cover
Contact Name
Ari firmanto
Contact Email
arifirmanto2@gmail.com
Phone
+62341-464318
Journal Mail Official
procediamapro@umm.ac.id
Editorial Address
GKB IV Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas no. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi (Procedia) merupakan publikasi berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Procedia terbit mulai tahun 2013, terbit 4 kali setahun pada Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik/online. Artikel Procedia merupakan artikel hasil penelitian intervensi atau laporan praktik keprofesian psikologi. Procedia adalah publikasi akses terbuka dalam berbagai bidang intervensi psikologi, antara lain: klinis, sosial, pendidian, industri/organisasi dan perkembangan.
Articles 204 Documents
Psikoterapi Transpersonal Psikosintesis untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu dengan anak autisme Sari, Amelia; Prabowo, Hendro
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i4.33296

Abstract

Mothers of autistic children often experience psychological well-being problems, such as stress, anxiety, and depression, due to high demands for care and attention. This study aims to prove whether psychosynthesis intervention is effective in improving the psychological well-being of mothers with autistic children. The research method used in this study is a single case experiment with ABA design. The subject in this study is a mother who has an autistic child. Data collection was carried out by means of interviews, observation and filling out scales in the initial baseline phase (A), intervention phase (B) and final baseline phase (A), and follow-up. The scale used is the Psychological Wellbeing scale. Data analysis techniques using visual inspection and Wilcoxon test. The results of the study with visual analysis showed that the Transpersonal Psychosynthesis Psychotherapy intervention was effective in improving the psychological well-being of mothers with children with autism, while the results of the Wilcoxon test obtained Z= -3,360 (p<0,01), which means that there is an effect of psychosynthesis to improve psychological well-being in mothers with children with autism.
Logoterapi untuk meningkatkan pemaknaan hidup pada individu dengan depresi mayor Damayanti, Diana; Herdiana, Ike
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i4.33735

Abstract

Experiencing childhood violence can have lasting effects on mental well-being, such as a higher risk of depression and suicide ideation. People with depression may find it challenging to set life goals or find meaning in their lives. The aim of this research is to determine the effectiveness of logotherapy in improving the meaning of life for individuals with major depression. The study involves a 23-year-old Javanese woman employed in the IT sector. She has experienced sexual, physical, and verbal violence. Data collection techniques used include observation, interviews, and psychological instruments. Qualitative methods are used to examine the process of changes in the client’s thoughts, emotions, and behaviors before and after the intervention is provided. The research shows that logotherapy helps the client see her suffering differently. She finds deeper meaning in her suffering and sees it not as a barrier to herself.Mengalami kekerasan di masa kecil dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan mental, seperti risiko depresi dan keinginan bunuh diri yang lebih tinggi. Orang yang mengalami depresi mungkin merasa sulit untuk menetapkan tujuan hidup atau menemukan makna dalam hidup mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas logoterapi dalam meningkatkan makna hidup bagi individu dengan depresi berat. Penelitian ini melibatkan seorang wanita Jawa berusia 23 tahun yang bekerja di sektor TI. Dia telah mengalami kekerasan seksual, fisik, dan verbal. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan instrumen psikologis. Metode kualitatif digunakan untuk memeriksa proses perubahan dalam pikiran, emosi, dan perilaku klien sebelum dan sesudah intervensi diberikan. Penelitian menunjukkan bahwa logoterapi membantu klien melihat penderitaannya secara berbeda. Dia menemukan makna yang lebih dalam dalam penderitaannya dan melihatnya bukan sebagai penghalang bagi dirinya sendiri.
DIR/floortime: Meningkatkan komunikasi dua arah pada anak usia dini dengan gangguan spektrum autisme Afifah, Nursita; Hapsari, Indri
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i4.34476

Abstract

Communication skills predict child’s development in various aspects, such as self-regulation, social-emotional andcognitive abilities. Children with Autism Spectrum Disorder (ASD) experience deficits in two-way communication skills. Recent study indicates that parental involvement in interventions effectively enhances communication skills in children. The Developmental Individual Differences and Relationship (DIR)/floortime emphasizes the active role of parents in the intervention process. This study was conducted to determine the effectiveness of DIR/floortime in improving two-way communication skills in a 4-year-old child with ASD and her mother. Pre and post test used to evaluate the progress before and after intervention using Circle of Communication (CoC) observation form and Functional Emotional Assessment Scale (FEAS). The results indicated that DIR/floortime is effective in increasing the quantity and quality of two-way communication and the development of emotional function from level two to four in a 4-year-old child with ASD.Keterampilan komunikasi memprediksi perkembangan anak dalam berbagai aspek, seperti pengaturan diri, kemampuan sosial-emosional dan kognitif. Anak-anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (ASD) mengalami defisit dalam keterampilan komunikasi dua arah. Studi terbaru menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam intervensi secara efektif meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak-anak. Perbedaan dan Hubungan Individu Perkembangan (DIR)/floortime menekankan peran aktif orang tua dalam proses intervensi. Studi ini dilakukan untuk menentukan efektivitas DIR/floortime dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dua arah pada anak berusia 4 tahun dengan ASD dan ibunya. Tes pra dan pasca digunakan untuk mengevaluasi kemajuan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan formulir observasi Lingkaran Komunikasi (CoC) dan Skala Penilaian Emosional Fungsional (FEAS). Hasilnya menunjukkan bahwa DIR/floortime efektif dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas komunikasi dua arah dan pengembangan fungsi emosional dari level dua hingga empat pada anak berusia 4 tahun dengan ASD.
Cognitive Behavioral Play Therapy untuk mengatasi perilaku school refusal pada anak Zahrah, Ninda Alza Nur; Anwar, Zainul
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i4.36595

Abstract

School refusal by children can occur due to the child’s ability to deal with various situations, both social and academic interactions. If the emotional burden is not handled, school refusal behavior can develop into a more complex and prolonged problem. This study aims to test the effectiveness of Cognitive Behavioral Play Therapy in overcoming school refusal behavior in children. The subject in this study was an eight-year-old girl. The assessment methods used were interviews, observations, graphic tests and Color Progressive Matrices (CPM). Cognitive Behavioral Play Therapy which was carried out for nine sessions helped the subject express anxiety about not going to school and find solutions to the problem. The success of this intervention was supported by the subject’s commitment to carrying out the tasks given and support from the subject’s parents and homeroom teacher.Penolakan sekolah pada anak dapat terjadi karena kemampuan anak dalam menghadapi berbagai situasi, baik interaksi sosial maupun akademik. Apabila beban emosional tersebut tidak ditangani, perilaku penolakan sekolah dapat berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks dan berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Cognitive Behavioral Play Therapy dalam mengatasi perilaku penolakan sekolah pada anak. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak perempuan berusia delapan tahun. Metode asesmen yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes grafis dan Color Progressive Matrices (CPM). Cognitive Behavioral Play Therapy yang dilakukan selama sembilan sesi membantu subjek dalam mengekspresikan kecemasan tidak masuk sekolah dan menemukan solusi atas masalah tersebut. Keberhasilan intervensi ini didukung oleh komitmen subjek dalam melaksanakan tugas yang diberikan serta dukungan dari orang tua dan wali kelas subjek.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 2 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 1 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 4 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 3 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 2 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 1 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 4 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 3 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 2 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 1 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 4 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 3 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 2 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 2 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 1 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 1 No. 1 (2013): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi More Issue