cover
Contact Name
Ari firmanto
Contact Email
arifirmanto2@gmail.com
Phone
+62341-464318
Journal Mail Official
procediamapro@umm.ac.id
Editorial Address
GKB IV Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas no. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi (Procedia) merupakan publikasi berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Procedia terbit mulai tahun 2013, terbit 4 kali setahun pada Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik/online. Artikel Procedia merupakan artikel hasil penelitian intervensi atau laporan praktik keprofesian psikologi. Procedia adalah publikasi akses terbuka dalam berbagai bidang intervensi psikologi, antara lain: klinis, sosial, pendidian, industri/organisasi dan perkembangan.
Articles 204 Documents
Terapi perilaku dengan teknik eksposur untuk mengatasi fobia spesifik (jarum suntik) Quwwatun Azimah Mustajab; Cahyaning Suryaningrum
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i3.14304

Abstract

Gangguan fobia spesifik ditandai dengan adanya ketakutan atau kecemasan yang berlebihan pada objek tertentu seperti yang ditakuti oleh banyak anak yaitu injeksi atau suntik. Subjek dalam kasus ini memiliki ketakutan yang berlebih pada jarum suntik sejak lima tahun terakhir. Tingkat kecemasan subjek berada pada skor 90. Intervensi yang diberikan adalah terapi perilaku sebanyak 14 sesi dengan teknik eksposur gradual untuk mengurangi kecemasan subjek pada jarum suntik. Hasilnya subjek mampu mengurangi tingkat kecemasannya pada jarum suntik yakni berada pada skor 40.    
Anger management untuk mengontrol dorongan rasa marah pada pasien skizofrenia Pertiwi Nurani
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i3.14305

Abstract

Subjek berjenis kelamin laki-laki, berusia 34 tahun, dan mengalami berbagai tekanan yang tidak menyenangkan dalam hidupnya. Berdasarkan hasil asesmen melalui observasi, wawancara, dan tes psikologi, subjek didiagnosis mengalami gangguan skizofrenia dengan permasalahan ketidakmampuan mengontrol dorongan rasa marah. Intervensi yang diberikan berupa anger management untuk mengurangi dorongan rasa marah. Hasil intervensi menunjukkan, subjek belum mampu mengontrol dorongan rasa marah ketika rokok dan uang yang diminta tidak segera diberikan. Namun agresi verbal telah berkurang yang ditandai dengan berkurangnya frekuensi mengumpat dan mengeluh ketika tidak diberikan rokok ataupun uang. Selain itu, subjek mulai berinteraksi dengan lingkungan walaupun masih merasa bahwa orang lain akan tetap menganggunya.  
Konseling gestalt untuk menyelesaikan gejala stres Rizki Wira Paramita
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i3.14306

Abstract

Subjek merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, laki-laki, dan berusia 16 tahun. Subjek mengeluhkan memiliki hubungan yang kurang baik dengan ayah dan kakak yang membuatnya merasa tidak senang dan tidak nyaman saat berada di rumah. Metode asesmen menggunakan wawancara, observasi, dan tes psikologi. Hasil asesmen subjek didiagnosis memiliki masalah dengan family interaction yang disebabkan unfinishedbusiness. Intervensi psikologi menggunakan konseling gestalt yang bertujuan meningkatkan family interaction dengan menyelesaikan unfinished business. Hasil intervensi menunjukkan subjek mampu menyelesaikan unfinished business dan memiliki interaksi dalam keluarga yang lebih baik dari sebelumnya. Konseling, gestalt, unfinished business
Terapi Perilaku untuk meningkatkan perilaku asertif pada anak dengan gangguan enuresis Purwo Erina Wahyuriko
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i3.14308

Abstract

Subjek adalah anak perempuan berusia 5,6 tahun yang mengalami gangguan enuresis, sejak bersekolah yang berlangsung selama empat bulan. Subjek hanya berkemih dicelana pada siang hari saat berada disekolahnya. Asesmen yang digunakan adalah wawancara klinis, observasi dan tes psikologi WISC. Hasil asesmen subjek mengalami gangguan enuresis karena memasuki sekolah baru yang mana hal tersebut merupakan tekanan tersendiri bagi subjek, selain itu subjek sering diperlakukan tidak menyenangkan karena ayah dan ibu subjek penyandang bisu dan tuli, namun subjek memendam dan tidak berani melawan teman-temannya yang menjadikan subjek makin stres dan direpresentasikan dengan enuresis. Subjek mengalami enuresis rata-rata lima kali per minggu. Intervensi yang diberikan menggunakan pendekatan behaviour dengan teknik roleplay asertif dan konseling yang melibatkan orangtua dan guru disekolahnya dengan tujuan untuk meningkatkan perilaku asertif. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan perilaku asertif subjek sehingga mengurangi tekanan pada diri subjek yang ditandai dengan berkurangnya frekuensi enuresis pada subjek.  
Terapi Disensitisasi Sistematis untuk menurunkan ketakutan pada anak dengan fobia telur asin Jainal Ilmi
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i4.14785

Abstract

Fobia spesik adalah salah satu gangguan psikologis yang dapatmenimbulkan kondisi stress yang besar saat berhadapan atau harusmelakukan sesuatu yang berkaitan dengan stimulus fobianya. Subjekdalam kasus ini adalah seorang perempuan dan berstatus sebagainarapidana, memiliki gangguan fobia spesik pada telur asin. Asesmenyang digunakan pada subjek adalah wawancara, observasi dan tespsikologi (SSCT). Hasil asesmen menunjukkan bahwa subjek memangmemiliki tendensi ketakutan yang berlebihan, terlihat dari skor SSCTaspek sikap terhadap ketakutan yang lebih tinggi dari aspek lainnya.Dampaknya, selain subjek merasa was-was ketika berada satu kamardengan temannya di Lapas yang suka dengan telur asin, subjek jugasering bereaksi kaget bahkan ingin menjauh ketika ada orang lainyang mengatakan telur asin. Intervensi yang diberikan adalah terapidisensitisasi sistematis dengan 7 sesi. Tujuan intervensi ini adalah untukmenurunkan ketakutan subjek terhadap objek telur asin. Hasil dariintervensi menunjukkan bahwa terjadi penurunan skor ketakutan.
Konseling pendekatan kognitif untuk mengatasi kesepian Sururun Marfuah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i4.14786

Abstract

Individu yang masuk dalam masa dewasa awal dituntut untukmengembangkan hubungan sosial yang baik. Kesulitan dalamberinteraksi sosial pada dewasa awal dipengaruhi oleh pengalaman tidakmenyenangkan di masa lalu yang memunculkan rasa tidak percayaterhadap lingkungan. Kesepian adalah bentuk hubungan sosial yangtidak sesuai dari apa yang diinginkan atau dicapai, termasuk perasaangelisah, tertekan dan persepsi kurangnya hubungan sosial pada diriseseorang. Tingkat kesepian yang beragam bisa diintervensi denganmetode yang beragam pula. Konseling kognitif terbukti efektif dilakukanpada individu kesepian yang masih mampu melakukan aktivitaskeseharian dan memiliki dukungan sosial yang baik. Konseling kognitifdalam penelitian ini dilakukan sebanyak 5 sesi. Skala kesepian yangdigunakan adalah UCLA loneliness scale. Hasil penelitian menunjukkanbahwa subjek mengalami perubahan kategori tingkat kesepian daritinggi menjadi sedang setelah dilakukan konseling kognitif.
Terapi keluarga untuk memperbaiki pola komunikasi orang tua dan anak Annisa Ariani
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i4.14787

Abstract

Komunikasi antara orang tua dan anak merupakan hal yang pentingdalam keluarga. Masalah yang terjadi pada kasus ini yaitu komunikasiyang tidak efektif antara anak dan orang tua yang dikarenakantidak terjalinnya komunikasi secara langsung sehingga membentukpola perilaku yang berulang. Seluruh anggota keluarga hanyamemendam pemikirannya masing-masing. Anggota keluarga tidak adayang menyampaikan pendapatnya secara terbuka dan mencoba untukmenyelesaikan masalah yang terjadi di dalam keluarga. Pola asuhyang diterapkan dalam keluarga ini adalah otoriter. Permasalahantersebut dapat ditangani dengan intervensi terapi keluarga yang manaterapi ini berfokus pada kondisi sekarang dan perubahan tingkahlaku. Hasil intervensi terapi keluarga yang telah diterapkan dapatmemperbaiki pola komunikasi antara orang tua dan anak. Anggotakeluarga mencoba untuk mengkomunikasikan dengan baik dan tidakmemilih untuk memendam masalah sehingga masing-masing anggotakeluarga mampu membentuk perilaku baru yang telah disepakati. 
Latihan keterampilan sosial untuk meningkatkan penerimaan sosial pada anak dengan social (pragmatic) communication disorder Baiq Sopia Iswari Azizah; Iswinarti .
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i4.14788

Abstract

Social (Pragmatic) Communication Disorder (SCD) merupakangangguan komunikasi yang terjadi pada anak-anak. Subjekberusia 8 tahun memiliki permasalahan kurangnya penerimaan sosial.Berdasarkan hasil asesmen dengan menggunakan wawancara, observasi,gras, dan WISC, subjek didiagnosa memiliki gangguan social(pragmatic) communication disorder dengan permasalahan kurangnyapenerimaan sosial. Kurangnya penerimaan sosial yang terjadipada subjek diakibatkan subjek kurang mampu dalam interaksisosial. Intervensi yang digunakan pada kasus ini adalah denganlatihan keterampilan sosial. Tujuan dari intervensi ini yaitu untukmeningkatkan penerimaan sosial pada subjek yang memiliki social(pragmatic) communication disorder. Hasil intervensi menunjukkanperubahan yang lebih baik dari diri subjek. Subjek lebih diterima olehteman-teman sebayanya sehingga penerimaan sosial subjek meningkat.
Pelatihan asertif pada kelompok remaja perokok Norhazha Rinanda
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i4.14789

Abstract

Masa remaja merupakan periode kehidupan yang ditandai denganperilaku yang bergejolak, rasa penasaran yang tinggi, melakukan apayang diinginkan, dan lebih banyak melibatkan pengambilan keputusanyang dipengaruhi oleh teman sebaya. Pengambilan keputusan olehremaja berkaitan dengan perilaku asertif yang dimilikinya. Pelatihanasertif pada kasus ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku asertifpada remaja perokok. Subjek merupakan kelompok yang terdiri dariempat orang remaja berstatus sebagai siswa SMA yang tersebar diKabupaten Hulu Sungai Selatan dengan rentang usia 15-16 tahun.Target intervensi yaitu keempat subjek dapat berperilaku asertif yangmana mereka mampu menyatakan tidak kepada ajakan orang lain danmampu menyampaikan pendapat atau keinginan kepada orang lain Hasilintervensi menunjukkan adanya peningkatan perilaku asertif dilihat darihasil skor skala perilaku asertif dan wawancara subjek yang manamereka mampu untuk menyampaikan pendapat dan menolak ajakanteman-temannya untuk merokok ataupun ajakan lainnya yang dianggaptidak mereka inginkan.
Group Reality Therapy untuk mereduksi kecemasan narapidana wanita dalam menghadapi respon sosial menjelang masa pembebasan bersyarat Hanum Nindialoka
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 3 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v9i3.13584

Abstract

Prisoners when facing the period of parole are certain to experience anxiety problems because of the negative stigma and social responses.The purpose of this case study is to reduce the prisoners’s anxiety symptoms by using Group Reality Therapy. The assessment method uses semi-structured interviews, observation, and the TMAS (Talyor Manifest Anxiety Scale) scale. The subjects were four inmates, male aged 22-23 years. The results of the assessment showed that the anxiety problems experienced by the subjects were at a moderate level of anxiety. Analysis by comparing before and after psychological intervention. The results of psychological intervention using Group Reality Therapy showed a decrease in anxiety symptoms.

Page 7 of 21 | Total Record : 204


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 2 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 1 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 4 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 3 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 2 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 1 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 4 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 3 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 2 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 1 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 4 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 3 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 2 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 2 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 1 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 1 No. 1 (2013): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi More Issue