cover
Contact Name
Abdul Karim
Contact Email
abdulkarim@walisongo.ac.id
Phone
+6224-7606405
Journal Mail Official
jurnal.agc@walisongo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Advanced Guidance and Counseling
ISSN : 27461513     EISSN : 27461521     DOI : https://doi.org/10.21580/jagc
Aim: This journal publishes articles as a result of empirical research in Guidance and Counseling, both quantitative and qualitative. Scopes: The scopes of Journal of Advanced Guidance and Counseling are Islamic Guidance and Counseling, Child and Adolescent Counseling, Adult and Elder Counseling, Family Counseling, School Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Occupational Counseling, Cyber Counseling, Educational Psychology, Counseling and Guidance, Rehabilitation Counseling, Technology usage in Counseling, Counseling and Guidance for Special Population
Articles 82 Documents
Intensification of social behavior in community development: An approach to applied social psychology Sulistio, Sulistio
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.1.16106

Abstract

Purpose - This article aims to: First, identify social behavior in community development both as knowledge and action. Second, analyzing social behavior in community development through an applied social psychology approach.Method - research type used library research.Result - The results of the discussion show: First, today's social behavior in community development is facing various challenges along with the social dynamics themselves. In order to maintain and develop the existence of community development, it is necessary to involve other scientific disciplines. The involvement of other scientific disciplines, one of which is intended in an effort to intensify social behavior in the development of society itself. Second, the applied social psychology approach can be used in the realm of understanding social problems, identifying factors that influence social attitudes and behavior, interventions, designing social change, and evaluating activity programs.Implications - This study the impact on the development of applied social psychology approaches can be applied to the realm of understanding social problems, identifying factors that influence social attitudes and behavior, interventions, designing social change, and evaluating activity programs. In addition, applied social psychology can also be used as an approach in strengthening attitudes and behavior in intensifying community development.Originality - This research is strengthening intensification of social behavior in community development to applied social psychology.***Tujuan - Artikel ini bertujuan: Pertama, mengidentifikasi perilaku sosial dalam pengembangan masyarakat baik sebagai pengetahuan maupun tindakan. Kedua, menganalisis perilaku sosial dalam pengembangan masyarakat melalui pendekatan psikologi sosial terapan.Metode - jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan.Hasil - Hasil pembahasan menunjukkan: Pertama, perilaku sosial masyarakat dewasa ini menghadapi berbagai tantangan seiring dengan dinamika sosial itu sendiri. Dalam rangka menjaga dan mengembangkan keberadaan pengembangan masyarakat, perlu melibatkan disiplin ilmu lain. Keterlibatan disiplin ilmu lain, salah satunya dimaksudkan dalam upaya mengintensifkan perilaku sosial dalam pembangunan masyarakat itu sendiri. Kedua, pendekatan psikologi sosial terapan dapat digunakan dalam ranah memahami masalah sosial, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku sosial, intervensi, merancang perubahan sosial, dan mengevaluasi program kegiatan.Implikasi - Studi ini memiliki dampak terhadap pengembangan pendekatan psikologi sosial terapan dapat diterapkan pada ranah pemahaman masalah sosial, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku sosial, intervensi, merancang perubahan sosial, dan mengevaluasi program kegiatan. Selain itu, psikologi sosial terapan juga dapat digunakan sebagai pendekatan dalam penguatan sikap dan perilaku dalam mengintensifkan pembangunan masyarakat.Orisinalitas - Penelitian ini memperkuat intensifikasi perilaku sosial dalam pengembangan masyarakat terhadap psikologi sosial terapan.
Building self-acceptance in victims of sexual violence with online guidance Setyaningrum, Indriyani Aditya; Equatora, Muhammad Ali
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.1.9292

Abstract

Purpose - The purpose of this research is to find out how the process of forming Self-Acceptance towards child clients of sexual violence cases online and to find out who plays a role in the implementation of online mentoring for child clients of sexual violence cases in the formation of Self-Acceptance.Method - This research uses Descriptive Qualitative Research Method. The use of this method is based on the consideration that there is a possibility that the data and information obtained in the field are facts and need to be analyzed in depth, so it is necessary to conduct interviews to expand the understanding and information needed by the author. Then the qualitative method will be more aimed at obtaining an in-depth description of data and information, especially with researchers' participation in the field.Result - The results showed that the process of forming Self-Acceptance in Child Clients of Sexual Violence Cases by Online Guidance has taken place, and the parties who play a role in the implementation of online guidance for child clients of sexual violence cases in the formation of self-acceptance can still provide good guidance.Implication - This research can provide a model of guidance for correctional clients during the Covid-19 pandemic in forming self-acceptance.Originality - This research studies how community guidance efforts carry out guidance with online guidance during the covid-19 pandemic capable of forming self-acceptance in child clients of sexual violence cases.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan Penerimaan Diri pada klien anak kasus kekerasan seksual secara online dan untuk mengetahui siapa saja yang berperan dalam pelaksanaan pendampingan online pada klien anak kasus kekerasan seksual dalam pembentukan Penerimaan Diri.Metode - Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif. Penggunaan metode ini didasarkan pada pertimbangan bahwa ada kemungkinan data dan informasi yang diperoleh di lapangan merupakan fakta dan perlu dianalisis secara mendalam, sehingga perlu dilakukan wawancara untuk memperluas pemahaman dan informasi yang dibutuhkan penulis. Maka metode kualitatif akan lebih ditujukan untuk memperoleh gambaran data dan informasi secara mendalam, terutama dengan keikutsertaan peneliti di lapangan. Dalam penelitian kualitatif ini, instrumen utama adalah peneliti karena merupakan pengumpulan data yang dapat berhubungan langsung dengan instrumen dan objek penelitian.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan Penerimaan Diri pada Klien Anak Kasus Kekerasan Seksual melalui Bimbingan Online telah berlangsung, dan pihak-pihak yang berperan dalam pelaksanaan bimbingan online pada klien anak kasus kekerasan seksual dalam pembentukan penerimaan diri tetap dapat memberikan bimbingan dengan baik.Implikasi - Penelitian ini dapat memberikan model bimbingan bagi klien pemasyarakatan di masa pandemi Covid-19 dalam pembentukan penerimaan diri.Orisinalitas - Penelitian ini mengkaji bagaimana upaya bimbingan kemasyarakatan melakukan bimbingan dengan bimbingan daring di masa pandemi covid-19 yang mampu membentuk penerimaan diri pada klien anak kasus kekerasan seksual.
Online counselling services: The future of counselling and psychotherapy, Adebowale, Olusegun Fatai
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.1.14397

Abstract

Purpose - The purpose of this paper is to stress the increasing imperativeness of counseling and psychotherapy in Nigerian universities, given the growing, strident, and persistent reports of maladaptive behaviors such as suicidal ideation and behaviors among university students.Method - The study employed the method of informed arguments to present online counseling as a veritable tool to assist the universities in linking the undergraduates with the sources of counseling and psychotherapy with the view to promoting their self-consciousness, self-understanding, and adequate mental health needed to develop top-level human resources.Result - It shares the experiences of online counseling interactions obtained from the Obafemi Awolowo University online counseling platform.Implication - Recommendations are also made to guide other universities in Nigeria and similar climes as to establishing their home-grown platform or sharing in the use of the existing dedicated platforms.Originality - The paper is one of the earliest to present an argument for including online counseling services in the systems of universities, particularly in the developing world. It is also the first to present a report of practical experiences garnered in such an established service in a Nigerian University to guide the establishment of more of such in other universities.***Tujuan - Tujuan dari makalah ini adalah untuk menekankan meningkatnya ketidaktegasan konseling dan psikoterapi di universitas-universitas di Nigeria, mengingat laporan yang terus meningkat, keras, dan terus-menerus mengenai perilaku maladaptif seperti ide dan perilaku bunuh diri di kalangan mahasiswa.Metode - Penelitian ini menggunakan metode argumen yang terinformasi untuk menyajikan konseling online sebagai alat yang tepat untuk membantu universitas dalam menghubungkan mahasiswa dengan sumber-sumber konseling dan psikoterapi dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran diri, pemahaman diri, dan kesehatan mental yang memadai yang diperlukan untuk mengembangkan sumber daya manusia tingkat atas.Hasil - Penelitian ini membagikan pengalaman interaksi konseling online yang diperoleh dari platform konseling online Universitas Obafemi Awolowo.Implikasi - Rekomendasi juga dibuat untuk memandu universitas lain di Nigeria dan negara lain yang memiliki iklim yang sama untuk membangun platform buatan sendiri atau berbagi penggunaan platform khusus yang sudah ada.Keaslian - Makalah ini adalah salah satu yang paling awal yang menyajikan argumen untuk memasukkan layanan konseling online ke dalam sistem universitas, terutama di negara berkembang. Makalah ini juga merupakan yang pertama yang menyajikan laporan tentang pengalaman praktis yang diperoleh dari layanan yang sudah mapan di Universitas Nigeria untuk memandu pendirian layanan serupa di universitas lain.
The effectiveness of guidance and counseling services implementation to improve students’ competency standards Sihite, Julius Martunas
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.1.9216

Abstract

Purpose - This article aims to determine the effectiveness of the implementation of guidance and counseling services to improve students' affective competency standards.Method - This article uses a literature review method or approach. At the same time, data collection is done by reviewing and studying several journals, books, and documents (both printed and electronic), as well as raw data and information related to the study.Result - The results of the study are 1) guidance services can be carried out through various forms of pre/post-learning games, and 2) student diaries (recording and assessing students' daily activities) are carried out as in-class guidance. Independence development strategy; 3) Effective guidance and counseling services in improving students' competency standards can be seen in filling out the Student’s Daily Journal; 4) Professional consultants must still carry out consultation.Implication - The key to the success of a counseling service is the teacher's ability to build interactive dialogue while reviewing and evaluating daily journals (students’ activity records).Originality - This paper is one of the developments in counseling science in terms of identifying problems that hinder student development in achieving educational goals.***Tujuan - Artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan standar kompetensi afektif siswa.Metode - Artikel ini menggunakan metode atau pendekatan tinjauan literatur. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan mengkaji dan mempelajari beberapa jurnal, buku, dan dokumen (baik cetak maupun elektronik), serta data dan informasi mentah yang terkait dengan penelitian.Hasil - Hasil dari penelitian tersebut adalah 1) layanan bimbingan dapat dilakukan melalui berbagai bentuk permainan pra/pasca pembelajaran, dan 2) buku harian siswa (pencatatan dan penilaian kegiatan harian siswa) dilakukan sebagai bimbingan dalam kelas. Strategi pengembangan kemandirian; 3) Layanan bimbingan dan konseling yang efektif dalam meningkatkan standar kompetensi siswa dapat dilihat pada pengisian Jurnal Harian Siswa; 4) Konsultan profesional harus tetap melaksanakan konsultasi.Implikasi - Kunci keberhasilan layanan BK adalah kemampuan guru dalam membangun dialog interaktif saat mereview dan mengevaluasi jurnal harian (catatan kegiatan siswa).Keaslian - Makalah ini merupakan salah satu pengembangan ilmu konseling dalam hal mengidentifikasi masalah yang menghambat perkembangan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan.
The Impact of group guidance in alleviating parental anxiety amidst the Menace of child abduction Putra, Ahmad; Deliani, Nurfarida; Fitria, Anggi; Halim, Candra; Dzunuren, Arifal; Mulya, Sri
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.2.16059

Abstract

Purpose - This research was conducted to see how the effectiveness of group guidance services in helping reduce the anxiety experienced by parents of SDN 41 Karang Tangah students regarding the issue of child kidnapping that is spread in the midst of society.Method - The type of research used is descriptive qualitative, the researchers involved 5 mothers of SDN 41 Karang Tangah students as group guidance participants with the aim of alleviating the anxiety experienced with the current issue of child abduction.Result  -  This topic at least generates several important points for parents, including: first, parents realize that advances in technology and social media make it easy for various issues to develop in the midst of society, second, parents find new knowledge and wise ways to deal with developing issues, third, parents understand that excessive anxiety will only lead to various forms of illness and weaken health conditions, fourth, parents understand how to properly supervise children, fifth, parents feel relieved and happy to be able to convey all aspirations and anxiety related to the growing issue of child abduction.Implication – Parents of students at SDN 41 Karang Tangah West Sumatra who were involved in group guidance activities discussed the topic of the task which was directly determined by the group leader with the topic "the issue of child abduction and the role of parents in dealing with it".Originality - Amidst the tension and concern over the threat of child abduction, an interesting thematic novelty is the emergence of new approaches to address parental anxiety. Group guidance emerged as a promising solution, providing a platform for sharing experiences and strategies, which in turn can reduce anxiety levels.***Tujuan - Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam membantu mengurangi kecemasan yang dialami oleh orang tua siswa SDN 41 Karang Tangah terhadap isu penculikan anak yang tersebar di tengah-tengah masyarakat.Metode - Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, peneliti melibatkan 5 orang ibu dari siswa SDN 41 Karang Tangah sebagai peserta bimbingan kelompok dengan tujuan untuk mengurangi kecemasan yang dialami dengan adanya isu penculikan anak yang sedang marak saat ini.Hasil - Topik ini setidaknya menghasilkan beberapa poin penting bagi orang tua, antara lain: pertama, orang tua menyadari bahwa kemajuan teknologi dan media sosial memudahkan berbagai isu berkembang di tengah-tengah masyarakat, kedua, orang tua menemukan pengetahuan baru dan cara-cara yang bijak dalam menyikapi isu-isu yang berkembang, ketiga, orang tua memahami bahwa rasa cemas yang berlebihan hanya akan menimbulkan berbagai macam penyakit dan melemahkan kondisi kesehatan, keempat, orang tua memahami bagaimana cara pengawasan yang tepat terhadap anak, kelima, orang tua merasa lega dan senang dapat menyampaikan semua aspirasi dan kegelisahannya terkait isu penculikan anak yang berkembang.Implikasi - Orang tua siswa SDN 41 Karang Tangah Sumatera Barat yang terlibat dalam kegiatan bimbingan kelompok membahas topik tugas yang langsung ditentukan oleh pemimpin kelompok dengan topik "isu penculikan anak dan peran orang tua dalam menghadapinya".Orisinalitas - Di tengah ketegangan dan kekhawatiran akan ancaman penculikan anak, kebaruan tematik yang menarik adalah munculnya pendekatan baru untuk mengatasi kecemasan orang tua. Bimbingan kelompok muncul sebagai solusi yang menjanjikan, menyediakan platform untuk berbagi pengalaman dan strategi, yang pada akhirnya dapat mengurangi tingkat kecemasan.
Types of bullies at workplace in Malaysia Khalidass, Thivya; Chethiyar, Saralah Devi Mariamdaran; Equatora, Muhammad Ali
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.1.17365

Abstract

Purpose - The purpose of this study was to examine the type of bully’s perception of workplace in Malaysia. This study can reveal the type of bullies that happens at work because most employees are not aware or know that they are being bullied at work.Method - The population of this study is employees of Sungai Petani Social Security Organization. This selection of samples in this study using purposive sampling method and selected 45 persons. Research data was obtained through the distribution of a set of questionnaires. The instrument used in this study is the Revised Malaysian Bullying Questionnaire (R-MBQ).Result - The results showed that that the perception of bullying among employees of the Sungai Petani Society is at a low level.Implication - This method suggests prevailing bullying behavior in public or private sector at Malaysia through the types of bullying behavior such as bullying in the form of personal attacks, bullying by looking down, work-related bullying and bullying by physical violence.Originality - This research is the first study that used intervening variable regarding types of bullying among employees.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis persepsi pengganggu di tempat kerja di Malaysia. Penelitian ini dapat mengungkap jenis bully yang terjadi di tempat kerja karena sebagian besar karyawan tidak menyadari atau mengetahui bahwa mereka sedang diintimidasi di tempat kerja.Metode - Populasi dari penelitian ini adalah karyawan Organisasi Jaminan Sosial Sungai Petani. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan terpilih sebanyak 45 orang. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran seperangkat kuesioner. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revised Malaysian Bullying Questionnaire (R-MBQ).Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi perundungan di kalangan karyawan Masyarakat Sungai Petani berada pada tingkat rendah.Implikasi - Metode ini menunjukkan perilaku bullying yang berlaku di sektor publik atau swasta di Malaysia melalui jenis-jenis perilaku bullying seperti bullying dalam bentuk serangan pribadi, bullying dengan meremehkan, bullying yang berhubungan dengan pekerjaan, dan bullying dengan kekerasan fisik.Orisinalitas - Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan variabel intervening mengenai jenis-jenis perundungan di kalangan karyawan.
Increase students’s self-acceptance through cognitive restructuring techniques in group counseling Filda, Widia; Hikmah, Nurul
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.2.18494

Abstract

Purpose – Psychological problems that occur can be caused by the inability to understand and accept themselves properly. The purpose of this study is to describe descriptively the strategy of increasing students’ self-acceptance through group counseling with cognitive restructuring techniques.Method - Using a qualitative approach, with observation and interviews as data collection techniques. Subjects were selected using purposive sampling method with a total of 8 students. Analysis was carried out using the interaction method.Result  -  The results showed that the researcher as the key instrument applied group counseling through cognitive restructuring techniques consisting of six stages: rationalization strategies; identifying negative thoughts; introducing and practicing positive thoughts; diverting negative thoughts to positive thoughts; practice strengthening self-statements (homework); reflection and follow-up. Group counseling seeks to build connections based on trust, eliminate worries, and anxiety and increase the active involvement of the client from one stage to the next.Implication – The implications of this study indicate that cognitive restructuring techniques has an impact on the development of guidance and counseling programs in educational units and can be used as an effort to increase santri self-acceptance. This technique can be used by teachers as caregivers in developing students' self-acceptance in achieving adolescent well-being.Originality - This study strengthens adolescent competence through group counseling that is able to form self-acceptance in students.***Tujuan – Masalah psikologis yang terjadi dapat disebabkan oleh ketidakmampuan untuk memahami dan menerima diri sendiri dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan secara deskriptif strategi peningkatan penerimaan diri siswa melalui konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitifMetode - Menggunakan pendekatan kualitatif, dengan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Subjek dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 8 orang mahasiswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode interaksi.Hasil  -  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti sebagai instrumen kunci menerapkan konseling kelompok melalui teknik restrukturisasi kognitif yang terdiri dari enam tahap: strategi rasionalisasi; mengidentifikasi pikiran negatif; mengenalkan dan melatih pikiran positif; mengalihkan pikiran negatif ke pikiran positif; berlatih memperkuat pernyataan diri (PR); refleksi dan tindak lanjut. Konseling kelompok berusaha membangun hubungan berdasarkan kepercayaan, menghilangkan kekhawatiran, dan kecemasan, serta meningkatkan keterlibatan aktif klien dari satu tahap ke tahap berikutnya.Implikasi – Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknik restrukturisasi kognitif berdampak pada pengembangan program bimbingan dan konseling di satuan pendidikan dan dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan penerimaan diri santri. Teknik ini dapat digunakan oleh guru sebagai pengasuh dalam mengembangkan penerimaan diri dan well-being santri.Originalitas – Penelitian ini memperkuat kompetensi remaja melalui konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif yang mampu membentuk penerimaan diri pada siswa.
Military and school personnel psychological states amidst the Pandemic: A Kruskal-Wallis comparative analysis Fernandez, Aldwin Roy L.; Laud-Iligan, Hanna Grace; Relleve, Cesar Chester O.
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.2.16478

Abstract

Purpose – This study aims to determine the Compassion Satisfaction, Burnout, and Secondary Traumatic Stress among Military and School Personnel.Method - Quantitative descriptive-comparative research design was used.  There are 147 respondents participated in this study.Result - Compassion Satisfaction levels of Military-Enlisted and Teaching Personnel were Average, while for the Military-Officer and Non-Teaching School Personnel were High; Burnout for the Military-Enlisted and Teaching Personnel were both Average, while the Military-Officer and Non-Teaching School Personnel were both low; and the Secondary Traumatic Stress was Low for the Military-Officer and Average to other three groups of respondents. Significant differences manifested after employing the parametric test MANOVA and non-parametric Kruskal-Wallis.  Post Hoc test was employed in order to identify the specific significant differences.Implication – The researchers have identified significant pattern and trends that contribute to the understanding of comparison, personnel who are less often directly exposed to the clients have better Psychological States descriptively.Originality - This research contributes to the existing body of knowledge in the areas of Compassion, Burnout and Stress   experienced by militaries and educators in the conduct of their respective public services.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kepuasan Belas Kasih, Burnout, dan Stres Trauma Sekunder di antara Personel Militer dan Sekolah, serta untuk membandingkan kondisi-kondisi psikologis tersebut.Metode - Desain penelitian deskriptif-komparatif kuantitatif digunakan.   Ada 147 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini.Hasil - Tingkat Kepuasan Belas Kasih pada Tamtama Militer dan Tenaga Pengajar tergolong sedang, sedangkan pada Perwira Militer dan Tenaga Kependidikan tergolong tinggi; Burnout pada Tamtama Militer dan Tenaga Pengajar tergolong sedang, sedangkan pada Perwira Militer dan Tenaga Kependidikan tergolong rendah; dan Stres Traumatis Sekunder tergolong rendah pada Tamtama Militer dan tergolong sedang pada tiga kelompok responden lainnya.  Perbedaan yang signifikan terlihat setelah menggunakan uji parametrik MANOVA dan non parametrik Kruskal-Wallis.  Uji Post Hoc digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan yang spesifik,Implikasi - Para peneliti telah mengidentifikasi pola dan tren signifikan yang berkontribusi pada pemahaman perbandingan, personel yang lebih jarang terpapar langsung dengan klien memiliki kondisi psikologis yang lebih baik secara deskriptif.Orisinalitas - Penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan yang sudah ada di bidang Welas Asih, Kelelahan dan Stres yang dialami oleh militer dan pendidik dalam melaksanakan layanan publik masing-masing.
Perspective on career assessment tools for evaluating students with specific learning disabilities Eseadi, Chiedu; Diale, Boitumelo M
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.2.18255

Abstract

Purpose - The purpose of this research was to examine career assessment tools for evaluating students with specific learning disabilities (SLDs).Method - The paper adopted a narrative literature review of research papers connected to assessment tools for SLD students. Among the databases looked at were Pubmed, Google Scholar, Index Copernicus, and PsycINFO.Result  -  The results emphasize the need for assessment tools to take certain domains of difficulty into consideration when evaluating the interests and skills of students with SLDs and profiling the learning characteristics linked with the individual learning impairment also offers useful information for job preparation.Implication – Students with SLDs typically have limited career options so it would be crucial to consider career evaluation as part of the career planning and transitioning process for this group.Originality - This research reinforces the significance of employing career assessment tools for the evaluation of persons with SLDs in the process of career transition.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji alat asesmen karir untuk mengevaluasi siswa dengan ketidakmampuan belajar spesifik (SLD).Metode - Makalah ini menggunakan tinjauan literatur naratif terhadap makalah penelitian yang berhubungan dengan alat penilaian untuk siswa SLD. Di antara basis data yang ditinjau adalah Pubmed, Google Scholar, Index Copernicus, dan PsycINFO.Hasil - Hasil penelitian menekankan perlunya alat asesmen untuk mempertimbangkan domain kesulitan tertentu ketika mengevaluasi minat dan keterampilan siswa dengan SLD dan membuat profil karakteristik pembelajaran yang terkait dengan gangguan belajar individu juga menawarkan informasi yang berguna untuk persiapan kerja.Implikasi - Siswa dengan SLD biasanya memiliki pilihan karir yang terbatas, sehingga akan sangat penting untuk mempertimbangkan evaluasi karir sebagai bagian dari perencanaan karir dan proses transisi untuk kelompok ini.Keaslian - Penelitian ini memperkuat pentingnya penggunaan alat asesmen karir untuk mengevaluasi siswa dengan SLD dalam proses transisi karir.
Problem checklist to identify problems with students in Islamic boarding schools Alifia, Syifa; Fauziah, Fitri; Syaputra, Yogi Damai
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2023.4.2.18259

Abstract

Purpose - This article aims to analyze the use of DCM (Problem Checklist) to identify student problems in Islamic boarding schools. Second, develop a guidance and counseling service program for Islamic boarding school students' issues.Method - This type of research uses descriptive quantitative analysis. The data collection technique uses the Problem Checklist (DCM) instrument. Data was obtained from 18 students from class XII at the El-Syarief Islamic Boarding School. Data was processed using MS Excel and analyzed using a quantitative description.Result  -  The research results show that students are very problematic in social and organizational elements, with a percentage of 60%, and personal aspects, with a percentage of 100%. Some guidance and counseling services that can be used to overcome student problems include individual counseling services, group guidance, and information.Implication – This research aims to identify what problems students face in Islamic boarding schools and determine interventions that are appropriate to the issues they face. Counselors in schools and  Islamic boarding schools can implement the results of this intervention.Originality - This research strengthens the identification of student problems and designs appropriate interventions to overcome these problems.***Tujuan - Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan DCM (Daftar Cek Masalah) untuk mengidentifikasi masalah santri di pesantren. Kedua, mengembangkan program layanan bimbingan dan konseling untuk permasalahan santri di pondok pesantren.Metode - Jenis penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen Daftar Cek Masalah (DCM). Data diperoleh dari 18 siswa kelas XII di Pondok Pesantren El-Syarief. Data diolah menggunakan MS Excel dan dianalisis menggunakan deskripsi kuantitatif.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri sangat bermasalah pada unsur sosial dan organisasi, dengan persentase 60%, dan aspek pribadi, dengan persentase 100%. Beberapa layanan bimbingan dan konseling yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan siswa antara lain layanan konseling individu, bimbingan kelompok, dan informasi.Implikasi - Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah apa saja yang dihadapi siswa di pondok pesantren dan menentukan intervensi yang sesuai dengan masalah yang mereka hadapi. Konselor di sekolah dan pondok pesantren dapat mengimplementasikan hasil intervensi ini.Orisinalitas - Penelitian ini memperkuat identifikasi masalah santri dan merancang intervensi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.