Articles
417 Documents
URGENSI PENDEKATAN SEMANTIK DALAM TAFSIR (STUDI PEMIKIRAN TOSHIHIKO IZUTSU)
HERMENEUTIK Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i1.4504
Tulisan ini mengkaji tentang penafsiran Toshihiko yang menggunakan analisa semantik dalam memahami al Qur’an. Kajian semantik dalam al Qur’an telah mengungkap fakta bahwa makna yang terdapat dalam teks dapat menunjukkan karakteristik masyarakat, sehingga analisa semantik dapat dengan mudah mengenal sosial-budaya dari masyarakat tersebut. Kajian ini adalah penelitian pustaka yang menggunakan rujukan buku-buku induk dari Toshihiku sebagai rujukan primer dengan menggunakna semantik sebagai analisa dalam membaca pesan al Qur’an, sehingga hasil yang didapat ialah dalam memahami al Qur’an seorang harus memahami pesan secara utuh dalam teks al Qur’an itu sendiri, karena masing-masing teks saling menafsirkan, dan bahasa yang digunakan menunjukkan orisinalitas dari Tuhan sebagai media dalam menjalankan aturan agama.
Theologi Kebatinan Nu‘Mān Ibn Ḥayyūn Dalam Penafsiran Safīnah Dan Fulk Pada Kitab Asās Al-Ta’wīl
Husen, Mohammad;
Luthfillah, Dluha
HERMENEUTIK Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i1.9940
This article focuses on the meaning of Nu'mān ibn Ḥayyūn for the words al-safinah and al-fulk in the Asās al-Ta'wil book. It also explains, using Gadamer's hermeneutical theory, the way Nu'man's interpretation on safīnah and fulk appears and how its historical relevance in Nu'mān's life. Nu'mān is a ta'wīl expert from the Syī'ah Ismā'īliyyah group who has produced many scientific works. The Asās al-Ta'wīl, contains Nu'man's interpretation of the stories of the prophets, which are the philosophical, spiritual and 'essence' of the al-Qur'an. The academic problem of this research originated from Nu'mān's representation of the word safīnah in Q.S. 29:15 concerning the ark of the Prophet Nūḥ. He interprets Safinah as proselityzing science / truth. Da'wah al-ḥaq is like a boat swinging over the ocean of knowledge. In his interpretation, there is a bias of Shī'ah ideology which is only carried out by Nu'mān, not other Shi'ite scholars. This study uses a hermeneutical approach with Gadamer's theory. This theory is used to explore the internal and extrenal aspects of the text that influence the results of Nu'mān Ibn Ḥayyūn's representations.
Menelusuri Akar Perbedaan Tafsir Tentang Kepemimpinan Non Muslim(Studi Analisis Linguistik QS. Al-Mâidah: 51)
HERMENEUTIK Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i2.4788
This study discusses the interpretation for QS. Al-Mâidah: 51. Research using qualitative and analytical literature finds that there are two models of interpretation for that verse. The first model mentions that the meaning of auliyâ is common which can include leadership, close friends and administrators. That is, it is not permissible to appoint non-Believer as leaders. The second model states that the meaning of auliyâ’ is a secret leak that causes non-Muslims to know the weaknesses of Muslims. The meaning in this verse according to the second opinion is specifically for hypocrites only.
Al-Ashil wa Al-Dakhil fi Tafsir
HERMENEUTIK Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i1.3902
Allah menurunkan al-Qur`an sebagai petunjuk hamba-hambanya yang mau beriman, sedangkan petunjuk yang diturunkan-Nya masih bersifat global, sehingga perlu menggali apa yang terkandung didalamnya. Setelah Rasulullah saw. wafat muncul mufassir-mufassir yang ingin mencoba menggali kandungan al-Qur`an sehingga bisa diaplikasikan dengan mudah. Setiap mufassir menggunakan metode berbeda untuk menyelami kandungan dari ayat-ayat al-Qur`an, bahkan ada yang menggunakan metode yang dianggap para ulama tidak dibenarkan seperti memasukkan cerita-cerita Israiliyyat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kevalidannya. Oleh karena itu untuk mengetahui hal tersebut kita harus mengkaji al-Asil wa al-Dakhil fi Tafsir.
Tafsir Era Millenial: Kajian Atas Penafsiran KH.Sya’roni Ahmadi di Channel Youtube Official Menara Kudus
HERMENEUTIK Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i2.7796
This article discusses interpretations in the millennial era especially in Kudus, such as the study of the interpretation of K.H. Sya’roni Ahmadi which makes the Official YouTube Channel of Menara Kudus as the medium. In the YouTube content the Menara Kudus Official Channel carries the study of commentasries K.H. Sya’roni Ahmadi by utilizing the current development. Studies that are well understood in all circles are not only limited to the conceptual and contextual, but rather combining the two that make an advantage of the study of interpretation K.H. Sya’roni Ahmadi. He uses the deriction of the qibla in the interpretation on the YouTube Channel with various steps which are certainly different from the presentation of other commentary studies. To analyze, the writer needs to use a descriptive qualitative approach in gathering existing information and knowing the sosio-historical approach in terms of the study interpretation, through sociologi theory from study that can uncover society’s problems and oral tradition theory in the delivery of interpretive studies.
AMAR MA’RUF NAHY MUNKA MENURUT AL - QUR’AN: Kajian Semantik
HERMENEUTIK Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i2.926
Kajian semantik dalam pembacaan al-Qur’an sejatinya telahdikenal sejak masa sahabat, dengan Ibn Abbas sebagai tokohnya.Pada fase selanjutnya, banyak mufassir muslim yang turutmengaplikasikan kajian semantik ini, seperti az-Zamakhsyari,ataupun dari kalangan outsider seperti Toshihiko Izutsu. Melaluipengkajian semantik diperoleh bahwa kata ma’ru>fdan khairmemiliki makna yang berbeda, meski secara leksikal keduanyasama-sama menunjukkan arti kebaikan. Ma’ru>fsecara formalberada pada posisi yang bertentangan dengan munkar. Amarma’ru>f nahy munkarini seharusnya diaplikasikan secara persuasifdalam bentuk yang baik, karena seruan menuju nilai-nilai Ilahitidak boleh dipaksakan.
Kaligrafi Al-Quran Sebagai Ornamen Masjid (Studi Living Quran di Masjid Nurul Imam)
HERMENEUTIK Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i2.6404
This study discusses the practice of using the verses of the Quran as ornamental mosques. This research is known as Living Quran. This study focuses more on the practical role of the Qur'an. In this case, the Qur'an not only serves as a guide. Al-Qur'an is used as decoration of the mosque in the form of calligraphy. This study uses a qualitative research method with the phenomenological approach of Alfred Schutz, in-order-to motive and because motive to uncover the reasons and objectives of making al-Qur'an calligraphy. The data of this study came from the results of observations, interviews, and documentation. This research found several findings. First, al-Qur'an is not only a guide, but transformed into decorating the mosque in the form of calligraphy. Second, the use of al-Qur'an verses as mosque ornaments indicates the mosque administrators' understanding and thought of the Qur'an. Third, because the motive for making calligraphy is the educational background of the founder of the pesantren mosque and the condition of the mosque congregation. Fourth, in-order-to motive calligraphy making is a trigger for the congregation to learn to read the Qur'an, the message of preaching, and for the congregation to read the Qur'an when visiting the mosque.
STUDI KRITIS TERHADAP PEMIKIRA JOHN WONSBROUGH TENTANG HISTORISITAS AL- QUR’AN
HERMENEUTIK Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i2.894
Tulisan ini tentang orientalisme yang terfokus pada kajianpemikiran John Wansbrough terhadap al-Qur’an. Kajian inibertujuan untuk membongkar kontroversialitas John Wansbroughdalam mengkaji al-Qur’an. Penulis menggunakan pendekatankonten analisis terhadap pemikiran John Wansbrough. Iaadalah seorang Orientalis dalam studi Islam. Hasilnya adalahterungkapnya pemikiran kritis seorang orientalis dalam mengkajial-Qur’an, ia mengkaji tentang historisitas al-Qur’an denganmenggunakan dua metode yaitu metode critical of historis danmetode literary criticism. Dua metode tersebut yang kemudianmenghasilkan sebuah kesimpulan yang sangat kontroversialdalam pembacaannya terhadap kitab suci al-Qur’an. Denganmetode critical of histories ia mengatakan bahwa kisah yangtermuat dalam al-Qur’an dianggap merupakan duplikat dari kisahyang ada dalam bible. Menurut Wansbrough al-Qur’an sebagaiwahyu yang diturunkan Tuhan kepada nabi Muhammad sawadalah kepanjangan dari kitab Taurat. Masih banyak lagi hasil daripemikiran seorang John Wonsbrough yang mengundang responpro dan kontra di kalangan outsider dan insider. Kajian tersebutharus dapat membangkitkan minat umat Islam terhadap kajian alQur’an yang lebih mendalam lagi.
Keadilan Dalam Al-Qur'an (Kajian Semantik Kata al-‘Adl dan al-Qisṭ dalam al-Qur’an)
HERMENEUTIK Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i1.5538
Tulisan ini menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an terkait keadilan yang menggunakan term al-‘Adl dan al-Qisṭ. Karena adil dalam al-Qur’an mempunyai aspek dan objek yang beragam, seperti pembicaraan adil dalam hukum (Qs, An-Nisa’:58) dan adil dalam memperlakukan anak yatim (Qs, An-Nisa’:3) maka peneliti ini mengaplikasikan Semantik Toshihiko Izutsu yang dapat dilihat dari makna dasar, makna relasional (sintagmatik paradigmatik), integrasi antar konsep, sinkronik diakronik hingga sampai pada Welthanschauung. Dengan aplikasi tersebut dapat disimpulkan bahwa hubungan antar dua kata tersebut saling terkait satu sama lain. Sehingga peneliti mengambil kata al-Musāwāh sebagai titik temu dan mata rantai pengikat kedua kata tersebut. Sedangkan letak perbedaannya, kata al-‘Adl merupakan keadilan yang tidak nampak secara langsung (tersembunyi) seperti keadilan dalam hukum. Sedangkan kata al-Qisṭ merupakan perbuatan yang lebih banyak berbicara tentang sesuatu yang nampak, jelas (zahir) dan bersifat materil, seperti memenuhi harta anak yatim.
IblIs Dan Upayanya Dalam menyesatka manUsIa Dalam perspektIf al-QUr’an
HERMENEUTIK Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i1.917
Artikel ini membahas tentang permusuhan Iblis kepada Adam,yang bertujuan untuk mengungkapkan track record Iblisdalam menyesatkan manusia. Iblis adalah salah satu pemeranantagonis dalam berbagai peristiwa yang terjadi di dunia ini,segala yang diasumsikan sebagai kejadian dan tindakan buruksering kali dialamatkan kepada iblis. Di sinilah penulis mencobamenggunakan pisau analisis critical of historis dan content ofanalism hasilnya adalah terkuaknya berbagai peran Iblis terkaitpermusahan abadinya dengan Nabi Adam yang berimbas kepadakutukan Iblis terhadap Adam yang akan menjerumuskan semuaketurunan Adam ke jalan kesesatan. Iblis akan selalu berusahauntuk membuat manusia lupa dari mengingat Allah. Segalaupaya Iblis dalam menyesatkan manusia akan menjadi tantanganuntuk melawan hegemoninya dengan senantiasa memaksimalkanpotensi manusia berupa akal dan hati agar memiliki kesadaranuntuk tetap berada di jalan yang lurus.