cover
Contact Name
Abdul Karim
Contact Email
abdulkarim@walisongo.ac.id
Phone
+6224-7606405
Journal Mail Official
jurnal.agc@walisongo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Advanced Guidance and Counseling
ISSN : 27461513     EISSN : 27461521     DOI : https://doi.org/10.21580/jagc
Aim: This journal publishes articles as a result of empirical research in Guidance and Counseling, both quantitative and qualitative. Scopes: The scopes of Journal of Advanced Guidance and Counseling are Islamic Guidance and Counseling, Child and Adolescent Counseling, Adult and Elder Counseling, Family Counseling, School Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Occupational Counseling, Cyber Counseling, Educational Psychology, Counseling and Guidance, Rehabilitation Counseling, Technology usage in Counseling, Counseling and Guidance for Special Population
Articles 77 Documents
The description of inmates’ coping skills of class IIA women's prison in Semarang Elfi Rimayati; Sri Sayekti; Sri Redjeki
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.1.7893

Abstract

Purpose -  The purpose of this study was to determine the coping skills of inmates in living their lives.  Method - The method used in this research was descriptive quantitative, with a population of 378 people consisting of 48 adult prisoners, 330 adult inmates. Sampling was based on the Krecjie table with a sample total of 182 people.Result - The results of calculating the coping skills of the inmates from the five indicators that have been determined obatained an average number of 76.7%. Based on the results of the average coping skills, it can be concluded that the coping skills of Class II A Women's Prison in Semarang are included in the good category.Implications – The results of this study are expected to be input in improving correctional services at the Class IIA Women's Prison in Semarang.Originality - This research is the study analysis coping skills of inmates in living their lives in the Class IIA Women's Prison in Semarang.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan koping narapidana dalam menjalani kehidupan mereka.Metode - Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan populasi 378 orang yang terdiri dari 48 tahanan dewasa, 330 narapidana dewasa. Pengambilan sampel didasarkan pada tabel Krecjie dengan total sampel 182 orang.Hasil - Hasil penghitungan keterampilan koping narapidana dari lima indikator yang telah ditentukan ditampati jumlah rata-rata 76,7%. Berdasarkan hasil rata-rata keterampilan koping, dapat disimpulkan bahwa keterampilan koping dari kelas II penjara perempuan di Semarang termasuk dalam kategori baik.Implikasi - Hasil penelitian ini diharapkan menjadi input dalam meningkatkan layanan pemasyarakatan di penjara perempuan IIA kelas di SemarangOriginalitas - Penelitian ini adalah penelitian studi keterampilan mengatasi narapidana dalam menjalani kehidupan mereka di penjara wanita IIA di Semarang.
Analysis of parental burnout conditions during the Covid-19 pandemic in Indonesia Bella Yugi Fazny
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.2.9200

Abstract

Purpose -  This research aimed to describe the level of parental burnout of parents in children during the COVID-19 pandemic.  Method - Measurements were carried out using the Maslach Burnout Inventory (MBI) instrument. Participants in this research amounted to 164 people spread across various regions in Indonesia.Result - 15% of parents experienced a high level of parental burnout, 64% of parents experienced a moderate level of parental burnout and 21% of parents experienced a low level of parental burnout in the care of children under 18 years old during the COVID-19 pandemic. The results of another survey of the need for assistance were that 96% of parents answered that it was necessary to provide a self-healing guidebook related to mental health issues (self-therapy).Implications – This research has an impact on developing a first aid handbook to assist parents in identifying and dealing with parental burnout independently through self-healing therapy.Originality – This research is an overview of the need for assistance that can be provided or developed by further researchers especially in the care of children under 18 years old during the COVID-19 pandemic.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat parental burnout orang tua pada anak selama masa pandemi COVID-19.Metode - Pengukuran dilakukan dengan menggunakan instrumen Maslach Burnout Inventory (MBI). Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 164 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.Hasil - 15% orang tua mengalami tingkat kelelahan orang tua yang tinggi, 64% orang tua mengalami tingkat kelelahan orang tua yang sedang dan 21% orang tua mengalami tingkat kelelahan orang tua yang rendah dalam mengasuh anak di bawah usia 18 tahun selama masa pandemi COVID-19. Hasil survei lain tentang perlunya pendampingan adalah 96% orang tua menjawab perlu menyediakan buku panduan self-healing terkait masalah kesehatan mental (self-therapy).Implikasi - Penelitian ini berdampak pada mengetahui praktisi kesehatan mental dan psikiatri dapat mengembangkan buku pegangan pertolongan pertama untuk membantu orang tua dalam mengidentifikasi dan menangani kelelahan orang tua secara mandiri melalui terapi penyembuhan diri.Originalitas - Penelitian ini merupakan gambaran tentang perlunya bantuan yang dapat diberikan dan atau dikembangkan oleh peneliti selanjutnya khususnya dalam pengasuhan anak di bawah 18 tahun selama masa pandemi COVID-19.
The academic anxiety of students in pandemic era Ulin Nihayah; Ahmad Shofwan Ats-Tsauri Sadnawi; Nuha Naillaturrafidah
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.1.6986

Abstract

Purpose -  The purpose of this study was to describe the problems of academic anxiety that occur in college students as a result of the COVID pandemic that occurs and alternative solutions to overcome them in the perspective of counseling guidance.Method - The research method used was descriptive quantitative, where the author conducts a survey to students who experience academic anxiety during the pandemic. The sample of the study consisted of 28 students from 9 universitiesResult - The results of the research conducted are that the psychological anxiety disorders due to online lectures related to the influence of online lectures on student sleep patterns as much as 32.1%, 17.9% have difficulty sleeping, and 11.1% wake up sluggish. In addition, there are anxiety disorders due to online lectures that have a physical impact on the condition marked by 42.9% feeling lethargic and unmotivated, 14.3% achy, 28.6% eye strain, 14.8%, so it has an impact on mastery of the material with the result that 82.1% can absurb master the material, and the rest did not master the material.Implications – This study can be used to improve the problems of academic anxiety that occur in college students as a result of the COVID pandemic.Originality - This research is the study analysis student academic-anxiety in dealing with online lectures by using the analysis of counseling guidance.***Tujuan - Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan permasalahan academic anxiety yang terjadi pada mahasiswa akibat pandemi COVID yang terjadi dan alternatif solusi untuk mengatasinya dalam perspektif bimbingan konseling.Metode - Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dimana penulis melakukan survey kepada mahasiswa yang mengalami academic anxiety selama masa pandemi. Sampel penelitian terdiri dari 28 mahasiswa dari 9 universitas.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan kecemasan psikologis akibat kuliah online terkait pengaruh kuliah online terhadap pola tidur mahasiswa sebanyak 32,1%, sulit tidur 17,9%, dan bangun lamban 11,1%. Selain itu terdapat gangguan kecemasan akibat kuliah online yang berdampak pada kondisi fisik yang ditandai dengan 42,9% merasa lesu dan tidak bersemangat, 14,3% pegal, 28,6% mata tegang, 14,8% sehingga berdampak pada penguasaan materi. dengan hasil 82,1% dapat menguasai materi, dan sisanya tidak menguasai materi.Implikasi - Penelitian ini dapat digunakan untuk memperbaiki masalah kecemasan akademik yang terjadi pada mahasiswa akibat pandemi COVID.Originalitas - Penelitian ini merupakan penelitian analisis kecemasan akademik mahasiswa dalam menghadapi perkuliahan online dengan menggunakan analisis bimbingan konseling.
Counseling guidance in improving family stability in facing a covid-19 pandemic Rois Nafi'ul Umam
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.2.9247

Abstract

Purpose – The purpose of this study is to provide a clear description of the issue of family stability during the pandemic and family counseling guidance as to the solution in improving family stability.Method – This study applied a descriptive qualitative approach with an interview as the technique to collect the data. The informants in this study were 5 people consisting of the executive board and the members of Al-Usroh family community in Balikpapan.Result - The result of the study shows that during the pandemic the issues influencing family stability are family financial crisis, boredom, and over anxiety. To improve family stability during the pandemic, family counseling guidance with a conjoint approach was carried out.Implication – This research might become a study on the application of family counseling guidance services to improve family stability.Originality – This study was about the effect of the covid-19 pandemic towards family stability and the role of family counseling guidance to improve family stability.***Purpose – Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang masalah ketahanan keluarga di masa pandemi dan layanan bimbingan konseling keluarga sebagai solusi dalam meningkatkan ketahanan keluargaMethod – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara. Informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yakni dari pengurus dan anggota komunitas keluarga Al-Usroh BalikpapanResult  -  Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan di masa pandemi yang berpengaruh terhadap ketahanan keluarga seperti krisis finansial pada keluarga, kejenuhan dan kecemasan yang berlebihan. Dalam rangka meningkatkan ketahanan keluarga di masa pandemi ini, upaya yang dilakukan yakni melalui layanan bimbingan konseling kelompok dengan pendekatan conjoint.Implication – Penelitian ini dapat menjadi kajian tentang pemanfaatan layanan bimbingan konseling keluarga untuk meningkatkan ketahanan keluargaOriginality – Penelitian ini adalah penelitian tentang dampak pandemi covid-19 terhadap ketahanan keluarga dan peran bimbingan konseling keluarga untuk meningkatkan ketahanan keluarga
The effort of counseling guidance teacher in developing student learning motivation Fahrurrazi Fahrurrazi; Riska Damayanti
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.1.8098

Abstract

Purpose -  This study aims to find out the efforts of guidance and counseling Madrasah Aliyah (MA) Madania teachers in developing students' learning motivation.  Method - This study uses a qualitative approach descriptive. The subjects of this study amounted to 6 people, namely 1 guidance and counseling teacher (BK), and 5 students of MA Madania. The data-collection technique in this study uses observations and interviews.Result - The results showed that the students who had done guidance and counseling realized that learning was important and had undergone changes. The changes were like before, they did not want to learn, when they were asked to study they avoided it, they also did not want to do assignments, and slept when the teacher was explaining and so on. When given counseling guidance, there are changes in which they start to have an effort in learning such as: willing to do assignments, study independently and study in groups with friends.Implications – The results of this study are expected to be input in improving several things that need to be done by counseling guidance teachers in schools.Originality - Motivational improvement framework with the efforts of BK MA Madania teachers in developing student learning motivation.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru bimbingan dan konseling Madrasah Aliyah (MA) Madania dalam mengembangkan motivasi belajar siswa.Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subyek penelitian ini berjumlah 6 orang yaitu 1 orang guru bimbingan dan konseling (BK), dan 5 orang siswa MA Madania. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang telah melakukan bimbingan dan konseling menyadari bahwa belajar itu penting dan telah mengalami perubahan. Perubahannya seperti dulu, mereka tidak mau belajar, ketika diminta untuk belajar mereka menghindarinya, mereka juga tidak mau mengerjakan tugas, dan tidur ketika guru sedang menjelaskan dan sebagainya. Ketika diberikan bimbingan konseling, terjadi perubahan dimana mereka mulai memiliki usaha dalam belajar seperti: mau mengerjakan tugas, belajar mandiri dan belajar berkelompok dengan teman.Implikasi - Hasil penelitian ini diharapkan menjadi input dalam meningkatkan beberapa hal yang perlu dilakukan oleh guru bimbingan konseling di sekolah.Originalitas - Kerangka peningkatan motivasi dengan upaya guru BK MA Madania dalam mengembangkan motivasi belajar siswa.
Psychological stressors and life satisfaction among university students during the Second Wave of covid-19: Moderating role of resilience Tania Qamar; Saralah Devi Mariamdaran Chethiyar; Muhammad Ali Equatora
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.2.9321

Abstract

Purpose -  The purpose of the research was to examine the relationship between psychological distress and life satisfaction among university students during the second wave of COVID-19, also to assess the moderating role of resilience.  Method - The population of this study is university students. The selection of samples in the current research using purposive sampling strategy and selected 200 students. The data were analyzed using correlation analysis,  hierarchical regression analysis, and path analysis.Result - The results show the psychological distress has a significant negative relationship with life satisfaction and resilience has a significant positive relationship with life satisfaction. Regression findings reveal that psychological distress and resilience were significant predictors of life satisfaction. Moderation findings show the resilience plays a significant moderating role between psychological distress and life satisfaction.Implications – The current research suggests improving the skills performance in the life of students. The present study helps to understand the importance of life satisfaction, especially among university students.Originality – This is the first study that used intervening variables psychological distress, resilience, and life satisfaction. It is not only particular for professionals or students to be aware of psychological distress toward life satisfaction in the Pakistani society but also to be educated about the culture itself and clinical area.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tekanan psikologis dengan kepuasan hidup mahasiswa selama gelombang kedua COVID-19, serta menilai peran moderasi resiliensi.Metode - Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan strategi purposive sampling dan dipilih 200 siswa. Analisis data menggunakan analisis korelasi, analisis regresi berjenjang, dan analisis jalur.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan tekanan psikologis memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kepuasan hidup dan resiliensi memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kepuasan hidup. Temuan regresi mengungkapkan bahwa tekanan psikologis dan ketahanan merupakan prediktor signifikan dari kepuasan hidup. Temuan moderasi menunjukkan ketahanan memainkan peran moderasi yang signifikan antara tekanan psikologis dan kepuasan hidup.Implikasi - Penelitian saat ini menyarankan peningkatan kinerja keterampilan dalam kehidupan siswa. Studi ini membantu untuk memahami pentingnya kepuasan hidup, terutama di kalangan mahasiswa.Originalitas - Ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan variabel intervening tekanan psikologis, resiliensi, dan kepuasan hidup. Tidak hanya bagi para profesional atau pelajar untuk menyadari tekanan psikologis terhadap kepuasan hidup dalam masyarakat Pakistan tetapi juga untuk dididik tentang budaya itu sendiri dan area klinis.
Cyberbullying behavior: A study of emotional maturity Yogyakarta students Chornelius Hutagaol
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.1.6398

Abstract

Purpose -  The research objective was to determine the relationship between emotional maturity and cyberbullying behavior among students.Method - This research is a case study using a quantitative method based on a post-positivism approach. The sampling technique in this study using purposive sampling technique. The number of subjects in this study amounted to 60 students. The data analysis technique used product moment correlation.Result - The results of the research analysis using the "product moment" correlation technique showed a correlation number of -0.720 (p 0.01). The correlation coefficient value shows -0.720 which means that it has a very strong relationship level. Thus, the higher the emotional maturity, the lower the cyberbullying behavior, and the lower the emotional maturity, the higher the cyberbullying behavior.Implications – To define university-Students are included in the early adulthood stage which should have good emotional maturity. High emotional maturity allows individuals to have the ability to understand reality and facts and the quality of responding to situations by separating pressure and attraction for pleasant and unpleasant feelings.Originality - This research is cyberbullying behavior study using a quantitative method based on a post-positivism approach.***Tujuan -  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku cyberbullying pada mahasiswa.Metode - Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan post-positivisme. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment.Hasil - Hasil analisis dengan teknik korelasi product moment menunjukkan angka korelasi sebesar -0,720 (p0,01). Nilai koefisien korelasi menunjukkan -0,720 yang berarti memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Dengan demikian, semakin tinggi kematangan emosi maka semakin rendah perilaku cyberbullying, dan semakin rendah kematangan emosi maka semakin tinggi perilaku cyberbullying.Implikasi - Untuk mendefinisikan mahasiswa termasuk dalam tahap dewasa awal yang harus memiliki kematangan emosi yang baik. Kematangan emosi yang tinggi memungkinkan individu memiliki kemampuan untuk memahami realitas dan fakta serta kualitas dalam merespon situasi dengan memisahkan tekanan dan ketertarikan terhadap perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan.Originalitas - Penelitian ini merupakan penelitian perilaku cyberbullying dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan post-positivisme.
Stages of crisis counseling interventions on abortus provocatus performers in pregnancy due to rape Husnun Nahdhiyyah
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.2.9184

Abstract

Purpose -  The purpose of this study was to discuss the stages of counseling intervention for provocative abortion perpetrators in pregnancy due to rape.  Method - The research method used in this article is library research. The research was conducted by collecting information and data with the help of various materials in the library such as books, previous research results, articles, notes and various journals related to the problem to be solved systematically to collect, process, and conclude data using the method.Result - A perpetrator of abortus provocatus in pregnancy due to rape is in dire need of crisis counseling in terms of physical, psychological, and mental trauma. The stages of crisis counseling intervention carried out by the counselor are: defining the problem, ensuring the counselee's safety, providing support, examining alternatives, making plans, and getting commitments.Implications – This research has an impact on knowing the stages of crisis counseling intervention carried out by counselors.Originality – This research used literature deeply about the stages of counseling intervention for abortus provocatus perpetrators in pregnancy due to rape.***Tujuan - Tujuan penelitian ini untuk membahas tahapan intervensi konseling bagi pelaku aborsi provokatif pada kehamilan akibat perkosaan.Metode - Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian kepustakaan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai bahan yang ada di perpustakaan seperti buku, hasil penelitian sebelumnya, artikel, catatan dan berbagai jurnal yang berkaitan dengan masalah yang akan dipecahkan secara sistematis untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpulkan data menggunakan metode.Hasil - Pelaku abortus provokatus dalam kehamilan karena perkosaan sangat membutuhkan konseling krisis dari segi trauma fisik, psikis, dan mental. Tahapan intervensi konseling krisis yang dilakukan oleh konselor adalah: mendefinisikan masalah, memastikan keselamatan konseli, memberikan dukungan, memeriksa alternatif, membuat rencana, dan mendapatkan komitmen.Implikasi - Penelitian ini berdampak pada mengetahui tahapan intervensi konseling krisis yang dilakukan oleh konselor.Originalitas - Penelitian ini menggunakan literatur secara mendalam tentang tahapan intervensi konseling bagi pelaku aborsi provokatif pada kehamilan akibat perkosaan. 
The Islamic counseling construction in da’wah science structure Agus Riyadi; Hendri Hermawan Adinugraha
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.1.6543

Abstract

Purpose -  The purpose of this study was to describe the Islamic counseling construction in the da’wah science structure.Method - This study used a qualitative descriptive analysis especially library research. The researchers examined the amount of literature relevant to the problem in this study.Result - The results showed that guidance and counseling are disciplines occupies a specific area of the human relationship in terms of the relationship that needs and helps each other. Relationship patterns like this, in reality, are built by a person or group of people based on different motives and values. One of them is the foundation of religious spirit in the form of awareness of the sacred mission as the basis for one’s activities in establishing relationships with other people. On this basis, the guidance and counseling activities are very appropriate when it is integrated with Islamic da’wah activities so that it becomes clear that the construction of Islamic guidance and counseling is in the structure of da’wah science.Implications – This study can be used to improve the skills performance of the Islamic counseling construction in the da’wah science structure.Originality - This research is the first study that used literature deeply about Al-Nadzariyah Al-Syumuliyah Al-Qur’aniyah in da’wah science.***Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konstruksi konseling Islam dalam struktur ilmu dakwah.Metode - Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif khususnya penelitian kepustakaan. Peneliti mengkaji sejumlah literatur yang relevan dengan masalah dalam penelitian ini.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan dan konseling menempati wilayah tertentu dari hubungan manusia dalam hal hubungan yang saling membutuhkan dan membantu. Pola hubungan seperti ini pada kenyataannya dibangun oleh seseorang atau sekelompok orang berdasarkan motif dan nilai yang berbeda. Salah satunya adalah landasan spirit keagamaan berupa kesadaran akan misi suci sebagai landasan aktivitas seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Atas dasar itulah maka kegiatan bimbingan dan konseling sangat tepat bila dipadukan dengan kegiatan dakwah Islam sehingga menjadi jelas bahwa konstruksi bimbingan dan konseling Islam berada dalam struktur ilmu dakwah.Implikasi - Penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja keterampilan konstruksi konseling Islam dalam struktur ilmu dakwah.Originalitas - Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan literatur secara mendalam tentang Al-Nadzariyah Al-Syumuliyah Al-Qur’aniyah dalam ilmu dakwah.
Level of self-efficacy of middle school students during the Covid-19 pandemic Taufik Agung Pranowo
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.2.9146

Abstract

Purpose -  The purpose of this study was to determine the level of self-efficacy in students at Sarbini Islamic Junior High School.  Method - This type of research is quantitative research. The population in this study was 215 students. The sample used in this study was 25 students. Sampling was done by purposive random sampling. Data analysis in this study used descriptive quantitative.Result - The level of student self-efficacy at the moderate level shows a value of 26%. As for the high level shows a value of 21%. Students at Sarbini Islamic Junior High School experienced a low level of self-efficacy with a value of 7%, and a level of self-efficacy in the less category with a value of 19%. In each indicator, it can be seen that there are only 2 levels of high self-efficacy with values of 77 and 81 on the indicators of Adjusting to Tasks and Self-Assessment of Ability to Do Tasks. While other indicators are in the medium category.Implications – This research has an impact on knowing the level of self-efficacy of Sarbini Islamic Junior High School students to provide an overview to Sarbini Islamic Junior High School teachers in the learning process.Originality – Strengthening students at Islamic Junior High School through self-efficacy in the form of guidance and counseling services.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efikasi diri pada siswa SMP Islam Sarbini.Metode - Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 215 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 25 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif.Hasil - Tingkat efikasi diri siswa pada tingkat sedang menunjukkan nilai sebesar 26%. Sedangkan untuk level tinggi menunjukkan nilai sebesar 21%. Siswa SMP Islam Sarbini mengalami tingkat efikasi diri rendah dengan nilai 7%, dan tingkat efikasi diri dalam kategori kurang dengan nilai 19%. Pada masing-masing indikator terlihat hanya terdapat 2 tingkat efikasi diri yang tinggi dengan nilai 77 dan 81 pada indikator Menyesuaikan Tugas dan Penilaian Diri Kemampuan Mengerjakan Tugas. Sedangkan indikator lainnya berada pada kategori sedang.Implikasi - Penelitian ini berdampak pada mengetahui tingkat efikasi diri siswa SMP Islam Sarbini untuk memberikan gambaran kepada guru SMP Islam Sarbini dalam proses pembelajaran.Originalitas - Penguatan siswa MTs melalui studi level efikasi diri berupa layanan bimbingan dan konseling.