cover
Contact Name
Ari firmanto
Contact Email
arifirmanto2@gmail.com
Phone
+62341-464318
Journal Mail Official
procediamapro@umm.ac.id
Editorial Address
GKB IV Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas no. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi (Procedia) merupakan publikasi berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Procedia terbit mulai tahun 2013, terbit 4 kali setahun pada Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik/online. Artikel Procedia merupakan artikel hasil penelitian intervensi atau laporan praktik keprofesian psikologi. Procedia adalah publikasi akses terbuka dalam berbagai bidang intervensi psikologi, antara lain: klinis, sosial, pendidian, industri/organisasi dan perkembangan.
Articles 204 Documents
Pengembangan metode earned value management untuk memonitoring proyek konstruksi pasca tsunami di Aceh Hafnidar A. Rani
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 1 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v3i1.2221

Abstract

Bencana alam tsunami yang terjadi di Aceh sepuluh tahun yang lalu telah meluluhlantakan infrastruktur yang ada termasuk perumahan, perkantoran dan konstruksi lainnya. Rekonstruksi pasca bencana adalah tindakan yang dilakukan untuk membangun kembali suatu komunitas secara tuntasdari keadaan sebelum bencana, salah satunya adalah dengan membangun proyek fisik. Proyek konstruksi merupakan usaha untuk mendirikan bangunan dengan waktu dan sumberdaya terbatas dengan proses yang dibatasi oleh anggaran, jadwal dan mutu untuk mencapai hasil akhir yang telah ditentukan. Sebagai upaya untuk memantau secara terus menerus terhadap proses pembangunan kembali, maka diperlukan suatu metode monitoring yang perlu dikembangkan agar proyek konstruksi selesai sesuai dengan yang direncanakan. Earned Valued Management (EVM)merupakansalah satu teknik manajemen untuk memantau kinerja proyek konstruksi. Dalam hal iniEVMakan dikembangkan untuk mengintegrasikanvariabilitas proyek dan analisis risiko kedalam kerangka nilai yang diperoleh. Ketidakpastian dan variabilitas adalah fakta umum untuk semua kegiatan dalam proyek-proyek nyata. Dengan cara analisis risiko kuantitatif akan mendapatkan fungsi probabilitas dan distribusi baik durasi maupun biaya proyek, dengan kata lain akan didapatkan ukuran dari yang direncanakan atau diharapkan variabilitas proyek. Dalam penelitian ini ada dua metrik baru yang menggabungkan Earned Value Management dan Project RiskManagement untuk proyek pengendalian dan pemantauan. Selanjutnya akan dibandingkan EVM biaya dan jadwal varians dengan deviasi proyek harus memiliki di bawah kondisi analisis risiko yang diharapkan.Kedua indeks tersebut memungkinkan manajer proyek untuk menganalisis apakah proyek berjalan berada dalam variabilitas yang diharapkan atau ada perubahan struktural dan sistemik selama siklus hidup proyek. Indeks pemantauan baru yang akan disajikan adalah Indeks Biaya Pengendalian dan Indeks Kontrol Jadwal.Kata kunci: Pasca tsunami, manajemen proyek, proyek konstruksi, project risk management, earned value management
Cognitive Behavior Therapy dalam menangani kecemasan sosial pada remaja Nixie Devina Rahmadiani
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i1.11961

Abstract

Remaja dengan kecemasan sosial ditandai dengan perasaan ketidaknyamanan yang signifikan dan menghindari situasi sosial. Individu mudah merasa gugup ketika berada di lingkungan ramai, terkadang muncul keringat dingin, merasa cemas apabila berjalan sendiri sehingga lebih sering pergi ditemani orang lain. Apakah Intervnsi Cognitive Behavior Therapy efektif dalam menangani kecemasan sosial? Studi kasus ini melibatkan seorag remaja yang mengalami kecemasan social yang merasa tidak aman dan cenderung bersikap malu-malu dalam bersikap. Asesmen dilakukan dengan observasi, wawancara, tes psikologi (CPM, FSCT dan grafis), dan skala kecemasan sosial Liebowitz. Intervensi Cognitive BehaviorTherapy dilaksanakan selama 9 sesi. Hasil dari intervensi menunjukkan subjek mampu mengidentifikasi pemikiran negatif dan merubah menjadi lebih positif serta menurunnya tingkat kecemasan subjek saat berjalan sendiri di lingkungan ramai dalam setting sekolah sesuai target intervensi yang telah ditentukan. Keywords: Cognitive Behavior Therapy, kecemasan sosial, remaja, tes psikologi. 
Efektivitas Terapi Gestalt dalam memperbaiki hubungan interpersonal dengan ayah pada pasien gangguan psikotik Afitria Rizkiana
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i1.11962

Abstract

Gangguan psikotik merupakan gangguan persepsi, pikiran, suasana hati dan perilaku seseorang. Asesmen dilakukan dengan metode wawancara, observasi, tes psikologi yang meliputi tes grafis (BAUM, DAP, dan HTP), WAIS, SSCT, TAT, dan Bender Gestalt, serta studi dokumentasi. Berdasarkan hasil asesmen, subjek  didiagnosa mengalami Gangguan Psikotik Akibat Kondisi Medis Lain dengan Delusi (293.81) Permasalahan subjek adalah adanya konflik dengan ayah yang belum terselesaikan. Intervensi yang dilakukan kepada subjek  bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah dengan ayah. Hasil intervensi yaitu subjek  menyadari bahwa masalah-masalah yang pernah subjek alami dengan ayahnya merupakan pengalaman menyedihkan masa lalu yang dapat diselesaikan dengan lebih bisa menerima sikap dan perlakuan ayah sehingga hubungan dengan ayah menjadi lebih baik.  Keywords: Terapi gestalt, hubungan interpersonal, psikotik
Reality Therapy untuk meningkatkan self acceptance pada mahasiswa dengan problem kecemasan Annisa Baitina
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i1.11963

Abstract

Penerimaan diri merupakan masalah yang sering terjadi pada individu yang mengalami kecemasan. Studi kasus ini bertujuan untuk meningkatkan self acceptance pada mahasiswa dengan problem kecemasan. Asesmen dilakukan untuk mendiagnosa subjek adalah wawancara, observasi, dan tes psikologi yang meliputi tes grafis, SPM, dan Self Acceptance Scale. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa individu ingin memiliki teman yang banyak dan tidak lagi cemas ketika presentasi di kelas. Intervensi dilakukan untuk meningkatkan self-acceptance yang ditandai dengan kesadaran diri bahwa dia memiliki kelebihan dan kemampuan untuk sama dengan teman-temannya, dan dapat memahami materi kuliah dengan baik. Intervesi Reality therapy yang diikuti subjek menghasilkan peribahan pada subjek, yaitu mampu mengetahui kelebihan dan kekurangannya, dapat menyusun jangka pendek dan jangka panjang, serta menyusun langkah-langkah mewujudkannya.Keywords: Reality Therapy, self acceptance, kecemasan, problem dewasa, perencanaan
Meningkatkan keterampilan sosial dengan social skill training pada anak autis Fatimah Azzahra
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i1.11964

Abstract

Satu kesulitan umum yang dialami oleh anak Autisme Spectrum Disorder (ASD) adalah ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan orang-orang di sekelilingnya baik secara verbal maupun nonverbal, khususnya dalam hal keterampilan sosialnya. Studi kasus ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan social anak ASD dengan cara pemberian intervensi social skill training. Asesmen yang digunakan adalah wawancara, observasi, Children Behavior Checklist (CBCL), Coloured Progressive Matrices (CPM) dan Vineland Social Maturity Scale (VSMS). Setelah latihan diberikan menunjukkan bahwa intervensi keterampilan social mampu meningkatkan keterampilan social anak. Beberapa indicator peningkatan itu ditunjukkan dengan peningkatan subjek dalam berinisiatif menyapa orang lain dengan tos dan bersalaman.Keywords: Autism Spectrum Disorder, keterampilan sosial, social skills training, komunikasi verbal, komunikasi nonverbal.
Solution focused therapy untuk memperbaiki komunikasi pada ayah dan anak firdaus yuni hartatik
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v6i1.12627

Abstract

Klien dalam kasus ini adalah seorang ayah dan kedua anak perempuannya yang memiliki masalah utama berupa komunikasi yang tidak tepat dan menyebabkan kurang efektifnya pencarian jalan keluar dalam mengatasi permasalahan keluarga.Asesmen dalam kasus ini menggunakan metode wawancara dan observasi pada klien.Hasil asesmen menunjukkan bahwa bentuk komunikasi yang kurang tepat antar klien menyebabkan tidak tersampaikannya informasi dengan benar serta menimbulkan kesalahan dalam mempersepsi informasi tersebut dan pada akhirnya mempengaruhi atribusi masing-masing klien. Intervensi pada kasus ini menggunakan teknik solution focused therapy, yang dilaksanakan dalam lima(5) sesi dan bertujuan untuk memperbaiki pola komunikasi antar klien dalam hal penanganan terhadap permasalahan salah satu anggota keluarga (ibu). Setelah melalui rangkaian intervensi, diperoleh hasil bahwa ayah dan anak lebih mengetahui kebutuhan utama ibu/istri serta keinginan dan maksud masing-masing klien (ayah, anak). Kesadaran akan pentingnya komunikasi yang tepat dan efektif secara langsung berpengaruh terhadap pengambilan keputusan dalam keluarga terkait penanganan ibu. Dengan membaiknya komunikasi antar klien, pengambilan keputusan dalam keluarga menjadi lebih optimal.
Solution focused therapy untuk memperbaiki pola interaksi ibu dan anak Hani Khairunnisa
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v6i1.12629

Abstract

Subjek yang terlibat dalam intervensi kasus keluarga ini adalah ibu dan anak yang memiliki pola interaksi yang kurang baik. Kondisi ini dapat dilihat dari anak yang berusaha menghindari ibunya. Asesmen yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi,  dan kuesioner pola asuh yang diberikan kepada ibu dan anak. Hasil asesmen menyebutkan bahwa terdapat kesalahpahaman antara hubungan interaksi dan komunikasi yang terjadi antar ibu dan anak. Teknik intervensi yang digunakan untuk memperbaiki pola interaksi dan komunikasi tersebut menggunakan solution focused therapy (SFT),  kegiatan tersebut berjalan selama 6 sesi. Hasilnya menunjukkan terdapat perubahan, dimana terjalinnya pola interaksu yangpositif antara ibu dan anak.
Token economi untuk menurunkan perilaku agresif pada anak Gangguan Pemusatan Perhatian atau Hiperaktivitas Inastasya Inastasya
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v6i1.12630

Abstract

Klien (L/9 tahun) saat ini sekolah di SDLB kelas 1.Perilaku klien ketika di sekolah, dimana klien sering menganggu temannya seperti menjahili sampai memukul temannya.Asesmen yang dilakukan menggunakan wawancara, observasi, Tes WISC, Grafis, CBCL dan ADHD rating scale. Hasil asesmen didapatkan bahwa perilaku memukul klien didapatkan dari proses belajar dan mendapatkan penguatan sehingga perilaku tersebut diulang terus menerus. Klien memiliki gangguan GPPH dengan permasalahan saat ini yaitu perilaku memukul orang lain. Intervensi yang digunakan menggunakan token economic. Hasil intervensi didapatkan bahwa adanya penurunan perilaku memukul klien dari tiga kali memukul menjadi sekali memukul dalam sehari. 
Positive group psychotherapy untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis Fikrhatul Fitriyah Musthafa
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v6i1.12631

Abstract

Subjek merupakan ibu-ibu prolanis dengan rentang usia 50-65 tahun dengan riwayat penyakit kronis diabetes militus 2 dan hipertensi dimana sedang menjalani perawatan medis seperti konsumsi obat dan rutin kontrol ke dokter. Berdasarkan hasil asesmen wawancara, subjek didiagnosa mengalami permasalahan yang berhubungan dengan perubahan fase hidup. Hal ini mengakibatkan beberapa subjek mengalami stress yang berkepanjangan dan tidak memiliki rancangan hidup kedepan dan masih bersedih dengan kondisinya saat ini. Intervensi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis melalui teknik positive group psychotherapy.Hasil intervensi, klien mengalami peningkatan kesejahteraan psikologis yang ditandai dengan melihat hidup lebih menyenangkan, memiliki banyak aktifitas dan hidup dengan lebih bermakna.
Desentisasi sistematik untuk mereduksi kecemasan interaksi sosial pada pasien skizofrenia Rifdha Wahyuni
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v6i2.12639

Abstract

AA (laki-laki/36 tahun) mengalami kesulitan dalam melakukan interaksi sosial sehingga membuatnya jarang berkomunikasi meskipun mampu mengikuti instruksi dengan baik. Berdasarkan hasil asesmen, subjek didiagnosa mengalami gangguan skizofrenia dengan permasalahan kecemasan interaksi sosial sehingga sering menunjukkan perilaku menghindar dan senang berdiam diri di tempat tidur. Pemberian intervensi bertujuan untuk menurunkan kecemasan interaksi sosial subjek sehingga ia mampu dalam menjalin kontak sosial, menginisiasi percakapan dan mempertahankan percakapan. Intervensi diberikan dalam bentuk modifikasi perilaku model desentisasi sistematik. Hasil intervensi menunjukkan bahwa klien mengalami penurunan kecemasan interaksi sosial baik individu dengan individu maupun individu dengan kelompok yang ditandai dengan semakin aktifnya subjek setiap pagi melakukan kontak sosial melalui senyum, salam, sapa, menanyakan kabar dan melanjutkan percakapan. Selain itu, perubahan juga ditandai dengan sikap subjek yang lebih bersahabat ketika melakukan interaksi sosial terutama di dalam kelompok dan peningkatan kemampuan dalam memberikan instruksi di dalam kelompok dimana subjek mampu berperan sebagai pengajar bagi teman-temannya di dalam kelompok meskipun masih cukup kaku dan tegang.           

Page 4 of 21 | Total Record : 204


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 2 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 1 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 4 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 3 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 2 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 1 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 4 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 3 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 2 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 1 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 4 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 3 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 2 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 2 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 1 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 1 No. 1 (2013): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi More Issue