cover
Contact Name
Muhammad Zuhurul Fuqohak
Contact Email
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Phone
+6285326311019
Journal Mail Official
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jl. Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 19077246     EISSN : 25026402     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/hermeneutik
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living Qur`an
Articles 223 Documents
Pendekatan Historis Sosiologis Terhadap Ayat-Ayat Ahkam dalam Studi Al-Qur'an Perspektif Fazlur Rahman
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i1.883

Abstract

Artikel ini mengeksplorasikan tentang pemikiran Fazlurrahmantentang metolodologi tafsirnya double movement. Tujuan metodologitafsir bagi Rahman adalah untuk menangkap kembali pesan moraluniversal Al-Qur’an yang obyektif itu, dengan cara membiarkan AlQur’an berbicara sendiri, tanpa ada paksaan dari luar dirinya, untukkemudian diterapkan pada realitas kekinian. Langkah kerja metodepenafsirannya tersebut diimplementasikan baik pada wilayah hukumdan sosial, serta masalah metafiis dan teologis. Untuk wilayahhukum dan sosial Rahman menerapkan pendekatan historis sosiologisdan metode double movement. Hasil dari penelitian ini adalahal-Qur’an berselimutkan sejarah, sehingga untuk memahaminyameniscayakan untuk menggunakan pendekatan historis. Pendekatanhistoris hendaknya dibarengi dengan pendekatan sosiologis, yangkhusus memotret kondisi sosial yang terjadi pada massa al-Qur’anditurunkan. Aplikasi dari pendekatan ini dalam prakteknyamemunculkan apa yag seringkali orang menyebut dengan gerakanganda (double movement), sebagaimana yang ditawarkan FazlurRahman. Metodologi penafsiran al-Qur’an yang utuh dan padu, yangdia tawarkan adalah metode penafsiran yang memuat di dalamnya2 (dua) gerakan. Gerakan pertama berangkat dari situasi sekarangmenuju ke situasi massa al-Qur’an diturunkan dan gerakan keduakembali lagi, yakni dari situasi massa al-Qur’an diturunkan menujuke massa kini.
PEMBACAAN AL-QUR’AN DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-QURTUBI
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i1.907

Abstract

Artikel ini membahas tentang Qira>’a>t yang merupakan disiplinilmu yang penting, terutama bagi mereka yang hendak menafsirkanal-Qur’an. Banyak para ulama Islam yang menaruh perhatian yangserius terhadap disiplin ilmu ini. Tujuan penulisan ini adalah untukmengetahui seluk beluk ragam bacaan al-Qur’an. Sebagagaimanaal-Qurt| ubi dalam kitab tafsirnya al-Jami’ li Ah} ka>m al-Qur’an, alQurt| ubi tidak mengabaikan qira>at dalam menafsirkan ayat alQuran. Hal ini bisa dilihat dalam uraian penafsiran beliau, terlebihlagi pada ayat-ayat yang bermuatan hukum. Adapun sumber kitabkitab qira>at yang beliau pakai di dalam kitab tafsirnya antara lain:Kitab al-Kasyf ‘an Wuju>h al-Qira>at as-Sab’ wa ‘Ilaluha wa H} ujajihakarya Abu Muhammad Makki bin Abu Thlib al-Qi>si, Al-H} ujjah f‘Ilal al-Qira>at as-Sab’, karya Abu Ali al-Hasan bin Ahmad al-Farisi,Al-Muhtasab f Tabyi>n Wuju>h Syawa>z\ al-Qira>at wa al-Id} a>h ‘Anha,karya Abu al-Fath Us} ma \ n bin Jinni, dan kitab-kitab karya Abu Amr >ad-Dani. Penulis menggunakan pendekatan konten analisis untukmembedah makna dibalik ragam bacaan dalam al-Qur’an tersebut.Hasilnya adalah sebagaimana al-Qurt| ubi menyebutkan tentangperbedaan qiraat yang memiliki dampak hukum yang diakibatkandari variasi qiraat tersebut sehingga menimbulkan perbedaanpendapat di kalangan ahli fiih lalu beliau mendiskusikannya.Banyaknya qiraat dan variasi hukum yang ditimbulkan bukanberarti mengindikasikan adanya kontradiksi antar keduanya.
Internalisasi Hermeneutika Lontar Yusuf Sebagai Tradisi Masyarakat Kemiren, Banyuwangi
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i1.6064

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, kajian al-Qur’an mengalami perkembangan wilayah kajian. Dari kajian teks menjadi kajian sosial-budaya. Tradisi Lontar Yusuf adalah salah satu dari sekian banyak fenomena umat Muslim dalam menghadirkan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini memiliki daya tarik tersendiri bahkan sampai saat ini tradisi Lontar yusuf masih hidup di masyarakat Kemiren. Hal yang membedakan tradisi ini ialah dalam prosesi Lontar Yusuf membaca arab pegon dan berupa seperti kitab. Dengan latar sosial keagamaan serta budayanya tentu masyarakat Kemiren memiliki pemahaman dan pemaknaan tertentu. Dengan begitu, fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana praktik tradisi Lontar Yusuf di Desa Kemiren, Banyuwangi? 2) Apa  makna tradisi Lontar Yusuf perspektif masyarakat Kemiren, Banyuwangi? Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dan metode observasi-wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui praktik tradisi Lontar Yusuf yang telah di turunkan secara turun temurun oleh leluhur mereka yang dipercaya hingga kini. Makna tradisi Lontar Yusuf perspektif masyarakat Kemiren secara fenomenologis yakni, 1) Sarana ukhuwah 2) Sebagai penolak balak 3) Sarana bermunajat kepada Allah 4) Sarana dzikir
KONSEP FAWATIH AS-SUWAR IMAM AL-MARAGI DALAM TAFSIR AL-MARAGI
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i2.872

Abstract

Dalam al-Qur’an ada berbagai bentuk yang digunakan oleh Allahdalam memulai fimanNya. Terkadang sebuah surat diawalidengan tahmid, tasbih,nida’, sumpah, amr dan lain-lain. Artikel inimencoba mengeksplorasi lebih jauh tentang makna dibalik fawatihas-suwar dalam tafsir al-mara>gi>. Dalam beberapa surat ternyataAllah membuka fimanNya dengan kalimat berbeda yang seringdisebut dengan al-ah} ruf al-muqat} t{ a’ah sehingga menimbulkanmisteri dan tanda tanya besar karena sulit dipahami maknanyadibalik beberapa kalimat pembuka yang berada di luar kebiasaanitu. Penulis membedah persoalan ini dengan menggunakanpendekatan semantik untuk melakukan pemaknaan terhadapkalimah yang dijadikan pembuka surat dalam al-Qur’an. Hasilnyaadalah mengetahui sisi keunikan pemikiran Al-mara>gi dalammenafsirkan fawath as-suwar, meski sampai saat ini masih belumtentu diketahui secara pasti tentang misteri yang terdapat dibalikhuruf muqatt’ah tersebut. Al-mara>gi adalah salah satu mufassiryang mampu memaknai huruf muqatt’ah sebagai at-tanbih.
Eksplikasi Konsep Milku al-Yamīn dalam Kajian Tafsir Tematik Era Modern
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i2.12039

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan konsep milku al-yamīn dalam al-Qur’ān, apakah maknanya sebuah alternatif penyaluran seksual ataukah ini berupa gambaran tradisi yang terjadi di kalangan masyarakat Arab sebelum Islam. Penelitian yang dilakukan Muḥammad Syaḥrūr menunjukkan keabsahaan hubungan seks di luar nikah dengan memahami makna milku al-yamīn di era kontemporer ini adalah kontrak yang dilakukan antara laki dan perempuan untuk melakukan hubungan seksual. Dengan hasil penelitiannya tersebut memunculkan pro kontra dan problematik di tengah masyarakat Indonesia. Sehubungan dengan menjembatani serta mendalami makna milku al-yamīn dalam kajian tafsir tematik. Sebagai kesimpulannya makna milku al-yamīn itu adalah budak perempuan yang didapat lewat peperangan, tidak termasuk maknanya cara-cara selainnya. Sedangkan kebolehan untuk bergaul dengan mereka itu bukan untuk pelampiasan hasrat seksual, akan tetapi secara historis sebagai upaya untuk mengangkat derajat budak setara dengan merdeka. Konsep ini dapat dinilai sebagai jalan lain untuk menangkal diskriminasi terhadap tuduhan berbuat zina.AbstractThe research purposed to find out the concept of milku al-yamīn in the Koran, whether it means an alternative sexual channeling or is it a description of the tradition that occurred in the Arab society before Islam. Research conducted by Muḥammad Syaḥrūr as the validity of non-marital sexual relations shows that understanding the meaning of milku al-yamīn in this contemporary era is a contract between a man and a woman to have sexual intercourse. With the results of his research, it raises the pros and cons and problems in Indonesian society. In connection with bridging and deepening the meaning of milku al-yamīn in the Koran through a thematic interpretation approach. In conclusion, the meaning of milku al-yamīn is that of a slave girl who is obtained through war, excluding its meaning from other ways. While the ability to associate with them is not for an outlet of sexual desire, but historically as an attempt to elevate the status of slaves to the equivalent of freedom. This concept can be considered as an alternative to fight discrimination against people accused of adultery. 
Kemukjizatan Al-Qur`an
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i2.4791

Abstract

Al Quran sebagai kita agama telah memuat pelbagai tatanan dan norma yang menjadi bagian dari perlawanan dan tantangan atas realitas Arab pra Islam. Artikel ini mengungkap kemukjizatan al Quran dari pelbagai aspek mulai dari kebahasaan, hukum, purbakala dan perspektif ilmiah. Adapun kajian ini bersifat pustaka yang menitik beratkan kajian pada bentuk literartur yang mempunyai hubungan dengan tema kajian, sehingga memiliki simpulan bahwa mukjizat al Quran tidak hanya terbatas pada bahasa tetapi dari pelbagai aspek kehidupan mulai dari awal turunnya samapai masa sekarang, dan mukjizat pada masa kontenporer ialah adanya penemuan yang bersifat ilmiah.
Mengenal Tafsir Tahlili Ijtihadi Corak Adabi Ijtima’i
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v10i1.3905

Abstract

Tulisan ini mengulas secara mendalam mengenai salah satu corak dalam khazanah penafsiran al-Qur’an, yakni corak adabi ijtima’i. Sebagai salah satu model pendekatan baru dalam mengurai kandungan makna al-Qur’an, corak ini menjadi menarik untuk dikaji dan dibumikan. Tulisan ini juga mengulas mengenai salah satu metode dalam tasfir al-Qur’an, yakni tahlili atau analisis. Metode tahlili yang didiskusikan dalam tulisan ini adalah tahlili yang dominasi penafsirannya bersumber dari nalar-akal atau lebih dikenal dengan ra’yu. Jadi, tulisan ini akan mendiskusikan dan mengenalkan metode tafsir tahlili yang bersumber dari ijtihadi dengan corak adabi ijtima’i. Tokoh-tokoh mufasir adabi ijtima’i seperti Muhammad Abduh, Rasyid Rida (mewakili mufasir timur tengah), dan Hamka (mewakili ulama Indonesia) sekaligus karya-karya tafsir mereka juga diulas dalam tulisan ini sebagai bahan diskusi. Corak adabi ijtima’i merupakan salah satu pendekatan baru yang memfokuskan kajian pada penggalian nilai-nilai humanis dan nilai-nilai sosial dalam kehidupan kemasyarakatan, sehingga tujuan utama al-Qur’an diturunkan yaitu sebagai hudan linnas menjadi lebih terealisasikan dan dirasakan oleh khalayak.
Menggeser Paradigma Masyarakat Tentang Agama Di Tengah Pandemik Covid-19 Dalam Perspektif Hermeneutika Paul Ricoeur
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i2.7428

Abstract

Covid-19 is a new type of virus that has shocked the world community in recent months. Many effects of the virus must be borne, economic, political, religious are real forms that have become new phenomena. Covid-19 changes both social and religious orders, understanding of religious propositions must be renewed again considering the context of the phenomenon is different. Religious conflict in the midst of Covid-19 is the result of incomplete religious understanding, partial understanding, the effect of which is a puritanical religious practice. Paul Ricoeur's hermeneutics is a bridge to straighten the understanding of religious propositions that don't fit the context. Islam as a major religion in the world must be able to answer the problems of its people.
Muhammad Abduh and His Epistemology of Reform: Its Essential Impact on Rashid Rida Amir, Ahmad Nabil
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i1.8517

Abstract

This paper analyze the influence of Muhammad ‘Abduh on his chief disciple, Muhammad Rashid Rida. Rida was the leading advocate of Abduh’s rational principle and modern ideas through his writing in Tafsir al-Manar (The Manar Commentary) and Tarikh al-Ustadh al-Imam Muhammad Abduh (Biography of Muhammad Abduh). Tafsir al-Manar is a Qur’anic exegesis based on rational approach outlined by Muhammad ‘Abduh and the Tarikh is a comprehensive biography of the life and works of Muhammad Abduh printed in three volumes that significantly documented Abduh’s lasting influence and legacy in modern Egypt. Rida continued to resolutely champion the ideas of reform through Majallat al-Manar (al-Manar Journal) that highly reverberated Abduh’s principles and remarkably claimed extensive influence in contemporary Islamic world.
Etik PEmanfaatan Keanekaragaman Hayati Dalam PErsPEKtif al-Qur’an
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i2.930

Abstract

Tulisan ini mengekplorasi tentang etika pemanfaatan keanekaragaman hayati dalam perspektif al-Qur’an. Keanekaragamanhayati adalah segala macam bentuk ciptan Allah swt di muka bumiini, baik yang terdiri dari alam binatang maupun alam tumbuhan.Dalam perspektif al-Qur’an keanekaragaman tersebut merupakananugrah sang pencipta yang merupakan tanda-tanda kekuasaannya.Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana perspektif alQur’an dalam melihat pemanfaatan keanekaragaman hayati yangdimaksud tersebut, dengan menggunakan pendekatan kontenanalisis penulis berusaha untuk membongkar sisi-sisi yang belumterungkap dalam al-Qur’an yang berkaitan dengan keragamanciptaan Allah. Hasilnya adalah terungkapnya tujuan Allahmenciptakan makhluknya yang beragam tersebut sesungguhnyaadalah diperuntukkan untuk manusia agar dapat dimanfaatkandalam kehidupan. Hal itu membutuhkan etika manusia agarkelangsungan kehidupan ala mini tetap seimbang dan tidakmerusak keberlanjutan ekologi.

Page 4 of 23 | Total Record : 223


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 19, No 1 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 2 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 1 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir More Issue