah 43,9%, dan 56,14% tidak memenuhi persyaratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penerapan higiene dan sanitasi pada rumah makan di Lapak Bypass Kota Raha tahun 2021. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasinya adalah seluruh rumah makan yang berada di Bypass Kota Raha. Sampel penelitian adalah 42 rumah makan dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan pengetahuan baik memiliki penerapan higiene dan sanitasi yang buruk (38,1%), responden dengan sikap kurang baik memiliki penerapan higiene dan sanitasi yang lebih buruk (35,7%), dan responden yang berpendapat bahwa pengawasan petugas sanitarian kurang baik memiliki praktik higiene dan sanitasi yang lebih buruk (47,6%). Kesimpulan: tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan higiene dan sanitasi di rumah makan (p-value= 0,362), ada hubungan antara sikap dengan penerapan higiene dan sanitasi di rumah makan (p-value= 0,040), dan ada hubungan antara pengawasan petugas sanitarian dengan penerapan higiene dan sanitasi. sanitasi di restoran (nilai p-value= 0,010).
PARTISIPASI PEDAGANG DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI PASAR BARUGA KOTA KENDARI TAHUN 2021 Vivi Andriyani; Siti Rabbani Karimuna; Jusniar Rusli Afa
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i2.27333

Abstract

Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang berasal dari kegiatan manusia. Kota Kendari mengasilkan jumlah volume sampah sebesar 466,255 ton/tahun pada tahun 2019. Penelitian ini ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Baruga Kota Kendari Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah berupa pemilahan sampah yang terdapat di Pasar Baruga masih sangat tidak memadai karena semua sampah di buang ke wadah yang sampah tanpa ada pemilihan yang organik maupun anorganik, pengumpulan sampah di Pasar Baruga sudah berjalan dengan baik karena petugas kebersihan dan pedagang saling bekerjasama dalam mengumpulkan sampahnya. Pengangkutan sampah di Pasar Baruga masih kurang karena petugas kebersihan hanya mengangkut sampah menggunakan gerobak arco. Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Pasar Baruga masih belum memenuhi syarat karena tidak ada wadah yang menampung sampah dari pedagang, TPS di Pasar Baruga hanya lahan kosong terbuka yang menyebabkan semua sampah berserakan. Partisipasi pedagang di Pasar Baruga dalam penyediaan tempat sampah sudah cukup baik karena hampir semua pedagang mempunyai wadah penyimpanan sampah, partisipasi pedagang dalam pembayaran retribusi di Pasar Baruga sudah berjalan dengan baik dimana semua pedagang membayar iuran setiap hari kepada pengelola, partisipasi pedagang dalam menjaga kebersihan di Pasar Baruga sudah cukup baik karena pedagang membersihkan area berjualan setiap hari dan di Pasar Baruga telah dilakukan program kamis bersih oleh pengelola pasar agar menjaga lingkungan tetap bersih.
PERSEBARAN PERSONAL HIGIENE DAN FASILITAS SANITASI PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN DI KOTA KENDARI DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Nurul Amalia Fikrah; Siti Rabbani Karimuna; Jumakil Jumakil
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i2.27451

Abstract

Kasus penyakit bawaan makanan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah kebiasaan mengolah makanan secara tradisional, penyimpanan dan penyajian yang tidak bersih dan tidak memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran personal higiene dan fasilitas sanitasi pada industri rumah tangga pangan di Kota Kendari. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan peta GIS disertai penjelasan. Penelitian ini dilakukan di Kota Kendari. Populasi pada penelitian ini sebanyak 159 IRTP. Data sebagai sampel 86 IRTP yang diperoleh dengan menggunakan metode proportionate random sampling. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan higiene penjamah makanan yang memenuhi syarat berjumlah 83 (96,5%) IRTP dan tidak memenuhi syarat berjumlah 3 (3,5%) IRTP, bangunan dan fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat berjumlah 79 (91,1%) IRTP dan tidak memenuhi syarat berjumlah 7 (8,1%) IRTP, sanitasi bahan makanan dan penyimpanan bahan makanan yang memenuhi syarat berjumlah 80 (93%) IRTP dan tidak memenuhi syarat berjumlah 6 (7%) IRTP, sanitasi pengolahan dan penyimpanan makanan yang memenuhi syarat sebanyak 82 (95,3%) IRTP dan tidak memenuhi syarat sebanyak 4 (4,7%) IRTP, dan sanitasi pengangkutan dan penyajian makanan yang memenuhi syarat sebanyak 77 (89,5%) IRTP dan tidak memenuhi syarat sebanyak 9 (10,5%).
GAMBARAN SANITASI DASAR PADA MASYARAKAT BAJO DI DESA LAGASA KECAMATAN DURUKA KABUPATEN MUNA Wa Zul; Sartiah Yusran; Ramadhan Tosepu
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i1.27434

Abstract

Pentingnya sarana sanitasi dasar dalam meningkatkan lingkungan yang sehat dan memenuhi syarat kesehatan, yang meliputi aspek ketersediaan air bersih, jamban keluarga, pembuangan sampah dan saluran air limbah. Kondisi sanitasi di Desa Lagasa masih sangat buruk. Hal disebabkan karena masih rendahnya penggunaan sarana sanitasi dasar. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran ketersediaan sanitasi dasar pada masyarakat Bajo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Lagasa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna. Populasi penelitian yaitu 173 rumah tangga yang berjumlah 731 dan diperoleh sampel sejumlah 150 rumah tangga. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling dan memperoleh 150 sampel dari 6 Dusun. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 98,7% rumah tangga yang sudah memiliki ketersediaan air bersih. Sementara, ada 77,3% rumah tangga belum memiliki jamban. 100% rumah tangga belum memiliki SPAL yang sesuai aturan dan 100% rumah tangga belum menyediakan tempat pembuangan sampah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ketersediaan sarana sanitasi air bersih sudah tersedia dengan baik, kepemilikan jamban masih sangat kurang, belum tersedianya SPAL, dan penyediaan tempat pembuangan sampah.
PERAN KADER JUMANTIK TERHADAP PERILAKU KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DBD DI DESA AMOITO JAYA KECAMATAN WOLASI KABUPATEN KONAWE SELATAN Muhamad Yunus Ahmadi L; Ruslan Majid; Hartati Bahar
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i1.27415

Abstract

Juru Pemantau Jentik (Jumantik) merupakan kader yang berasal dari masyarakat di suatu daerah, yang pembentukannya dan pengawasan kinerja bertanggungjawab sepenuhnya oleh pemerintah kabupaten/kota. Peran jumantik sangat penting dalam sistem kewaspadaan dini demam berdarah dengue (DBD) karena berfungsi untuk memantau keberadaan serta menghambat perkembangan awal dari vektor penular DBD. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran kader jumantik terhadap perilaku keluarga dalam pencegahan DBD di Desa Amoito Jaya Kecamatan Wolasi Kabupten Konawe Selatan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Informan dalam penelitian ini terbagi menjadi 4 informan kunci yaitu kader jumantik, 1 informan pendukung yang merupakan programer jumantik dan 6 informan utama yaitu masyarakat desa Amoito Jaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan informan baik mengetahui adanya jumantik dan telah rutin melakukan program pemberantasan sarang nyamuk. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat peran kader jumantik dalam perubahan perilaku keluarga yang rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue.

Page 5 of 13 | Total Record : 129