cover
Contact Name
Nurmaladewi
Contact Email
Nurmaladewi@uho.ac.id
Phone
+6285399978338
Journal Mail Official
jkl-uho@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu Jln. H.E.A. Mokodompit
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27235203     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jkl-uho
Core Subject : Health,
Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Lingkungan Unversitas Halu Oleo berasal dari penelitian dalam bidang Kesehatan Lingkungan
Articles 129 Documents
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ‎BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOWILA KECAMATAN MOWILA ‎KABUPATEN KONAWE SELATAN ‎ Nurhasanah, Nurhasanah; Jumakil, Jumakil; Paridah, Paridah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i3.46686

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tergolong sebagai pemicu utama terkait ‎kematian anak berusia kurang dari lima tahun. Penyakit Infeksi Saluran ‎Pernapasan ini menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah, dan dapat ‎menyebabkan berbagai sprektum penyakit dari infeksi ringan hingga penyakit ‎parah dan mematikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ‎kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja ‎Puskesmas Mowila Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini ‎adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional study. Sampel dalam ‎penelitian ini yaitu sebanyak 100 responden yang diperoleh dengan teknik ‎pengambilan sampel propational random sampling. Hasil uji statistic pada tingkat ‎signifikan α = 0,05 diperoleh hasil, ada hubungan yang bermakna antara ventilasi ‎rumah (p-value = 0,000) dengan kejadian ISPA pada balita. Tidak ada hubungan ‎bermakna antara pencahayaan alami rumah (p-value= 0,411) dengan kejadian ISPA ‎pada balita. Ada hubungan bermakna antara jenis lantai rumah (p-value= 0,005), ‎dengan kejadian ISPA pada balita. Ada hubungan bermakna antara jenis dinding ‎rumah (p-value= 0,000) dengan kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan dari ‎penelitian ini adalah ada hubungan bermakna antara ventilasi rumah, jenis dinding ‎rumah, jenis lantai rumah dengan kejadian ISPA pada balita, dan tidak ada ‎hubungan yang bermakna antara pencahayaan alami rumah dengan kejadian ISPA ‎pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mowila.‎
GAMBARAN PASAR SEHAT DI PASAR BARUGA KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI ‎ Fidelya, Fidelya; Jumakil, Jumakil; Pratiwi, Arum Dian
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i4.47095

Abstract

Pasar merupakan tempat bertemu dan berkumpulnya pedagang serta pembeli untuk melakukan aktivitas perdagangan, ‎sehingga pelaksanaan kesehatan dalam lingkungan pasar harus diperhatikan. Untuk mengetahui gambaran pasar sehat di ‎pasar Baruga Kecamatan Baruga Kota Kendari tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat ‎deskriptif yang berguna untuk memberikan gambaran mengenai penyelenggaraan pasar sehat di pasar Baruga. Penelitian ‎ini dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Total ‎sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. hasil penelitian diperoleh ‎bahwa sanitasi di pasar baruga dikategorikan tidak memenuhi syarat sanitasi pasar sehat, dengan skor jawaban Ya 32 ‎‎(54,23%) dan skor jawaban Tidak sebanyak 27 (45,76%). Adapun variabel yang memenuhi syarat adalah bangunan kios/los, ‎air bersih, dan pencahayaan, suhu, dan kelembaban. Sedangkan variabel yang tidak memenuhi syarat adalah bangunan ‎pasar, tempat pembuangan sampah, saluran limbah dan drainase, toilet, tempat penjualan makanan dan bahan pangan, ‎pengendalian binatang penularan penyakit, keamanan pasar, tempat cuci tangan, tempat parkir, pedagang/karyawan, ‎pengunjung. Berdasarkan PERMENKES RI No. 17 Tahun 2020 skor minimal sanitasi pasar adalah dengan jawaban YA ≥ 40 (≥ ‎‎70%). Bagi pihak pengelola Pasar agar menyediakan fasilitas sanitasi pasar yang memadai, yaitu tempat cuci tangan yang ‎dilengkapi dengan sabun dan air mengalir, tempat penampungan sementara, saluran air limbah/drainase, menyediakan ‎toilet sebanyak 4 toilet untuk pedagang perempuan dan 2 toilet untuk pedagang laki-laki.‎
ANALISIS BAKTERI Escherichia coli DAN GAMBARAN HIGIENE SANITASI ‎ DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOROSI KABUPATEN KONAWE ‎ Syaputra, Muh. Ilham; Yasnani, Yasnani; Meliahsari, Renni
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i3.46691

Abstract

Air merupakan zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk ‎kehidupan di bumi. Dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai air minum, ‎masyarakat cenderung menggunakan Air Minum Isi Ulang (AMIU) karena dinilai lebih ‎higienis dan mudah didapatkan dibanding air sungai/sumur dan harganya yang relatif ‎terjangkau jika dibandingkan dengan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Penelitian ‎ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bakteri Escherichia coli dan ‎gambaran higiene sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di wilayah kerja ‎Puskesmas Morosi, Kabupaten Konawe. Metode penelitian ini bersifat deskriptif ‎dengan desain observasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Saturation ‎sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 12 DAMIU terdapat 2 (16,7%) DAMIU ‎yang positif ditemukan bakteri Escherichia coli dan Higiene sanitasi dari 12 DAMIU ‎terdapat 3 (25%) yang tidak memenuhi persyaratan higiene sanitasi Permenkes RI No. ‎‎43 Tahun 2014 karena memperoleh total nilai
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TANAMAN SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus) ‎TERHADAP LARVA Aedes aegypti DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM ‎BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN BENDE KOTA KENDARI‎ Ad’zan ‎, Achmad Hilal; Karimuna, Siti Rabbani; Nurfadilah H.‎, Siti
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i4.47091

Abstract

Aedes aegypti adalah vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD). ‎Pemutusan rantai penularan Aedes aegypti dapat dilakukan pada fase larva, ‎yaitu menggunakan larvasida yang menjadi insektisida alami yang terbuat dari ‎bahan alami. Serai dapur (Cymbopogon citratus) merupakan salah satu ‎tanaman yang bisa digunakan sebagai insektisida alami dan menjadi efek ‎larvasida bagi latva Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ‎kemampuan daya larvasida ekstrak batang serch (Cymbopogon citratus) ‎terhadap kematian larva Aedes aegypti. Jenis penelitian ini menggunakan jenis ‎penelitian eksperimental. Sampel yang digunakan adalah larva Aedes aegypti ‎dengan menggunakan teknik purposif. Dengan penggunaan kontrol dan ‎konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% selama 24 ‎jam. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak batang serai dapur (Cymbopogon ‎citratus) kontrol memiliki kemampuan membunuh 0%, konsentrasi 5% memiliki ‎kemampuan membunuh 46%, konsentrasi 10% memiliki kemampuan ‎membunuh 66%, konsentrasi 15% memiliki kemampuan membunuh 76%, ‎konsentrasi 20% memiliki kemampuan membunuh 83% dan konsentrasi 25% ‎memiliki kemampuan membunuh 90%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak ‎batang serai dapur (Cymbopogon citratus) semakin tinggi juga kemampuan ‎dalam membunuh larva Aedes aegypti.‎
PENGAMATAN PENGENDALIAN VEKTOR PENYAKIT (VEKTOR BORNE DESEASE) DAN ‎BINATANG PEMBAWA PENYAKIT DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT X PROVINSI ‎SULAWESI TENGGARA ‎ Hastari, Nisfah; Irma, Irma; Salsabila ‎, Syefira
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i3.46687

Abstract

Pengendalian vektor ‎dan binatang ‎pembawa penyakit ‎ialah setiap aktivitas ‎atau kegiatan yang ‎bertujuan agar ‎populasi vektor dan ‎Binatang Pembawa ‎Penyakit (BPP) dapat ‎ditekan serendah ‎mungkin supaya ‎populasinya tidak lagi ‎beresiko untuk ‎terjadinya penularan di ‎suatu daerah. Tujuan ‎penelitian ini adalah ‎untuk Mengetahui ‎pengendalian vektor ‎penyakit dan binatang ‎pembawa penyakit di ‎Instalasi Gizi Rumah ‎Sakit X Provinsi ‎Sulawesi Tenggara. ‎Desain penelitian ini ‎adalah penelitian ‎deskriptif dengan ‎pendekatan kualitatif. ‎informan penelitian ini ‎berjumlah 6 orang ‎diantaranya adalah ‎Kepala Instalasi ‎Sanitasi sebagai ‎informan kunci dalam ‎penelitian, Petugas ‎sanitasi/staf ‎pengendalian vektor ‎berjumlah 2 orang dan ‎cleaning service ‎sebagai pihak ketiga ‎berjumlah 2 orang ‎sebagai informan ‎utama dalam ‎penelitian serta Kepala ‎Instalasi Gizi di Rumah ‎Sakit X Provinsi ‎Sulawesi Tenggara ‎sebagai informan ‎tambahan dalam ‎penelitian. Hasil ‎penelitian ‎menunjukkan bahwa ‎pengendalian vektor ‎dan binatang ‎pembawa penyakit di ‎instalasi gizi Rumah ‎Sakit X Prov. Sultra ‎sudah sesuai dengan ‎peraturan perundang-‎unndangan, hanya saja ‎dalam Activities ‎pengendalian masih ‎menggunakan pihak ‎ketiga yang belum ‎memenuhi kualifikasi. ‎Penggunaan pihak ‎ketiga dikarenakan ‎kurangnya petugas ‎unit pengendalian ‎vektor dan binatang ‎pembawa penyakit di ‎Rumah Sakit X Prov. ‎Sultra. Simpulan: ‎Secara garis besar ‎pelaksanaan ‎pengendalian vektor ‎dan binatang ‎pembawa penyakit di ‎instalasi gizi Rumah ‎Sakit X Prov. Sultra ‎sudah sesuai dengan ‎Peraturan Menteri ‎Kesehatan No.50 ‎Tahun 2017 tentang ‎Standar Baku Mutu ‎Kesehatan Lingkungan ‎dan Persyaratan ‎Kesehatan untuk ‎Vektor dan Binatang ‎Pembawa Penyakit ‎Serta Pengendaliannya ‎dan telah sesuai ‎dengan Peraturan ‎Menteri Kesehatan No. ‎‎7 Tahun 2019 tentang ‎Kesehatan Lingkungan ‎Rumah Sakit.‎
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN DALAM RUMAH DENGAN KEJADIAN ‎ Lustina, Lustina; Pratiwi, Arum Dian; Karimuna, Siti Rabbani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i4.47096

Abstract

Tuberculosis paru merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman ‎Mycobacterium tuberculosis. Terdapat beberapa faktor resiko TB Paru diantaranya ‎yaitu lingkungan terutama lingkungan rumah merupakan salah satu faktor yang ‎memberikan pengaruh besar terhadap status kesehatan penghuninya. Jenis ‎penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian analitik ‎obsevasional dengan desain penelitian case control. Sampel kasus pada penelitian ini ‎sebanyak 57 sampel. Sampel kontrol pada penelitian ini sebanyak 57 sampel. Teknik ‎pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling. ‎Berdasarkan uji statistik Chi-square bahwa ada hubungan antara kepadatan hunian ‎dengan kejadian tuberkulosis paru (ρ-value = 0,001), ada hubungan antara luas ‎ventilasi dengan kejadian tuberkulosis paru (ρ-value = 0,001), ada hubungan antara ‎kelembaban ruangan dengan kejadian tuberkulosis paru (ρ-value = 0,000), ada ‎hubungan antara suhu dengan kejadian tuberkulosis paru (ρ-value = 0,004), dan tidak ‎ada hubungan antara jenis lantai dengan kejadian tuberkulosis paru (ρ-value = 0,315).‎
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA BAGIAN ‎SMELTING PT ANTAM UNIT BISNIS PERTAMBANGAN NIKEL KOLAKA Putra, Ray Valdy Dwi; Zainuddin, Asnia; Yasnani, Yasnani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i3.46692

Abstract

Stres kerja adalah ketegangan yang dialami oleh individu karena adanya tuntutan ‎pekerjaan yang ditandai dengan perubahan fisiologis, psikologis dan perilaku. Faktor ‎penyebab terjadinya stress kerja yaitu kondisi lingkungan kerja, hubungan ‎interpersonal, tekanan pekerjaan, perasaan tidak nyaman, beban kerja. Berdarkan hasil ‎survei awal dari 15 pekerja didapatkan 10 pekerja (96%) mengalami stres, 5 pekerja (4%) ‎tidak mengalami stres.Gejala stress yang dominan muncul antara lain 2 pekerja (74%) ‎kadang-kadang merasa tidak mampu mengatasi masalah, 4 pekerja (56%) sering sulit ‎berkonsentrasi, 3 pekerja (70%) sering merasa selalu kecapean, 1 pekerja (56%) sering ‎mengalami hal-hal berikut; nyeri punggung dan leher, pusing, nyeri otot, sembelit, ‎diare, hilang selera makan, rasa panas dalam perut (pirosis), gangguan pencernaan. ‎Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebisingan, suhu tempat ‎kerja dan beban kerja dengan stress kerja pada pekerja di bagian Smelting PT ANTAM ‎UBPN Kolaka tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif ‎dengan pendekatan Cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ‎ini menggunakan teknik probability sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah ‎‎140 pekerja, dengan jumlah sampel sebanyak 50 pekerja. Hasil dari penelitian ini ‎menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebisingan dengan stres kerja ( p-‎value= 5,22 >0,05), tidak terdapat hubungan antara suhu tempat kerja dengan stres ‎kerja (p-value 0,908 >0,05), Terdapat hubungan antara beban kerja dengan stres kerja ‎‎(p-value 0,025
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN PERILAKU MEMAKAI MASKER DENGAN ‎KEJADIAN ISPA PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL MUKHLISIN ‎ KOTA KENDARI ‎ Al Farazy, Muhamad; Zainuddin, Asnia; Saktiansyah, La Ode Ahmad
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i4.47092

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) merupakan penyakit yang menginfeksi ‎saluran pernapasan atas. Santri Pesantren rentan mengalami ISPA disebabkan oleh ‎sanitasi lingkungan dan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ‎hubungan sanitasi lingkungan dan perilaku memakai masker dengan kejadian ISPA ‎pada santri Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Kota Kendari. Penelitian ini ‎menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. ‎Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 151 santri. Pengumpulan data dilakukan ‎dengan melakukan observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-‎square. Hasil penelitian ini ada hubungan antara kepadatan hunian (p = 0,0039) dan ‎pemakaian masker (p=0,027) dengan kejadian ISPA. Sedangkan ventilasi (p=0,708) ‎dan jenis lantai (p=0,708) tidak memiliki kejadian ISPA. Kesimpulan dari penelitian ‎ini menyatakan bahwa dari empat variabel, terdapat dua variabel yang ‎berhubungan dengan kejadian ISPA pada santri Pesantren Darul Mukhlisin yaitu ‎kepadatan hunian dan pemakaian masker. Oleh karena itu disarankan agar ‎dilakukan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kondisi sanitasi lingkungan dan ‎Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).‎
EFEKTIVITAS METODE FILTRASI DALAM MENURUNKAN KESADAHAN AIR BERSIH DI ‎DESA MEKAR JAYA KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN ‎ Amalia, Mila; Lestari, Hariati; Karimuna, Siti Rabbani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i3.46688

Abstract

Penggunaan air dengan kesadahan tinggi dan pH tidak netral dapat mengakibatkan ‎kerusakan pada peralatan rumah tangga dan juga akan mengakibatkan gangguan ‎Kesehatan. Sumber air yang digunakan masyarakat di Desa Mekar Jaya Kecamatan ‎Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan terutama air sumur gali memiliki ‎kesadahan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ‎metode filtrasi dalam perubahan tingkat kesadahan air sebelum dan sesudah ‎dilakukan pengolahan serta untuk mengetahui metode filtrasi dalam perubahan ‎derajat pH air sebelum dan sesudah dilakukan pengolahan. Penelitian ini ‎menggunakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian quasi experiment. ‎Sampel penelitian ini yaitu mata air dan 3 air sumur gali yang tidak memiliki lantai ‎sumur dan penutup sumur. Pengambilan data dengan pengukuran pH ‎menggunakan pH meter dan kesadahan air dengan Teskit. Data dianalisis dengan ‎melihat persentase perubahan kesadahan air dan perubahan derajat keasaman ‎‎(pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase penurunan kesadahan air ‎sebesar 80% pada sumur gali pertama, 80% pada sumur gali ketiga, 75% pada sumur ‎gali kedua, dan 50% pada mata air. Terdapat perubahan derajat pH air setelah ‎melewati proses filtrasi pH mengalami peningkatan sebesar 0,2 – 0,7 mg/l. Oleh ‎karena itu, berdasarkan hasil penelitian metode filtrasi cukup efektif dalam ‎menurunkan tingkat kesadahan air dan terdapat perubahan derajat pH air.‎

Page 13 of 13 | Total Record : 129