cover
Contact Name
Ari firmanto
Contact Email
arifirmanto2@gmail.com
Phone
+62341-464318
Journal Mail Official
procediamapro@umm.ac.id
Editorial Address
GKB IV Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas no. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi (Procedia) merupakan publikasi berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Procedia terbit mulai tahun 2013, terbit 4 kali setahun pada Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik/online. Artikel Procedia merupakan artikel hasil penelitian intervensi atau laporan praktik keprofesian psikologi. Procedia adalah publikasi akses terbuka dalam berbagai bidang intervensi psikologi, antara lain: klinis, sosial, pendidian, industri/organisasi dan perkembangan.
Articles 204 Documents
Solution focused therapy untuk memperbaiki pola komunikasi ibu dan anak Dini Cahyani
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v7i2.13024

Abstract

Subjek dalam kasus ini merupakan ibu dan anak yang memiliki permasalahan terkait dengan kualitas hubungan yang kurang baik yang ditandai dengan komunikasi yang salah. Asesmen yang dilakukan untuk penggalian masalah menggunakan wawancara, observasi, tes SSCT untuk anak dan kuesioner pola asuh untuk ibu dengan menggunakan PS-FFQ (Parenting style four factors questionnaire). Hasil asesmen menyebutkan bahwa mereka memiliki perbedaan pandangan dan adanya keinginan yang berbeda yang tidak tersampaikan dengan cara yang baik sehingga memperburuk pola komunikasi yang terjalin antara keduanya. Intervensi yang digunakan adalah solution focused therapy yang dilaksanakan dalam 6 sesi yang bertujuan untuk memperbaiki pola komunikasi antara ibu dan anak. Hasil intervensi yang diperoleh adalah ibu yang akan mengajak anaknya berbicara santai, bercanda, dan tidak akan marah-marah lagi dengan anaknya. Ibu juga memuji, memeluk, dan mencium anaknya setiap pagi. Anak juga memutuskan untuk bercerita tentang kegiatan kesehariannya di sekolah dan mulai untuk menyiapkan kebutuhannya sendiri dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh ibunya tanpa mencoba untuk membantah.
Latihan keterampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada pasien skizofrenia May Lia Elfina
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v7i2.13025

Abstract

Subjek (L/29 tahun) mengalami halusinasi pendengaran hingga melakukan percobaan bunuh diri dan mengancam membunuh orang lain. Saat ini Subjek sering melamun, tidak mampu menjalin hubungan dekat dengan orang lain, malas, dan menghindar dari keramaian. Asesmen yang digunakan diantaranya wawancara, observasi, dan tes psikologi yang meliputi tes grafis (BAUM, DAP, dan HTP), WAIS, SSCT, dan WWQ. Berdasarkan hasil asesmen, Subjek didiagnosa mengalami gangguan skizofrenia 295.90 (sesuai dengan DSM V) dan mengalami masalah pada interaksi sosialnya. Intervensi menggunakan teknik psikoterapi yaitu latihan keterampilan sosial. Hasil intervensi menunjukkan bahwa interaksi sosial pada Subjek meningkat yang ditandai dengan adanya kemampuan Subjek untuk mengenal beberapa pasien di bangsal, selain itu Subjek mulai memiliki inisiatif untuk memberikan sapaan kepada orang-orang di sekitarnya. Subjek juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada komunikasi non verbalnya (kontak mata, tersenyum, posisi tubuh yang tegap) ketika berkomunikasi dengan orang lain.
Positive activity untuk meningkatkan kepercayaan diri pada pasien skizofrenia Ulya Rahmatullatifa Umami
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v7i2.13026

Abstract

A (48 tahun/P) memiliki kerentanan psikologis yang membuat Subjek mengalami berbagai hambatan dalam kesehariannya. Hasil asessmen menggunakan observasi, wawancara dan alat test psikologi menunjukkan bahwa Subjek terdiagnosa gangguan Skizofrenia dengan permasalahan rendahnya kepercayaan diri. Rendahnya kepercayaan diri Subjek menimbulkan hambatan dalam performa subjek. Subjek menjadi tidak produktif dalam kesehariannya karena selalu menolak untuk mengerjakan suatu tugas atau mengikuti kegiatan. Intervensi dilakukan menggunakan teknik positive activity dengan pendekatan behavior. Tujuan intervensi meningkatkan kepercayaan diri subjek. Instrumen menggunakan Self-confident Scale sebagai pretest dan posttest. Hasil intervensi menunjukkan adanya perubahan perilaku pasif Subjek mulai berkurang, intensi Subjek membicarakan mengenai kondisi fisiknya yang kurang menarik mulai berkurang dan pemahaman Subjek mengenai kepercayaan dirinya mulai bertambah.
Rational emotive therapy pada permasalahan hubungan sosial Yulia Purnamasari
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v7i2.13027

Abstract

Subjek seorang laki-laki berusia 20 tahun dengan keluhan sering merasa sedih hingga menangis, saat ada masalah dengan teman dekat. Asesmen yang digunakan pada Subjek adalah wawancara, observasi, tes grafis (DAP, BAUM, HTP) dan tes SSCT. Hasil asesmen, Subjek memiliki pemikiran irasional terkait dengan hubungan sosial, Subjek berpikiran bahwa dirinya tidak sepemahaman dengan teman-temanya, dan Subjek hanya memiliki satu teman dekat dan sering merasa iri dan cemburu saat teman dekatnya tersebut dekat dengan orang lain. Intervensi yang diberikan adalah rational emotive therapy yang disusun sebanyak 6 sesi. Tujuan intervensi yaitu untuk mengubah pemikiran irasional (Subjek berpikiran bahwa teman-teman tidak satu pemahaman dengan dirinya, berpikir bahwa hanya bisa berteman dengan satu orang, Subjek berpikir saat mencoba bergabung dengan teman pasti akan terjadi perkelehaian, dan saat memiliki teman dekat takut kehilangan) menjadi rasional sehingga Subjek dapat menjalin hubungan sosial yang lebih baik. Hasil intervensi, Subjek dapat mengembangkan dan memunculkan pemikiran irasional/positif untuk menggantikan pemikiran dan keyakinan irasional agar Subjek tidak lagi mengalami masalah emosional, Subjek saat ini membuka diri dengan sosialnya dan fokus menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan.
Asertive training pada wanita dewasa Dimas Setiawan Santoso
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i2.13422

Abstract

Subjek merupakan wanita berumur 20 tahun Subjek kurang dapat mengungkapkan pendapatnya dalam situasi apapun. Selain itu ia juga sulit mengatakan apa yang diinginkannya pada orang lain. Subjek seringkali hanya bisa mengikuti ajakan temannya kemanapun atau melakukan sesuatu walaupun  ia merasa itu merugikan dirinya. Asesmen yang digunakan meliputi self report, wawancara, alloanamnesa, SSCT, tes Grafis dan skala asertifitas.  Intervensi yang diberikan adalah positive reinforcement yang dirancang sebanyak 6 sesi. Tujuan intervensi ini yaitu agar subjek Mampu mengungkapkan perasaan, menolak, berpendapat kepada teman dikampus. Hasil dari intervensi yang dilakukan adalah assertive training memberikan perngaruh terhadap perubahan perilaku pada subjek yaitu ia mampu untuk mengungkapkan pendapat dan menolak ajakan teman meskipun ia belum sampai pada tahap menjelaskan alasan penolakan tersebut
Filial terapi dan token ekonomi untuk meningkatkan kemandirian menulis pada anak dengan problem kemandirian dalam belajar Rahma Fitrah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i2.13423

Abstract

Subjek berusia 7 tahun saat ini kelas 1 SD. Dikeluhkan oleh guru enggan menulis dan mengerjakan tugas sekolah. Subjek menolak dan menangis ketika diperintahkan untuk menyelesaikan tugasnya. Kondisi ini membuatnya tertinggal dalam pencapaian target akademis di sekolah. Subjek minim dalam stimulasi belajar dirumah, seluruh tugas sekolah dikerjakan oleh orangtuanya tanpa memberikan bimbingan untuk mengasah pengetahuan subjek. Selain itu suasana belajar dirumah tidak kondusif dan kerapkali diwrnali dengan kekerasan fisik. oleh karena itu kondisi ini diduga membuat subjek menilai bahwa aktivitas belajar adalah aktivitas yang memberikan konsekuensi tidak menyenangkan bagi dirinya. Sejalan dengan hasil psikotes bahwa subjek lemah dalam kemampuan konsentrasi, minat belajar rendah, lemah dalam kemampuan visual motor dan pengamatan. Selain itu dari aspek kepribadian ia mengembangkan perasaan tidak aman, tidak mampu dan ketergantungan yang besar pada orang lain. Berbagai faktor ini lah yang membuat ia kurang mandiri dalam belajar. Keluhan subjek ditangani dengan Konseling Filial terapi yang dikolaborasikan dengan token ekonomi. Adapun hasilnya adalah, intervensi ini berperan meningkatkan kemandirian belajar pada subjek yang ditunjukkan dengan keterlibatanannya lebih sering dalam aktivitas menulis dan mengerjakan tugas disekolah maupun dirumah. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada peningkatan nilai akademis subjek disekolah
Behavioral therapy untuk mengurangi perilaku agresi fisik pada anak Ria Rizki Utami
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i2.13424

Abstract

D (L/11 tahun) mengalami permasalahan pada perilakunya. Berdasarkan hasil asesmen wawancara, observasi, grafis, CFIT subjek didiagnosa memiliki perilaku agresi fisik yang ditandai dengan perilaku memukul, melempar, menendang, menjambak, mendorong dan mencubit. Agresi fisik yang telah dilakukan subjek sudah mengganggu teman sekitarnya. Perilaku agresi didapatkan subjek dari lingkungan tempat tinggal yang berdekatan dengan sanggar bantengan yang sering menunjukkan tindak kekerasan seperti memukul, menendang dan mendorong. Serta ayah subjek yang cenderung otoriter. Perilaku tersebut berkembang karena adanya modeling dari lingkungan.Intervensi yang digunakan pada kasus ini adalah dengan menggunakan behavioral therapy yang bertujuan untuk mengurangi perilaku agresi fisik sehingga subjek mampu mengendalikan perilakunya. Hasil intervensi menunjukkan bahwa adanya penurunan perilaku agresi yang dilakukan oleh subjek yang didasari dari skala pengukuran perilaku agresi dan hasil observasi.
Play therapy untuk meningkatkan atensi pada anak adhd (attention deficit hiperactivity disorder) Roselina Dwi Hormansyah; Diah Karmiyati
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i2.13425

Abstract

Subjek bernama DK, (7 tahun/Lk) anak kedua dari 2 bersaudara. Saat ini Subjek bersekolah kelas satu SD di Karangploso. Subjek tinggal bersama ayah, ibu dan kakaknya yang berusia 22 tahun. Subjek seringkali berlari-lari di dalam kelas serta membuang dan melempar alat tulis yang ia miliki. Subjek sulit untuk fokus saat di berikan pelajaran di dalam kelas terutama pada mata pelajaran menulis dan membaca, namun pada saat pelajaran matematika Subjek cukup mampu dalam mengerjakan.    Subjek tidak menyukai bermain bersama teman-temannya, ia lebih suka bermain sendiri, karena ia tidak ingin berbagi mainan yang ia miliki. Subjek seringkali merengek, menangis, mengguling-gulingkan badannya saat keinginannya tidak dipenuhi. Berdasarkan asesmen yang telah dilakukan, Subjek mengalami gangguan ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder). Intervensi yang dilakukan adalah play therapy menggunakan metode menyusun menara dengan hasil mampu meningkatkan konsentrasi pada anak ADHD. 
Pelatihan Asertif Pada Narapidana Lapas Klas 1 Malang Windy Rainata
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i2.13426

Abstract

Es (laki-laki/32 tahun) tidak mampu untuk mengungkapkan apa yang dirasakan maupun yang dipikirkannya kepada orang lain karena takut akan merepotkan orang lain dan membuat susah orang lain. Perilaku ini memberikan dampak pada kehidupannya dan membawa Es berada di Lapas. Berdasarkan hasil asesmen wawancara, observasi, tes grafis, rathus assertive scale (RAS), dan SPM subjek memiliki hambatan dalam berinteraksi dengan orang lain, pemalu, tidak asertif dalam mengungkapkan perasaannya, tertutup, dan memiliki trauma atau permasalahan di usia mudanya. Intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku asertif subjek sehingga dapat mengungkapkan perasaannya dengan lingkungan disekitar melalui pelatihan asertif sebanyak 5 sesi dengan pendekatan perilaku. Hasil intervensi menunjukkan bahwa subjek mampu mengutarakan apa yang dirasakannya kepada orang lain dan mengungkapkan apa yang dipikirkannya dengan lebih baik. Pelatihan asertif terbukti mampu meningkatkan perilaku asertif subjek dan mengembangkan kemampuan asertifnya.
Konseling Eksistensial Humanistik untuk Mengurangi Kecemasan Terhadap Masa Depan Diana Zumrotus Sa’adah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i3.14303

Abstract

Subjek berusia 22 tahun dan belum menikah. Asesmen menggunakan wawancara, observasi, TAT, Grafis (DAP, BAUM), Skala Kecemasan dan WAIS. Hasil asesmen diketahui subjek memiliki kecemasan terhadap masa depan yang terlihat dari penghayatan subjek bahwa ia telah melakukan kesalahan yang tidak termaafkan Tuhan dan orang di sekitarnya. Konseling eksistensial humanistik menjadi pendekatan pilihan yang diperkirakan mampu membantu subjek agar mampu mengganti pemikiran-pemikiran pesimis mengenai dirinya dengan pemikiran yang lebih optimis serta membantu subjek dalam mengurangi kecemasan mengenai masa depan yang ia alami. Hasil dari intervensi didapatkan bahwa terjadi penurunan skor kecemasan. Subjek juga mulai produktif dan tidak mengalami keringat dingin saat mengingat masa depan. 

Page 6 of 21 | Total Record : 204


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 2 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 1 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 4 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 3 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 2 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 1 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 4 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 3 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 2 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 1 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 4 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 3 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 2 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 2 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 1 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 1 No. 1 (2013): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi More Issue