cover
Contact Name
Septiyanti
Contact Email
jurnal.woph@umi.ac.id
Phone
+628114442464
Journal Mail Official
jurnal.woph@umi.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Window of Public Health Journal
ISSN : 27212920     EISSN : 27212920     DOI : https://doi.org/10.33096/woph.v1i5.98
Core Subject : Health,
Window of Public Health Journal merupakan jurnal kesehatan masyarakat yang mempublikasi karya ilmiah di bidang kesehatan masyarakat, yaitu penelitian di bidang epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan reproduksi, gizi masyarakat, administrasi dan kebijakan kesehatan, manajemen rumah sakit, serta bidang promosi kesehatan. Jurnal ini pertama kali didirikan sejak tahun 2020 oleh Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Window of Public Health Journal diterbitkan pada bulan Juni, Agustus, Oktober, Desember, Februari, dan April
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 762 Documents
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Pekerja di PT. IKI (PERSERO) Kota Makassar Ramadhani, Ariska; Yuliati
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kurangnya aktivitas merupakan sebuah faktor resiko kunci utama terjadina penyakit tidak menular seperti hipertensi. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga merupakan faktor resiko utama ke empat kematian diseluruh dunia. sekitar 3,2 juta kematian setiap tahun karena masalah kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan perilaku sendentary dengan status gizi pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (PERSERO) Makassar. Jenis penelitian survey analitik studi kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja officer di PT. Industri Kapal Indonesia (PERSERO) berjumlah 105 pekerja yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk mendeskripsikan karakterisitik responden dan mengetahui hubungan setiap variabel. Hasil penelitian yang diperoleh ada hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi pekerja. Dari hasil penelitian ini, disarankan para pekerja lebih memperbanyak melakukan aktivitas fisik misalnya dengan berolahraga rutin untuk membakar kalori. Diharapkan pula pekerja tetap memantau status gizi agar tetap stabil dan tidak melewati nilai standar IMT normal.
Gambaran Kemampuan Membayar Iuran BPJS Kesehatan pada Pedagang di Pasar Terong Kota Makassar Syamsinar, Suci; Batara, Andi Surahman; A. Rizki Amelia
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.333

Abstract

Tercatat berdasarkan jumlah perserta yang menungak di Kelurahan Wajo Baru sebanyak 931 atau 11,40% peserta, dengan jumlah penunggakan keseluruhan di Kecamatan Bontoala sebanyak 8.164 peserta (BPJS 2020). Kemampuan membayar merupakan salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam penetapan tarif iuran BPJS Kesehatan. Peran serta masyarakat dalam membayar iuran jaminan kesehatan sangat bergantung dengan Kemampuan Membayar (Ability to Pay) yang dimiliki oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran besar kemanpuan (ATP) membayar iuran BPJS Kesehatan pada pedagang di Pasar Terong kelurahan Wajo Baru Kecamatan Bontoala Kota Makassar. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan studi deskriptif dengan menggunakan metode survey, merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang peserta BPJS mandiri. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 92 responden. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu jumlah anggota keluarga tertinggi adalah ≤ 4 jumlah anggota keluarga sebanyak 56 responden (60.9%) dan yang terendah adalah >4 sebanyak 36 responden (39.1%), mampu sebanyak 52 responden (56.5%) dan yang terendah adalah tidak mampu sebanyak 40 responden (43.5%), kelas III tertinggi sebanyak 59 responden (64.1%) dan yang terendah adalah kelas II sebanyak 33 responden (35.9%).
Identifikasi Faktor Penghambat Implementasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Indikator TB Paru Ramadhani, Alya Fikri; Nurgahayu; Septiyanti
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.334

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menerapkan sebuah kebijakan yaitu Program Indonesia Sehat (PIS) yang merupakan salah satu program dari agenda Nawa Cita, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia; indikator TB Paru menjadi salah satu indikator dengan cakupan IKS terendah di Puskesmas Antang pada Bulan Januari 2020 yaitu sebesar 21,37% diikuti dengan indikator ke 7 yaitu Hipertensi dengan cakupan IKS sebesar 36,20% dan indikator ke 8 yaitu penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan jumlah IKS sebesar 44,44%. Penelitian ini bertujuan Untuk mendapatkan informasi medalam tentang faktor penghambat implementasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) ditinjau dari Indikator TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Antang Kota Makassar Tahun 2020. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan adalah indepth interview terhadap Informan guna mengetahui secara mendalam dan yang dianggap mampu memberikat data yang akurat. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa implementasi PIS-PK untuk indikator TB Paru di Puskesmas Antang dilaksanakan sesuai dengan SOP yang ada; petugas pelaksana program implementasi PIS-PK untuk indikator TB Paru di Puskesmas Antang masih sangat kurang; sarana dan prasarana di Puskesmas Antang masih kurang dalam pelaksanaan penginputan data keluarga sehat; sikap pelaksana program dalam pelaksanaan program sudah cukup baik; penyaluran komunikasi dan kejelasan informasi mengenai PIS-PK yang disampaikan oleh petugas Puskesmas kepada tokoh masyarakat sudah cukup baik tetapi penyaluran komunikasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat kepada masyarakat kurang baik sehingga mash banyak masyarakat yang menolak untuk didata. Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan bahwa faktor penghambat PIS-PK di Puskesmas Antang terdiri dari faktor internal (SDM, sarana dan prasarana, dan komunikasi) dan faktor eksternal (beban psikologis dan beban sosial pasien TB Paru).
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Membayar Iuran BPJS pada Peserta Mandiri Nur Aziza Ramadani; Haeruddin; Batara, Andi Surahman
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.336

Abstract

Peserta BPJS mandiri adalah peserta yang mendapatkan penghasilan dari usaha sendiri sehingga ketika mereka menjadi peserta JKN harus membayarkan iuran setiap bulannya. Berdasarkan data sekunder dari BPJS Kabupaten Kepulauan Selayar tercatat sebanyak 138 jiwa peserta BPJS mandiri yang memiliki tunggakan di Kecamatan Bontomatene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuahan Membayar Iuran BPJS Pada Peserta Mandiri Di Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh peserta BPJS mandiri sebanyak 138 jiwa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 103 orang. Metode analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariat dengan uji kolerasi chi-square. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara pendapatan deng kepatuhan membayar (p=0,004), ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan membayar (p=0,011), tidak ada hubungan antara jarak menuju tempat pembayaran dengan kepatuhan membayar (p=0,712), tidak ada hubungan antara persepsi terhadap pelayanan kesehatan dengan kepatuhan membayar (p=0,602), ada hubungan antara persepsi terhadap tarif iuran dengan kepatuhan membayar (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pendapatan, pengetahuan, persepsi terhadap tarif iuran dengan kepatuhan membayar dan tidak ada hubungan yang bermakna antara jarak menuju tempat pembayaran, persepsi terhadap pelayanan kesehatan dengan kepatuhan membayar. Diharapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan mandiri.
Studi Kadar Kesadahan Total Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Merek Lokal di Kota Makassar Alisya, Nadya Nabila; Alwi, Muhammad Khidri; Idris, Fairus Prihatin
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.183

Abstract

Kesadahan merupakan salah satu parameter kimia tentang kualitas air bersih, tingkat kesadahan air pada dasarnya ditentukan oleh jumlah kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Kesadahan atau hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kesadahan total dalam Air Minum Dalam Kemasan Merek lokal (AMDK) Kota Makassar Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif dimana peneliti akan melakukan observasional atau pengukuran variable independen dan dependen pada waktu (periode) yang bersamaan. Hasil pemeriksaan laboratorium kesedahan total air minum dalam kemasan (AMDK) merek lokal masih memenuhi syarat dan layak komsumsi karena nilai kesadahan total menurut SNI air minum dalam kemasan dan standar internasional. Air yang kesadahannya tinggi biasanya terdapat pada air tanah didaerah yang bersifat kapur, dari mana Ca2+ dan Mg2+ berasal. Air sadah mengakibatkan konsumsi sabun lebih tinggi, karena adanya hubungan kimiawi antara ion kesadahan dengan molekul sabun menyebabkan sifat detergen sabun hilang. Diharapkan kepada para pedagang air minum dalam kemasan merek lokal agar kiranya lebih memperhatikan barang dagangnya yaitu air kemasan. Jangan sampai terkena sinar matahari langsung atau terpapar bahan kimia.
Hubungan Kemampuan Penanganan P3K oleh Karyawan Bagian Produksi dengan Kecelakaan Kerja di PT. Sermani Steel Trismayanti, Desy; Muhammad Ikhtiar; Andi Nurlinda
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.185

Abstract

Kemampuan Penanganan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan bagian penting dalam keselamatan pekerja, upaya yang dilakukan untuk menghindari resiko cidera bertambah parah. Banyak kejadian yang memerlukan pertolongan pertama dalam keadaan gawat darurat, penanganan korban kecelakaan dalam waktu satu jam pertama merupakan waktu yang penting untuk penanganan menyelamatkan korban kecelakaan dan menghindari kondisi buruk atau kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kemampuan penanganan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) oleh karyawan bagian produksi dengan kecelakaan kerja di PT. Sermani Steel. Metode penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan bagian produksi sebanyak 47 orang, jumlah sampel sebesar 47 orang diambil menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pelatihan P3K (p=0,266), fasilitas P3K (p=0,498), housekeeping (p=0,108) dan status gizi (p=0,156) dengan kecelakaan kerja. Tidak ada hubungan pelatihan P3K, fasilitas P3K, housekeeping dan status gizi dengan kecelakaan kerja di PT. Sermani Steel Tahun 2020.
Hubungan Iklim Kerja dan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja di PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar Githa, Zargitha Cahyani Moeya; Ikhram Hardi S; Gafur, Abd.
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.193

Abstract

Iklim kerja merupakan faktor fisik yang menimbulkan masalah kesehatan apabila melebihi nilai ambang batas dan akan mengalami salah satu penyakit yaitu kelelahan. Salah satu faktor lain kelelahan yaitu status gizi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan iklim kerja dan status gizi dengan kelelahan kerja di PT. Maruki Internasional Indonesia. Jenis penelitian digunakan survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian di factory 1 sebanyak 61 orang dengan jumlah sampel sebanyak 53 pekerja merupakan bagian yang dianggap perwakilan dari populasi dengan menggunakan rumus Notoadmodjo. Teknik pengukuran iklim kerja menggunakan kuesioner kelelahan kerja, status gizi menggunakan timbangan berat badan dan alat ukur tinggi badan serta iklim kerja menggunakan heat stress. Dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi chi-square pada program spss 95% dengan nilai kemaknaan 5%. Hasil penelitian diperoleh pekerja yang mengalami kelelahan ringan (63.6%) pekerja , pekerja dengan iklim kerja memenuhi syarat kelelahan ringan sebanyak 0 pekerja dan responden yang tidak memenuhi syarat serta kelelahan kerja berat sebanyak (100.0%). Status gizi normal serta kelelahan ringan sebanyak (100%) pekerja, status gizi normal kelelahan berat 0, status gizi tidak normal kelelahan ringan (35.9%) status gizi tidak normal kelelahan kerja berat (64.1%) pekerja. Kesimpulannya diperoleh yaitu ada hubungan iklim kerja dengan kelelahan kerja dan ada hubungan gizi kerja dengan kelelahan kerja.
Hubungan Model Komunikasi SMCR Bidan di Desa dengan Perilaku Ibu Hamil dalam Mencegah Hipertensi Karim, Nurwahida; Yusriani; Idris, Fairus Prihatin
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.207

Abstract

Data provinsi Sulawesi Selatan tahun 2015 prevalensi hipertensi pada perempuan 47,73% lebih besar dibandingkan dengan laki-laki 38,51%. Data dari dinas kesehatan Kabupaten Luwu Utara pada tahun 2019 ditemukan 5656 ibu hamil dengan usia 15-39 tahun dan diperoleh angka ibu hamil beresiko terjadi hipertensi sebanyak 739 ibu hamil. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, menggunakan desain penelitian cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan model komunikasi SMCR bidan desa dengan pengetahuan ibu hamil dalam mencegah hipertensi. Populasi dalam penelitian sebanyak 132 ibu hamil. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dengan Teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan kemudian diolah secara manual dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan sebanyak 22 responden (29.7%) ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang dan yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 52 (70.3%), sehingga tidak ada hubungan antara model komunikasi SMCR bidan desa dengan pengetahuan ibu hamil dengan nilai p (value) = 0,412. Di harapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti hubungan model komunikasi SMCR bidan desa dengan pengetahuan ibu hamil dalam mencegah hipertensi. Dan di harapkan kepada Bidan desa harus mampu meningkatkan model komunikasi SMCR dengan ibu hamil agar pengetahuan lebih efektif.
Strategi Promosi Kesehatan Dalam Program Kawasan Tanpa Rokok di Desa Bone-Bone Kabupaten Enrekang Sari, Indah; Fairus Prihatin Idris; Yusriani
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i1.279

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan yang hampir ditemui disetiap kalangan masyarakat, jumlah perokok terus meningkat karena kurangnya pengetahuan,dan faktor lingkungan sekitar yang dapat mengancam keselamatan jiwa laki-laki. Merokok mengakibatkan kecanduan seperti perokok pasif yang menyebabkan penyakit kanker dan ISPA. Tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi secara mendalam mengenai advokasi, binasuasana, dan pemberdayaan masyarakat mengenai strategi promosi kesehatan dalam program KTR diDesa Bone-Bone Kecamatan Baraka. Metode penelitian ini merupakan penelitian quasi kualitatif yang deskriptif mengambarkan,melukiskan fakta-fakta atau keadaan maupun situasi yang tampak dalam Desa, fokus utamanya mengali secara mendalam bagaimana terbentuknya KTR sampai saat ini. melalui wawancara mendalam(indepth interview),observasi dan dokumentasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bone-Bone pada tanggal 9 Maret sampai dengan 16 Agustus 2020. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasi kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Informasi diperoleh melalui wawancara mendalam. Sumber data yaitu orang-orang yang diminta memberikan informasi, dan bersedia memberikan informasi yang disebut informan. Jumlah informan biasa sebanyak 4 orang, namun yang peneliti dalami 3 orang. Kesimpulan Advokasi mengenai KTR didesa Bone-Bone berjalan dengan sesuai yang diharapkan walaupun adanya masyarakat yang tidak setuju. Bina Suasana mengenai KTR didesa Bone-Bone dilakukan melaui proses yang panjang dan selalu melakukan sosialisasi,pemasangan spanduk larangan merokok, dan ceramah-ceramah mengenai rokok berbahaya, Pemberdayaan Masyarakat mengenai KTR didesa Bone-Bone melihat sejauh mana perkembangan program dan melibatkan para tokoh masyarakat agar program yang dijalankan lebih evisien.
Hubungan Penerapan Empat Pilar Pengendalian Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Rerata Kadar Gula Darah di Puskesmas Banabungi Inda Mujisari; Sididi, Mansur; Sartika
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i1.108

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat di sembuhkan tetapi dapat dikendalikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penerapan 4 pilar pengendalian diabetes mellitus yakni pengetahuan, aktivitas fisik, pengaturan makanan, dan kepatuhan minum obat dengan rerata kadar gula darah di Puskesmas Banabungi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional study. Sampel diambil dengan cara total sampling sebanyak 50 sampel yang melakukan control selama tiga bulan. Analisis data menggunakan univariat, bivariate, dan uji chis- square. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa sebanyak 42 responden (84,0%) dengan rerata kadar gula darah tidak normal, 8 responden yang memiliki pengetahuan kurang yakni dengan p=1,000, 42 responden yang memiliki aktivitas ringan menunjukkan rerata tidak normal dengan p=0,000, 4 responden yang memiliki pengaturan makanan tidak baik menunjukkan p=0,155 dan 8 responden yang tidak patuh dalam kepatuhan minum obat menunjukan p = 1,000. Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan rerata kadar gula darah, tidak ada hubungan antara pengaturan makanan dengan rerata kadar gula darah, tidak ada hubungan kepatuhan minum obat dengan rerata kadar gula darah, dan ada hubungan aktivitas fisik dengan rerata kadar gula darah.

Page 10 of 77 | Total Record : 762