cover
Contact Name
Septiyanti
Contact Email
jurnal.woph@umi.ac.id
Phone
+628114442464
Journal Mail Official
jurnal.woph@umi.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Window of Public Health Journal
ISSN : 27212920     EISSN : 27212920     DOI : https://doi.org/10.33096/woph.v1i5.98
Core Subject : Health,
Window of Public Health Journal merupakan jurnal kesehatan masyarakat yang mempublikasi karya ilmiah di bidang kesehatan masyarakat, yaitu penelitian di bidang epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan reproduksi, gizi masyarakat, administrasi dan kebijakan kesehatan, manajemen rumah sakit, serta bidang promosi kesehatan. Jurnal ini pertama kali didirikan sejak tahun 2020 oleh Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Window of Public Health Journal diterbitkan pada bulan Juni, Agustus, Oktober, Desember, Februari, dan April
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 762 Documents
Hubungan Iklim dengan Kinerja Pekerja di PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Terminal Peti Kemas Makassar Pitaloka, Adinda; Yuliati; Mansur Sididi
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 3 (Oktober, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i3.236

Abstract

Iklim Kerja adalah kombinasi dari suhu udara, kelembaban udara, kecepatan gerakan udara, Suhu nyaman orang Indonesia pada umumnya beraklimatisasi dengan iklim tropis sekitar 29°C-30°C dengan kelembaban 85%-95%. Bekerja dibawah paparan panas dengan melebihi batas normal suhu yang ditentukan akan berdampak dengan Kesehatan dan menurunnya kemampuan dalam kinerjanya. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dengan tanggung jawab yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui Hubungan iklim kerja dengan kinerja pekerja di PT. Pelabuhan Indonesia. Jenis penelitian ini adalag penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini seluruh pekerja lapangan dan administrasi non shift dengan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu sebanyak 37. Hasil penelitian yaitu menunjukkan bahwa bahwa uji chi-square dengan α (0,05) diperoleh nilai p= 0,002 dimana nilai p < α menunjukkan ada hubungan antara iklim kerja dengan kinerja. Dan Uji chi-square menunjukkan dengan α (0,05) diperoleh nilai p= 0,003 dimana nilai p < α menunjukkan ada hubungan antara lama paparan dengan kinerja pada pekerja di PT. Pelabuhan Indonesia IV (PERSERO) Terminal Petikemas Kota Makassar Tahun 2020. Bagi pihak PT. Pelabuhan Indonesia IV (PERSERO) Terminal Petikemas Kota Makassar untuk lebih memperhatikan kenyamanan pekerja dalam bekerja agar dapat menmaksimalkan hasil kinerja kerjanya.
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar Fajrin, Kurniawati; Haeruddin; Ahri, Reza Aril
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 3 (Oktober, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i3.242

Abstract

Menurut Kemenkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II 2008 waktu tunggu pelayanan adalah waktu yang diperlukan mulai dari pasien mendaftar di tempat pendaftraran pasien rawat jalan (TPPRJ), sampai dilayani oleh dokter dipoliklinik tujuan, dengan standar waktu tunggu pelayanan rawat jalan yang ditetapkan yaitu rata-rata ≤ 60 menit (Kemenkes,2008). Berdasarkan survey awal di RSUD Kota Makassar, diketahui bahwa dari 10 pasien, menunjukkan bahwa ada 7 (70%) pasien memiliki waktu tunggu pelayanan rawat jalan yang lebih dari standar yaitu 65 -74 menit dan 3 (30%) pasien memiliki waktu tunggu pelayanan rawat jalan yang kurang dari 60 menit sesuai standar kemenkes yaitu 47-58 menit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien RSUD Kota Makassar Tahun 2020. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pedekatan deskriptif dan waktu tunggu pasien menggunakan Time Motion Study. Sampel berjumlah 86 Pasien, sampel diambil dengan cara Random sampling. Pengumpulan data di peroleh menggunakan Observasi, Stopwatch/jam dan kuesioner. Hasil penelitian menyatakan bahwa tidak ada pengaruh faktor-faktor waktu tunggu pelayanan rawat jalan pasien Dengan menggunakan nilai sig 0,346 > 0,05 pada pelayanan loket pendaftran tidak pengaruh terhadap waktu tunggu pelayanan rawat jalan pasien, nilai sig 0,644 > 0,05 pada sarana dan prasarana tidak pengaruh terhadap waktu tunggu pelayanan rawat jalan pasien, nilai sig 0,355 > 0,05 pada pemeriksaan poliklinik tidak pengaruh terhadap waktu tunggu pelayanan rawat jalan pasien, nilai sig 0,953 > 0,05 pada pengambilan obat/farmasi tidak pengaruh terhadap waktu tunggu pelayanan rawat jalan pasien, waktu tunggu pasien mulai dari pasien mendaftar sampai selesai pengambilan obat/farmasi dengan kategori waktu tunggu pasien rawat jalan yang sesuai < 60 menit yakni 42 (48,8%) dan tidak sesuai > 60 menit yakni 44 (51,2%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada faktor mempengaruhi waktu tunggu pelayanan rawat jalan pasien rsud kota Makassar, penyebab lama waktu tunggu pasien disebabkan karena kurangnya petugas diloket pendaftran, pada pasien BPJS dan jamkesda lupa atau kurang berkas-berkarnya, tidak bawa kartu berobat (pasien lama), keterlambatan dokter dan distribusian BRM pasien lambat sampai di poliklinik, waktu tunggu pelayanan rawat jalan pasiendi RSUD Kota Makassar melebihi standar. Disarankan pelayanan loket pendaftaran dengan cepat dan tanggap, perlunya pengerekrutan pegawai di loket pendaftran dan diharapkan bagi peneliti, perlu diadakan peletian lebih lanjut tentang faktor mempengaruhi waktu tunggu pasien rawat jalan.
Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Tidak Aman pada Pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar Siti Chaerun Nisa; Suharni A. Fachrin
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.257

Abstract

International Labour Organization (ILO) mengatakan bahwa sekitar 6.400 orang meninggal dunia setiap harinya karena kecelakaan akibat kerja dan sekitar 860.000 orang yang terluka di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode sampel penelitian cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 104 pekerja, sampel penelitian sebanyak 50 pekerja yang diambil secara simple random sampling dari pekerja bagian produksi PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar. Cara pengambilan data melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan kuesioner, alat tulis dan kamera. Teknik pengambilan data menggunakan uji korelasi Chi-square pada program SPSS versi 23 dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Ada hubungan antara masa kerja dengan tindakan tidak aman (p= 0,009), ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan tidak aman (p=0,010) ada hubungan antara kelelahan kerja dengan tindakan tidak aman (p = 0,003), tidak ada hubungan antara pengawasan dengan tindakan tidak aman (p = 0,825) dan tidak ada hubungan antara pelatihan dengan tindakan tidak aman (p= 0,411) pada pekerja bagian produksi PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Kota Makassar. Diharapkan pihak perusahaan membeikan pengetahuan atau arahan K3 kepada pekerja untuk mengendalikan tindakan tidak aman secara rutin seperti saat sebelum memulai aktivitas kerja, bagi pekerja apabila perasaan lelah dan tegang datang dan tidak tertahankan, sebaiknya beristirahat sejenak dan melakukan gerakan senam ringan untuk meredakan ketegangan otot tersebut.
Pengaruh Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Motivasi Kerja Karyawan di PT. Sermani Steel Hasri; Batara, Andi Surahman; Sididi, Mansur
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 4 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i4.264

Abstract

Pengadaan program keselamatan dan kesehatan kerja berupa jaminan kecelakaan kerja dan kesehatan kerja diharapkan akan meningkatkan motivasi kerja karyawan. Ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program keselamatan kerja dan pengaruh program kesehatan kerja terhadap motivasi kerja karyawan. Dengan jumlah sample 47 orang pengumpulan data menggunakan kuesioner, jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif melalui proses observasi, pengumpulan data sekunder dan primer menunjukkan hasil penelitian mengenai pengaruh program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap motivasi kerja karyawan PT. Sermani Steel dapat disimpulkan bahwa semua variabel yang ada berpengaruh terhadap Motivasi Kerja (p-value.<α=0,05). Untuk kesehatan kerja dan keselamatan pada PT. Sermani Steel kota makassar di sarankan agar lingkungan tempat kerja selalu bersih dan menyediakan tempat pembuangan sampah yang cukup, sehingga karyawan tidak akan mudah terserang penyakit, ruang kerja memiliki cukup cahaya dan ventilasi agar diperoleh kenyamanan dengan menurunkan tekanan panas. karena dengan linkungan kerja yang bersih dan nyaman akan membuat karyawan akan terjaga baik kesehatanya sehingga menghasilkan kerja yang baik dan maksimal.
Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) pada Pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar Yahya, Dheaniar; Yuliati; Sulolipu, Andi Mansur
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.271

Abstract

Pekerja pengelasan adalah salah satu pekerja yang mempunyai resiko terkena nyeri punggung bawah. Nyeri Punggung Bawah merupakan keluhan yang sering dijumpai dalam masyarakat. Nyeri Punggu Bawah) sering menyebabkan penurunan produktivitas kerja juga disabilitas. Penyebab Nyeri Punggung Bawah yang paling sering ialah duduk terlalu lama, sikap duduk yang tidak tepat, postur tubuh yang tidak ideal, aktivitas berlebihan, serta trauma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja di PT.Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar dengan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Hasil ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara sikap kerja leher (0,001<0,005), sikap kerja lengan atas (0,003<0,005) dengan keluhan nyeri punggung bawah dan tidak ada hubungan signifikan antara sikap kerja badan (0,251>0,005), sikap kerja lengan bawah (0,387>0,005), sikap kerja pergelangan tangan (0,469>0,005), sikap kerja kaki (0,095>0,005), indeks masa tubuh (0,957>0,005), beban kerja (0,350>0,005) dengan keluhan nyeri punggung bawah.
Komunikasi Berhungan dengan Pengetahuan Ibu Hamil dalam Mencegah Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan Srirezeki, Wa Ode Nurdian; Yusriani; Idris, Fairus Prihatin
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.274

Abstract

Selama kurun waktu lima tahun terakhir Angka Kematian Ibu (AKI) di Sulawesi Tenggara yaitu tahun 2013 AKI berjumlah 79 orang, tahun 2014 AKI berjumlah 65 orang, tahun 2015 AKI berjumlah 67 orang, tahun 2016 AKI berjumlah 74 orang dan tahun 2017 AKI berjumlah 75 orang (Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, 2017). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, menggunakan desain penelitian cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi bidan dengan pengetahuan ibu hamil dalam mencegah tanda-tanda bahaya kehamilan. Populasi dalam penelitian sebanyak 107 ibu hamil.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dengan Teknik simple random sampling.Data yang dikumpulkan kemudian diolah secara manual dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan sebanyak 3 responden (3.6%) ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang dan yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 81 (96.4%), sehingga tidak ada hubungan antara komunikasi bidan dengan pengetahuan ibu hamil dengan nilai p (value) = 0,673. Di harapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti hubungan komunikasi bidan dengan pengetahuan ibu hamil dalam mencegah tanda-tanda bahaya kehamilan.lebih efektif.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Dekompresi pada Nelayan Penyelam Tradisional di Pulau Barrang Lompo B, Yuliana; Mahmud, Nur Ulmy; Sumiaty
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.276

Abstract

Berdasarkan laporan Divers Alert Network (DAN), tingkat kejadian penyakit dekompresi (DCS) dalam penyelaman komersial dilaporkan sebesar 35.3 per 10.000 penyelaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya risiko kejadian penyakit dekompresi pada nelayan penyelam tradisional di Pulau Barrang Lompo tahun 2020. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 118 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama menyelam tidak memenuhi syarat menyelam sebanyak 81 responden (68.6%), Kedalaman menyelam tidak aman sebanyak 66 responden (55.9%), frekuensi menyelam lebih 2 kali sehari sebanyak 102 responden (86.4%), cara naik kepermukaan dengan berhenti disetiap kedalaman tertentu (perlahan) sebanyak 112 responden (94.9%), masa kerja tidak memenuhi syarat menyelam sebanyak 89 responden (75.4%).
Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Chronic Kidney Disease yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Labuang Baji Kota Makassar Akrianti Putri, Anggun; Sumiaty; Yuliati
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.280

Abstract

Chronic kidney disease merupakan suatu kondisi penurunan progresif fungsi ginjal selama periode bulan atau tahun. Tahap akhir dari gagal ginjal kronik sering disebut dengan End Stage Renal Disease (ESRD). Dalam penyakit ginjal stadium akhir ini, ginjal kehilangan fungsinya secara irreversibel untuk mempertahankan metabolisme dan homeostasis tubuh. Apabila pasien telah mengalami Gagal Ginjal Kronik stadium berat, untuk mempertahankan hidupnya diperlukan terapi sementara berupa hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialysis di RSUD Labuang Baji Kota Makassar. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Labuang Baji Kota Makassar yang berjumlah 31 responden. Data dianalisis yang menggunakan uji chi square. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu, ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Labuang Baji Kota Makassar dengan nilai p-value 0,021< 0,05 dan ada hubungan depresi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Labuang Baji Kota Makassar dengan nilai p-value 0,034 < 0,05.Diharapkan bagi keluarga pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis untuk selalu memberikan dukungan kepada anggota keluarganya yang memiliki penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis untuk pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis harus selalu berpikiran positif untuk menghindari terjadinya depresi.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMAN 8 Sidrap Andi Nurul Amalia; Arni Rizqiani Rusydi; Nukman
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.283

Abstract

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu cara yang efisien dan efektif sebagai pendeteksi dini kanker payudara selain mammografi. untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan pemeriksaan payudara sendiri pada remaja putri Kelas 2 dan 3 SMA Negeri 8 Kabupaten Sidrap Tahun 2020. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional dengan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling sebanyak 50 sampel dianalisa dengan menggunakan uji statistik Fisher’s Exact Test. Dari Hasil penelitian diperoleh bahwa variabel pengetahuan dan sikap terdapat hubungan terhadap pemeriksaan payudara sendiri pada remaja putri kelas 2 dan 3 di SMA Negeri 8 Kabupaten Sidrap tahun 2020. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan dengan pemeriksaan payudara sendiri dan ada hubungan antara sikap dengan pemeriksaan payudara sendiri pada remaja putri kelas 2 dan 3 di SMA Negeri 8 Kabupaten Sidrap. Saran bagi penelitian ini adalah diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk mengambil variabel dan lokasi yang berbeda tentang hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri dengan pemeriksaan payudara sendiri pada remaja putri kelas 2 dan 3 SMA.
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Membayar Iuran BPJS Mandiri pada Pasien di RSUD Kabupaten Mamuju Zain, Sitti Fatimah; Andi Surahman Batara
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.284

Abstract

Jaminan sosial adalah salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak. Berdasarkan data dari BPJS Cabang Mamuju jumlah peserta BPJS per 31 Desember 2018 sebanyak 228.654 jiwa atau sekitar 75,92% dari jumlah keseluruhan penduduk di Kabupaten Mamuju. Sampai bulan September 2019, Sebanyak 43.588 peserta mandiri BPJS kesehatan Cabang Mamuju Menunggak iuran. Peserta mandiri Kabupaten Mamuju sebanyak 22.509 peserta dengan 8.733 peserta aktif, dan 13.670 peserta tidak teratur dalam membayar iuran bulanan (BPJS 2020). Jenis peneltian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional study, dengan jumlah responden sebanyak 111 orang. Data diperoleh menggunakan kuesioner. Analisi data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis uji chi-square dengan α=0,05 menunjukkan bahwa nilai p-value untuk Pengetahuan p=0,04, Pekerjaan p=0,956, Pendapatan p=0,368, Persepsi p=0,372, Motivasi p=0,716 dengan kepatuhan membayar. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan dengan kepatuhan membayar iuran, sedangkan pekerjaan, pendapatan, persepsi dan motivasi tidak memiliki hubungan.