cover
Contact Name
Abdul Karim
Contact Email
abdulkarim@walisongo.ac.id
Phone
+6224-7606405
Journal Mail Official
jurnal.agc@walisongo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Advanced Guidance and Counseling
ISSN : 27461513     EISSN : 27461521     DOI : https://doi.org/10.21580/jagc
Aim: This journal publishes articles as a result of empirical research in Guidance and Counseling, both quantitative and qualitative. Scopes: The scopes of Journal of Advanced Guidance and Counseling are Islamic Guidance and Counseling, Child and Adolescent Counseling, Adult and Elder Counseling, Family Counseling, School Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Occupational Counseling, Cyber Counseling, Educational Psychology, Counseling and Guidance, Rehabilitation Counseling, Technology usage in Counseling, Counseling and Guidance for Special Population
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2023)" : 5 Documents clear
The Impact of group guidance in alleviating parental anxiety amidst the Menace of child abduction Putra, Ahmad; Deliani, Nurfarida; Fitria, Anggi; Halim, Candra; Dzunuren, Arifal; Mulya, Sri
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.2.16059

Abstract

Purpose - This research was conducted to see how the effectiveness of group guidance services in helping reduce the anxiety experienced by parents of SDN 41 Karang Tangah students regarding the issue of child kidnapping that is spread in the midst of society.Method - The type of research used is descriptive qualitative, the researchers involved 5 mothers of SDN 41 Karang Tangah students as group guidance participants with the aim of alleviating the anxiety experienced with the current issue of child abduction.Result  -  This topic at least generates several important points for parents, including: first, parents realize that advances in technology and social media make it easy for various issues to develop in the midst of society, second, parents find new knowledge and wise ways to deal with developing issues, third, parents understand that excessive anxiety will only lead to various forms of illness and weaken health conditions, fourth, parents understand how to properly supervise children, fifth, parents feel relieved and happy to be able to convey all aspirations and anxiety related to the growing issue of child abduction.Implication – Parents of students at SDN 41 Karang Tangah West Sumatra who were involved in group guidance activities discussed the topic of the task which was directly determined by the group leader with the topic "the issue of child abduction and the role of parents in dealing with it".Originality - Amidst the tension and concern over the threat of child abduction, an interesting thematic novelty is the emergence of new approaches to address parental anxiety. Group guidance emerged as a promising solution, providing a platform for sharing experiences and strategies, which in turn can reduce anxiety levels.***Tujuan - Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam membantu mengurangi kecemasan yang dialami oleh orang tua siswa SDN 41 Karang Tangah terhadap isu penculikan anak yang tersebar di tengah-tengah masyarakat.Metode - Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, peneliti melibatkan 5 orang ibu dari siswa SDN 41 Karang Tangah sebagai peserta bimbingan kelompok dengan tujuan untuk mengurangi kecemasan yang dialami dengan adanya isu penculikan anak yang sedang marak saat ini.Hasil - Topik ini setidaknya menghasilkan beberapa poin penting bagi orang tua, antara lain: pertama, orang tua menyadari bahwa kemajuan teknologi dan media sosial memudahkan berbagai isu berkembang di tengah-tengah masyarakat, kedua, orang tua menemukan pengetahuan baru dan cara-cara yang bijak dalam menyikapi isu-isu yang berkembang, ketiga, orang tua memahami bahwa rasa cemas yang berlebihan hanya akan menimbulkan berbagai macam penyakit dan melemahkan kondisi kesehatan, keempat, orang tua memahami bagaimana cara pengawasan yang tepat terhadap anak, kelima, orang tua merasa lega dan senang dapat menyampaikan semua aspirasi dan kegelisahannya terkait isu penculikan anak yang berkembang.Implikasi - Orang tua siswa SDN 41 Karang Tangah Sumatera Barat yang terlibat dalam kegiatan bimbingan kelompok membahas topik tugas yang langsung ditentukan oleh pemimpin kelompok dengan topik "isu penculikan anak dan peran orang tua dalam menghadapinya".Orisinalitas - Di tengah ketegangan dan kekhawatiran akan ancaman penculikan anak, kebaruan tematik yang menarik adalah munculnya pendekatan baru untuk mengatasi kecemasan orang tua. Bimbingan kelompok muncul sebagai solusi yang menjanjikan, menyediakan platform untuk berbagi pengalaman dan strategi, yang pada akhirnya dapat mengurangi tingkat kecemasan.
Increase students’s self-acceptance through cognitive restructuring techniques in group counseling Filda, Widia; Hikmah, Nurul
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.2.18494

Abstract

Purpose – Psychological problems that occur can be caused by the inability to understand and accept themselves properly. The purpose of this study is to describe descriptively the strategy of increasing students’ self-acceptance through group counseling with cognitive restructuring techniques.Method - Using a qualitative approach, with observation and interviews as data collection techniques. Subjects were selected using purposive sampling method with a total of 8 students. Analysis was carried out using the interaction method.Result  -  The results showed that the researcher as the key instrument applied group counseling through cognitive restructuring techniques consisting of six stages: rationalization strategies; identifying negative thoughts; introducing and practicing positive thoughts; diverting negative thoughts to positive thoughts; practice strengthening self-statements (homework); reflection and follow-up. Group counseling seeks to build connections based on trust, eliminate worries, and anxiety and increase the active involvement of the client from one stage to the next.Implication – The implications of this study indicate that cognitive restructuring techniques has an impact on the development of guidance and counseling programs in educational units and can be used as an effort to increase santri self-acceptance. This technique can be used by teachers as caregivers in developing students' self-acceptance in achieving adolescent well-being.Originality - This study strengthens adolescent competence through group counseling that is able to form self-acceptance in students.***Tujuan – Masalah psikologis yang terjadi dapat disebabkan oleh ketidakmampuan untuk memahami dan menerima diri sendiri dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan secara deskriptif strategi peningkatan penerimaan diri siswa melalui konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitifMetode - Menggunakan pendekatan kualitatif, dengan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Subjek dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 8 orang mahasiswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode interaksi.Hasil  -  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti sebagai instrumen kunci menerapkan konseling kelompok melalui teknik restrukturisasi kognitif yang terdiri dari enam tahap: strategi rasionalisasi; mengidentifikasi pikiran negatif; mengenalkan dan melatih pikiran positif; mengalihkan pikiran negatif ke pikiran positif; berlatih memperkuat pernyataan diri (PR); refleksi dan tindak lanjut. Konseling kelompok berusaha membangun hubungan berdasarkan kepercayaan, menghilangkan kekhawatiran, dan kecemasan, serta meningkatkan keterlibatan aktif klien dari satu tahap ke tahap berikutnya.Implikasi – Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknik restrukturisasi kognitif berdampak pada pengembangan program bimbingan dan konseling di satuan pendidikan dan dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan penerimaan diri santri. Teknik ini dapat digunakan oleh guru sebagai pengasuh dalam mengembangkan penerimaan diri dan well-being santri.Originalitas – Penelitian ini memperkuat kompetensi remaja melalui konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif yang mampu membentuk penerimaan diri pada siswa.
Military and school personnel psychological states amidst the Pandemic: A Kruskal-Wallis comparative analysis Fernandez, Aldwin Roy L.; Laud-Iligan, Hanna Grace; Relleve, Cesar Chester O.
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.2.16478

Abstract

Purpose – This study aims to determine the Compassion Satisfaction, Burnout, and Secondary Traumatic Stress among Military and School Personnel.Method - Quantitative descriptive-comparative research design was used.  There are 147 respondents participated in this study.Result - Compassion Satisfaction levels of Military-Enlisted and Teaching Personnel were Average, while for the Military-Officer and Non-Teaching School Personnel were High; Burnout for the Military-Enlisted and Teaching Personnel were both Average, while the Military-Officer and Non-Teaching School Personnel were both low; and the Secondary Traumatic Stress was Low for the Military-Officer and Average to other three groups of respondents. Significant differences manifested after employing the parametric test MANOVA and non-parametric Kruskal-Wallis.  Post Hoc test was employed in order to identify the specific significant differences.Implication – The researchers have identified significant pattern and trends that contribute to the understanding of comparison, personnel who are less often directly exposed to the clients have better Psychological States descriptively.Originality - This research contributes to the existing body of knowledge in the areas of Compassion, Burnout and Stress   experienced by militaries and educators in the conduct of their respective public services.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kepuasan Belas Kasih, Burnout, dan Stres Trauma Sekunder di antara Personel Militer dan Sekolah, serta untuk membandingkan kondisi-kondisi psikologis tersebut.Metode - Desain penelitian deskriptif-komparatif kuantitatif digunakan.   Ada 147 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini.Hasil - Tingkat Kepuasan Belas Kasih pada Tamtama Militer dan Tenaga Pengajar tergolong sedang, sedangkan pada Perwira Militer dan Tenaga Kependidikan tergolong tinggi; Burnout pada Tamtama Militer dan Tenaga Pengajar tergolong sedang, sedangkan pada Perwira Militer dan Tenaga Kependidikan tergolong rendah; dan Stres Traumatis Sekunder tergolong rendah pada Tamtama Militer dan tergolong sedang pada tiga kelompok responden lainnya.  Perbedaan yang signifikan terlihat setelah menggunakan uji parametrik MANOVA dan non parametrik Kruskal-Wallis.  Uji Post Hoc digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan yang spesifik,Implikasi - Para peneliti telah mengidentifikasi pola dan tren signifikan yang berkontribusi pada pemahaman perbandingan, personel yang lebih jarang terpapar langsung dengan klien memiliki kondisi psikologis yang lebih baik secara deskriptif.Orisinalitas - Penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan yang sudah ada di bidang Welas Asih, Kelelahan dan Stres yang dialami oleh militer dan pendidik dalam melaksanakan layanan publik masing-masing.
Perspective on career assessment tools for evaluating students with specific learning disabilities Eseadi, Chiedu; Diale, Boitumelo M
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.2.18255

Abstract

Purpose - The purpose of this research was to examine career assessment tools for evaluating students with specific learning disabilities (SLDs).Method - The paper adopted a narrative literature review of research papers connected to assessment tools for SLD students. Among the databases looked at were Pubmed, Google Scholar, Index Copernicus, and PsycINFO.Result  -  The results emphasize the need for assessment tools to take certain domains of difficulty into consideration when evaluating the interests and skills of students with SLDs and profiling the learning characteristics linked with the individual learning impairment also offers useful information for job preparation.Implication – Students with SLDs typically have limited career options so it would be crucial to consider career evaluation as part of the career planning and transitioning process for this group.Originality - This research reinforces the significance of employing career assessment tools for the evaluation of persons with SLDs in the process of career transition.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji alat asesmen karir untuk mengevaluasi siswa dengan ketidakmampuan belajar spesifik (SLD).Metode - Makalah ini menggunakan tinjauan literatur naratif terhadap makalah penelitian yang berhubungan dengan alat penilaian untuk siswa SLD. Di antara basis data yang ditinjau adalah Pubmed, Google Scholar, Index Copernicus, dan PsycINFO.Hasil - Hasil penelitian menekankan perlunya alat asesmen untuk mempertimbangkan domain kesulitan tertentu ketika mengevaluasi minat dan keterampilan siswa dengan SLD dan membuat profil karakteristik pembelajaran yang terkait dengan gangguan belajar individu juga menawarkan informasi yang berguna untuk persiapan kerja.Implikasi - Siswa dengan SLD biasanya memiliki pilihan karir yang terbatas, sehingga akan sangat penting untuk mempertimbangkan evaluasi karir sebagai bagian dari perencanaan karir dan proses transisi untuk kelompok ini.Keaslian - Penelitian ini memperkuat pentingnya penggunaan alat asesmen karir untuk mengevaluasi siswa dengan SLD dalam proses transisi karir.
Problem checklist to identify problems with students in Islamic boarding schools Alifia, Syifa; Fauziah, Fitri; Syaputra, Yogi Damai
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.2.18259

Abstract

Purpose - This article aims to analyze the use of DCM (Problem Checklist) to identify student problems in Islamic boarding schools. Second, develop a guidance and counseling service program for Islamic boarding school students' issues.Method - This type of research uses descriptive quantitative analysis. The data collection technique uses the Problem Checklist (DCM) instrument. Data was obtained from 18 students from class XII at the El-Syarief Islamic Boarding School. Data was processed using MS Excel and analyzed using a quantitative description.Result  -  The research results show that students are very problematic in social and organizational elements, with a percentage of 60%, and personal aspects, with a percentage of 100%. Some guidance and counseling services that can be used to overcome student problems include individual counseling services, group guidance, and information.Implication – This research aims to identify what problems students face in Islamic boarding schools and determine interventions that are appropriate to the issues they face. Counselors in schools and  Islamic boarding schools can implement the results of this intervention.Originality - This research strengthens the identification of student problems and designs appropriate interventions to overcome these problems.***Tujuan - Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan DCM (Daftar Cek Masalah) untuk mengidentifikasi masalah santri di pesantren. Kedua, mengembangkan program layanan bimbingan dan konseling untuk permasalahan santri di pondok pesantren.Metode - Jenis penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen Daftar Cek Masalah (DCM). Data diperoleh dari 18 siswa kelas XII di Pondok Pesantren El-Syarief. Data diolah menggunakan MS Excel dan dianalisis menggunakan deskripsi kuantitatif.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri sangat bermasalah pada unsur sosial dan organisasi, dengan persentase 60%, dan aspek pribadi, dengan persentase 100%. Beberapa layanan bimbingan dan konseling yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan siswa antara lain layanan konseling individu, bimbingan kelompok, dan informasi.Implikasi - Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah apa saja yang dihadapi siswa di pondok pesantren dan menentukan intervensi yang sesuai dengan masalah yang mereka hadapi. Konselor di sekolah dan pondok pesantren dapat mengimplementasikan hasil intervensi ini.Orisinalitas - Penelitian ini memperkuat identifikasi masalah santri dan merancang intervensi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5