Articles
417 Documents
Maqâshid Al-Qur’ân Dalam Ayat Penggunaan Media Sosial Menurut Penafsiran M. Quraish Shihab
Arifin, Johar
HERMENEUTIK Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i2.6078
Artikel ini mengulas penafsiran Quraish Shihab terhadap ayat-ayat penggunaan media sosial dalam perspektif maqâshid al-Qur’ân. Tulisan ini hendak menjawab dua persoalan utama terkait bagaimana perspektif maqâshid al-Qur’ân Quraish Shihab dan bagaimana aplikasi teoretik maqâshid al-Qur’ân Quraish Shihab dalam menafsirkan ayat-ayat penggunaan media sosial. Artikel ini sampai pada kesimpulan bahwa menurut Quraish Shihab ada enam unsur gugusan besar tujuan universal al-Qur’ân yaitu penguatan akidah, manusia sebagai khalifah, kitab pemersatu, penegakan hukum, penyeru kepada ummatan wasathan, dan menguasai peradaban dunia. Kualitas informasi terletak pada kekuatan dimensi tauhid yang merupakan puncak tertinggi dari maqâshid Alquran. Quraish Shihab menawarkan enam diksi pilihan Alquran yang sesuai dengan kondisi penerima informasi dalam berinteraksi di media sosial. Demikian, bertujuan mengantarkan pada pengetahuan dan pemahaman terhadap apa yang disampaikan dalam menjalankan misi manusia sebagai khalifah, pemberi pencerahan lewat lisan dan tulisan, penegakan hukum, pemersatu umat manusia dan alam semesta menuju ummatan wasathan dan penguasaan peradaban dunia.
KONSEP WAHYU AL-QUR’AN DALAM PERSPEKTIF NASR HAMID ABU ZAID
HERMENEUTIK Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i1.885
Artikel ini mengeksplorasikan tentang konsep wahyu yangnotabenenya merupukan salah satu pemikiran yang sangatmenonjol dari pemikiran Abu> Zaid. Tujuan penulisan artikel iniuntuk memahami bahwa wahyu (al-Qur’an) itu diturunkan secaramaknawi kepada Jibril, sedangkan lafaznya (teks) dari Jibril danMuhammad yang meriwayatkannya dan mengolahnya. Selainitu, menurutnya bentuk wahyu yang diturunkan kepada NabiMuhammad Saw. dalam bentuk ilham. Karena Allah menurunkanal-Qur’an ke dalam hati Muhammad. Hasil penelitian singkatdalam artikel ini adalah bahwasanya Abu> Zaid membahasMuhammad sebagai penerima wahyu pertama, berarti tidakmembicarakannya sebagai penerima pasif. Apa yang diturunkankepada Nabi Muhammad Saw. tidak murni lagi sebagai wahyuIlahi, tapi sudah diekspresikan dalam kemampuan intelektual danlinguistik Muhammad Saw., sehingga ia menyimpulkan al-Qur’ansebagai “spirit wahyu”. Karena ia berubah dari tanzil > menjadi ta’wi>l,dari wahyu menjadi teks. Dalam pandangannya, kebenaran wahyutidak bisa dianggap sakral, karena Muhammad sebagai penerimawahyu pertama sekaligus penyampai wahyu (al-Qur’an) adalahbagian dari realitas dan masyarakat. Ia adalah buah dan produkmasyarakat.
Instagram Sebagai Media Transfer Ilmu Al-Quran Dan Hadis
HERMENEUTIK Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i1.5532
Diera globalisasi ini, dimana perkembangan teknologi informasi berkembang pesat sangat membantu manusia dalam mengakses semua informasi yang dibutuhkan.Bermuculan model tekhnologi-tekhnologi yang semakin memikat manusia dengan iming-iming kecanggihan dan fasilitas. Mulai dari facebook, twitter, blog, instagram dan masih banyak yang lainnya. Salah satu media yang sedang populer adalah instagram. Beberapa orang atau tokoh agamawan Islam memanfaatkan instgram ini untuk memosting hal-hal yang berkaitan dengan ilmu qur’an dan hadis. Hasilnya mendapat tanggapan yang sangat positif dari masyarakat.Salah satu akun intagram yang hampir setiap hari memosting hal-hal yang berkaitan dengan ilmu quran dan hadis adalah nu online .Itu merupakan wadah untuk belajar agama dengan mudah, dan efisien bagi semua kalangann maasyarakat.
MENELUSURI MAKNA PENGULANGAN REDAKSI DALAM SURA AR-RAMAN
HERMENEUTIK Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i1.909
Tema artikel ini membahas tentang rahasia pengulangan redaksidalam surat ar-Rahman. Dalam al-Qur’a>n banyak ayat-ayat yangdiulang-ulang redaksinya khususnya adalah dalam surat arRahman. Hal ini menggelitik penulis untuk mengetahui rahasiadibalik pengulangan tersebut, oleh karena itu tema ini diangkatuntuk menemukan pesan-pesan rahasia dibalik pengulangan katatersebut. Dengan menggunakan metode konten analisis, penulismencoba mencermati dan melakukan interpretasi terhadapredaksi ayat-ayat yang diulang untuk menemukan sesuatu yangtersembunyi dibalik pesan ayat-ayat repetitif itu. Hasilnya adalahsuatu temuan di mana redaksi ayat-ayat yang diulang itu benarbenar memberikan pemahaman yang mendalam yang berkaitandengan aspek-aspek psikologis yang memiliki pengaruh terhadappara pembacanya. Di sinilah keunikannya, bahwa pengulanganredaksi ayat-ayat dalam al-Qur’a>n itu adalah sarat dengan pesandan makna.
Penafsiran Zamakhsyari Terhadap Ayat-Ayat Tentang Pernikahan
HERMENEUTIK Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i1.6027
Interpretation of Singles Ulama Against Marriage Verses. This simple study focuses on the study of a cleric's thoughts on ayat al-quran. The purpose of the word Singles Ulama here is a Ulama who until the end of his life has never been married. In Arabic terms it is called ‘uzzab or in the current term is called Singles. In this study I took the figure of Ulama al-zzUzzab namely Zamakhsyari which was taken from the book Al-Ulama al-zzUzzab, Alladzina Aatsaru al-Ilm ‘ala al-Zaawaj by Abdul Fattah Abu Ghuddah as the object of research. Then I used his commentary, Al-Kasysyaf to find out how he interpreted the marriage verse. I have the basic assumption that one's singles will influence the style of interpretation, especially in the verse that leads to marriage.
MODEL DAN KARAKTERISTIK PENAFSIRAN MUHAMMAD ABDUH DAN RASYID RIDA DALAM TAFSIR “AL-MANAR”
HERMENEUTIK Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i2.874
Artikel ini membahas tentang model penafsiran MuhammadAbduh dan Rasyid > Rida } di mana corak penafsirannya memberikan >pengaruh yang besar terhadap pemikiran pembaharuan Islampada masanya dan masa setelahnya. Dengan menggunakanmetode komparatif penulis mencoba untuk mengetahui sisi-sisikeunikan masing-masing penafsir baik persamaannya maupunperbedaannya. Hasilnya bisa dipahami bahwa dua orang mufassirtetap saja memiliki ciri khas dan gaya penafsiran yang pasti adaperbedaannya. Tafsir al-Manar > merupakan karya monumental duatokoh yang sangat dikenal tersebut di kalangan Intelektual Islam,dia adalah Muhammad Abduh sebagai sang guru, dan Rasyi>dRida sebagai murid, dalam menjawab berbagai persoalan denganwacana kontekstualisasi penafsiran al-Qur’an. Mengenai metodeyang dipakainya dalam penafsiran banyak memiliki persamaanantara Muhammad Abduh dengan Rasyi>d Rida.
Meta Analisis Studi Ulumul Qur’an Di Indonesia
HERMENEUTIK Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i2.12883
One of the strengths that plagued the study of the Ulumul Quran in Indonesia is the textuality of the Koran, which is only able to reproduce the debate around the issue of reconstruction of the Ulumul Quran in the classical to contemporary eras. With a meta-analysis, this tendency seems to override another important issue in the study of the Qur'an in Indonesia, namely the Qur'an in the academic world. This paper aims to explore several alternative trends in the issues of ulumul al-Qur'an in the academic world, arguing that the subject of research in the study of the Qur'an in Indonesia should be humans, not the Qur'an itself. Through this exploration, it is hoped that the research methodology and research object of the study of the Qur'an will increase with various data and take an important role in the shift in Islamic studies in the world.
Polemik Manusia Perdana antara Tafsir al-Qur’an al-’Aqli dengan Teori Barat
HERMENEUTIK Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v13i2.6333
Al Quran, as the source of inspiration for Muslims, and the concept of the first person according to Charles Darwin’s Evolution Theory, 1859, is worth a discussion. Al Qur’an does not present firm statement about Adam as the first person in the world. Presumably, there are three communities prior Adam: Banul Jan, Banul Ban and Ijajil. Confirmation of Adam as the first person was given by mufassir. According to Al Qur’an, human beings are flawless creations consist of body (jasad) and soul (ruh) from the beginning. It contradicts to Darwin’s theory saying that human beings have the same origin with simphanse. This paper presents three methods of Quranic interpretation concerning the first human being: tafsir bi ar-ra’yi, tafsir maudhu’i and tafsir muqorin.
Penafsiran Al-Syaukani Terhadap Ayat-Ayat Aqidah
HERMENEUTIK Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i1.3907
Membaca Ayat Poligami Dalam Kerangka Penafsiran Kontekstual Abdullah Saeed: Studi QS an-Nisa’ ayat 3
HERMENEUTIK Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, IAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i2.8401
This article discusses polygamy verse on contextual approach’s Abdullah Saeed. This approach will argue whether polygamy is permitted or prohibited on Abdullah Saeed’s thought. Polygamy is a condition which the husband who have more than one wife together in the same situation. It is a classical and everlasting problems because there are many contradiction in Muslim realm. Abdullah Saeed haven’t been giving a comprehensive exegesis in his work about it, so it will be new research approach. In the other hand, Abdullah Saeed’s contextual approach will give deeply interpretation towards polygamy verse in our life today. This research is library research with descriptive-analytic method to discover the verse in Abdullah Saeed’s approach.