cover
Contact Name
Ari firmanto
Contact Email
arifirmanto2@gmail.com
Phone
+62341-464318
Journal Mail Official
procediamapro@umm.ac.id
Editorial Address
GKB IV Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas no. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi (Procedia) merupakan publikasi berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Procedia terbit mulai tahun 2013, terbit 4 kali setahun pada Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik/online. Artikel Procedia merupakan artikel hasil penelitian intervensi atau laporan praktik keprofesian psikologi. Procedia adalah publikasi akses terbuka dalam berbagai bidang intervensi psikologi, antara lain: klinis, sosial, pendidian, industri/organisasi dan perkembangan.
Articles 204 Documents
Teknik modelling simbolik dan reinforcement positif untuk meningkatkan keterampilan sosial pada Anak Intellectual Disability Karisma Dewi Puspasari
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v6i2.12641

Abstract

Subjek (15 tahun/ L) mengalami kesulitan dan keterlambatan dalam hal intelektual seperti membaca, menulis dan berhitung.Subjek juga mengalami kesulitan dalam berhubungan sosial.Asesmen dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, tes psikologi dan tes intelegensi.Subjek memiliki masalah dalam keterampilan sosialnya.Hal itu disebabkan karena kurangnya contoh dan stimulus yang diberikan oleh lingkungan sekitarnya untuk dapat mengembangkan keterampilan sosialnya.Intervensi yang digunakan untuk menangani masalah subjek adalah dengan menggunakan reinforcement positif dan video modeling.Hasil intervensi menunjukkan terdapat perubahan yang positif pada diri subjek.subjek dapat berbicara dengan hati-hati sehingga perkatannya lebih jelas. Subjek juga sudah dapat mengajak temannya untuk berbicara dan menyapa temannya terlebih dahulu.Subjek berbicara dengan nada yang lebih tepat dalam setiap situasi.Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan efektif untuk menangani masalah kurangnya keterampilan sosial pada subjek.
Cognitive therapy untuk mereduksi kecemasan pada dewasa Nur Andini Sudirman
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v6i2.12642

Abstract

SL (P/66 Tahun) subjek telah pensiun dari sekolah di Malang. Asesmen yang dilakukan adalah wawancara, observasi, grafis (DAP, BAUM, dan HTP), WAIS, dan skala BAI. Dari hasil asesmen diketahui bahwa SL mengalami permasalahan kecemasan yang disebabkan oleh adanya distorsi kognitif.Kecemasan SL berasal dari tensi yang tinggi sehingga membuat SL khawatir terkena stroke.Intervensi yang digunakan untuk menangani permasalah SL ialah terapi kognitif. Proses terapi menggunakan 6 sesi dengan target subjek dapat mengubah distorsi kognitif untuk mereduksi kecemasan. Hasi intervensi menunjukkan bahwa subjek mampu mengubah distorsi kognitifnya menjadi lebih positif sehingga dapat mereduksi kecemasannya.
Konseling untuk keluarga untuk meningkatkan sikap belajar dan kedisiplinan pada anak Intelectual Disability Nurul Hidayah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v6i2.12643

Abstract

AI anak perempuan berusia 12 tahun yang didiagnosa mengalami intelekutual disabilitas. Taraf kecerdasan klien termasuk dalam kategori  Retardasi  mental dengan kapasitas intelekual  IQ 64 skala Wechsler, hal  ini  menunjukkan bahwa klien memerlukan bimbingan khusus  untuk melakukan hal-hal yang dapat  dilakukan oleh orang–orang seusianya. Klien mengalami problem dalam pengendalian emosi. Klien sering kali marah dan mengamuk jika keinginannya tidak terpenuhi atau ada hal yang tidak disukainya.  Asesmen yang digunakan adalah wawancara, observasi,WISC. Tujuan intervesi yaitu untuk mengatasi problem emosi pada anak. 
Solution focused therapy untuk memperbaiki pola komunikasi keluarga Tia Safira
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v8i1.12896

Abstract

Keluarga adakalanya mengalami suatu permasalahan yang terkait dengan pola komunikasi. Dampak pada permasalahan dengan pola komunikasi yang tidak sehat ini yaitu tidak ditemukannya solusi dari permasalahan yang dialami oleh keluarga karena mengalami sequence of interaction dan tidak pernah ada proses diskusi di dalamnya. Asesmen yang dilakukan pada keluarga berupa interview dan observasi kepada ayah, ibu, dan anak. Hasil asesmen menunjukkan bahwa keluarga tidak dapat membangun solusi dari masalah yang mereka hadapi. Intervensi yang diberikan adalah Solution Focused Therapy yang disusun sebanyak 6 sesi terapi. Tujuan pemberian intervensi ini agar keluarga merubah pola komunikasi mereka menjadi lebih sehat. Hasil dari pemberian intervensi ini keluarga berhasil menyusun beberapa solusi dan merubah pola komunikasi mereka.
Teknik penguatan positif untuk anak dengan keterbatasan intelektual Dian Nur Andriani Eka Setiawati
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v7i1.12976

Abstract

Intelektual disabilitas (ID) adalah gangguan pada masa perkembangan anak dari sisi akademik dan keterampilannya dalam aktivitas sehari-hari. Klien T (P/7 thn), dikeluhkan oleh sekolah kesulitan dalam membaca, berhitung, sulit konsentrasi, kurangnya perawatan diri, kurang mampu memahami perkataan, serta marah dan menangis jika keinginannya tidak dipenuhi. Kedua orang tua klien cenderung memanjakan dan tidak memberikan perhatian lebih dalam akademik karena ayah klien yang bekerja dan ibu klien yang juga kesulitan dalam akademik. Metode wawancara, observasi, pemberian alat tes Binet serta Vineland Social Maturity Scale diberikan untuk mengetahui tingkat kecerdasan dan kemampuan klien. Hasil asesmen menunjukan IQ klien yaitu 64 termasuk kategori mild retardation mental dalam tes binet, dan memiliki kemandirian serta kemampuan yang rendah dalam tes vineland. Untuk itu pemberian intervensi dalam bentuk penguatan positif diberikan agar klien memiliki keterampilan yang mandiri seperti mandi, makan, serta berpakaian sendiri. Intervensi ini diberikan dalam 7 sesi, yang juga memiliki sesi psikoedukasi untuk kedua orang tua klien mengenai keadaan klien dan bagaimana cara memperlakukan klien. Dari hasil intervensi, klien sudah mulai bisa mandi, mengambil makanan, serta berpakaian sendiri. Klien senang mendapatkan pujian dan uang jajan dari kedua orang tuanya karena mampu melakukan tugasnya.
Positive activity untuk meningkatkan kepercayaan diri pada pasien skizofrenia Ulya Rahmatullatifa Umami
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v7i1.12977

Abstract

Subjek memiliki kerentanan psikologis yang membuat Subjek mengalami berbagai hambatan dalam kesehariannya. Hasil asessmen menggunakan observasi, wawancara dan alat test psikologi menunjukkan bahwa Subjek terdiagnosa gangguan Skizofrenia dengan permasalahan rendahnya kepercayaan diri. Rendahnya kepercayaan diri Subjek menimbulkan hambatan dalam performa subjek. Subjek menjadi tidak produktif dalam kesehariannya karena selalu menolak untuk mengerjakan suatu tugas atau mengikuti kegiatan. Intervensi dilakukan menggunakan teknik positive activity dengan pendekatan behavior. Tujuan intervensi meningkatkan kepercayaan diri subjek. Instrumen menggunakan Self-confident Scale sebagai pretest dan posttest. Hasil intervensi ¬¬¬-menunjukkan adanya perubahan perilaku pasif Subjek mulai berkurang, intensi Subjek membicarakan mengenai kondisi fisiknya yang kurang menarik mulai berkurang dan pemahaman Subjek mengenai kepercayaan dirinya mulai bertambah.
Konseling kelompok Realitas untuk menurunkan stres pada ibu dengan anak berkebutuhan khusus Ade Ayu Harisdiane Putri
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v7i1.12978

Abstract

Subjek dalam kasus ini adalah ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus yang berjumlah 5 orang dengan rentangan usia antara 37-56 tahun. Metode asesmen yang digunakan adalah wawancara, observasi parental stress scale dan subjective units of distress scale . Didapati bahwa Subjek mengalami V15.89 (Z91.89) other personal risk factor dengan permasalahan stress ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Hal ini menjadikan kelima anggota kelompok menjadi pesimis dengan masa depan anak, merasa mengeluarkan energi dan waktu yang banyak untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus dan kebutuhan lain yang dapat membuat anak lebih baik dalam pelajaran ataupun interaksi dengan orang lain. Intervensi yang diberikan adalah konseling kelompok realitas yang dilakukan selama 6 sesi. Hasil intervensi didapatkan bahwa dengan konseling kelompok realitas dapat menurunkan tingkat stres ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. 
Konseling kelompok dengan strategi self management untuk mengurangi perilaku agresif pada remaja Defi Astriani
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v7i1.12979

Abstract

Subjek adalah laki-laki yang saat ini duduk di bangku SMP. Para subjek mempunyai permasalahan terkait agresivitas. Perilaku yang ditunjukkan oleh kelima subjek adalah akibat dari melihat atau meniru apa yang ada dilingkungan keluarga dan teman sebaya. Mereka tinggal di lingkungan keluarga yang kurang adanya perhatian (broken home dan pola asuh yang salah) dan lingkungan pertemanan yang memberikan dampak negatif kepada subjek. Berdasarkan hasil asesmen wawancara, observasi, CFIT dan skala agresif, subjek didiagnosa mengalami permasalahan perilaku agresif. Intervensi bertujuan untuk mengurangi perilaku agresif subjek melalui konseling kelompok dengan tekhnik self management. adanya penurunan skor perilaku agresif pada siswa antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan konseling kelompok dengan menggunakan strategi self-management. Dan terdapat penurunan perilaku agresif berdasarkan pengamatan menggunakan indikator observasi yang telah dibuat. 
Strategic family therapy untuk mengatasi pola komunikasi yang bermasalah Dian Putriana
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v7i1.12980

Abstract

Keadaan keluarga yang memiliki beberapa masalah, seperti kurangnya kepedulian akan kesehatan salah satu anggota keluarga, merasa tidak perlu mengungkapkan masalah yang dialami pada anggota keluarga. Hal ini secara tidak langsung membuat kehidupan keluarga menjadi kurang harmonis dan menimbulkan masalah-masalah baru yang lebih rumit. Berdasarkan hasil asesmen diketahui telah terjadi permasalahan pola komunikasi yang tidak langsung (indirect communication) di dalam keluarga. Oleh karenanya dilakukan intervensi strategic family therapy untuk memperbaiki pola komunikasi keluarga menjadi pola komunikasi langsung (direct communication). Intervensi dilakukan dalam 9 sesi, dan hasilnya adalah setiap anggota keluarga memiliki pola komunikasi yang semakin hari semakin membaik. Masalah demi masalah dapat dibahas dengan baik bersama-sama secara langsung, serta dapat mendiskusikan strategi menangani masalah keluarga secara bersama-sama pula. Hasil follow up juga memperlihatkan bahwa keadaan keluarga semakin baik dan bahagia. Komunikasi yang berlangsung di dalam keluarga juga terlihat baik dan efektif dibandingkan sebelumnya. 
Self-control untuk mengurangi perilaku menonton film dewasa di internet Elis Suci Prapitasari Abdullah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v7i2.13023

Abstract

AH (laki-laki/26 tahun) mengalami suatu permasalahan yaitu kesulitan dalam mengontrol perilaku maladaptif berupa menonton film dewasa beradegan porno di internet. Berdasarkan hasil asesmen menggunakan berbagai metode asesmen seperti wawancara, tes WAIS, dan instrumen berupa cyber pornography addiction test (CYPAT). Subjek kurang mampu dalam mengontrol dirinya untuk melakukan perilaku menonton film dewasa di internet. Hal tersebut dikarenakan adanya kepuasan dan perasaan nyaman yang dialami subjek setelah melakukan perilaku tersebut. Namun, di sisi lain subjek juga merasa dirugikan karena produktivitas kesehariannya menjadi menurun akibat terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton. Intervensi bertujuan untuk mengontrol diri agar terhindar dari situasi pemicu yang dapat membuat subjek melakukan aktivitas menonton film dewasa di internet. Hasil intervensi menunjukkan bahwa subjek menunjukkan pencapaian yang cukup baik dalam mengontrol perilakunya. Intensitas perilaku maladaptif berupa menonton film dewasa beradegan porno menjadi berkurang

Page 5 of 21 | Total Record : 204


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 2 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 1 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 4 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 3 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 2 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 1 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 4 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 3 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 2 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 1 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 4 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 3 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 2 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 2 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 1 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 1 No. 1 (2013): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi More Issue